Anda di halaman 1dari 24

Chapter 20

Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan


Oleh : Padlah Riyadi, SE, Ak, CA.
-----------------------------------------------------------------------------------Pendahuluan
Siklus persediaan dan pergudangan merupakan siklus yang unik karena hubungannya
yang erat dengan siklus transaksi lainnya. Bagi perusahaan manufaktur, bahan baku
memasuki siklus persediaan dan pergudangan dari siklus akuisisi danpembayaran, sementara
tenaga kerja langsung memasukinya dari siklus penggajian dan personalia. Siklus persediaan
dan pergudangan diakhiri dengan penjualan barang dalam siklus penjualan dan penagihan.
Audit terhadap persediaan, terutama pengujian saldo persediaan akhir tahun, sering kali
merupakan bagian yang paling kompleks dan paling menghabiskan waktu audit. Faktorfaktor yang mempengaruhi kompleksitas audit persediaan termasuk :

Persediaan sering kali merupakan akun terbesar pada neraca


Persediaan sering kali berada pada lokasi yang berbeda, yang membuat pengendalian
dan perhitungan fisik menjadi sulit
Sering kali sulit bagi auditor untuk mengamati dan menilai itempersediaan yang
berbeda seperti perhiasan, bahan kimia, dan suku cadang elektronik
Penilaian persediaan juga sulit apabila estimasi keuasangan persediaan merupakan hal
yang penting dan apabila biaya manufaktur harus dialokasikan ke persediaan.
Terdapat beberapa metode penilaian persediaan yang dapat diterima dan beberapa
organisasi mungkin ingin menggunakan metode penilaian yang berbeda unutk
berbagai bagain persediaan yang dapat diterima menurut prinsip-prinsip akuntansi
yang diterima umum

Tujuan Pembelajaran 1 :
Menguraikan fungsi bisnis serta dokumen dan catatan terkait dalam siklus persediaan dan
pergudangan
Fungsi Bisnis dalam Siklus serta Dokumen dan Catatan Terkait
Persediaan memiliki banyak bentuk yang berbeda, tergantung pada sifat bisnisnya.
Untuk bisnis ritel atau grosir, akun terbesar dalam laporan keuangan sering kali berupa
persediaan barang dagang yang tersedia untuk dijual. Untuk mempelajari siklus persediaan
dan pergudangan, kita akan menggunakan contoh perusahaan manufaktur, yang
persediaannya mungkin meliputi bahan baku, suku cadang dan perlengkapan yang dibeli
untuk digunakan dalam produksi, barang dalam proses manufaktur, dan barang jadi yang
tersedia untuk dijual. Siklus persediaan dan pergudangan dapat dianggap sebagai terdiri dari
dua sistem terpisah tetapi terkait erat, di mana yang satu melibatkan arus fisik bang dan yang

lainnnya dengan biaya terkait. Enam fungsi bisnis akan membentuk siklus persediaan dan
pergudangan.
1. Memroses Pesanan Pembelian
Siklus persediaan dan pergudangan dimulai dengan akuisisi bahan baku untuk produksi.
Pengendalian yang memadai terhadap pembelian harus diselenggarakan apakah pembelian
persediaan adalah berupa bahan baku suatu perusahaan manufaktur atau barang jadi bagi
perusahaan ritel. Permintaan pembelian adalah formulir yang digunakan untuk meminta
departemen pembelian untuk memesan persediaan. Permintaan tersebut dapat dilakukan oleh
personil ruang penyimpanan bahan baku yang diperlukan, dengan perangkat lunak computer
yang terotomatisasi ketika bahan baku mencapai tingkat yang telah ditentukan terlebih
dahulu, dengan pesanan yang dilakukan atas abahan baku yang diminta unutk memenuhi
pesanan pelanggan, atau melalui pesanan yang dilakukan atas dasar perhitungaan bahan baku
secara periodik.
2. Menerima Bahan Baku
Penerimaan bahan baku yang dipesan, yang juga merupakan bagian dari siklus akuisisi
dan pembayaran, melibatkan inspeksi atas bahan yang diterima menyangkut kuantitas dan
kualitasnya. Departemen penerimaan akan membuat laporan penerimaan yang menjadi
bagian dari dokumentasi sebelum pembayaran dilakukan. Setelah inspeksi, bahan itu dikirim
ke ruang penyimpanan dan slinan dokumen penerimaan, atau pemebritahuan atau notifikasi
elektronik mengenai penerimaan barang, biasanya diserahkan ke bagian pembelian, ruang
penyimpanan, dan utang usaha. Pengendalian dan akuntabilitas merupakan hal penting unutk
semua transfer tersebut.
3. Menyimpan Bahan Baku
Setelah diterima, bahan itu biasanya disimpan diruang penyimpanan. Ketika
departemen lainnya memerlukan bahan untuk produksi, personil ruang penyimpanan
menyerahkan permintaan bahan yang telah disetujui secara layak, mengerjakan pesanan, atau
dokumen serupa atau pemberitahuan elektronik yang mengindikasikan jenis dan kuantitas
bahan yang diperlukan. Dokumen permintaan ini digunakan untuk memperbaharui file induk
persediaan perpetual dan mencatat transef dari akun bahan baku kea kun barang dalam
proses. Pembaharuan tersebut dilakukan secara otomatis dalam organisasi yang memiliki
sistem perangkat lunak akuntansi dan manajemen persediaan terintergrasi.
4. Memroses Barang
Perusahaan menentukan item dan kuantitas barang jadi yang akan dibuat berdasarkan
pesanan khusus dari pelanggan, peramalan penjualan, tingkat persediaan barang jadi yang
telah ditentukan sebelumnya, dan operasi produksi yang ekonomis. Departemen pengendalian
produksi yang terpisah sering kali bertanggung jawab untuk menentukan provisi untuk
memperhitungkan kuantitas yang diproduksi, pengendalian atas sisa bahan, pengendalian
kualitas, dan perlindungan fisik bahan dalam proses. Setiap departemen produksi biasanya
bertanggung jawab untuk mereview laporan produksi dan sisa bahan yang dibuat computer,

yang menyediakan informasi yang bermanfaat bagi akuntansi untuk mencatat transfer bahan
dan menentukan biaya produksi.
Sistem akuntansi biaya yang memadai merupakan bagian penting dari pemrosesan
fungsi barang bagi semua perusahaan manufaktur. Sistem tersebut menunjukkan profitabilitas
relative produk untuk perencanaan dan pengendalian manajemen serta menilai persediaan
untuk menyusun laporan keuangan. Terdapat dua jenis sistem biaya : sistem biaya pekerjaan
dan sistem biaya proses, tetapi terdapat banyak variasi dan kombinasi dari kedua
sistem tersebut.dalam sistem biaya pekerjaan (job cost system), biaya diakumulasikan oleh
setiap pekerjaan ketika biaya dikeluarkan dan biaya tenaga kerja terjadi. Dalam sistem biaya
proses (process cost system), biaya diakumulasikan berdasarkan proses, dengan biaya per
unit untuk setiap proses dibebankan ke produk melalui proses tersebut.
Catatan akuntansi biaya terdiri dari fileinduk, neraca lajur, dan laporan yang
mengakumulasikan biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead berdasarkan pekerjaan atau
proses ketika biaya tersebut dikeluarkan. Ketika pekerjaan atau produk telah selesai, biaya
yang terkait ditransfer dari barang dalam proses ke barang jadi pada laporan departemen
produksi.
5. Menyimpan Barang Jadi
Ketika barang jadi telah selesai, barang itu ditempatkan diruang penyimpanan
menunggu dikirim. Dalamperusahaan yang memiliki pengendalian internal yang baik, barang
jadi disimpan dibawah pengendalian fisik yang terpisah, disuatu area dengan akses terbatas.
Pengendalian barang sering kali dianggap sebagai bagian dari siklus penjualan dan
penagihan.
6. Mengirimkan Barang Jadi
Pengiriman barang jadi merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan.
Pengiriman aktual barang kepada pelanggan dalam pertukaran dengan kas atau aktiva
lainnya, seperti piutang usaha, menciptakan pertukaran aktiva yang diperlukan untuk
memenuhi criteria pengakuan pendapatan. Untuk sebagian besar transaksi penjualan,
pengiriman aktual merupakan pemicu untuk mengakui piutang usaha terkait dan penjualan
terkait dalam sistem akuntansi. Jadi, pengiriman barang jadi harus diotorisasi oleh dokumen
pengiriman yang disetujui secara layak.
Serupa dengan pengiriman barang jadi, transfer persediaan dalam siklus persediaan dan
pergudangan harus diotorisasi oleh dokumentasi transfer yang layak untuk memastikan
keakuratan transfer biaya antarakun persediaan pada neraca.
File Induk Persediaan Perpetual
Catatan perpetual yang terpisah biasanya disimpan untuk bahan baku dan barang jadi.
Sebagian besar perusahaan tidak menggunakan sistem perpetual untuk barang dalam proses.
File induk persediaan yang diakuisisi, dijual, dana di ditangan. Dalam sistem
terkomputerisasi yang dirancang dengan baik, file itu juga berisi informasi mengenai biaya

per unit. Untuk akuisisi bahan baku, file induk persediaan perpetual diperbaharui secara
otomatis ketika akuisisi persediaan diproses sebagai bagian dari pencatatan akuisisi.

Tujuan Pembelajaran 2 :
Menguraikan bagaimana e-commerce mempengaruhi manajemen persediaan
Bagaimana E-Commerce Mempengaruhi Manajemen Persediaan
Internet memiliki kegunaan khusus dalam pengelolaan persediaan, dari sini dapat
diketahui informasi lengkap berbasis real time yang dibutuhkan oleh rekan bisnis (pemasok
dan pelanggan). Informasi yang biasanya terseedia didalamnya, seperti jumlah stok yang
disimpan, lokasi produk, dan berbagai informasi lainnya yang diperlukan manajemen untuk
meegawasi aliran persediaan.
Selain kegunaannya yang penting, internet juga dapat menimbulkan resiko bisnis.
Penggunaannya dalam E-Commerce akan meningkatkan resiko bisnis jika pengendalian
untuk mengoperasikannya kurang memadai. Seperti pembetasan penggunaan password,
firewalls, dan peengendalian teknologi manajemen lainnya. Hal tersebut akan memunculkan
kecurangan/kesempatan untuk mengubah jumlah persediaan yang telah ada.
Tujuan Pembelajaran 3:
Menjelaskan lima bagian audit siklus persediaan dan pergudangan
Bagian dari Audit Persediaan
Tujuan dalaam auditsiklus perssediaan dan pergudangan adalah menyediakan kepastian
bahwa laporan keuangan menyajikan informasi bahan baku, barang setengah jadi, persediaan
barang jadi, dan harga pokok penjualan secara wajar.
Audit atas siklus persediaan dan pergudangan dapat dibagi menjadi 5 (lima) aktivitas
yang berbeda, yaitu :
1. Akuisisi dan pencatatan bahan baku, biaya tenaga kerja, dan overhead.
Pada bagian ini, audit memiliki 3 (tiga) fungsi, yaitu pemrosesan atas pembelian
pesanan, penerimaan bahan baku, dan penyimpanan bahan baku. Auditor mendapatkan
pemahaman mengenai pengendalian internal atas ketiga fungsi tersebut dan kemudian
melakukan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, baik transaksi
siklus akuisisi dan pembayaran serta siklus penggajian dan personalia.

Pengujian terhadap pengendalian akuisisi bahan baku dan biaya manufaktur tersebut
harus berjalan efektif dan transaksi akuisisi dinyatakan dengan benar. Bila tenaga kerja
langsung merupakan bagian penting dalam persediaan manufaktur, maka auditor harus
melakukan verifikasi proses akuntansi yang benar atas biaya inidalam siklus penggajian
dan personalia.
2.Perpindahan internal atas asset dan biaya.
Pemindahan internal dalam persediaan meliputi fungsi ke 4 (empat), yaitu
pemrosesan barang dan pentimpanan barang jadi. Klien membukukan aktivitasnya dalam
pencatatan akuntansi biaya, yang independen dari siklus lain dan diuji sebagai bagian dari
audit siklus persediaan dan pergudangan.
3. Pengiriman barang dan pencatatan pendapatan dan biaya.
Pencatatan pengiriman dan biaya terkait merupakan fungsi terakhir. Proses ini
merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan, maka auditor harus mendapatkan
pemahaman dan pengujian pengendalian internal atas pencatatan pengiriman sebagai
bagian dari audit siklus ini, termasuk prosedur dalam verifikasi akurasi kredit atas
persediaan yang dicatat dalam berkas utama persediaan perpetual.
4. Pengamanan fisik atas persediaan.
Auditor harus mengamati klien dalam menghitung persediaan fisik untuk menentukan
apakah persediaan yang tercatat memang ada pada tanggal neraca dan dihitung dengan
benar oleh klien. Pemeriksaan fisik merupakan jenis bukti penting yang dapat digunakan
utuk melakukan verifikasi terhadap keberadaan dan perhitungan persediaan.
5. Penempatan harga dan kompilasi persediaan.
Biaya yang digunakan untuk menilai persediaan harus diuji untuk menentuan apakah
klien mengikuti metode persediaan yang sesuai dengan SAK dan konsisten dengan tahuntahun sebelumnya. Prosedur yang digunakan auditor untuk melakukan verifikasi biaya ini
disebut pengujian harga. Sebagai tambahan, auditor harus melakukan pengujian kompilasi
persediaan. Yaitu suatu pengujian utuk melakukan verifikasi apakah perhitungan fisik
dilakukan dengan benar, kuantitas dan harga persediaan dijabarkan dengan benar untuk
menghitung saldo buku besar.
Auditor menguji akuisisi dan melakukan pencatatan bahan baku, tenaga keja langsung,
daan overhead sebagai bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran serta siklus penggajian
dan personalia. Mereka juga menguji pengiriman barang dan mencatat pendapatan dan
biayaterkait
dengan
siklus
penjualan
dan
penagihan.
Auditor
perlu
mempertimbangkanhasil pengujian tersebutdalam siklus lainnnya untuk menentukan sifat
dan lingkup pengujian subtantif yang diperlukandalam audit persediaan.

Tujuan Pembelajaran 4 :

Merancang dan melaksanakan pengujian audit atas akuntansi biaya


Audit atas Akuntansi Biaya
Sistem dan pengendalian akuntansi biaya milik perusahaan yang berbeda lebih
bervariasi ketimbang banyak bidang audit lainnya karena sangat beragamnya item persediaan
dan tingkat kecanggihan yang diinginkan oleh manajemen. Sebagai contoh , perusahaan yang
membuat mesin peternakan mungkin memiliki catatan biaya dan pengendalian internal yang
sama sekali berbeda dengan pabrik baja yang membuat dan memasang lemari logam yang
dibuat seragam. Tentu saja, perusahaan kecil yang pemiliknya terlibat secara aktif dalam
proses manufaktur memerlukan catatan yang tidak terlalu canggih ketimbang peruashaan
multiproduk yang besar.
Pengendalian Akuntansi Biaya
Pengendalian akuntansi biaya, adalah pengendalian yang berhubungan dengan
pemrosesan yang mempengaruhi persediaan fisik dan penelusuran biaya terkait dari saat
bahan baku diminta hingga produk selesai dibuat dan ditransfer ke penyimpanan dan dibagi
ke dalam dua kategori luas :
1. Pengendalian fisik atas bahan baku, barang setengah jadi, dan persediaan barang jadi.
2. Pengendalian atas biaya terkait
Untuk melindungi aset, banyak perusahaan secara fisik memisahkan dan membatasi
akses ketempat penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi untuk
mengendalikan pergerakan persediaan. Klien dapat menggunakan dokumen bernomor urut
untuk mengotorisasi pergerakan persediaan agar tidak terjaddi penyalahgunaan aset. Salinan
atas dokumen tersebut harus dikirimkan langsung kebagian akuntansi oleh pihak yang
menerbitkan, tanpa melalui personel yang bertanggunngjawabatas pengawasannya. Contoh
dokumen yang efektif untk jenis ini adalah permintaan bahan baku yang disetujui untuk
dikeluarkan dari ruang penyimpanan.
File induk persediaan perpetual yang disimpan oleh orang tidak bertanggung jawab atau
memiliki akses ke aktiva merupakan pengendalian akuntansi biaya lainnya yang bermanfaat
karena :

File tersebut menyediakan catatan persediaan yang ada di tangan, yang digunakan
untuk memulai produksi dan akuisis bahan atau barang tambahan.
File tersebut menyediakan catatan
File tersebutmenyediakan caatatan untuk mempertanggungjawabkan apabila
ditemukan selisih antara perhitungan fisik dan jumlah yang tersaji pada listing atau
daftar perpetual

Metodologi untuk merancang pengujian pengendalian dan pengujian substansif atas


transaksi bagi akuntansi biaya :

Memahami

pengendalian

internal-

sistem akuntansi biaya

Menilai

risiko

pengendalian

yang

direncanakan- sistem akuntansi biaya

Mengevaluasi
costbenefitpengujian pengendalian

Merancang
pengujian
pengendalian
dan
pengujian substantive atas transaksi bagi sistem
akuntansi biaya guna memenuhi tujuan audit
yang berkaitan dengan transaksi

Prosedur audit
Ukuran sampel
Item-item yang akan dipilih
Penetapan waktu

Pengujian atas Akuntansi Biaya


Auditor sangat memperhatikan empat aspek akuntansi biaya berikut :
1. Pengendalian fisik terhadap persediaan
Auditor menguji pengendalian fisik terhadap bahan baku, barang dalam proses, dan
barang jadi terbatas pada observasi serta pengajuan pertanyaan. Auditor dapat
memeriksa area penyimpanan bahan baku untuk menentukan apakah persediaan
sudah dilindungi dari pencurian dan penyalahgunaan dengan menggunakan kunci atau
ukuran keamanan lainnya, termasuk custodian persediaan. Auditor dapat meminta

custodian persediaan untuk menjelaskan tugas-tugasnya yang terkait dengan


mengawasi persediaan yang dimonitor olehnya. Jika auditor menyimpulkan bahwa
pengendalian fisik sangat tidak memadai sehingga persediaan akan sulit dihitung
secara akurat, auditor harus memperluas observasi pengujian persediaan fisik untuk
memastikan bahwa perhitungan yang memadai telah dilakukan
2. Dokumen dan catatan untuk mentransfer persediaan
Perhatian auditor terutama tertuju pada memverifikasi transfer persediaan dari satu
lokasi ke lokasi lainnya yang dicatat memang ada, semua transfer actual sudah dicatat,
dan kuantitas, deskripsi, serta tanggal semua transfer yang dicatat sudah akurat.
Produk yang diberi label dengan kode batang terstandardisasi yang dapat dipindai
oleh pembaca kode batang laser dan teknologi lainnya akan mempermudah klien
menelusuri pergerakan barang melalui produksi. Ketika mengaudit transfer
persediaan, pertama auditor harus memahami pengendalian internal klien untuk
mencatat transfer sebelum dapat melaksanakan pengujian yang relevan.
Setelah memahami persediaan internal, suditor dapat dengan mudah melaksanakan
pengujian pengendalian atau pengujian substantive atas transaksi dengan memeriksa
dokumen serta catatan untuk menguji tujuan keterjadian dan keakuratan bagi transfer
barang dari ruang penyimpanan bahan baku ke lini perakitan manufaktur.
3. File induk persediaan perpetual
Reliabilitas file induk persediaan perpetual mempengaruhi penetaoan waktu dan
lingkup pemeriksaan fisik persediaan oleh auditor. Jika file induk persediaan
perpetual sudah akurat , auditor dapat menguji persediaan fisik sebelum tanggal
neraca. Auditor menguji file induk persediaan perpetual dengan memeriksa
dokumentasi yang mendukung penambahan dan pegurangan jumlah persediaan dalam
file induk.
4. Catatan biaya per unit
Kakuratan data biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead manufatur
sangatlah penting untuk menyatakan secara wajar persediaan bahan baku, barang
dalam proses, dan barang jadi. Agar data biayanya akurat, klien harus
mengintegrasikan catatan akuntansi biayanya dengan catatan produksi dan akuntansi
lainnya. Ketika menguji catatan biaya persediaan, pertama auditor harus memahami
pengendalian internal dalam sistem akuntansi biaya. Setelah auditor memahami
pengendalian internal yang mempengaruhi catatan akuntansi biaya, pendekatan untuk
melakukan verifikasi internal atas catatan akuntansi biaya akan melibatkan konsep

yang sama dengan yang dibahas dalam verifikasi atas transaksi akuisisi, penggajian,
dan penjualan. Menentukan kewajaran biaya overhead manufaktur yang dibebankan
ke barang dalam proses sangatlah menantang bagi auditor karena managemen harus
membuat asumsi yang mempengaruhi alokasi overhead yang dapat mempengaruhi
secara signifikan biaya per unit persediaan, sehingga penilaian persediaan menjadi
wajar.
Tujuan Pembelajaran 5
Menerapkan prosedur analitis pada akun-akun dalam siklus persediaan dan pergudangan.
Prosedur Analitis
Prosedur analitis merupakan hal yang penting dalam mengaudit persediaan dan
pergudangan seperti pada semua siklus lainnya. Selain melaksanakan prosedur analitis yang
memeriksa hubungan saldo akun persediaan dengan akun laporan keuangan lainnya.
Rasio yang dapat digunakan dalam prosedur analitis, antara lain :
1. Rate of gross profit, yaitu laba kotor dibagi dengan penjualan bersih.
2. Merchandise inventory turnover, yaitu harga pokok penjualan dibagi dengan
persediaan barang dagangan rata-rata.
3. Number of sales in inventory, yaitu 365 dibagi dengan merchandise inventory
turnover.
4. Rasio persediaan per aktiva lancar, yaitu persediaan dibagi dengan total aktiva
lancar.
5. Rasio yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan rasio sebelumnya, anggaran dan
data industri rata-rata. Prosedur pengujian ini berkaitan erat dengan asersi keberadaan
atau keterjadian, kelengkapan, dan penilaian atau alokasi.

Prosedur Analitis untuk Siklus Persediaan dan Pergudangan


Prosedur Analitis
Kemungkinan salah saji
Membandingkan persentase margin kotor Lebih saji atau kurang saji persediaan dan
dengan tahun sebelumnya
Membandingkan
perputaran

harga pokok penjualan


persediaan Persediaan yang using, yang mempengaruhi

( harga pokok penjualan dibagi dengan persediaan dan harga pokok penjualan.
persediaan

rata-rata)

dengan

tahun Lebih saji atau kurang saji persediaan

sebelumnya.
Membandingkan biaya per unit persediaan Lebih saji atau kurang saji biaya per unit,
dengan tahun sebelumnya

yang mempengaruhi persediaan dan harga

Membandingkan

nilai

persediaan

pokok penjualan.
yang Salah saji dalam kompilasi, biaya per unit,

ditambahkan dengan tahun sebelumnya

atau

perkalian,

yang

mempengaruhi

persediaan dan harga pokok penjualan


Membandingkan biaya manufaktur tahun Salah saji biaya per unit persediaan, terutama
berjalan dengan tahun sebelumnya ( biaya tenaga

kerja

langsung

dan

overhead

variable harus disesuaikan dengan perubahan manufaktur, yang mempengaruhi persediaan


dengan volume)

dan harga pokok penjualan

Metodologi untuk Merancang Pengujian atas Rincian Saldo untuk Persediaan

Mengidenifikasi resiko bisnis klien yang


mempengaruhi persediaan.

Menetapkan salah saji yang dapat


ditoleransi dan menilai resiko inheren
untuk persediaan.

Menliai resiko pengendalian untuk


beberapa siklus.

Merancang dan melaksanakan pengujian


pengendalian serta pengujian substantif
atas transaksi untuk beberapa siklus.
Merancang pengujian atas rincian saldo
persediaan untuk memenuhi tujuan
audit yang berkaitan dengan saldo.
Merancang pengujian atas rincian saldo
persediaan untuk memenuhi tujuan
audit yang berkaitan dengan saldo

Prosedur audit
Ukuran sampel
Item yang akan dipilih
Penetapan waktu

Tujuan Pembelajaran 6
Merancang dan melaksanakan pengujian audit observasi fisik atas persediaan.
Pengendalian Terhadap Perhitungan Fisik

Instruksi klien yang benar untuk melakukan perhitungan fisik


Supervisi oleh personil perusahaan yang bertanggung jawab
Verifikasi internal yang independen atas perhitungan yang dilakukan oleh personel klien

lainnya
Rekonsiliasi independen antara perhitungan fisik dengan file induk persediaan perpetual
Pengendalian klien yang memadai terhadap lembar perhitungan atau tag

Keputusan Audit
Penetapan Waktu
Auditor harus memutuskan apakah perhitungan fisik dapat dilakukan sebelum akhir
tahun terutama atas dasar keakuratan file induk persediaan perpetual. Jika klien

melakukan perhitungan fisik interim, dimana auditor hanya akan setuju apabila
pengendalian internalnya efektif, auditor akan mengamati perhitungan persediaan
pada saat itu, dan juga menguji transaksi yang dicatat dalam catatan persediaan
perpetual dari tanggal perhitungan hingga akhir tahun. Jika catatan perpetual sudah
akurat dan pengendalian terkait beroperasi secara efektif, mungkin klien tidak perlu
menghitung semua persediaan pada akhir tahun. Sebaliknya, jika tidak terdapat
catatan perpetual dan persediaan berjumlah material, klien harus menghitung
persediaan fisik secara menyeluruh mendekati akhir periode akuntansi
Ukuran Sampel
Jumlah item persediaan yang harus dihitung auditor sulit dirinci karena auditor
berfokus pada mengamati prosedur klien dan bukan pada memilih item yang akan
diuji. Demi kemudahan, ukuran sampel dalam observasi fisik dapat dipertimbangkan
dalam istilah total jam yang dihabiskan dan bukan jumlah item persediaan yang
dihitung.
Pemilihan Item
Ketika mengamati klien yang menghitung persediaan, auditor harus berhati-hati untuk
:
-

Mengamati perhitungan item-item yang paling signifikan dan sampel representatif

dari item persediaan yang umum.


Menyelidiki item yang mungkin telah using atau rusak.
Membahas dengan manajemen menyangkut alasan mengeluarkan item yang
material.

Observasi Fisik Persediaan


Bagian yang paling penting dari observasi persediaan adalah menentukan apakah
perhitungan fisik telah dilakukan sesuai denga instruksi klien. Untuk melakukan hal ini
secara efektif, auditor harus hadir ketika perhitungan fisik dilakukan. Jika karyawan klien
tidak mengikuti instruksi

persediaan, auditor harus menghubungi penyelia untuk

memecahkan masalah atau memodifikasi prosedur observasi fisik.


Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Saldo dan Pengujian atas Rincian Saldo untuk
Observasi Persediaan Fisik
Tujuan Audit yang Berkaitan Prosedur

Observasi Komentar

dengan Saldo
Persediaan yang Umum
Eksistensi : Persedian yang Memilih sampel acak nomor Tujuannya

adalah

dicatat pada tag memang ada. tag dan mengidentifikasi tag mengungkapkan

untuk

dengan

nomor

yang pencantuman item yang tidak

dilampirkan pada persediaan ada sebagai persediaan.


actual.
Mengamati

apakah

terjadi

pergerakan persediaan selama


perhitungan
: Persediaan Memeriksa persediaan untuk Perhatian

Kelengkapan

yang ada dihitung dan diberi memastikan

yang hilang.

harus

bahwa diarahkan pada pengilangan

tag, dan tag diperhitungkan persediaan telah diberi tag.


untuk memastikan tidak ada Mengamati

khusus

apakah

bagian persediaan yang besar.

terjadi

pergerakan persediaan selama


perhitungan.
Menyelidiki

persediaan

di

lokasi lainnya.
Memperhitungkan semua tag Pengujian ini harus dilakukan
yang digunakan dan tidak pada

penyelesaian

digunakan untuk memastikan perhitungan fisik.


tidak ada yang hilang atau
dihilangkan secara sengaja.
Mencatat nomor tag yang Pengujian ini harus dilakukan
digunakan

dan

tidak pada

penyelesaian

digunakan untuk tindak lanjut perhitungan fisik.


Keakuratan

berikutnya.
Persediaan Menghitung

dihitung secara akurat.

ulang Pencatatan perhitungan klien

perhitungan

klien

memastikan

untuk dalam file audit pada lembar

perhitungan perhitungan

persediaan

yang dicatat pada tag sudah dilakukan karena dua alasan :


akurat

juga

mengecek untuk

deskripsi

dan

perhitungan,

seperti

atau gross).

unti dokumentasi
lusin pemeriksaan
memadai

Membandingkan perhitungan dan


fisik

dengan

memperoleh
bahwa
fisik

telah
untuk

yang

dilakukan,
menguji

file

induk kemungkinan bahwa klien

persediaan perpetual.

mengubah perhitungan yang

Mencatat perhitungan klien tercatat

setelah

auditor

untuk pengujian selanjutnya. meninggalkan premis.


Classiffication : Persediaan 1.
Memeriksa
deskripsi Pengujian tersebut
diklasifikasikan

dengan

akan

persediaan pada tag dan dilakukan sebagai bagian dari

benar pada tag.

membandingkannya

prosedur

pertama

dalam

dengan persediaan actual tujuan keakuratan.


bahan baku, barang dalam
proses, dan barang jadi.
2.

Mengevaluasi

apakah

presentase penyelesaian yang


dicatat pada tag untuk barang
dalam proses sudah layak.
Cutoff: Informasi diperoleh 1.
Mencatat dalam file Memperoleh informasi cut
untuk memastikan pembelian

audit untuk tindak lanjut off

dan

berikutnya

penjualan

persediaan

atas

yang

nomor penjualan

dicatat pada periode yang

dokumen

pengiriman merupakan

benar.

terakhir yang digunakan penting


pada akhir tahun.
2.
Memastikan

persediaan.

persediaan untuk item-item


diatas

dikecualikan dari

perhitungan fisik.
3.
Mereview

area

pengiriman

untuk

persediaan

yang

dipisahkan dari pengiriman


tetapi
4.

belum

diperhitungkan.
Mencatat dalam file
audit untuk tindak lanjut
berikutnya
laporan

atas

nomor

pengiriman

terakhir yang digunakan


5.

pada akhir tahun.


Memastikan

tepat

untuk

dan

akuisisi

bagian
dari

yang

observasi

persediaan untuk item-item


diatas
6.

dilibatkan

dalam

perhitungan fisik.
Mereview

area

penerimaan

untuk

persediaan

yang

harus

dilibatkan

dalam

perhitungan fisik.
Menguji persediaan yang

Persediaan yang usang dan

usang dengan menanyakan

tidak

karyawan

Realizable
dapat

Value

digunakan

dikecualikan atau dicatat.

pabrik

dan

manajemen

serta

mewaspadai
rusak,

item

yang

berkarat

atau

debu,

atau

ditutupi

berlokasi di tempat yang


tidak layak.
Right: Klien memiliki hak 1. Menanyakan

tentang

atas persediaan yang dicatat

konsinyasi atau persediaan

pada tag.

pelanggan

yang

dicantumkan dalam premis


klien.
2. Mewaspadai

akan

persediaan

yang

dipisahkan
tanda

atau

khusus

diberi
sebagai

indikasi kepemiikan.

Tujuan Audit yang Berkaitan Prosedur Observasi Persediaan yang Umum


dengan Saldo

Classiffication

Persediaan 1.

Memeriksa

deskripsi

persediaan

pada

tag

dan

diklasifikasikan dengan benar pada

membandingkannya dengan persediaan actual bahan baku,

tag.

barang dalam proses, dan barang jadi.


2. Mengevaluasi apakah presentase penyelesaian yang dicatat
pada tag untuk barang dalam proses sudah layak.

Cutoff: Informasi diperoleh untuk 7.


memastikan

pembelian

dan

berikutnya atas nomor dokumen pengiriman terakhir yang

penjualan persediaan dicatat pada


periode yang benar.

Mencatat dalam file audit untuk tindak lanjut

8.

digunakan pada akhir tahun.


Memastikan persediaan

9.

dikecualikan dari perhitungan fisik.


Mereview area pengiriman untuk persediaan yang

untuk

item-item

diatas

dipisahkan dari pengiriman tetapi belum diperhitungkan.


10.
Mencatat dalam file audit untuk tindak lanjut
berikutnya atas nomor laporan pengiriman terakhir yang
digunakan pada akhir tahun.
11.
Memastikan persediaan

untuk

item-item

diatas

dilibatkan dalam perhitungan fisik.


12.
Mereview area penerimaan untuk persediaan yang
harus dilibatkan dalam perhitungan fisik.

Realizable Value : Persediaan

Menguji persediaan yang usang dengan menanyakan

yang

usang

digunakan

dan

tidak

dapat

karyawan pabrik dan manajemen serta mewaspadai item

dikecualikan

atau

yang rusak, berkarat atau ditutupi debu, atau berlokasi di

dicatat.

tempat yang tidak layak.

Right: Klien memiliki hak atas 3. Menanyakan tentang konsinyasi atau persediaan pelanggan
persediaan yang dicatat pada tag.

yang dicantumkan dalam premis klien.


4. Mewaspadai akan persediaan yang dipisahkan atau diberi
tanda khusus sebagai indikasi kepemiikan.

Tujuan Pembelajaran 7
Merancang dan melakukan tes pemeriksaan dari harga dan kompilasi untuk persediaan

Audit Penetapan Harga dan Kompilasi


Auditor harus memverifikasi bahwa perhitungan fisik atau kuantitas catatan perpetual sudah
diberi harga dan kompilasi dengan benar.

Pengujian harga persediaan (Inventory Price Test) mencakup semua pengujian atas

harga per unit klien untuk menentukan apakah hal itu sudah benar.
Pengujian Kompilasi Persediaan (Inventory Compilation Test) termasuk menguji
ikhtisar perhitungan persediaan klien, menghitung kembali harga dikalikan dengan
kuantitas, memfooting ikhtisar persediaan, dan menelusuri total ke buku besar umum.
1. Pengendalian Penetapan Harga dan Kompilasi
Pengendalian internal yang memadai seputar penelusuran biaya per unit yang
diintegrasikan dengan produksi dan catatan akuntansi lainnya yang menyediakan
kepastian bahwa klien menggunakan biaya yang masuk akal untuk menilai
persediaan akhir.
Catatan biaya standar (standard cost record), yang mengindikasikan variasi biaya
bahan, tenaga kerja, dan overhead sangat membantu untuk mengevaluasi kelayakan
catatan produksi.
Untuk mencegah mencantumkan atau menyatakan terlalu tinggi nilai persediaan
yang usang, klien harus mereview secara formal dan melaporkan item persediaan
yang usang, bergerak lambat, rusak, dan dinyatakan terlalu tinggi.
Klien memerlukan pengendalian internal atas kompilasi persediaan untuk
memastikan bahwa perhitungan fisik telah diikhtisarkan dengan benar, diberi harga
pada jumlah yang sama seperti catatan perunit, dikalikan dan ditotalkan dengan
benar, serta dicantumkan dalam file induk persediaan perpetual dan akun
persediaan di buku besar umum pada jumlah yang tepat.
Pengendalian internal yang paling penting adalah verifikasi internal oleh orang
yang independen dan kompeten, yang mengandalkan dokumen serta catatan yang
memadai yang akan digunakan untuk melakukan perhitungan fisik.
2. Prosedur Penetapan Harga dan Kompilasi
Observasi fisik merupakan informasi utama Cutoff untuk penjualan dan pembelian.
Pengujian atas catatan akuntansi untuk Cutoff dilakukan sebagai bagian dari
penjualan (siklus penjualan dan penagihan) dan akuisisi (siklus akuisisi dan
pembayaran)

Auditor dapat menerapkan tujuan dengan menggunakan informasi yang diperoleh


dari klien sebagai kerangka kerja atau referensi, termasuk deskripsi setiap item
persediaan, kuantitas, harga perunit, dan nilai total.
Asumsi informasi yang direfleksikan dalam listing persediaan perpetual dicatat
sesuai urutan deskripsi item persediaan, dengan bahan baku, barang dalam proses,
dan barang jadi disajikan terpisah. Totalnya harus sama dengan saldo buku besar
umum.
3. Penilaian Persediaan
Dalam melakukan pengujian penilaian persediaan (pengujian penetapan harga),
auditor menghadapi tiga permasalahan, yaitu:
a. Pertama, metodenya harus sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang
diterima secara umum.
b. Kedua, penerapan metodenya harus konsisten dari tahun ke tahun.
c. Ketiga, biaya persediaan versus nilai pasar (nilai penggantian atau realisasi
bersih) harus dipertimbangkan.

Tujuan Terkait Saldo : Penetapan Harga dan Kompilasi Persediaan

Tujuan Audit Terkait Saldo

Prosedur

Penetapan

Harga

dan

Kompilasi

Persediaan
1. Perediaan dalam skedul listing 1. Melaksanakan pengujian kompilasi
2. Memfooting skedul listing persediaan untuk bahan
persediaan
sama
dengan
baku, barang dalam proses, dan barang jadi.
perhitungan persediaan fisik,
3. Menelusuri total ke buku besar umum.
perkaliannya sudah benar dan 4. Mengalikan kuantitas dengan harga item terpilih.
totalnya ditambahkan dengan
benar serta sama dengan buku
besar umum (Detail Tie-In)
2. Item persediaan yang dicatat

Menelusuri persediaan yang tercantum dalam

pada skedul listing persediaan

skedul ke tag persediaan dan perhitungan yang

memang ada (eksistensi)

dicatat auditor untuk eksistensi dan deskripsi.

3. Item persediaan yang ada telah 1. Memperhitungkan


dicantumkan

dalam

listing

nomor

tag

yang

tidak

skedul

digunakan dalam dokumentasi auditor untuk

persediaan

memastikan tidak ada tag yang ditambahkan.


2. Menelusuri dari tag persediaan ke skedul listing

(kelengkapan)

persediaan dan memastikan persediaan pada tag


telah dicantumkan.
3. Memperhitungkan nomor tag untuk memastikan
tidak ada yang dihapus.
4. Item persediaan dalam skedul 1. Menelusuri persediaan yang ada dalam skedul ke
listing persediaan sudah akurat

tag persediaan dan perhitungan yang dicatat

(keakuratan)

auditor berkenaan dengan kuantitas dan deskripsi.


2. Melakukan pengujian harga persediaan.
5. Item persediaan dalam skedul
Memverifikasi klasifikasi ke dalam bahan baku,
listing

persediaan

barang dalam proses, dan barang jadi dengan

diklasifikasikan dengan benar

membandingkan deskripsi pada tag persediaan dan

(klasifikasi)

perhitungan pengujian yang dicatat auditor dengan

6. Item persediaan dalam listing


persediaan

dinyatakan

pada

skedul listing persediaan.


Melaksanakan pengujian mana yang terendah
antara harga pokok dan harga pasar, harga jual dan

nilai realisasi (realizable value)


keusangan.
7. Klien memiliki hak atas item 1. Menelusuri tag persediaan yang diidentifikasi
persediaan dalam skedul listing

sebagai tidak dimiliki selama observasi fisik ke

persediaan (right/hak)

skedul listing persediaan untuk memastikan item


tsb tidak dicantumkan.
2. Mereview kontrok dengan vendor dan pelanggan
serta mengajukan pertanyaan kepada manajemen
tentang kemungkinan pencantuman persediaan
yang dikonsinyasi atau tidak dimiliki lainnya, atau
penghilangan persediaan yang dimiliki.

8. Persediaan
secara

telah

benar

dan

disajikan 1. Periksa penyajian dan pengungkapan laporan


diungkap

secara memadai (presentation


and disclosure)

keuangan mengenai pemisahan jenis persediaan.


2. Deskripsi memadai mengenai metode penilaian
persediaan.

Tujuan Terkait Saldo : Penetapan Harga dan Kompilasi Persediaan

1. Penetapan Harga Persediaan yang Dibeli


Jenis utama persediaan yang termasuk dalam kategori ini adalah bahan baku, suku
cadang yang dibeli, dan perlengkapan.
Langkah pertama dalam memverifikasi penilaian persediaan yang dibeli, auditor
harus menentukan apakah klien menggunakan metode FIFO, LIFO, rata-rata
tertimbang, atau beberapa metode penilaian lainnya.
Auditor juga harus menentukan biaya mana yang dilibatkan dalam penilaian item
persediaan, contoh ongkos angkut, penyimpanan, diskon, dan biaya lainnya.
Auditor harus menyajikan daftar item persediaan yang akan diverifikasi untuk
tujuan penetapan harga dan meminta klien untuk mencari faktur vendor yang
sesuai dan memeriksa faktur yang mencukupi untuk memperhitungkan seluruh
kuantitas item persediaan yang diuji.
2. Penetapan Harga Persediaan yang Dibuat
Pada penetapan harga barang dalam proses dan barang jadi, auditor harus
mempertimbangkan biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead
manufakatur.
Dalam menetapkan harga bahan baku untuk membuat produk, auditor harus
mempertimbangkan biaya per unit bahan baku maupun jumlah unit yang
diperlukan untuk membuat unit output.
Biaya per unit dapat diverifiksi dengan memeriksa faktur vendor atau file induk
persediaan perpetual, memeriksa spesifikasi rekayasa, memeriksa barang jadi,
atau menemukan metode yang serupa guna menentukan jumlah unit yang
diperlukan untuk membuat suatu produk.
Ketika menguji tenaga kerja langsung, auditor harus memverifikasi biaya per jam
tenaga kerja langsung, dan jumlah jam yang diperlukan untuk membuat suatu
produk.
Overhead Manufaktur tergantung pada pendekatan yang digunakan klien untuk
mengalokasikan overhead manufaktur. Auditor harus mengevaluasi metode yang
sedang digunakan menyangkut konsistensi dan kelayakan serta menghitung ulang
biaya untuk menentukan apakah overhead sudah benar.
Jika klien memiliki catatan biaya standar, metode yang efisien untuk menentukan
penilaian adalah mereview dan menganalisis varians. Varians bahan, tenaga kerja,
dan overhead manufakatur yang kecil merupakan bukti keandalan catatan biaya
tsb.
3. Harga Pokok atau Harga Pasar

Dalam menetapkan harga persediaan, auditor harus mempertimbangkan apakah


biaya penggantian atau nilai realisasi bersih yang lebih rendah dari biaya historis.
Untuk barang jadi dan bahan baku yang dibeli, auditor dapat menguji biaya
penggantian dengan memeriksa faktur vendor periode selanjutnya atau faktur saat
ini jika tidak ada pembelian yang dilakukan atas item persediaan setelah akhir
tahun.
Auditor harus mempertimbangkan nilai penjualan item persediaan dan dampak
yang mungkin dari fluktuasi harga yang cepat untuk menentukan nilai realisasi
bersih.

Tujuan Pembelajaran 8
Mengintegrasikan berbagai bagian dari audit siklus persediaan dan pergudangan
Integrasi Pengujian
Pengujian Siklus Akuisisi dan Pembayaran
Ketika memverifikasi akuisisi persediaan sebagai bagian dari pengujian siklus akuisisi
dan pembayara, auditor memperoleh bukti mengenai keakuratan bahan baku yang
diperoleh dan semua biaya overhead manufaktur yang dikeluarkan kecuali tenaga
kerja.
Biaya akuisisi tsb mengalir secara langsung ke harga pokok penjualan atau menjadi
bagian terbesar dari persediaan akhir bahan baku, barang dalam proses, dan barang
jadi.
Penggajian dan siklus Personalia
Catatan akuntansi biaya untuk biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung dapat
diuji sebagai bagian dari audit siklus penggajian dan personalia.
Penjualan dan Siklus Penagihan

Pengujian audit atas penyimpanan barang jadi, serta pengiriman dan pencatatan
penjualan, dapat dilakukan ketika siklus penjualan dan penagihan diuji.
Pengujian Akuntansi Biaya
Pengendalian akuntansi biaya adalah pengendalian yang berkaitan dengan persediaan
fisik dan biaya terkait dari titik dimana bahan baku diminta ke titik dimana barang
jadi selesai diproduksi dan ditransfer atau dipindahkan ke gudang.
Untuk memudahkannya, pengendalian akuntansi biaya dibagi menjadi dua kategori:
1. Pengendalian atas persediaan fisik bahan baku, barang setengah jadi, dan barang
jadi.
2. Pengendalian atas biaya terkait.

Persediaan Fisik, Penetapan Harga, dan Kompilasi.


Audit harga pokok penjualan adalah nilai residu dari persediaan awal ditambah
akuisisi bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya manufaktur lainnya dikurangi
persediaan akhir.
Dalam menguji persediaan fisik, auditor bergantung pada file induk persediaan
perpetual jika file tsb telah diuji sebagai bagian dari salah satu atau lebih siklus dan
dianggap dapat diandalkan.
Catatan biaya standar berguna untuk melakukan perbandingan dengan biaya per unit
actual.
Ketika menguji pengendalian dan melaksanakan pengujian substantive yang
berhubungan dengan transaksi serta saldo persediaan, auditor mengintegrasikan
pengujian yang berhubungan dengan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo dengan
pengujian yang dilaksanakan untuk memenuhi empat tujuan penyajian dan
pengungkapan.
Contoh Kasus
Mickey Monus adalah pahlawan lokal di Youngstown, Ohio. Dia mengakuisisi sebuah
apotik lokal, dan dalam waktu 10 tahun, telah menambah 299 apotik lagi untuk membentuk
rantai ritel diskon nasional PharMor , Inc. Perusahaan ini dipandang sebagai rising star oleh
beberapa pakar ritel dan dianggap sebagai Wal-Mart yang baru. Bahkan Sam Walton
menyatakan bahwa satu-satunya perusahaan yang dia takuti ketika melakukan ekspansi WalMart adalah Phar-Mor.

Phar-Mor menjual berbagai produk rumah tangga dan obat resep dengan harga yang
jauh lebih murah dari toko diskon lainnya. Monus menggambarkan strategi perusahaan
sebagai power buying , dimana Phar-Mor menumpuk produk ketika pemasok menjual
dengan harga yang sangat murah dan mengalihkan penghematan tersebut ke pelanggan yang
sangat memperhatikan biaya melalui diskon harga yang sangat tinggi. Sebenarnya, harga
Phar-Mor sudah sedemikian rendah sehingga perusahaan menjual barang dengan harga yang
lebih rendah dari biayanya, yang menyebabkan perusahaan kehilangan uang. Akan tetapi,
Monus tetap berpendapat secara internal bahwa melalui power buying Phar Mor,
perusahaan akan terus tumbuh sehingga dapat terus melakukan penjualan dan keluar dari
masalah. Tidak ingin membiarkan masalah tersebut merusak keberhasilan Phar-Mor, Monus
dan timnya mulai terlibat dalam akuntansi yang kreatif sehingga Phar-Mor tidak pernah
melaporkan kerugian tersebut dalam laporan keuangannya. Manajemen membuang kerugian
tersebut ke dalam bucket account hanya untuk merealokasikan jumlahnya ke ratusan took
perusahaan dalam bentuk kenaikan fiktif biaya persediaan. Tim Monus mengeluarkan faktur
fiktif atas pembelian barang dagang, membuat ayat jurnal fiktif untuk meningkatkan
persediaan dan menurunkan harga pokok penjualan, dan menghitung terlalu tinggi serta
menghitung dua kali item-item persediaan. Sayangnya, auditor tidak pernah mengungkapkan
kecurangan tersebut. Mereka hanya mengamati persediaan di empat toko dari 300 toko, dan
memberi tahu manajemen Phar-Mor selama beberapa bulan dimuka mengenai toko-toko
mana yang akan dikunjungi. Para eksekutif Phar-Mor melengkapi persediaan di keempat toko
yang terpilih tetapi mengalokasikan kenaikan persediaan fiktif ke 296 toko lainnya.
Kecurangan tersebut akhirnya terungkap ketika agen perjalanan menerima cek PharMor yang ditandatangani oleh Monus yang membayar beban yang tidak berhubungan dengan
Phar-Mor selama beberapa bulan dimuka mengenai toko-toko mana yang akan dikunjungi.
Para eksekutif Phar-Mor melengkapi persediaan di keempat toko yang yerpilih tetapi
mengalokasikan kenaikan persediaan fiktif ke 296 toko lainnya. Kecurangan tersebut
akhirnya terungkap ketika agen perjalanan menerima cek Phar-Mor yang ditandatangani oleh
Monus yang membayar beban yang tidak berhubungan dengan Phar-Mor. Agen ini
menunjukkan cek tersebut kepada atasannya, yang ternyata adalah investor Phar-Mor, dan dia
menghubungi David Shapiro, CEO Phar-Mor. Penyelidikan lebih lanjut terhadap pengeluaran
yang tidak sah tersebut akhirnya menyebabkan ditemukannya kecurangan persediaan. Monus
akhirnya dituntut dan dipenjara selama 5 tahun. CFO, yang tidak menerima laba secara
pribadi, dihukum 33 bulan penjara. Biaya kelalaian audit menyebabkan kantor akuntan public
mengeluarkan biaya lebih dari $300 juta dalam pengadilan sipil

DAFTAR PUSTAKA
-

Alvin A. Arens, Randal J.Elder, Mark S. Beasley. Auditing dan Jasa Assurance.