Anda di halaman 1dari 12

Protozoa, organisme bersel satu.

Protozoa adalah eukariota, organisme ditandai dengan


memiliki materi herediter yang tertutup dalam inti yang dibatasi oleh membran. Kebanyakan
protozoa berukuran mikroskopis, mulai dari ukuran dengan panjang sekitar 0,001-0,01 mm,
tetapi beberapa, termasuk amuba tertentu, cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang.

Ciri-ciri Protozoa
Protozoa hidup bebas makan terutama pada organisme mikroskopis seperti bakteri, ragi, alga,
dan protozoa lainnya. Beberapa spesies Protozoa mengandung klorofil dan mampu membuat
makanan mereka sendiri dengan fotosintesis. Banyak protozoa memakan benda mati, dan
dengan demikian berguna dalam membuang limbah organik.
Ciri-ciri umum hewan Protozoa
1.

Umumnya

heterotrof

(tidak

dapat

membuat

makanan

sendiri)

2. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu
cambuk
3.

(flagel).
Protozoa

4.
5.
6.

dapat

Protozoa
Protozoa
Protozoa

adalah
dapat

Hidup
merupakan

Eukariotik

atau

Hidup

soliter

bebas,

saprofit

Organisme
memiliki

membran

(sendiri)

atau

atau

parasit

bersel
nukleus/
berkoloni

tunggal
berinti

sejati

(kelompok)

7. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel protozoa yang
terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri
8.

Protozoa

9.

mampu

Protozoa

bertahan

hidup

tidak

dalam

lingkungan

mempunyai

kering

maupun

dinding

basah.
sel

10. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot


Semua protozoa non parasit adalah organisme dasar dalam rantai makanan hewan dan
piramida jumlah. Istilah-istilah ini mengacu pada hubungan makan dan populasi hewan besar
untuk berturut-turut lebih kecil, lebih banyak hewan. Sebagai contoh, seseorang dapat makan
beberapa ikan yang telah diberi yang telah mengkonsumsi ratusan udang yang telah makan
ribuan protozoa. Dengan demikian, protozoa yang tidak langsung namun mendasar penting bagi
manusia.

Ciri-ciri Protozoa

Tubuh protozoa menyerupai, secara umum, sebuah sel tunggal metazoan, atau hewan bersel
banyak. Namun, tubuh protozoa sering memiliki struktur khusus yang disebut organel (organ
kecil) tidak ditemukan dalam sel-sel metazoan. Organel melakukan fungsi yang dilakukan oleh
jaringan dan organ dalam bentuk kehidupan yang lebih tinggi. Sebagai contoh, banyak protozoa
memiliki organel yang disebut silia (rambut) atau flagella (cambuk)- tonjolan kecil yang
digunakan dalam berenang. Protozoa lainnya bergerak dengan memperluas bagian tubuh untuk
membentuk pseudopodium (kaki palsu), di mana seluruh tubuh kemudian mengalir. Banyak
protozoa memiliki lebih dari satu inti. (Hampir semua sel metazoan memiliki inti tunggal.)
Tidak seperti sel metazoan, tubuh protozoa mungkin termasuk halus, geometris berpola
kerangka silika, kapur, atau bahan keras lainnya. Beberapa protozoa memiliki trikosit-halus,
struktur seperti benang dengan tips berduri yang berfungsi untuk mempertahankan protozoa,
sebagai jangkar tubuhnya, atau melumpuhkan mangsanya. Banyak spesies protozoa
membentuk koloni yang dangkal menyerupai percabangan tanaman atau metazoa seperti
kantung.
Protozoa

sering

mengambil

makanan

dan

air,

dan

mengeluarkan

limbah,

oleh osmosissederhana, pertukaran bahan larut melalui dinding tubuh. (Osmosis juga khas dari
sel metazoan.) Namun, banyak protozoa memiliki organel untuk menangkap makanan.
Beberapa memiliki tenggorokan yang terdefinisi dengan baik, atau mulut seperti alur. Protozoa
lainnya menggunakan pseudopodia mengelilingi makanan mereka, atau menggunakan silia
untuk menciptakan arus air yang menarik dekat makanan. Di dalam tubuh Protozoa, pencernaan
dapat terjadi dalam organel yang disebut vakuola makanan. Organel yang disebut vakuola
kontraktil memaksa mengusir kelebihan air dari sel.
Protozoa umumnya berkembang biak dengan pembelahan biner (pembagian tubuh menjadi dua
bagian yang sama). Beberapa berkembang biak dengan tunas (pembagian tubuh menjadi dua
atau lebih bagian yang tidak setara). Dalam kondisi tertentu, pembelahan atau tunas dapat
didahului oleh konjugasi (pertukaran bahan inti selama kontak antara dua individu dari spesies
yang sama). Protozoa parasit biasanya memiliki siklus hidup yang rumit yang mencakup
produksi gamet, atau sel-sel seksual, dan spora, atau sel-sel aseksual. Sebuah spora mungkin
memiliki kista-penutup yang melindungi spora di lingkungan yang tidak menguntungkan atau
selama transmisi dari tempat ke tempat. Beberapa protozoa hidup bertahun-tahun dalam
kondisiencysted (tertutup oleh kista atau membran tebal atau cangkang).
Protozoa milik kerajaan Protista. Beberapa ahli biologi menempatkan mereka dalam filum
Protozoa dan membagi mereka ke dalam kelas-kelas berikut: Mastigophora (atau Zoomastigina),
bentuk mendera; Sarrodina (atau Rhizopoda), bentuk pseudopodal, Ciliata (atau Ciliophora),
bentuk bersilia, Sporozoa (Apicomplexa atau), parasit bentuk dengan spora yang menginfeksi
organisme lain, dan Cnidospora (orCnidosporidia), bentuk parasit dengan spora yang tidak
menginfeksi organisme lain. Ahli biologi lainnya tidak mengenali filum Protozoa dan
mempertimbangkan berbagai jenis untuk membuat filum daripada kelas, yang lain memisahkan
protozoa ke dalam kelas tambahan atau filum.

Ukuran dan bentuk tubuh


Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 10 200 . Bentuk selnya sangat bervariasi, ada
yang tetap dan ada yang berubah-ubah. Sebagian besar protozoa memiliki alat gerak berupa
kaki semu (pseudopodia), bulu getar (silia), atau bulu cambuk (flagellum). Beberapa protozoa
memiliki cangkang.

Struktur dan Fungsi Tubuh


Sel protozoa umumnya terdiri dari membrane sel, sitoplasma, vakuola makanan, vakuola
kontraktil (vakuola berdenyut), dan inti sel.
Membran Sel
Fungsi : sebagai pelindung serta pengatur pertukaran makanan dan gas
Vakuola Makanan
Fungsi : mencerna makanan. Vakuola makanan terbentuk dari proses makan sel atau sel
dengan cara menelan oleh setiap bagian membrane sel atau melalui sitostoma (mulut sel). Zatzat makanan hasil cernaan dalam vakuola makanan masuk ke dalam sitoplasma secara difusi.
Sedangkan sisa makanan dikeluarkan dari vakuola ke luar sel melalui membrane plasma.
Vakuola Kontraktil
Fungsi : mengeluarkan sisa makanan berbentuk cair ke luar sel melalui membrane sel serta
mengatur kadar air dalam sel. Vakuola kontraktil merupakan vakuola yang selalu mengembang
dan mengempis.
Inti Sel
Fungsi : mengatur aktivitas sel

CARA HIDUP
Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah
organisme. Sebagai pemangsa bakteri, protozoa berperan penting dalam mengontrol jumlah
bakteri di alam.

HABITAT
Protozoa hidup soliter atau berkoloni pada habitat yang beragam. Sebagian besar protozoa
hidup bebas di laut atau air tawar, misalnya di selokan, kolam, dan sungai. Jenis lainnya ada
yang hidup di tanah. Beberapa jenis protozoa hidup dalam tubuh hewan atau manusia dengan
cara bersimbiosis.

REPRODUKSI
Protozoa sebagian besar melakukan reproduksi secara aseksual dengan cara pembelahan
biner. Pembelahan diawali deangan pembelahan inti yang diikuti dengan pembelahan
sitoplasma. Sebagian protozoa melakukan reproduksi seksual dengan penyatuan sel geaneratif

(gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif. Reproduksi seksual dengan penyatuan inti sel
disebut konjugasi.
Dalam siklus hidupnya, beberapa protozoa menghasilkan sel tidak aktif yang disebut kista. Kista
diselubungi oleh kapsul polisakarida yang melindungi protozoa dari lingkungan yang tidak
menguntungkan, misalnya kekeringan. Jika kondisi lingkungan membaik, misalnya tersedia
makanan dan air maka dinding kista akan pecah dan protozoa keluar untuk memulai hidupnya
kembali.

KLASIFIKASI
Protozoa yang sudah teridentifikasi berjumlah lebih dari 60 ribu species. Jenis protozoa yang
sangat beragam tersebut dapat dibedakan menjadi empat kelas berdasarkan alat geraknya,
yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagellata, dan Sporozoa.

Rhizopoda (Sarcodina)
Rhizopoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu rhizo = akar, dan podos = kaki, atau Sarcodina
(sarco = daging). Semua protozoa yang tergolong kelas Rhizopoda bergerak dengan penjuluran
sitoplasma selnya yang membentuk kaki semu (pseudopodia). Bentuk pseudopodia beragam,
ada yang tebal membulat dan ada yang tipis meruncing. Pseupodia berfungsi sebagai alat gerak
dan memangsa makanan. Hewan ini ada yang bercangkang, contohnya Globigerina dan ada
yang telanjang, contohnya Amoeba proteus. Pada Rhizopoda yang bercangkang, pseudopodia
menjulur keluar dari cangkang. Cangkang tersusun dari silica atau kalsium carbonat. Cangkang
berukuran 0,5 mm.
Bentuk sel Rhizopoda berubah-ubah saat diam dan bergerak. Sitoplasma terdiri dari ektoplasma
dan endoplasma. Ektoplasma adalah sel bagian luar yang berbatasan dengan membrane
plasma. Endoplasma adalah plasma sel pada bagian dalam sel. Ektoplasma bersifat lebih kental
daripada endoplasma. Aliran endoplasma dan ektoplasma tersebut berperan dalam penjuluran
dan penarikan pseudopodia. Pada proses makan, pseudopodia mengelilingi makanan dan
membentuk vakuola makanan. Di dalam valuola makanan, makanan dicerna. Zat makanan hasil
cernaan dalam vakuola makanan masuk ke dalam sitoplasma secara difusi. Sedangkan sisa
makanan dikeluarkan dari vakuola keluar sel melalui membrane plasma.
Rhizopoda berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner.

Pada kondisi

lingkungan yang tidak menguntungkan, misalnya kekeringan, Rhizopoda tertentu dapat


beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya dengan membentuk kista. Contoh rhizopoda yang
membentuk kista adalah Amoeba. Dalam keadaan berupa kista, kegiatan hidup Amoeba menjadi
tidak aktif. Amoeba akan menjadi aktif kembali jika kondisi lingkungan sesuai.
Rhizopoda umumnya hidup bebas di tanah yang lembab dan di lingkungan yang berair, baik di
darat maupun di laut. Rhizopoda bersifat heterotrof dengan memangsa alga uniselluler, bakteri,
atau protozoa lain.
Rhizopoda yang bebas hidup di tanah lembab, contohnya Amoeba proteus. Contoh Rhizopoda
yang hidup di air tawar adalah Difflugia. Sedangkan Rhizopoda yang hidup di laut adalah dari

kelompok Foraminifera, antara lain Globigerina. Rhizopoda ada yang hidup sebagai parasit di
dalam tubuh hewan atau manusia. Contoh Rhizopoda parasit antara lain Entamoeba gingivalis
dan Entamoeba histolytica. Entamoeba gingivalis merupakan parasit pada gusi dan gigi
manusia.

Entamoeba histolytica merupakan parasit dalam usus manusia dan menyebabkan

penyakit disentri. Parasit masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang mengandung
kista Entamoeba karena tercemar kotoran.

Ciliata (Ciliophora/Infusoria)
Ciliata berasal dari bahasa Latin, yaitu cilia = rambut kecil, atau ciliophora, yaitu phora =
gerakan, bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Ciliata juga disebut Infusoria (Infus
= menuang) karena hewan ini ditemukan juga pada air buangan atau air cucuran. Silia terdapat
pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Selain berfungsi untuk bergerak,
silia juga merupakan alat Bantu untuk makan. Silia membantu pergerakan makanan ke
sitoplasma. Makanan yang terkumpul di sitoplasma akan dilanjutkan ke dalam sitofaring
(kerongkongan sel). Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan
membentuk vakuola makanan.
Sel Ciliata memiliki ciri khusus lain, yaitu memiliki dua inti, yaitu makronukleus dan mikronukleus.
Makronukleus berukuran lebih besar daripada mikronukleus. Makronukleus memiliki fungsi
vegetatif, yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan. Mikronukleus memiliki fungsi
reproduktif, yaitu pada konyugasi. Ciliata juga memiliki trikokis yang fungsinya untuk pertahanan
dri dari musuh.
Ciliata hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun laut. Ciliata juga hidup di dalam
tubuh hewan lain secara simbiosis maupun parasit. Ciliata yang hidup bebas di alam contohnya
adalah Paramecium caudatum, Didinium, Stentor, Balantidium, dan vorticella. Jenis lainnya
hidup bersimbiosis dalam perut hewan pemakan rumput dan berfungsi membantu hewan
tersebut mencerna sellulosa yang terdapat dalam rumput. Hanya sedikit jenis Ciliata yang hidup
sebagai parasit. Salah satunya adalah Balantidium coli. Ciliata ini hidup pada usus besar ternak
atau manusia dan dapat menyebabkan diare (balantidiosis).
Ciliata melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual, yaitu dengan
pembelahan biner membujur (transversal). Reproduksi seksual dilakukan dengan konyugasi.
Proses konyugasi Ciliata pada gambar 5.11.

Flagellata (Mastigophora)
Flagellata berasal dari flagell = cambuk, atau dengan menggunakan bulu cambuk, phora =
gerakan yang bergerak dengan menggunakan bulu cambuk atau flagellum. Sebagian besar
flagellata mempumyai dua flagellum. Letak flagellum ada yang di bagian belakang sel (posterior)
sehingga saat bergerak seperti mendorong sel, dan ada yang di bagian depan sel (anterior)
sehingga saat bergerak seperti menarik sel. Flagellata yang tidak memiliki klorofil digolongkan
dalam Zooflagellata (Flagellata hewa). Contoh Zooflagellata adalah Trypanosoma dan
Tricomonas.

Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner membujur, misalnya
pada Trypanosoma. Flagellata yang hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun air
laut, dan ada yang hidup bersimbiosis dalam tubuh hewan. Flagellata yang hidup bersimbiosis,
misalnya Trichonympha campanula hidup pada usus rayap dan kecoa kayu. Flagellata ini
membantu rayap atau kecoa mencerna kayu yang dimakan serangga tersebut.
Flagellata yang hidup parasit antara lain adalah Trypanosoma brucei menyebabkan penyakit
tidur pada manusia di Afrika, Trypanosoma evansi penyebab penyakit surra pada ternak.
Trichomonas vaginalis penyebab penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria,
serta Leishmania penyebab penyakit kala-azar yang merusak sel darah manusia. Trypanosoma
dan Leishmania dibawa oleh jenis lalat tertentu yang menghisap darah manusia, contohnya lalat
tsetse (Glossina moritans) yang menularkan penyakit tidur. Penyakit ini merusak system saraf
pusat dan pembuluh darah sehingga penderita tidak dapat berbicara dan berjalan, tidur terusmenerus , dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian.

Sporozoa (Apicomplexa)
Sporozoa berasal dari bahasa Yunani, spore = biji, zoa = hewan; Sporozoa adalah hewan
uniselluler yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora.
Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Seluruh jenis Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan
atau manusia.
Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual . Pergiliran reproduksi aseksual
dan seksualnya kompleks, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau
lebih inang. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembelahan biner. Reproduksi seksual
dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan
betina.
Contoh Sporozoa adalah Toxoplasma gondii yang menyebabkan toksoplasmosis dan
Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia. Toxoplasma gondii masuk ke
dalam tubuh manusia melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista Toxoplasma dari
kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma terutama membahayakan ibu hamil karena dapat membunuh
embrio atau bayi yang dilahirkan menjadi cacat.
Plasmodium masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Di dalam
tubuh manusia, Plasmodium menyerang sel-sel hati dan sel-sel darah merah (eritrosit). Ada
empat jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu Plasmodium vivax,
Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium falciparum. Plasmodium vivax dan
Plasmodium ovale menyebabkan malaria tertiana, Plasmodium malariae meyebabkan malaria
kuartana, dan Plasmodium falciparum menyebabkan penyakit malaria yang paling berbahaya,
yaitu malaria tropiokana.
Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale dapat tetap hidup, meskipun tidak aktif di dalam sel
hati penderita malaria selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Akibatnya, di kemudian
hari penyakit malaria dapat kambuh lagi. Pemberantasan penyakit malaria dapat dilakukan
dengan memotong siklus hidup Plasmodium, yaitu dengan cara mencegah adanya genangan air

atau menutup tempat penampungan air. Cara ini menyebabkan nyamuk tidak dapat tumbuh
menjadi dewasa. Cara lainnya adalah dengan memberi obat (misalnya obat kina) kepada si
penderita.
Siklus hidup Plasmodium terbagi menjadi dua, yaitu di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina
dan di dalam tubuh manusia.

PERAN PROTOZOA DALAM KEHIDUPAN


Protozoa dapat menguntungkan dan merugikan manusia. Protozoa berperan penting dalam
mengontrol jumlah bakteri di alam karena Protozoa adalah pemangsa bakteri. Di perairan,
protozoa juga merupakan zooplankton dan bentos. Zooplankton dan bentos adalah sumber
makanan hewan air termasuk udang, kepiting, dan ikan yang secara ekonomi bermanfaat bagi
manusia. Protozoa lain menguntungkan antara lain sebagai berikut :

Foraminifera, cangkang atau kerangkanya merupakan petunjuk dalam pencarian sumber


daya minyak, gas alam, dan mineral.

Radiolaria, kerangkanya jika mengendap di dasar laut menjadi tanah radiolarian yang
dapat digunakan sebagai bahan penggosok.
Protozoa yang merugikan manusi, yaitu menyebabkan penyakit antara lain :

Entamoeba histolyca, penyebab disentri.

Trypanosoma brucei, penyebab penyakit tidur di Africa

Trypanosoma evansi, penyebab penyakit pada hewan ternak, misalnya pada sapi,
kambing, dan kuda

Leishmania, penyebab penyakit kala azar

Trichomonas vaginalis, parasit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin laki-laki.

Balantidium coli, penyebab diare

Toxopalsma gondii, penyebab toksopalsmosis

Plasmodium, Penyebab penyakit malaria.

http://www.sridianti.com/ciri-ciri-protozoa.html

ARTIKEL PROTOZOA PROTOZOA


Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari
bahasaYunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan.
Jadi,Protozoa adalah hewan pertama. [1] .Protozoa merupakan kelompok
lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas
perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.
Beberapa organisme mempunyai sifat antaraalgae dan protozoa. Sebagai contoh
algae hijau Euglenophyta, selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang
berklorofil, tetapi dapat mengalami kehilangan klorofildan kemampuan untuk
berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien
komplek tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan memasukkannya ke dalam
filum protozoa. Contohnya strain mutan algae genus Chlamydomonas yang tidak
berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma. Hal ini
merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara algae
dan protozoa. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih
besar, dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak
berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak
berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk
badan buah.
A. MORFOLOGI PROTOZOA
Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Vakuola dapat berperan sebagai
pompa untuk mengeluarkan kelebihan air dari sel, atau untuk mengatur tekanan
osmosis. Jumlah dan letak vakuola kontraktil berbeda pada setiap spesies.
Protozoa dapat berada dalam bentuk vegetatif (trophozoite), atau bentuk
istirahat yang disebut kista. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan
dapat membentuk kista untuk mempertahankan hidupnya. Saat kista berada
pada keadaan yang menguntungkan, maka akan berkecambah menjadi sel
vegetatifnya. Protozoa tidak mempunyai dinding sel, dan tidak
mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. Kebanyakan
protozoa mempunyai bentuk spesifik, yang ditandai
denganfleksibilitas ektoplasma yang ada dalam membran sel. Beberapa jenis
protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang
tersusun dari Si dan Ca. Beberapa protozoa seperti Difflugia, dapat mengikat
partikel mineral untuk membentuk kerangka luar yang
keras. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkanskeleton. Kerangka luar
yang keras ini sering ditemukan dalam bentuk fosil. Kerangka
luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan
tahun dapat membentuk batuan kapur. Protozoa merupakan sel tunggal, yang
dapat bergerak secara khas menggunakan pseudopodia (kaki palsu), flagela atau
silia, namun ada yang tidak dapat bergerak aktif. Berdasarkan alat gerak yang
dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompokkan ke dalam 4
kelas. Protozoa yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan ke dalam
Sarcodina, yang bergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora,
yang bergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora, dan yang tidak
dapat bergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan
ke dalam Sporozoa. Mulai tahun 1980, olehCommitee on Systematics and
Evolution of the Society of Protozoologist, mengklasifikasikan protozoa menjadi 7
kelas baru,
yaitu Sarcomastigophora,Ciliophora, Acetospora, Apicomplexa, Microspora, Myxo
spora, dan Labyrinthomorpha. Pada klasifikasi yang baru

ini, Sarcodina dan Mastigophora digabung menjadi satu


kelompok Sarcomastigophora, dan Sporozoa karena anggotanya sangat
beragam, maka dipecah menjadi lima kelas. Contoh protozoa yang
termasuk Sarcomastigophoraadalah
genera Monosiga, Bodo, Leishmania, Trypanosoma, Giardia, Opalina, Amoeba,Ent
amoeba, dan Difflugia. Anggota kelompok Ciliophora antara lain
genera Didinium,Tetrahymena, Paramaecium, dan Stentor. Contoh protozoa
kelompok Acetosporaadalah genera Paramyxa. Apicomplexa beranggotakan
genera Eimeria, Toxoplasma,Babesia, Theileria. Genera Metchnikovella termasuk
kelompok Microspora. GeneraMyxidium dan Kudoa adalah contoh anggota
kelompok Myxospora.
http://id.wikipedia.org/wiki/Protozoa
B. JENIS INFEKSI YANG DI SEBABKAN OLEH PROTOZOA
Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang dapat bersifat akut maupun kronik,
disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium,
dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles.
Gejala Penyakit malaria
Masa tunas / inkubasi penyakit ini dapat beberapa hari sampai beberapa bulan
yang kemudian barulah muncul tanda dan gejala yang dikeluhkan oleh penderita
seperti demam, menggigil, linu atau nyeri persendian, kadang sampai muntah,
tampak pucat / anemis, hati serta limpa membesar, air kencing tampak keruh /
pekat karena mengandung Hemoglobin (Hemoglobinuria), terasa geli pada kulit
dan mengalami kekejangan.
Namun demikian gejala umum yang tampak adalah adanya perasaan tiba-tiba
kedinginan yang diikuti dengan kekakuan dan kemudian munculnya demam dan
banyak berkeringat setelah 4 sampai 6 jam kemudian, hal ini berlangsung tiap
dua hari. Diantara masa tersebut, mungkin penderita merasa sehat seperti
sediakala. Pada usia anak-anak serangan malaria dapat menimbulkan gejala
aneh, misalnya menunjukkan gerakan / postur tubuh yang abnormal sebagai
akibat tekanan rongga otak. Bahkan lebih serius lagi dapat menyebabkan
kerusakan otak.
Terdapat 4 spesies parasit malaria:
Plasmodium vivax
Plasmodium ovale
Plasmodium falciparum
Plasmodium malariae
ke empat jenis spesies tersebut dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan
penyakit malaria.namun plasmodium falciparum merupakan penyebab infeksi
terbanyak dan paling berbahaya.
Siklus hidup parasit malaria berawal ketika seekor nyamuk betina menggigit
penderita malaria. Nyamuk mengisap darah yang mengandung parasit malaria,
yang selanjutnya akan berpindah ke dalam kelenjar liur nyamuk.
Jika nyamuk ini kembali menggigit manusia, maka parasit akan ditularkan
melalui air liurnya. Di dalam tubuh manusia, parasit masuk ke dalam hati dan
berkembangbiak disana.
Pematangan parasit berlangsung selama 2-4 minggu, setelah itu mereka akan
meninggalkan hati dan menyusup ke dalam sel darah merah.
Parasit berkembangbiak di dalam sel darah merah dan pada akhirnya
menyebabkan sel yang terinfeksi ini pecah.
Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale mungkin akan tetap berada di dalam
sel-sel hati dan secara periodik akan melepaskan parasit yang matang ke dalam
aliran darah, sehingga menyebabkan serangan dari gejala-gejala malaria.

Plasmodium falciparum dan Plasmodium malariae akan keluar dari hati. Jika
infeksi tidak diobati atau diobati tidak sampai tuntas, maka bentuk Plasmodium
falciparum dewasa akan tetap berada di dalam darah selama berbulan-bulan dan
Plasmodiummalariae dewasa tetap berada di dalam darah selama bertahuntahun, menyebabkan serangan gejala malaria yang berulang-ulang.
Menegakkan Diagnosa Penyakit Malaria
Dengan adanya tanda dan gejala yang dikeluhkan serta tampak oleh Tim
kesehatan, maka akan segera dilakukan pemeriksaan laboratorium (khususnya
pemeriksaan darah) untuk memastikan penyebabnya dan diagnosa yang akan
diberikan kepada penderita.
Pengobatan Penyakit Malaria
Berdasarkan pemeriksaan, baik secara langsung dari keluhan yang timbul
maupun lebih berfokus pada hasil laboratium maka dokter akan memberikan
beberapa obat-obatan kepada penderita. Diantaranya adalah pemberian obat
untuk menurunkan demam seperti paracetamol, vitamin untuk meningkatkan
daya tahan tubuh sebagai upaya membantu kesembuhan.
Sedangkan obat antimalaria biasanya yang dipakai adalah Chloroquine, karena
harganya yang murah dan sampai saat ini terbukti efektif sebagai penyembuhan
penyakit malaria di dunia. Namun ada beberapa penderita yang resisten dengan
pemberian Chloroquine, maka beberapa dokter akan memberikan antimalaria
lainnya seperti Artesunate-Sulfadoxine/pyrimethamine, Artesunate-amodiaquine,
Artesunat-piperquine, Artemether-lumefantrine, dan Dihidroartemisininpiperquine.
Upaya Pencegahan Penyakit Malaria
Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan dengan Pembersihan Sarang
Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk, atau upaya
pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila mengunjungi daerah
endemik malaria.
C. MACAM-MACAM PROTOZOA

Rhizopoda (Sarcodina),alat geraknya berupa pseudopoda (kaki semu) Bergerak dengan kaki
semu (pseudopodia)yang merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di air tawar, air laut,
tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.Jenis
yang paling mudah diamati adalah Amoeba.Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di
luar tubuh organisme lain (hidup bebas), contohnya Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella,
Radiolaria.Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme, contohnya
Entamoeba histolityca, Entamoeba coli. [4]

Amoeba proteus memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola
kontraktil.
Entamoeba histolityca menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan
disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)
Entamoeba gingivalis menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut radang
gusi (Gingivitis)
Foraminifera sp. fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.
Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah globigerina.
Radiolaria sp. endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan untuk
bahan penggosok.
Flagellata (Mastigophora),alat geraknya berupa nagel (bulu cambuk).Bergerak dengan flagel
(bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap
makanan.Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :

Fitoflagellata Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya : Euglena


viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator.Zooflagellata.[4]
Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas).Contohnya : Trypanosoma gambiens, Leishmania
Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

Golongan phytonagellata
- Euglena viridis (makhluk hidup peralihah antara protozoadengan ganggang) -Volvax
globator (makhluh hidup peralihah antara protozoa dengan ganggang) -Noctiluca
millaris (hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya bila terkena rangsangan mekanik)

Golongan Zooflagellata, contohnya :


- Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense. Menyebabkan penyakit tidur di
Afrika dengan vektor (pembawa) lalat Tsetse (Glossina sp.) Trypanosoma gambiense
vektornya Glossina palpalis tsetse sungai Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina
morsitans tsetse semak -Trypanosoma cruzl penyakit chagas - Trypanosoma evansi
penyakit surra, pada hewan ternak(sapi). - Leishmaniadonovani penyakit kalanzar Trichomonas vaginalis penyakit keputihan
Ciliata (Ciliophora),alat gerak berupa silia (rambut getar). Anggota Ciliata ditandai dengan
adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan
mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel.Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu
makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara
mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil)
yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ditemukan vakuola
kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak
ditemukan hidup di laut maupun di air tawar. Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor,
Didinium, Vorticella, Balantidium coli .[4]

Paramaecium caudatum disebut binatang sandal, yang memiliki dua jenis vakuola
yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk mengatur kesetimbangan
tekanan osmosis (osmoregulator).
Memiliki dua jenis inti Makronukleus dan Mikronukleus (inti reproduktif). Cara
reproduksi, aseksual membelah diri, seksual konyugasi.

Balantidium coli menyebabkan penyakit diare.


Sporozoa,adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Cara bergerak hewan ini dengan
cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga
Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni.Marga yang berhubungan dengan
kesehatan manusia Toxopinsmadan Plasmodium.. Tidak memiliki alat gerak khusus,
menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki
organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk
menembus sel dan jaringan inang.Hidupnya parasit pada manusia dan
hewan.Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae,Plasmodium vivax.
Gregarina. [4]
Jenis-jenisnya antara lain:

Plasmodiumfalciparum malaria tropika sporulasi tiap hari


Plasmodium vivax malaria tertiana sporulasi tiap hari ke-3(48 jam)

Plasmodium malariae malaria knartana sporulasi tiap hari ke-4 (72 jam)
Plasmodiumovale malaria ovale
http://intandianhusada.blogspot.com/p/protozoa-sifat-umum-protozoa.html