Anda di halaman 1dari 52

Istilah geologi berasal dari bahasa Latin geos (bumi) dan

logos (ilmu), yang secara harafiah berarti ilmu yang


mempelajari tentang bumi dan merupakan bagian dari ilmu
pengetahuan alam. Arti tersebut harus dirinci lebih lanjut
karena banyak ilmu pengetahuan (science) lainnya yang
juga mengkaji tentang bumi dengan cara dan maksud yang
berbeda. Beberapa ilmu lain tersebut pada awal suku
katanya juga menggunakan kata geo, seperti Geografi,
Geofisika, dan Geodesi.

Bumi merupakan suatu materi yang selalu bergerak dan


mengalami perubahan. Geologi mempelajari bumi meliputi
cara terjadinya, proses dan sejarah yang berlangsung
hingga saat ini, materi pembentuk bumi, struktur atau
bangun bumi, bentuk-bentuk permukaan dan prosesnya
yang terjadi pada masa lalu, kini dan yang akan datang.
Selain itu geologi juga mempelajari makhluk hidup yang
pernah menghuni bumi pada masa lampau hingga makhluk
hidup yang ada sampai sekarang.

Petrologi (petros artinya batuan), yaitu ilmu yang


mempelajari tentang terjadinya batuan, penamaan dan
klasifikasi, dan sebagainya.

Stratigrafi (stratum artinya lapisan), yaitu ilmu yang


mempelajari tentang posisi dan hubungan perlapisan
batuan.

Geologi Struktur, yaitu ilmu yang mempelajari struktur


atau bentuk arsitektur batuan serta gaya dan proses-proses
penyebabnya.

Sedimentologi, yaitu ilmu yang mempelajari macammacam batuan sedimen, proses-proses, dan tempat
pembentukan serta klasifikasinya.

Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentukbentuk roman muka bumi beserta proses-proses
penyebabnya.

Geofisika, yaitu ilmu yang mempelajari sifat-sifat fisika


batuan.

Geologi Minyak dan Gas Bumi, yaitu ilmu yang


mempelajari penerapan pengetahuan geologi untuk
mencari (eksplorasi) sumber-sumber minyak dan gas alam.

Geologi Teknik, yaitu ilmu yang mempelajari penerapan


pengetahuan geologi untuk kepentingan teknik sipil dan
rekayasa pembangunan lainnya.

GEOLOGI DASAR

Bumi merupakan salah satu planet yang ada di


sisi tatasurya kita. Bumi didiskripsikan berbentuk
bulat pepat dan berputar pada poros pendeknya.
Jari-jari bumi 6.370 km, yang terdiri dari benda
padat (batuan), benda cair, dan gas.
Secara umum interior bumi terdiri dari daratan
(benua,
pulau-pulau,
lembah-lembah,
dan
pegunungan), dan lautan (lembah, palung, serta
pegunungan bawah laut). Puncak gunung
tertinggi 8.000 m dpl (Pegunungan Himalaya),
sedangkan palung yang terdalam mencapai
kedalaman 10.000 meter di bawah muka laut
(Palung Philipina).

Inti bumi
(kedalaman
panas), inti
lelehan lebih

(paling dalam), terdiri dari inti dalam


5.140-6.371 km, padat, berat, dan sangat
luar (kedalaman 2.883-5.140 km, cair atau
ringan, dan sangat panas).

Mantel, terdiri dari mesosfer (kedalaman 350-2.883 km,


padat, bertekanan tinggi, panas, dan keras), astenosfer
(kedalaman 100-350 km, lemah, mudah terdeformasi oleh
panas dan tekanan, serta plastis).

Litosfer (kerak bumi), kedalaman 0-100 km, padat,


dingin, kaku, rapuh, dan ringan, yang terdiri dari kerak
benua (tebal), dan kerak samudera (tipis).

Gambar 2.1 Interior dalam kerak bumi


GEOLOGI DASAR

Gambar 2.2 Komposisi (susunan) irisan dalam


bumi
GEOLOGI DASAR

Kerak bumi (earthcrust) merupakan padatan


yang relatif dingin, rapuh, dan kaku (rigid)
dengan berat jenis lebih rendah sehingga
seolah-olah mengapung di atas mantel.
Bagian ini merupakan bagian yang berada di
permukaan bumi sampai kedalaman 100 km.
Perbedaan panas yang sangat tinggi antara
bagian bumi yang tengah dengan bagian bumi
yang lebih luar mengakibatkan terjadinya
perbedaan tekanan dimana tekanan pada
bagian
dalam
lebih
besar
sehingga
pergerakan magma menghasilkan aliran
konveksi di dalam mantel. Lelehan magma
yang lebih panas bergerak ke atas dan lelehan
magma yang lebih dingin tenggelam (seperti
gerakan air panas dan air dingin pada waktu
kita menjerang air di atas kompor.

GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR

Batuan merupakan suatu bentuk padatan alami


yang disusun oleh satu atau lebih mineral, dan
kadang-kadang oleh material non-kristalin.
Kebanyakan batuan terbentuk dari beberapa
tipe/jenis mineral (heterogen), dan hanya
beberapa yang tersusun atas satu mineral atau
monomineral (homogen).

GEOLOGI DASAR

1. Batuan Beku
Batuan beku merupakan produk akhir dari magma, yang
merupakan suatu massa larutan silikat panas, kaya akan elemenelemen volatil, dan terbentuk jauh di bawah permukaan bumi
melalui reaksi panas (fusion) dari massa padatan.

DERET (SERIES)
KONTINIOUS
MINERAL-MINERAL

Oligoklas

Labradorit

Ortoklas

Bitownit

Magma
Basaltik

Olivin

Piroksen

Andesin

Kuarsa

Magma
Dioritik

Magma
Granitik

Hornblende

Biotit

DERET (SERIES)
DISKONTINIOUS
MINERAL-MINERAL

GEOLOGI DASAR

Albit

Pneumatolitik dan
massa hidrotermal

GEOLOGI DASAR

Seri continous, dimana tipe plagioklas berupa


feldspar (mineral-mineral felsik) yang terbentuk
setelah kristalisasi. Dengan proses yang
berkesinambungan dengan turunnya temperatur,
terbentuk komposisi yang kaya akan kalsium (anortit)
sampai dengan komposisi yang kaya akan sodium
(albit).

Seri discontinous, dimana mineral-mineral besi dan


magnesium terbentuk pada awal kristalisasi dari
larutan dan terendapkan dengan sempurna
membentuk mineral-mineral baru dengan suatu
sekuen reaksi yaitu :
Olivine hypersthene augit hornblende biotit
`

GEOLOGI DASAR

Batuan beku asam, dengan kandungan


SiO2 > 55% (granit, monzonit).
Batuan beku sedang, dengan kandungan
SiO2 50-55% (granodiorit, diorit, andesit).
Batuan beku basa, dengan kandungan
SiO2 < 50% (basalt, gabro).
Batuan beku sangat basa (ultra basa),
tidak mengandung SiO2, tetapi
mengandung banyak plagioklas dan
ortoklas (peridotit, hazburgit).

GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR

Batuan yang terjadi dari hasil proses pengendapan hancuran material


sehingga akan terjadi pengompakan dan membentuk sedimen yang
kompak (batupasir, batulanau, batulempung, breksi, batugamping, dll)

GEOLOGI DASAR

Pada saat menerobos ke permukaan bumi, magma yang agak


kental dan bertekanan rendah maka akan muncul berupa
lelehan lava panas yang mengalir dari kepundan/kawah ke
lereng gunung, dan secara perlahan-lahan membeku mulai dari
bagian ujung dan luarnya, sedangkan bagian tengahnya masih
akan mengalir dan meninggalkan rongga-rongga di dalam lava
(lava berongga).
Apabila magma tersebut encer dan bertekanan tinggi, maka
akan terjadi letusan gunung api. Sumbat kepundan akan
hancur dan terlempar ke sekitarnya. Bersamaan dengan itu,
sebagian magma panas juga akan terlempar ke udara. Akibat
dari letusan tersebut, terjadi proses pendinginan yang cepat
sehingga magma akan membeku dengan cepat dan
membentuk gelas (obsidian), tuffa atau abu halus, lapili dan
bom (berupa batuapung dengan rongga-rongga gas). Material
yang halus (tuffa) akan terlempar jauh dan terbawa angin ke
tempat yang lebih jauh, sedangkan bom, lapilli, dan gelas, dan
material-material lain yang berukuran pasir dan kerikil akan
jatuh di sekitar puncak gunung.

GEOLOGI DASAR

Batuan yang sudah ada/terbentuk, dapat juga mengalami


perubahan menjadi batuan lain oleh proses metamorfosa
(suatu proses yang dipengaruhi oleh aktivitas panas dan
tekanan yang tinggi). Perubahan temperatur, tekanan, atau
temperatur dan tekanan (secara bersama) dapat merubah
struktur dalam (kristal) dari mineral-mineral yang
menyusun batuan tersebut. Dalam proses metamorfosa ini,
dianggap tidak ada penambahan unsur dari luar.
AB + CD AC + BD
Misalnya suatu batuan mengandung 2 mineral yang
masing-masing mempunyai unsur AB dan CD. Setalah
proses metamorfosa yang terbentuk adalah mineral baru
dengan susunan unsur AC dan BD.
Contoh lain :
CaCO3
CaCO3
(batugamping)
(marmer)

GEOLOGI DASAR

gneiss, yang terdiri dari gabungan


mineral-mineral pipih (mika) dengan
mineral bulat (kuarsa, garnet, silimanit,
dll).

Sekis, yang terdiri dari susunan mineralmineral pipih (terutama mika).

Filit, yang terdiri dari mineral-mineral


sangat halus (batu sabak).
GEOLOGI DASAR

Keterangan :
1.Magma membeku membentuk batuan
beku pada kerak bagian dalam.
2.Kerak dalam kalau terangkat ---> di
permukaan bumi.
3.Aktivitas atmosfir akan merubah batuan
menjadi lapuk, tererosi, tertransportasi dan
diendapkan menjadi sedimen.
4.Karena beban dan konsolidasi serta
penyemenan, sedimen berubah menjadi
batuan sedimen yang kompak dan keras.
5.a.Batuan sedimen dapat terangkat ke
permukaan bumi.
b.Atau mengalami proses metamorfosa
menjadi batuan metamorf.
c.Batuan sedimen juga bisa tenggelam
(penunjaman) dan meleleh menjadi
magma baru (mantel).
6.a.Batuan metamorf dapat terangkat ke
permukaan bumi.
b.Atau tenggelam menjadi magma baru
(mantel).
7.Batuan beku juga dapat mengalami
metamorfosa menjadi batuan metamorf.
GEOLOGI DASAR

Geomorfologi merupakan suatu studi yang


mempelajari asal (terbentuknya) topografi
sebagai akibat dari pengikisan (erosi)
elemen-elemen utama, serta terbentuknya
material-material hasil erosi. Melalui
geomorfologi, dipelajari cara-cara terjadi,
pemerian, dan pengklasifikasian relief bumi.
Relief bumi adalah bentuk-bentuk
ketidakteraturan secara vertikal (baik dalam
ukuran ataupun letak) pada permukaan
bumi, yang terbentuk oleh pergerakanpergerakan pada kerak bumi.
GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR

Katastrofisme merupakan pendapat yang menyatakan bahwa


gejala-gejala morfologi terjadi secara mendadak, contohnya
letusan gunungapi.

Uniformitarianisme berpendapat bahwa proses pembentukan


morfologi berjalan sangat lambat atau terus-menerus, tapi
mampu membentuk bentukan-bentukan yang sekarang, bahkan
banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada masa lalu juga
terjadi pada masa sekarang, dan seterusnya (James Hutton dan
John Playfair, 1802).

Evolusi cenderung didefinisikan sebagai proses yang lambat dan


dengan perlahan-lahan membentuk dan mengubah menjadi
bentukan-bentukan baru.

GEOLOGI DASAR

Proses-proses geomorfik adalah semua perubahan


fisik dan kimia yang terjadi akibat proses-proses
perubahan muka bumi. Secara umum, proses-proses
geomorfik tersebut digolongkan sebagai berikut :
A.

Proses-proses epigen (eksogenetik) :


Degradasi ; pelapukan, perpindahan massa (perpindahan secara gravity),
erosi (termasuk transportasi) oleh aliran air, air tanah, gelombang, arus,
tsunami, angin, dan glasier.
Aggradasi ; pelapukan, perpindahan massa (perpindahan secara gravity),
erosi (termasuk transportasi) oleh aliran air, air tanah, gelombang, arus,
tsunami, angin, dan glasier.
Akibat organisme (termasuk manusia)

B. Proses-proses hipogen (endogenetik)


1. Diastrophisme (tektonisme)
2. Vulkanisme
C. Proses-proses ekstraterrestrial, misalnya kawah akibat jatuhnya
meteor.

GEOLOGI DASAR

Bentuk-bentuk pada permukaan yang


dihasilkan oleh peristiwa-peristiwa geomorfik
berdasarkan kesamaan dalam bentuk dan
pola aliran sungai dapat dikelompokkan ke
dalam satuan yang sama. Tujuan dari
pengelompokan ini adalah memisahkan
daerah konstruksional dengan daerah
detruksional. Kemudian, masing-masing
satuan dapat dibagi lagi menjadi sub-satuan
berdasarkan struktur dan tahapan (untuk
konstruksional) serta berdasarkan
deposisional (untuk destruksional).
GEOLOGI DASAR

Pada umumnya, aliran sungai dikendalikan oleh struktur batuan


dasar, kekerasan batuan, dan struktur geologi serta beberapa hal
lainnya yang membentuk pola-pola aliran sungai antara lain :

Pola dendritik, dengan pola aliran menjari dan menyebar seperti dahan-dahan
pohon, mengalir ke semua arah, dan menyatu di induk sungai. Pada umumnya, pola
tersebut terdapat pada daerah dengan struktur batuan yang homogen atau pada
lapisan endapan sedimen yang horizontal.

Pola aliran rektangular, dibentuk oleh cabang-cabang sungai yang berbelok,


berliku-liku, dan menyambung dengan membentuk sudut-sudut tegak lurus, yang
umumnya dikendalikan oleh pola kekar dan sesar yang berpola berpotongan secara
tegak lurus. Pada umumnya, pola ini terdapat pada daerah batuan kristalin, serta
perlapisan batuan keras yang horizontal.

Pola aliran trelis, berbentuk pola trali pagar. Sungai-sungai yang lebih besar
cenderung mengikuti singkapan dari batuan lunak. Pola ini umum dijumpai pada
daerah yang terlipat dan miring kuat.

Pola aliran radial, dengan pola sentrifugal dari suatu puncak. Misalnya, aliran
sungai pada pegunungan kubah atau gunung api muda.

Pola aliran anular, merupakan aliran sungai dimana sungai-sungai besarnya


mengalir melingkar mengikuti struktur dan batuan yang lunak, dan pada umumnya
pola ini terbentuk pada daerah kubah struktural yang telah terkikis dewasa. Dengan
demikian, pola aliran anular merupakan variasi dari pola aliran trelis.

GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR

Dataran dan plateau adalah wilayah-wilayah dengan struktur


yang relatif horizontal. Dataran mempunyai relief rendah dengan
lembah-lembah dangkal, sedangkan plateau mempunyai relief
yang tinggi dengan lembah-lembah yang dalam. Secara umum
dapat dibedakan beberapa jenis dataran, antara lain :

Dataran pantai (coostal plains) yang terbentuk oleh timbulnya dasar laut,
Interior plains, yang mirip dengan dataran pantai tetapi yang terletak sudah jauh dari
laut,
Dataran danau (lake plains), terbentuk oleh timbulnya dasar danau karena
pengeringan danau,
Dataran lava (lava plains) dan plateau lava (lava plateau), terbentuk oleh aliran lava
encer,
Dataran endapan glasial (till plains), terdiri dari endapan glacial yang menutupi
topografi tidak rata,
Dataran aluvial (alluvial plains), yang terbentuk dari endapan aluvial dari kipas
aluvial di kaki pegunungan hingga jauh ke dataran banjir dan dataran pantai.

GEOLOGI DASAR

Kubah diartikan sebagai struktur dari suatu daerah yang luas dengan sifat lipatan
regional dengan sudut kemiringan yang kecil. Ada beberapa sebab terbentuknya
kubah, antara lain oleh intrusi garam atau diapir, intrusi lakolit, dan intrusi batuan
beku seperti batolit.

Sketsa bentuk (morfologi) hogbacks

GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR

Istilah pegunungan lipatan


digunakan untuk suatu jenis
pegunungan dengan struktur
lipatan yang relatif sederhana.
Pada tahapan muda,
morfologinya masih
menggambarkan adanya
lingkungan antiklin dan sinklin

Sketsa bentuk morfologi pegunungan


lipatan (atas), dan hasil proses erosi pada
pegunungan lipatan (bawah)

GEOLOGI DASAR

Pegunungan
patahan
merupakan hasil
deformasi oleh
sesar. Pada
tahapan muda,
pegunungan
patahan
memperlihatkan
gawir-gawir terjal
yang
memisahkan
antara satu blok
pegunungan
dengan blok yang
lain atau antara
blok pegunungan
dengan blok
lembah
Sketsa proses geomorfik pada pegunungan patahan
GEOLOGI DASAR

Pertumbuhan
gunungapi
merupakan
salah satu
dari bentuk
konstruksion
al, dimana
pembentuka
nnya dapat
terjadi
melalui
letusan,
longsoran,
injeksi kubah
lava, dan
sebagainya
diselingi
dengan erosi.
Sketsa pertumbuhan gunung api
GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR

Stratigrafi berasal dari kata strati (dalam bahasa


latin stemere / stratum / strata) yang berarti
lapisan dan grafi (dalam bahasa latin graphicus)
yang artinya gambaran. Dengan demikian,
stratigrafi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang
mempelajari gambaran serta hubungan lapisan
dengan batuan lainnya dalam ruang dan waktu
geologi.
Stratigrafi memiliki unsur ruang dan waktu. Unsur
ruang yang paling dominan adalah batuan itu
sendiri, sedangkan unsur waktu menjawab masalah
kapan yang dapat diketahui dengan fosil, lapisan,
paleomagnet, radioaktif, jejak belah (fission track),
dan sekuen stratigrafi.
GEOLOGI DASAR

1. Hukum Steno (1669)

Superposition / Hukum Superposisi, yaitu lapisan yang lebih muda selalu berada di
atas lapisan batuan yang lebih tua pada sekuen yang normal,

Horizontality / Hukum Akumulasi Vertikal, yaitu lapisan sedimen terendapkan secara


horizontal dan relative sejajar terhadap permukaan lapisan dimana sedimen
tersebut terendapkan,

Original Continuity / Hukum Kesinambungan Lateral, yaitu pada dasarnya batas hasil
suatu pengendapan berupa bidang perlapisan akan menerus dan terhenti oleh
pembajian pada cekungan pengendapan pada waktu pengendapannya.
2. Uniformitarianism (Hutton, 1785)

The present is the key to the past.

Perubahan yang terjadi sangat lambat menuju perubahan besar. Proses di bumi yang
terjadi secara berulang disebut dengan siklus.
3. Faunal succession (Abbe, 1777)

Umur lapisan batuan ditunjukkan dengan fosil-fosil, dengan asumsi setiap fosil akan
berbeda pada setiap perbedaan umur geologi.

Kelebihan dari hukum tersebut adalah adanya data umur relatif suatu lapisan batuan
secara tegas karena fosil memiliki kisaran hidup tertentu, sedangkan kelemahannya
adalah tidak adanya penetapan batas fisik satuan genesa secara tegas karena
waktu hidup suatu kehidupan (fosil) yang dapat memotong bidang perlapisan.
4. Strata Identified by Fossils (Smith, 1816)

Urutan lapisan sedimen dapat dilacak secara lateral dengan mengenali kumpulan
fosilnya, meskipun kriteria litologinya tidak menentu

GEOLOGI DASAR

1. Perlapisan
Perlapisan adalah sifat utama dari batuan sedimen hasil dari proses pengendapan yang
menghasilkan bidang-bidang batas satuan sedimentasi
Cara mengenali perlapisan, antara lain dengan :
perubahan macam batuan, susunan mineralogi, tekstur (besar butir), warna, struktur sedimen,
dan kekerasan batuan
penyebaran fosil / mineral / butiran
jejak binatang (bioturbasi)
kick (loncatan yang terjadi karena perbedaan respon terhadap aliran listrik) dalam log listrik
2. Lapisan
Lapisan adalah satuan stratigrafi terkecil (mm-m) yang terdiri atas satu macam batuan yang
homogen, dibatasi oleh bidang perlapisan pada bagian bawah dan atas.
1. Bentuk Lapisan
- Lempeng pipih merata (dimensi ke satu arah lebih kecil daripada dua dimensi lainnya)
- Bentuk lensa (membaji ke segala arah)
- Prisma (membaji ke dua arah)
-Nodular
2. Lapisan Penunjuk
Lapisan merupakan indikator kesamaan waktu (key bed, marker bed). Lapisan penunjuk dapat
dibagi menjadi beberapa macam, yaitu lithologic key bed (berdasarkan litologinya), paleo marker
(berdasarkan aspek paleontologinya / fosil), dan electric marker (lapisan penunjuk elektris).
Syarat lapisan penunjuk, antara lain :
- relatif tipis dengan penyebaran yang luas
- memiliki keseragaman dalam sifat litologi pada seluruh tempat lapisan tersebar sehingga mudah
dikenali kembali
- lapisan pada semua lokasi terbentuk pada waktu yang sama
- lapisan tidak berulang.
3. Bidang Perlapisan
Bidang perlapisan adalah suatu bidang yang diwujudkan dengan penyebaran suatu mineral
tertentu, besar butir atau bidang sentuhan yang tajam antara dua macam litologi yang berlainan.
Bidang perlapisan bersifat sangat interpretatif, tidak berarti harus ada bidang perlapisan yang
membatasinya.
GEOLOGI DASAR

Beberapa hubungan stratigrafi, antara lain :

Vertikal
Selaras (conformable, conformity), Siklus sedimentasi
berlangsung secara menerus (transgresi, regresi, maupun
kombinasi diantara keduanya).
Ketidakselarasan (unconformable, unconformity),
Ketidakselarasan merupakan bidang stratigrafi yang
menyatakan adanya interupsi dalam catatan stratigrafi
(stratigraphicairecords) karena erosi permukaan,
orogenesa, atau epirogenesa.
Diasterm, Diasterm merupakan ketidakmenerusan
dalam sedimentasi akibat erosi di bawah permukaan atau
karena non deposisi.
Lateral
Fasies, merupakan kesamaan endapan yang dipandang
dari aspek fisika, kimia, biologi dalam satu kesamaan waktu
(Sandi Stratigrafi Indonesia, 1996 ps.9)
GEOLOGI DASAR

Angular unconformity
Angular unconformity adalah bidang ketidakselarasan
dimana lapisan batuan sedimen di bawah bidang
ketidakselarasan tersebut membentuk sudut dengan
lapisan batuan sedimen di atas bidang ketidakselarasan.
Nonconformity
Nonconformity adalah bidang ketidakselarasan di antara
batuan sedimen dengan batuan kristalin, dimana batuan
kristalin terbentuk terlebih dahulu baru kemudian dibatasi
bidang ketidakselarasan dan batuan sedimen. Dalam
nonconformity, umur batuan perlu diperhatikan.
Disconformity / Parallel Unconformity
Disconformity adalah bidang ketidakselarasan yang sejajar
dengan arah lapisan batuan, baik yang berada di atasnya
maupun di bawah bidang ketidakselarasan.

GEOLOGI DASAR

Basal conglomerate (konglomerat alas)


Konglomerat alas adalah batuan dimana
fragmennya cenderung membulat yang berasal
dari batuan yang lebih tua dan menunjukkan
adanya gap sedimentasi.
Bidang / permukaan erosi
Perbedaan kedudukan satuan batuan yang
menyolok
Paleontological gap
Satuan batuan terpancung (truncation)
Perbedaan sifat kelistrikan
Warna oksidasi

GEOLOGI DASAR

mendapatkan data litologi detail dari satuan batuan,


ketebalan yang teliti dari satuan batuan,
mempelajari hubungan stratigrafi antar satuan batuan,
mengetahui urut-urutan sedimentasi,
menafsirkan lingkungan pengendapan dan umur.

Tahapan pelaksanaan pengukuran penampang stratigrafi :


pengukuran dari dasar penampang
menentukan satuan batuan dengan memberi patok pada batas
satuan
jika jurus dan kemiringan perlapisan berubah-ubah, maka
pengukuran dilakukan pada alas dan atap satuan atau dengan
perhitungan rata-ratanya
pengukuran azimuth dan slope
jarak terukur di lapangan
deskripsi litologi dan pengamatan struktur sedimennya
penentuan posisi singkapan (jika dijumpai singkapan)

GEOLOGI DASAR

Mineral didefinisikan sebagai bahan/zat anorganik padat yang homogen, terbentuk di


alam dan mempunyai susunan kimia dan sistem kristal tertentu. Beberapa contoh
mineral dapat dilihat pada Tabel 5.1.

Komposisi kimia

Sistem kristal

Nama mineral

Ca Co3

Rombohedral

Kalsit

Ca Co3

Ortorombik

Aragonit

PbS

Isometrik

Galena

Fe2O3

Rombohedral

Hematit

Fe2O4

Isometrik

Magnetit

NaCl

Isometrik

Halit

CaSO4

Ortorombik

Anhidrit

CaSO4 . 2H2O

Monoklin

Gipsum

Isometrik

Intan

Heksagonal

Grafit

FeS2

Isometrik

Pyrit

FeS

Heksagonal

GEOLOGI DASAR

Pyrotit

Ada bahan lain yang tidak dapat disebut sebagai


mineral, misalnya SiO2 (opal, karena amorf), C
(batubara, karena merupakan bahan organik), H2O
(air, karena bukan benda padat).
Mineral dapat berupa bahan berharga/bahan
tambang, seperti Cu5FeS4 (bornit, merupakan bijih
tembaga), CuFeS4 (kalkopirit, merupakan bijih
tembaga), Fe2O3 (hematit, merupakan bijih besi),
Fe3O4 (magnetit, merupakan bijih besi), dll. Mineral
juga dapat berupa gangue (pengotor) bahan
tambang (dibuang), misalnya SiO2 (kuarsa, pada
tambang timah), FeS2 (pirit, pada tambang
tembaga, emas), Na-Ca Si3O8 (felspar, pada
tambang timah primer), dll.
GEOLOGI DASAR

Struktur geologi adalah suatu struktur atau


kondisi geologi yang ada di suatu daerah
sebagai akibat dari terjadinya perubahanperubahan pada batuan oleh proses
tektonik atau proses lainnya. Dengan
terjadinya proses tektonik, maka batuan
(batuan beku, batuan sedimen, dan batuan
metamorf) maupun kerak bumi akan
berubah susunannya dari keadaannya
semula. Struktur geologi (makro) yang
penting untuk diketahui, antara lain bidang
perlapisan, sistem sesar, sistem perlipatan,
sistem kekar, dan bidang ketidakselarasan.
GEOLOGI DASAR

Bidang perlapisan hanya ditemukan pada batuan sedimen,


yaitu suatu bidang yang memisahkan antara suatu jenis
batuan tertentu dengan batuan lain yang diendapkan
kemudian. Misalnya batas antara lapisan batupasir dengan
batugamping, atau batas lapisan batupasir yang satu
dengan batupasir lainnya yang dapat dibedakan (Gambar
6.1). Biasanya batuan sedimen terdiri dari banyak sekali
lapisan-lapisan yang berurutan dari tua ke muda, sehingga
banyak pula bidang perlapisannya. Bidang perlapisan
tersebut merupakan bagian yang lemah dibandingkan
dengan kekuatan batuan sedimennya, karena itu dalam
analisis kemantapan posisinya menjadi sangat penting.

Skema susunan perlapisan batuan sedimen


GEOLOGI DASAR

Sesar atau patahan (fault) adalah suatu bidang yang terbentuk karena
kekuatan batuan tidak dapat menahan lagi tekanan/beban yang ada
sehingga akhirnya batuan tersebut patah. Setelah terjadinya sesar
tersebut, kedua bagian yang tadinya berhubungan dapat bergeser naik,
turun, atau bergeser secara mendatar (Gambar 6.2).
Sesar yang terbentuk karena proses tektonik yang kuat umumnya tidak
berdiri sendiri (tunggal), tetapi akan menghasilkan sesar-sesar lain yang
lebih kecil di sekitarnya sehingga dapat membentuk suatu sistem sesar
yang kompleks

GEOLOGI DASAR

GEOLOGI DASAR