Anda di halaman 1dari 5

Pembenihan ikan komet

Ikan Komet termasuk ke dalam family Cyprinidae. Ikan Komet se-family dengan ikan
Mas Koki, oleh karena itu habitat dan kebiasaannya pun sama. Perbedaannya hanya
postur tubuh yang lebih tinggi memanjang dari pada ikan Mas Koki (Lingga dan
Susanto 1999).
Ikan Komet dapat dipelihara dengan ikan jenis lain dengan kisaran suhu air antara
19- 28C sementara kisaran pHnya antara 7-7,5. Ikan Komet mencapai usia
dewasa pada umur 6 bulan. Pemijahannya membutuhkan media berupa tali rafia
yang dicabik-cabik atau dengan tanaman air seperti eceng gondok (Eichornia
crassipes) (Lingga dan Susanto 1999).

Ikan komet bertelur banyak, ikan ini bertelur sembarangan dan diserakkan bisa ditanaman air
atau dijatuhkan di dasar perairan. Ikan komet dapat sering terkena penyakit jika kondisi kolam
cepat kotor, sebab yang sering muncul dikarenakan ikan komet banyak membuang kotoran yang
dapat menjadikan kolam cepat kotor. Ikan komet (carassius auratus-auratus) merupakan jenis
ikan yang hidup diperairan tawar dengan kondisi perairan tenang dengan udara sejut.

Reproduksi Ikan Komet


Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah,
induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan
yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat
menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.
Sifat telur ikan Komet adalah menempel pada substrat. Telur ikan Komet berbentuk bulat,
berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran telur bervariasi,
tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam telur yang
telah dibuahi oleh spermatozoa. Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh
menjadi larva. Larva ikan Komet mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar
sebagai cadangan makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 24 hari.
Larva ikan Komet bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,50,6 mm dan
bobotnya antara 18-20 mg. Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5
hari. Pada stadia kebul ini, ikan Komet memerlukan pasokan makanan dari luar untuk

menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari zooplankton, seperti rotifera,
moina, dan daphnia.
Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya. Setelah 2-3
minggu, kebul tumbuh menjadi burayak yang berukuran 1-3 cm dan bobotnya 0,1-0,5 gram.
Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh menjadi putihan (benih yang siap untuk
didederkan) yang berukuran 3-5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram. Putihan tersebut akan tumbuh
terus. Setelah tiga bulan berubah menjadi gelondongan yang bobot per ekornya sekitar 100 gram.
Parameter Pemijahan Ikan Komet
Umur Ikan
Suhu
Ikan Besar
21-28 Derajar C
Larva Ikan
26-29 Derajat Celcius

pH Oksigen Umur Indukan Jumlah Telur


5.5-7,5 >4
> 8 Bulan
>1000-5000
5.5-7,5 >5

1. Persiapan wadah pemijahan Ikan Komet

Sediakan aquarium ukuran min 60x40x40 cm

Air yang digunakan untuk pemijahan ini adalah air yang berasal dari air sumur yang
sudah diendapkan selama 24 jam,

Ketinggian air pemijahan 30 cm,

Sediakan substrat tanaman air dan tanaman mengapung seperti eceng gondok

2. Memilih induk Ikan Komet


Ciri - Ciri indukan ikan komet yang sudah matang gonad sebagai berikut :
Induk Jantan Ikan Komet
Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar.
Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna
putih
Induk Betina Ikan Komet
Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.
Jika diurut, keluar cairan kuning bening. Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan
lubang genital kemerahan merahan.
Perbandingan jumlah induk Ikan Komet untuk pemijahan adalah 1 : 2 ( jantan : betina) ,
induk harus sudah matang gonad dengan umur minimal 8 bulan, jika di lihat secara kasat mata
ikan yang matang gonad biasanya sudah mulai kejar - kejaran jika digabungkan satu kolam.

3. Pemijahan Ikan Komet


Induk dimasukkan dalam akuarium yang sudah dilengkapi dengan tanaman air.
Pemijahan ikan komet berlangsung pada malam hingga waktu dini hari. Induk dimasukkan pada
sore hari, biasanya besok sudah menempel pada enceng gondok.
4. Penetasan telur Ikan Komet

Setelah pemijahan induk ikan komet diangkat atau dikeluarkan dari dalam akuarium.

Setelah 2 3 hari telur akan menetas, setelah menetas kemudian enceng gondok diangkat
dari dalam akuarium.

Buang air separu ganti dengan yang air baru yang sudah diendapkan secara hati-hati

5. Pemeliharaan Larva Ikan Komet

Larva umur 7 hari hanya sebesar jarum, sudah dapat memakan pakan alami, sesuai
ukuran mulut ikan

Pemberian pakan tambahan diperlukan setelah 15 hari pemeliharaan. Memasuki


pemeliharaan 15 hari kedua harus ada aliran air masuk, apalagi setelah pakan tambahan
mulai diberikan. Genap diusia sebulan, anak komet mulai tampak bentuk aslinya.

10.1.Analisis Usaha Budidaya ikan komet


Analisis budidaya ikan komet dengan luas lahan 70 m2
(kapasitas 1000 ekor)
selama 7 bulan pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat.
1) Biaya produksi
a. Sewa dan pembuatan kolam Rp. 1.500.000,b. Benih ikan 1.000 ekor, @ Rp.100,- Rp.

100.000,-

c. Pakan
- Cacing rambut 150 kg @ Rp. 1.500,- Rp.
- Pelet udang 10 kg @ Rp. 9.500,- Rp.

225.000,95.000,-

- Tepung jagung 50 kg @ Rp. 1.500,- Rp.


- Ganti air 7 bulan x 4 x2 @ Rp. 5.000,- Rp.

75.000,140.000,-

- Tenaga kerja 28 minggu @ Rp.10.000,- Rp.


- Obat-oabatan Rp.
d. Peralatan Rp.
e. Lain-lain Rp.

280.000,-

10.000,50.000,-

150.000,-

Jumlah biaya produksi Rp. 2.625.000,2) Pendapatan


a. Panen I (2 bulan) 400 ekor @ Rp.1.000,- Rp.
b. Panen II (4 bulan) 250 ekor @ Rp. 3.000,- Rp.

400.000,750.000,-

c. Panen III ( 2 bulan) 250 ekor @ Rp. 10.000,- Rp. 2.500.000,Jumlah pendapatan Rp. 3.650.000,3) Keuntungan dalam 7 bulan Rp. 1.025.000,a. Keuntungan per bulan Rp.
4) Parameter kelayakan usaha
B/C ratio 1,39

146.425,-

Dapus
www.alamikan.com Ikan Hias Ikan Komet