Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MAKALA REAKTOR

FIXED BED REACTOR

Disusun oleh
Abdullah Ardhi Firmansyah

(21030113120075)

Mujahid Al Makhi

(21030113120077)

Raja Haris Pratama

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

A. Pengertian Fixed Bed Reactor


Fixed bed reactor atau bisa juga disebut dengan packed bed reactor adalah reaktor yang
penting digunakan untuk melakukan sintesis dalam skala besar. Reaktan gas dapat
dikontakan dengan katalis padat dalam banyak cara dan salah satunya menggunakan
fixed bed reaktor. Di dalam reaktor ini, reaksi yang terjadi adalah reaksi heterogen antara
gas dan katalis, reaksi ini berlangsung di permukaan katalis yang disusun sehinga disebut
fixed bed. Fixed bed reaktor telah banyak digunakan dalam beberapa tahun ini, terutama
untuk melakukan treatment terhadap zat beracun dan zat yang dapat merusak katalis.
Contoh : Reaksi untuk menghilangkan NO2 dari flue gas station memerlukan
fixed bed reactor dengan volume yang besar dikarenakan flue gas juga memliki volume
yang besar pula (Ullmann,1992).

Gambar 1. Tipe-tipe fixed bed reaktor


Sebenarnya selain fixed bed reactor, fludized bed reactor juga termasuk kedalam katalis reaktor,
berikut adalah perbedaan dari fixed bed dan fluidized bed reaktor.
Tabel 1. Perbedaan Fixed Bed da Fluidized Bed Reaktor
Fixed Bed Catalyst
Aliran yang terjadi Plug Flow

Fluidized Bed
Aliran yang terjadi kompleks, dan sulit

Temperature sulit dikontrol


Tidak dapat digunakan dalam katalis yang

ditentukan
Temperature gampang dikontrol
Dapat menggunakan katalis beragam tipe

berukuran kecil
hingga kecil sekalipun
Katalis harus diregenerasi karena pada reaktor Dalam fluidized bed reaktor dapat diregenasi
ini katalis sudah mengalami deaktivasi

dengan mudah.

dengan cepat, regenerasinya kompleks


Untuk gas

Dapat digunakan untuk gas dan liquid

Keuntungan Fixed bed reactor


1. Aliran yang terjadi didalam fixed bed reactor adalah aliran plug flow sehingga alirannya
efektif, dan semakin banyak kontak yang terjadi nantinya.
2. Konversinya tinggi tiap satuan massa dari katalis
3. Biaya operasi murah
4. Operasi yang terjadi adalah operasi kontinyu
Kelemahan Fixed Bed Reactor
1. Kemungkinan terjadinya hotspot tinggi, apalagi dalam single tube sangat tinggi
kemungkinan terjadinya hotspot.
2. Sulit dalam mengontrol suhu dalam reaktor
3. Channeling katalis sangat mungkin terjadi
4. Unit ini kompleks dalam manage dan treatmentnya.
Dalam fixed bed, sangatlah penting dalam penentuan katalis yang digunakan dalam proses,
selalin tentunya reaktor ini juga dapat mengontakan antara gas dengan padatan lain. Berikut
adalah beberapa faktor dalam penentuan katalis yang digunakan :
1. Difusifitas dari gas yang kita akan proses, hal ini akan mempengaruhi penentukan katalis
2.
3.
4.
5.

yang digunakan apakah macropores, micropores, dsb.


Adsorption kimia pada sisi aktiv katalis
Surface reaction dari katalis
Desorpition dari produk
Back-diffusion dari produk ke dalam gas.

B. Staged Adiabatic Packed Reactor


Staged Adiabatic Packed Reactor adalah suatu reactor fix bed dengan memilki beberapa stage,
tanpa dipengaruhi oleh suhu dari luar (adiabatic). Perhitungan dan design yang digunakan cukup
sederhana.
Ada beberapa jenis Staged Adiabatic Packed Reactor :
a. Staged Packed Beds (Plug flow) with Intercooling
Pada reactor jenis ini, dipasang intercooler antar stage. Jenis reactor ini memiliki
keunggulan, yaitu jumlah total katalis yang dgunakan dapat diturunkan seminimal
mungkin dengan meningkatkan jumlah stage yang digunakan untuk mencapai konversi
yang diinginkan.

Dalam gambar diatas, terlihat bahwa jumlah stage yang digunakan mengikuti temperature
optimum pada kondisi sebenarnya. Untuk menentukan bentuk stage yang digunakan,
harus terlebih dulu mengetahui pattern grafik pada beberapa kondisi berbeda.

Sebagai ilustrasi, digunakan reaksi reversible eksotermis pada operasi 2 stage. Dalam
gambar, diharapkan konversi yang semula 0 atau Xa = 0, menjadi Xa2 (konversi yang
diharapkan). Pada gambar, nilai Ta adalah suhu awal, b adalah jumlah katalis yang
digunakan pada stage 1, dan c adalah jumlah nilai intercooling yang digunakan.

Prosedur yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Tentukan nilai Ta
2. Arahkan pada garis adiabatic sampai memenuhi rumus berikut

3. Dinginkan sampai titik c yang mana mempunyai kecepatan reaksi yang sama dengan
titik b

4. Arahkan pada garis adiabatic seperti pada cara no 2


5. Jika nilai d sesuai pada konversi yang diinginkan, berarti nilai Ta benar
Jika belum, ulangi trial menggunakan cara 1-4
b. Staged mixed flow reactor
Reaktor ini digunakan pada recycle dalam jumlah yang besar. Reaktor ini harus
dioperasikan pada garis progress dari temperature optimum.
c. Staged Packed Beds with Recycle
Pada reactor ini, mirip seperti mixed bed, namun dapat menghindari kecepatan yang
rendah.
Dalam operasi recycle, heat exchanger dapat ditempatkan di beberapa tempat tanpa
memberikan pengaruh pada reactor yang digunakan

d. Cold Shot Cooling


Salah satu cara untuk mengurangi interstage heat exchanger adalah dengan menggunakan
adalah dengan menambah langsung umpan dingin pada stage berikutnya. Secara
perhitungan, menggunakan system ini jauh lebih kompleks dibandingkan dengan
sebelumnya.
Pilihan dalam system kontak :
1. Untuk reaksi endotermis, kecepatan selalu berkurang terhadap waktu, oleh karena itu,
harus menggunakan plug flow tanpa recycle.
Untuk eksotermis, hamper semua sesuai untuk reaksi tersebut
2. Cold shot cooling mempunyai keuntungan yaitu harga yang lebih murah karena tidak
membutuhkan heat exchanger. Jika umpan cold shot cooling jauh lebih rendah dari
panas reaksi, maka hanya bisa dilakukan secara teoritis.
3. Untuk reaksi eksotermis, jika slope adiabatic rendah (kenaikan suhu reaksi tinggi)
disarankan untuk menggunakan recycle yang besar mendekati mixed flow.
Sebaliknya, jika slopenya rendah, maka lebih disarankan menggunakan plug flow.