Anda di halaman 1dari 17

PRINSIP CAHAYA,

PEMANTULAN, PEMBIASAN,
RELIEF DAN INDEKS BIAS
Lukman Fahry (111.130.011)
Viki Fintaru ( 111.130.012 )
Rizky Pratama Firdaus (111.130.016)
Orlando Butar Butar (111.130.018)
Giovanni Parade Hasintongan H. (111.130.025)

Pembiasan Cahaya
Proses penyimpangan atau pembelokkan cahaya,
melalui 2 media yang berbeda dengan kerapatan
optik yang berbeda
Arah pembiasan :
1. Medium optik kurang rapat ke medium optik
lebih rapat = mendekati garis normal
Air ke kaca
2. Medium optik lebih rapat ke medium optik
kurang rapat = menjauhi garis normal
Air ke Udara

Syarat Pembiasan
1) Cahaya melalui dua medium yang berbeda kerapatan
optiknya
2) Cahaya datang tidak tegaklurus terhadap bidang batas
(sudut datang lebih kecil dari 90o)
3) Perbedaan Laju Cahaya kedua medium
Laju cahaya pada medium yang rapat lebih kecil
dibandingkan dengan laju cahaya pada medium yang
kurang rapat.
4) Menurut Christian Huygens (1629-1695) :
Perbandingan laju cahaya dalam ruang hampa dengan laju
cahaya dalam suatu zat
dinamakan indeks bias.

Perhitungan Pembiasan
n = indeks bias
c = laju cahaya dalam ruang hampa ( 3 x 108 m/s)
v = laju cahaya dalam zat
Indeks bias tidak pernah lebih kecil dari 1 (artinya, n
<1),>

Hukum Snellius
Hukum Snell
Willebrord Snell (1591 1626)
1. sinar datang, garis normal, dan sinar bias
terletak pada satu bidang datar.
2. hasil bagi sinus sudut datang dengan sinus
sudut bias merupakan bilangan tetap
dan disebut indeks bias.

Pemantulan Internal Sempurna


Sudut kritis adalah sudut datang yang mempunyai
sudut bias 90o atau yang mempunyai cahaya bias
berimpit dengan bidang batas.
Apabila sudut datang yang telah menjadi sudut
kritis diperbesar lagi, maka cahaya biasnya tidak
lagi menuju ke udara, tetapi seluruhnya
dikembalikan ke dalam air (dipantulkan)
(berkas).

Indeks Bias
Indeks bias (n) adalah properti fisik dari mineral matematis
didefinisikan sebagai:
n = VV/VM
dimana,
n = indeks bias mineral
vv = kecepatan cahaya dalam ruang hampa
vm = kecepatan cahaya dalam mineral
Ada tiga poin penting yang diperoleh dari pemeriksaan Persamaan
(1) Indeks bias vakum adalah 1,0.
(2) Indeks bias adalah unitless nomor.
(3) Karena kecepatan cahaya tidak bisa melebihi yang di
kekosongan (3x108 m / s), indeks bias bahan lebih besar dari

Sifat Optis
Sifat-sifat optis yang berhubungan dengan
sumbu-sumbu kristalografi, seperti bentuk,
belahan, pecahan, dan retakan.
Sifat-sifat optis yang berhubungan dengan
sumbu-sumbu sinar pada kristal, seperti warna,
relief, pleokroisme, dan relief.
Selain sifat-sifat optis diatas, ada pula sifat-sifat
optis lain yang dapat dideskripsi, seperti bentuk
mineral, ukuran mineral, inklusi, dan ketembusan
cahaya.

Sifat Optis
Ketembusan Cahaya
Berdasarkan sifatnya terhadap cahaya, mineralmineral terbagi menjadi tiga jenis, yaitu
Mineral yang tembus cahaya (transparent)
Mineral yang tidak tembus cahaya (opaque)

Sifat Optis
Relief
Relief menunjukkan tinggi rendahnya bidang batas
kristal.
Relief kristal akan tinggi apabila bidang batas
kristal terlihat tegas dan di bawah mikroskop, serta
permukaannya yang kasar.
Untuk relief sedang kenampakannya terlihat dari
bidang-bidang batas yang tipis dan permukaannya
yang cukup halus, dan relief rendah kenampakan
bidangnya tidak terlihat jelas.

Sifat Optis
Relief
Hubungan Relief dengan Indeks Bias Mineral :
berhubungan dengan cepat rambat cahaya mineral
Perbedaan dengan indeks bias dengan mineral
semakin terlihat batasnya semakin tinggi reliefnya
Mineral Relief Tinggi : Garnet
Mineral Relief Rendah : Kuarsa, Plagioklas, KFeldspar

Sifat Optis
Indeks Bias
Mineral Isotropik (isometri) memiliki satu indeks bias sedangkan untuk
sistem kristal (sumbu kristal /sumbu utama berjumlah 1)
Mineral Anisotropterdapat lebih dari satu harga indeks (sumbu kristal
x>1)
Indeks bias pada pengamatan mikroskop dengan Nikol Sejajar
ditentukan dengan perbandingan nilai indeks bias mineral yang
diamati dengan indeks bias balsam Kanada yang merekatkan mineral
pada kaca preparat.
Caranya adalah dengan mendekatkan meja mikroskop ke arah lensa.
Apabila ketika meja mikroskop didekatkan dan mineral tampak
membesar dari sebelumnya, maka indeks bias mineral < indeks bias
balsam. Sebaliknya, apabila tampak mengecil, maka indeks bias
mineral > indeks bias balsam.

Relasi Pembiasan, Pemantulan, pada


Mineralogi Optik
Mineral Isotrop = Indeks Bias 1, sumbu
kristalografi 1, pengamatan ortoskopik nikol
sejajar
Contoh : Halite (NaCl)

Relasi Pembiasan, Pemantulan, pada


Mineralogi Optik
Mineral Anisotropik = Indeks Bias > 1,
sumbu kristalografi > 1, pengamatan
ortoskopik nikol sejajar dan nikol
silang
Contoh : Indeks Bias Gipsum
Dengan sistem Kristal Monoklin
n = 1,519-1,521
n = 1,522-1,523
n = 1,529-1,530

Matur Nuwun

Anda mungkin juga menyukai