Anda di halaman 1dari 8

PEMISAHAN,

PEMURNIAN DAN
PERUBAHAN ZAT

Tujuan
a. Memisahkan komponen penyusun campuran berdasarkan
perbedaan sifat fisiknya
b. Memurnikan zat cair pelarut dengan cara distilasi
c. Menunjukkan adanya perubahan fisikandan perubahan
kimia

Dasar Teori
Campuran dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen
berdasarkan perbedaan sifat fisiknya, seperti : ukuran, titik didih,
kelarutan, kemagnetan.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melarutkan,
menyaring, menguapkan kembali larutan. Cara lain yaitu dengan
Kromatografi. Penggunaan kromatografi kertas adalah untuk
memisahkan zat warna dalam tinta.
Distilasi digunakan untuk memurnikan zat cair yang didasarkan atas
perbedaan titik didih cairan. Proses yang mengubah cairan menjadi uap,
uap dikondensasikan menjadi cairan murni yang disebut Distilat.
Sebuah materi dapat mengalami perubahan, baik bentuk maupun
struktur kimianya. Suatu zat yang mengalami perubahan bentuk tetapi
struktur kimianya tetap disebut perubahan fisika. Sedangkan perubahan
kimia sifat fisik dari zat asalnya hilang dan terbentuk zat baru atau
fisiknya berbeda dengan zat asalnya.

Alat dan Bahan


Alat

Data Pengamatan
A. Pemisahan campuran dengan menyaring dan menguapkan
A. Pemisahan campuran dengan menyaring dan menguapkan
1. Warna garam kotor sebelum dicampur air :
Putih kecoklatan
2. Warna larutan (campuran garam kotor dan air) :
Sedikit keruh
3. Warna zat yang tertinggal pada kertas saring :
Kuning Kecoklatan
4. Warna filtrat/ cairan setelah melalui kertas saring :
Bening
5. Zat padat yang tertinggal pada pinggan setelah penguapan filtrat :
Menjadi garam bersih
6. Perbandingan warna garam kotor dengan zat padat yang tertinggal pada
pinggan penguapan
Garam kotor yang tertinggal pada pinggan setelah proses penguapan
menjadi garam yang berwarna putih

B. Pemisahan dengan kromatografi kertas


Pengamatan hasil kromatografi
Warna Tinta

Warna Noda

Jarak Noda/Jarak
air

Tinta biru

1. Ungu
2. Biru Muda
3. Biru Tua

6,4
0,6
0,3

Tinta Hijau

1.
2.
3.
4.

Kuning
Hijau Muda
Hijau Tua
Biru Muda

4,2
1,8
1,2
0,3

Tinta Merah

1.
2.
3.
4.

Merah Muda
Merah
Orange
Kuning

4,8
1
0,5
0,6

C. Distilasi
1. Perbedaan distilat dengan cairan sebelum disuling
Pada air teh yang berwarna coklat, setelah dilakukannya distilasi dan
mengalami penguapan, maka hasil cairan setelah distilasi menjadi cairan
bersih berwarna bening
2. Titik didih distilat
94

D. Perubahan Zat
1. Pembakaran lilin
lilin meleleh dan semakin lama semakin pendek, ada lilin yang terbakar dan mengeluarkan kalor dan terjadi
perubahan kimia
2. Pipa kaca setelah dimasukkan ke dalam nyala lilin
pipa yang dimasukkan ke dalam nyala lilin pipa kaca berwarna hitam dan menghasilkan zat baru yaitu terjadi
perubahan kimia
3. Pipa kaca setelah dimasukkan ke zat cair di bawah nyala lilin
pipa kaca yang dimasukkan dibawah nyala lilin maka lilin akan menempel pada pipa kaca, lilin saat masih panas
berupa cairan pada pipa, tetapi saat sudah dingin, cairan ini memadat menjadi lilin kembali. Hal ini menunjukkan
perubahan fisika dan tidak terjadinzat baru
4. Pembakaran pita Mg
Pita Mg dibakar menjadi berpijar, pita Mg menimbulkan zat baru dan terjadi perubahan kimia.
5. Pembakaran kawat nikrom
kawat nikrom di masukkan dalam nyala api maka akan berpijar. Ketika kawat nikrom dikeluarkan dari nyala api
maka kawat nikrom akan padam. Pada pembakaran kawat nikrom terjadi perubahan fisika karena kawat nikrom
tidak mengalami pembentukan zat baru.
6. Pemanasan belerang dengan sendok logam
Belerang akan melebur saat dipanaskan, setelah itu belerang akan mengeluarkan bau yang menyengat dan
terbentuk zat baru. Peristiwa iini menunjukkan terjadinya perubahan kimia. Pada cairan belerang berwarna
kuning