Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MEKATRONIKA

Contoh Contoh PLC


Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Mekatronika
Oleh :

Muhammad Andry Dwi Prabowo


(03051181320029)
Kelas A Indralaya

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
2015

DAFTAR GAMBAR

Gambar. ladder diagram contoh 1 ..................................................................................... 4


Gambar. ladder diagram contoh 2 ..................................................................................... 5
Gambar. ladder diagram contoh 3 ..................................................................................... 6
Gambar. ladder diagram contoh 4 ..................................................................................... 6
Gambar. ladder diagram contoh 5 ..................................................................................... 7
Gambar. ladder diagram contoh 6 ..................................................................................... 8
Gambar. ladder diagram contoh 7 ..................................................................................... 8
Gambar. ladder diagram contoh 8 ..................................................................................... 9
Gambar. ladder diagram contoh 9 ................................................................................... 10
Gambar. ladder diagram contoh 10 ................................................................................. 11

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)

Menurut National Electrical Manufacturing Assosiation (NEMA),


PLC didefinisikan sebagasi suatu perangkat elektronik digital dengan memori
yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi- instruksi yang menjalankan
fungsi- fungsi spesifik seperti: logika, sekuen, timing, counting, dan aritmatika
untuk mengontrol suatu mesin industri atau proses industri sesuai dengan yang
diinginkan. PLC mampu mengerjakan suatu proses terus menerus sesuai variabel
masukan dan memberikan keputusan sesuai keinginan pemrograman sehingga
nilai keluaran tetap terkontrol.

Kontrol

logika

controller atau PLC)

terprogram (bahasa
adalah

Inggris: programmable

suatu mikroprosesor yang

logic

digunakan

untuk otomasi proses industri seperti pengawasan dan pengontrolan mesindi jalur
perakitan suatu pabrik.
PLC memiliki perangkat masukan dan keluaran yang digunakan untuk
berhubungan dengan perangkat luar seperti sensor, relai, contactor dan lain - lain.
Bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengoperasikan PLC
berbeda

dengan

bahasa

pemrograman

biasa.

Bahasa

yang

digunakan

adalah Ladder, yang hanya berisi input-proses-output. Disebut Ladder, karena


bentuk tampilan bahasa pemrogramannya memang seperti tampilan tangga.
Disamping menggunakan pemrograman ladder, PLC juga dapat diprogram

dengan pemrograman SFC dan pemrograman ST, untuk yang ST sudah jarang
digunakan lagi.
Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1.

Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan


program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau
kegunaannya.

2.

Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan


logic (ALU),

yakni melakukan operasi membandingkan,

menjumlahkan,

mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.


3.

Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses


sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial
dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat
dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di
bidang pengoperasian komputer secara khusus.
Beberapa contoh program-program timer (PLC)
Setelah artikel sebelumnya yang membahas program-program dasar PLC.
Untuk kali ini akan diberikan sedikit, beberapa contoh program PLC yang juga
sederhana namun programnya menggunakan timer. Dan berikut ini contoh
programnya :

Contoh 1.
Sebuah tombol (X0 non lock) mengontrol sebuah lampu Y0. Jika X0
ditekan selama 10 detik maka lampu Y0 akan menyala, dan akan off setelah X0
dilepas. Dan Y0 tidak akan menyala jika X0 ditekan < 10 detik.

Gambar. ladder diagram contoh 1

Contoh 2.
Sebuah tombol (X0 non lock) mengontrol sebuah lampu Y0. Jika X0
ditekan (1 X dan lepas jangan ditekan terus) maka lampu akan menyala selama 5
detik kemudian off sampai X0 ditekan kembali. Jika X0 ditekan lama maka
seakan-akan Y0 menyala terus mengikuti kondisi X0 (T0 hanya On selama 1 scan
saja).

Gambar. ladder diagram contoh 2

Contoh 3.

Hampir sama dengan contoh 2, hanya walaupun X0 ditekan lama atau


sesaat maka Y0 pasti hanya akan menyala selama 5 detik kemudian Off, dan akan
menyala kembali jika X0 ditekan lagi.

Gambar. ladder diagram contoh 3

Contoh 4.
Sebuah tombol (X2 lock) mengontrol sebuah lampu. Jika tombol X2 On
maka lampu Y0 akan On-Off (ber- flip- flop dengan t = 1 detik).

Gambar. ladder diagram contoh 4


Contoh 5.
Sebuah tombol (X2 lock) mengontrol sebuah lampu Y0. Jika X2 di Onkan terus/lama, maka lampu Y0 pasti akan menyala selama 7 detik kemudian Off.

gambar. ladder diagram contoh 5

Contoh 6.
Sebuah tombol (X0 unlock) mengotrol sebuah lampu Y0. Jika X0 ditekan
(walaupun sesaat) maka 5 detik kemudian lampu Y0 akan menyala selama 10
detik kemudian Off.

gambar. ladder diagram contoh 6

Contoh 7.
2 tombol (X2 dan X3 lock) mengontrol 2 buah lampu (Y0 dan Y1). Jika
X2 On dan X3 Off, maka Y0 dan Y1 akan menyala berlawanan dan ber flip- flop
dengan t = 1 detik. Jika X3 On dan X2 Off, maka Y0 dan Y1 akan menyala
bersamaan dan Off bersamaan tetapi membentuk flip-flop dengan t = 1 detik. (X2
dan X3 On semua atau Off semua maka semua lampu Off).

gambar. ladder diagram contoh 7

Contoh 8.
Dua tombol (X0 dan X1 non lock) mengontrol lampu (Y0, Y1 dan Y2).
Kondisi sistem kontrol yang dikehendaki seperti start star-delta untuk motor. jika
X0 ditekan maka lampu Y0 (untuk main contactor) akan On, pada saat yang sama
Y1(star) akan On selama 5 detik, kemudian Off.
0,5 detik kemudian lampu Y2 (delta) On. Jika X1 ditekan maka Y0 Off sehingga
Y1 dan Y2 Off.

gambar. ladder diagram contoh 8

Contoh 9.
Sebuah tombol (X0 non lock) mengontrol sebuah lampu Y0. Jika X0
ditekan/On maka lampu akan menyala. Dan jika X0 Off maka 2 detik kemudian
lampu Y0 baru akan Off.

10

gambar. ladder diagram contoh 9

Contoh 10.
Hampir sama dengan contoh 9. Dua tombol (X0 dan X1 non lock)
mengontrol sebuah lampu Y0. Jika X0 ditekan ( walaupun sesaat) maka lampu Y0
akan On. Jika X1 ditekan (walaupun sesaat) maka 4 detik kemudian lampu Y0
Off.

Gambar. ladder diagram contoh 10

11

Sumber :
file:///D:/bahan%20PLC/Kontrol%20logika%20terprogram%20%20Wikipedia%20bahasa%20Indonesia,%20ensiklopedia%20bebas.html
file:///D:/bahan%20PLC/Pengertian%20PLC%20dan%20Jenisjenis%20PLC%20_%20Electronic%20Control.html

12