Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1
Tujuan Percobaan
1.1.1 Menghitung Q, U dan LMTD
1.1.2 Mengetahui pengaruh flowrate dengan nilai Q
1.2
Dasar Teori
1.2.1 Pengertian dan Definisi Energi
Manusia membutuhkan energi untuk bergerak dan melakukan aktivitas. Sehingga
tidak heran bila iklan suplemen minuman dan makanan penambah energi sangat marak di
berbagai media massa baik koran maupun televisi karena energi merupakan kebutuhan utama
manusia. Dengan memiliki energi, manusia bisa melakukan berbagai aktivitas mulai dari
aktivitas ringan sampai aktivitas berat.
Berikut ini adalah beberapa pengertian dan definisi energi menurut bebrapa sumber:

ARIF ALFATAH & MUJI LESTARI


Energi adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh benda agar benda dapat melakukan
usaha. dalam kenyataannya setiap dilakukan usaha selalu ada perubahan. Sehingga usaha
juga didefiniskan sebagai kemampuan untuk menyebabkan perubahan

CAMPBELL, REECE, & MITCHELL


Energi adalah kemampuan untuk mengatur ulang suatu kumpulan materi atau
dengan kata lain, energi adalah kapasitas atau kemampuan untuk melaksanakan kerja

AIP SARIPUDIN
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha.

MICHAEL J. MORAN
Energi merupakan konsep dasar termodinamika dan merupakan salah satu aspek
penting dalam analisis teknik

PARDIYONO
Energi adalah suatu bentuk kekuatan yang dihasilkan atau dimiliki oleh suatu
benda.

ROBERT L. WOLKE
Energi adalah kemampuan membuat sesuatu terjadi

SUMANTORO
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha seperti mendorong dan
menggerakkan suatu benda.

Pengertian energi secara umum adalah kemampuan untuk melakukan kerja (usaha).
Satuan energi menurut Satuan Internasional (SI) adalah joule, satuan energi yang lain: erg,
kalori, dan kWh. Satuan kWh biasa digunakan untuk menyatakan energi listrik, dan kalori
biasanya untuk energi kimia.
Konversi satuan energi:
1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori
1 joule = 1 watt sekon
1 kWh = 3.600.000 joule
2.2

Konsep Energi
Dalam kehidupan sehari-hari semua aktivitas yang kita lakukan selalu memerlukan

energi. Jika anda bekerja tanpa henti lama-lama anda akan kehabisan energi, maka anda
butuh istirahat dan makan untuk memulihkan energi. Untuk meringankan pekerjaan anda,
anda butuh tambahan energi lain, misalnya anda sedang mengangkat beban yang berat, maka
anda butuh alat pengangkut beban, misalnya mobil. Dan mobil dapat mengangkut dan melaju
dijalan raya juga butuh energi berbentuk bahan bakar yang mengandung energi kimia. Jadi
dapat dikatakan bahwa energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Dan energi secara
umum justru bermanfaat ketika terjadi perubahan bentuk. Dalam pengamatan sehari-hari
energi muncul dalam berbagai bentuk, misalnya: energi kimia, energi listrik, energy nuklir,
dan sebagainya.
Beberapa contoh energi yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari
diantaranya:
(a) energi cahaya, cahaya dapat mengahasilkan energi listrik, alat yang dapat mengubah
langsung energi cahaya matahari menjadi energi listrik disebut sel fotovolatik;
(b) energi gelombang, gerak gelombang air laut yang melimpah dimanfaatkan untuk
menghasilkan energi listrik dalam bentuk pembangkit listrik tenaga gelombang laut
(PLTGL);
(c)

energi angin, sebuah kincir angin besar yang ditiup angin dengan kecepatan 12 m/s
mampu menghasilkan energi listrik 3 MW;

(d) energi air, digunakan untuk menghasilkan listrik dalam pembangkit listrik tenaga air
(PLTA);
(e)

energi panas bumi, digunakan untuk menghasilkan listrik pada pusat listrik tenaga panas
bumi (PLTP);

(f)

energi listrik, energi yang paling mudah dan paling banyak digunakan dalam kehidupan
manusia;

(g) energi nuklir, sumber energi yang menggunakan reaksi fisi dan fusi inti atom uranium
sebagai sumber energi listrik, yang dikerjakan oleh pusat listrik tenaga nuklir (PLTN).
2.3 Macam-macam dan Bentuk Energi
Energi memiliki berbagai bentuk selain yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari
yang biasa sudah jadi kebutuhan publik yaitu bahan bakar yang asalnya dari fosil baik itu
BBM (bahan bakar Minyak ) atau Batu bara. Sebelum ditemukannya bahwa materi bisa
menjadi energi dalam Fisika modern bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.
Energi hanya bisa berubah bentuk dari bentuk satu ke bentuk lain kali ini blogger akan
membahas beberapa bentuk energi alternatif selain fosil.
Macam-macam bentuk energi tersebut terbiasa kita gunakan atau kita pakai dalam
kehidupan sehari-hari baik dalam teknologi modern atau teknologi sederhana. Maksudnya
dari bentuk energi tersebut bisa juga kita manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Inilah
sepuluh bentuk energi alternatif selain fosil :
1.

Energi Kinetik, adalah energi yang dimiliki oleh setiap benda yang bergerak seperti
sepeda, mobil motor energi ini bisa digunakan untuk menggerakkan turbin yang memutar
generator sehingga disimpan dalam sel akumulator.

2.

Energi listrik, bentuk energi ini adalah bentuk dari energi yang paling praktis
digunakan karena mudah dalam transfer atau perpindahan. Hampir semua sisi kehidupan
membutuhkan energi listrik. Teknologi elektronik, Komputer alat rumah tangga,
telekomunikasi semua membutuhkan listrik. Sekarang untuk keperluan memasak pun
sudah mulai beralih dari energi fosil, dan gas alam ke energi listrik.

3.

Energi potensial, adalah energi yang tersimpan karena posisi sebuah benda atau energi
yang dimiliki karena kedudukan sebuah benda contoh misalnya air yang tersimpan di
sebuah bendungan memiliki energi potensial yang sangat besar sehingga bisa
dimanfaatkan untuk memutar turbin yang akan menggerakkan generator untuk
transfer energi dari potensial ke bentuk energi Listrik. Contoh lain energi potensial
adalah energi yang dimiliki oleh sebuah pegas yang ditarik atau diregangkan, contoh lain
adalah energi potensial yang dimiliki oleh busur panah yang sedang ditarik bisa
meluncurkan mata panah yang sangat cepat.

4.

Energi cahaya, Matahari sebagai sumber energi dengan panas yang dipancarkan
secara radiasi sampai ke bumi adalah sumber energi untuk kehidupan yang dipakai oleh
tanaman berchlororofil untuk mengubah zat hara tanah menjadi sumber makanan. Pada
akhirnya menjadi sumber makanan pula buat hewan dan Manusia. Dengan teknologi
cahaya sebagai bentuk energi sekarang sudah bisa dimanfaatkan untuk diubah
menjadi energi listrik, dengan alat yang dinamakan solar cel.

5.

Energi angin, angin sebagai sumber energi di manfaatkan untuk memutar turbin,
turbin yang ditempatkan di daerah-daerah yang hembusan angin stabil. Negara yang
banyak memanfaatkan energi angin untuk diubah menjadi energi listrik adalah Belanda.

6.

Energi Gelombang, energi ini dimanfaatkan di dunia pariwisata untuk berselancar


tetapi harus dipilih karakteristik gelombang besar yang tidak mudah pecah misalnya
Hawai, Tasmania, Bali, Nias serta Batu Karas. Sekarang Energi gelombang laut
digunakan untuk memutar turbin dalam sebuah pembangkit listrik.

7.

Energi Nuklir, adalah salah satu energi alternatif penghasil panas dalam sebuah
reaktor yang menghasilkan tenaga listrik jutaan Volt. Kebutuhan akan energi listrik yang
sangat besar, maka menuntut negara-negara Industri besar untuk menggunakan
teknologi nuklir seperti Amerika, Jepang dan Prancis.

8.

Energi Kimia, adalah energi yang dimiliki oleh suatu zat yang mengandung bahan
kimia, misalkan bahan bakar, zat makanan, batubara, batu baterai dan aki.

9.

Energi Nabati, energi yang berasal dari makhluk hidup atau tanaman ini sudah dikenal
sejak ribuan tahun yang lalu namun baru sekarang di buat dengan teknologi misalnya
minyak jarak untuk pengganti solar, atau minyak sawit sebagai campuran solar. Sekarang
minyak jelantah dari limbah rumah makan sudah bisa sebagai bahan bakar bus. Contoh
bus Trans Pakuan di kota Bogor. Negara yang sudah banyak memanfaatkan bahan bakar
nabati terbesar adalah Brazil. Kabarnya 40 % kebutuhan energi Nasional dipenuhi oleh
minyak nabati. Barazil sebagai penghasil kapas terbesar kedua setelah China
memanfaatkan minyak biji kapas yang diambil minyaknya untuk bahan bakar.

10.

Gas methan dari kotoran dan sampah, gas ini berasal dari kotoran hewan yang
difermentasi sehingga menghasilkan gas methan yang berfungsi sama dengan gas elpiji
sebagai bahan bakar untuk memasak. Teknologi ini sudah biasa dipakai serta dianjurkan
karena ramah lingkungan di daerah peternakan sapi dengan kotoran sapi sebagai bahan
baku utamanya.

11.

Tenaga panas bumi, tenaga panas bumi yang berasal dari aktivitas vulkanologi
sekarang dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, sangat bagus karena tanpa
polusi atau ramah lingkungan. Negara yang banyak memanfatka teknologi ini adalah
Newzealand dan Indonesia juga sebagai negara dengan gunung berapi yang banyak
sekarang sudah memanfaatkan energi ini misalnya di Gunung Salak, Kamojang Kab
Bandung, Gn Darajat kabupaten Garut

2.4

Hukum Kekekalan Energi


Hukum kekekalan energi Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat

dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain
a.

Energi Mekanik
Energi mekanik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena sifat geraknya. Energi

mekanik terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.


Secara matematis dapat dituliuskan :
Em = Ep + Ek
dimana Em = Energi Mekanik
b. Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya (kedudukan)
terhadap suatu acuan. Sebagai contoh sebuah batu yang kita angkat pada ketinggian tertentu
memiliki energi potensial, jika batu kita lepas maka batu akan melakukan kerja yaitu
bergerak ke bawah atau jatuh. Jika massa batu lebih besar maka energi yang dimiliki juga
lebih besar, batu yang memiliki energi potensial ini karena gaya gravitasi bumi, energi ini
disebut energi potensial bumi. Energi potensial bumi tergantung pada massa benda, gravitasi
bumi dan ketinggian benda. Sehingga dapat dirumuskan:
Ep = m.g.h
dimana :
Ep = Energi potensial
m = massa benda
g = gaya gravitasi
h = tinggi benda
c. Energi Kinetik
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Makin besar
kecepatan benda bergerak makin besar energi kinetiknya dan semakin besar massa benda
yang bergerak makin besar pula energi kinetik yang dimilikinya.

Secara matematis dapat dirumuskan:


Ek = 1/2 ( m.v2 )
dimana :
Ek = Energi kinetic
m = massa benda
v = kecepatan benda

BAB II
METODOLOGI
2.1
Alat dan Bahan
2.1.1 Alat yang Digunakan
2.1.2

Armfield PCT 41 control temperature


Bahan yang Digunakan
Air kran

2.2

Prosedur Kerja
1. Menghubungkan kabel power perangkat computer dan kabel power perangkat
PCT 40 ke sumber arus listrik.
2. Pada komputer, klik menu start, all program, armfield control, kemudian
memilih PCT 40.
3. Menjalankan PCT 40, pilih section 5 : Temperatur Control (Direct Batch Heating)
4. Menutup keran pembuangan pada tangki proses
5. Mengklik menu sampel kemudian memilih configure lalu pilih automatic dengan
interval sampel 1 menit secara kontinyu.
6. Mengisi tangki dengan air kran menggunakan selang panjang dengan sambungan
pada dua ujungnya, (sambungan sisi selang yang terhubung pada PSV ke salah
satu sambungan di sisi tangki) sampai menyentuh sensor temperatur pada tangki
dengan mengatur PSV sebesar 100%.
7. Setelah air terisi sesuai dengan yang diinginkan, selanjutnya mengambil sebuah
selang panjang dengan sambungan di salah satu ujungnya dan sambungan
kunci di ujung lainnya. Menghubungkan salah satu ujungnya ke PSV dan
satu ujungnya lagi ke koil yang ada di dalam tangki.
8. Memilih control lalu melakukan pengaturan sebagai berikut :
Mode
: manual
Manual operation : set point
: 45%
Propotional band : 0%
Integral time
: 0%
Derivative time : 0%
Kemudian mengklik apply lalu OK
9. Memilih configure pada menu sampel dan mengeset :
Sampling
: Manual
Interval
: 1 min
Duration
: Continuous
Menekan OK
10. Mengatur PSV sebesar 50%
11. Mengklik icon thermostat
12. Mengklil icon GO pada toolbar untuk menjalankan proses

13. Setelah proses berjalan selama 10 menit, mengklik icon stop pada toolbar lalu
menyimpan data yang telah diperoleh.
14. Mengulangi langkah 10-13 dengan mengganti nilai PSV berturut-turut 65%, 75%
dan 95%.
15. Setelah pengambilan data selesai, mematikan program dengan mengklik CLOSE
(X) kemudian memilih start lalu shutdown.
16. Mematikan alat Armfield PCT 40.

BAB IV
PEMBAHASAN
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menghitung Q, U dan LMTD,

dan

mengetahui pengaruh flowrate dengan nilai Q. Pada percobaan ini, dilakukan variasi persen
bukaan valve atau PSV, yaitu 50%, 65%, 75% dan 95%. Ada beberapa variabel yang diamati
pada percobaan ini, yaitu antara lain T1, T2, T3 dan densitas yang dapat dilihat pada tabel 3.1.
Dimana T1 adalah pembacaan suhu pada steam. Sedangkan T2 adalah suhu air pendingin
masuk ke dalam tube dan T3 adalah suhu air pendingin yang keluar dari tube, dan steam tidak
mengalami penurunan temperatur.
Untuk mengetahui hasil hitungan Q, U dan LMTD serta pengaruh flowrate dengan
nilai Q, dapat dilihat pada data pengamatan tabel 3.1, 3.2, 3.3 dan 3.4. Pada tabel tersebut
dapat dilihat bahwa semakin lama waktu operasi maka semakin rendah temperatur, ini
menyebabkan panas yang dihasilkan semakin menurun pula, hal ini terjadi karena semakin
lama waktu operasi maka semakin banyak perpindahan panas yang terjadi. Pada praktikum
ini pengambilan data dilakukan setiap 1 menit sekali dan berakhir pada menit ke-10 dengan
menggunakan variasi PSV. Pada percobaan ini, LMTD tertinggi didapat pada menit ke-0
dengan suhu 11.50990C pada PSV 50% (tabel 3.1), sedangkan temperatur terendah didapat
pada menit ke-10 dengan suhu 8.29470C pada PSV 95% (tabel 3.4).
Pada data pengamatan, diketahui bahwa nilai Q dan U tertinggi didapat pada menit
ke-3 dengan nilai 259.7425 J/min dan 636.9815 J/m2.min.C pada PSV 95% (tabel 3.4),
sedangkan Q dan U terendah didapat pada menit ke-0 dengan suhu nilai 3.2149J/min dan
5.9472 J/m2.min.C pada PSV 50% (tabel 3.1). Hali ini menunjukkan bahwa nilai Q
berbanding lurus dengan nilai U.
Untuk mengetahui perbandingan flowrate dengan Q juga dapat dilihat pada data
pengamatan, dimana semakin tingi flowratenya, maka nilai Q semakin tinggi pula. dan
semakin besar

Waktu vs LMTD pada PSV 50%


11.6
11.4
11.2
11
10.8
LMTD (C) 10.6

LMTD (C)

10.4
10.2
10
9.8
0

10

12

Waktu (menit)

Grafik 1. Waktu vs LMTD pada PSV 50%

Waktu vs LMTD pada PSV 65%


10.5000
10.4000
10.3000
10.2000
10.1000
LMTD (C) 10.0000
9.9000
9.8000
9.7000
9.6000
9.5000
0

LMTD (C)

10

12

Waktu (menit)

Grafik 2. Waktu vs LMTD pada PSV 65%

Waktu vs LMTD pada PSV 75%


10.0000
9.8000
9.6000
9.4000
LMTD (C)

LMTD (C)

9.2000
9.0000
8.8000
8.6000
0

10

12

Waktu (menit)

Grafik 3. Waktu vs LMTD pada PSV 75%

Waktu vs LMTD pada PSV 95%


9.2000
9.0000
8.8000
8.6000
LMTD (C) 8.4000

LMTD (C)

8.2000
8.0000
7.8000
0

10

12

Waktu (menit)

Grafik 4. Waktu vs LMTD pada PSV 95%