Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

MATA KULIAH AUDIT ENERGI


Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Audit Energi pada Semester V di Jurusan Teknik Konversi Energi

Dosen Pengampu: Kholiq Hermawan, Ir., M.T.


NIP. 19631230 199003 1 002

Oleh
LUTHFI ASSHIDIQI

131711064

SUSILO ADI PRANOTO

1317110--

DEPARTEMEN TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

PERALATAN KERJA dan PERALATAN K3 pada


SEKTOR DISTRIBUSI dan TRANSMISI

I.1. PERALATAN KERJA PADA TIANG/TRANSMISI


Peralatan kerja yang dibutuhkan untuk pekerjaan pada tiang/transmisi menyesuaikan dengan
jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Pada praktek transmisi yang dilakukan oleh praktikan di
lokasi praktek hanya melakukan simulasi memanjat tower/menara transmisi saja tanpa
melakukan pekerjaan pemeliharaan ataupun penggantian komponen di tower. Apabila suatu
saat dilakukan pekerjaan misalnya penggantian isolator suspense 150kV dengan metode Hot
Stick dalam keadaan bertegangan maka langkah-langkah dan prosedur kerja serta hal penting
I.1.1.

yang harus diketahui adalah sebagai berikut:


Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB)
Penggantian Isolator Suspensi pada SUTT 150 kV dengan Metode Hot Stick
dalam keadaan bertegangan ini termasuk Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan
(PDKB). Dengan adanya PDKB ini, maka proses penggantian isolator pada SUTT tidak
perlu dalam keadaan padam listrik. Sehingga kerugian material yang ditanggung PT.

PLN dapat diminimalisir.


I.1.2. Teknik Memanjat Tower Lattice
Untuk mengganti isolator suspensi pada suatu
kemampuan yang

Tower Lattice, dibutuhkan

mumpuni dalam hal memanjat. Terdapat teknik

tertentu untuk

melakukan suatu pemanjatan. Petugas yang berwenang biasanya memanjat dengan


menggunakan 2 (dua) cara yaitu :
Pemanjatan tower melalui step bolt
Pemanjatan tower melalui rangka diagonal
I.1.2.1. Pemanjatan Tower Melalui Step Bolt
Step bolt adalah salah satu peralatan tower yang berbentuk mur baut yang
terpasang teratur mulai dari kaki tower sampai puncak tower untuk keperluan
pemanjatan petugas ke tower bagian atas baik ke puncak tower, cross arm atau
pada tempat lainnya.
I.1.2.2. Pemanjatan Tower Melalui Rangka Diagonal

Gambar Pemanjatan Tower Melalui Step


Bolt

Dengan menggunakan lanyard petugas pemanjatan tower tidak harus melalui


step bolt, dengan cara ini pemanjatan tower transmisi dapat dilakukan melalui
rangka-rangka tower yaitu melalui diagonal dan leveler sampai ke tempat yang
ditentukan untuk bekerja. Cara ini utamanya diperlukan apabila besi-besi step bolt
yang mestinya terpasang tidak ada pada tempatnya sehingga pemanjatan melalui
step bolt tidak dapat dilakukan dengan aman dan nyaman.
I.1.3. Metode Penggantian Isolator
Secara umum, penggantian isolator pada SUTT dalam keadaan bertegangan dapat
dilakukan dengan

menggunakan 2 metode, yaitu metode Hot Stick dan

Barehand. Keduanya akan dijelaskan pada subbab berikut.


I.1.3.1. Metode Hot Stick
Metode ini merupakan metode yang pertama kali
penggantian isolator dalam keadaan

metode

dilakukan untuk

bertegangan. Pada metode ini, pekerja

(linesman) tidak menyentuh peralatan yang bertegangan secara langsung dengan


tangan. Melainkan dengan menggunakan peralatan-peralatan yang bersifat isolatif.
Peralatan ini sengaja dibuat bersifat isolatif karena digunakan untuk memisahkan
dua tegangan yang berbeda, yaitu tegangan kawat fasa dan tegangan orang yang
mengganti isolator (ground). Dengan adanya peralatan ini dan jika melakukannya
dalam

jarak aman, maka dapat dipastikan orang yang

penggantian isolator ini dalam keadaan aman.


Gambar metode Hot Stick

I.1.3.2. Metode Barehand

melakukan pekerjaan

Metode ini merupakan pengembangan dari metode Hot Stick. Digunakannya


metode ini adalah karena penggunaan dari metode Hot Stick tidak efektif lagi
untuk sistem transmisi dengan tegangan ekstra tinggi.

Hal ini dikarenakan,

semakin tinggi tegangan maka sistem isolasi juga akan semakin tebal. Semakin
tebalnya sistem isolasi suatu peralatan, maka akan semakin berat pula peralatan
tersebut untuk dibawa. Oleh karenanya, dikembangkanlah metode Barehand. Pada
metode ini, pekerja (linesman) akan dialiri tegangan yang sama dengan tegangan
kawat fasa. Samanya tegangan pada tubuh si pekerja dengan kawat fasa ini
dikarenakan pekerja (linesman) ini menggunakan pakaian yang konduktif yang
dapat mengalirkan tegangan.

Gambar: metode Barehand

Metode ini didasari oleh konsep yang sederhana, yaitu merpati yang tidak
mati walaupun hinggap di kawat transmisi. Merpati yang tidak tersengat listrik ini
disebabkan karena kedua kaki dari merpati tersebut hanya berpijak pada satu kawat
saja. Berbeda jika satu kaki merpati berpijak pada kawat fasa, dan kaki lainnya
berpijak pada kawat ground, maka dapat dipastikan.

I.1.4. Peralatan Kerja

I.1.5. Prosedur Kerja Secara Umum


1. Menyiapkan dan merangkai alat
2. Pekerja (linesman) mulai memanjat tower dengan bantuan live line rope
3. Alat yang telah dipersiapkan dan dirangkai didasar tower tadi, dinaikkan ke puncak
tower dengan menggunakan handline
4. Memasang alat-alat tersebut sesuai posisinya sehingga mampu menggantikan isolator
untuk menopang konduktor yang ditopangnya.
5. Mengaitkan sisi hot end dari isolator dengan handline
6. Melepaskan salah satu sisi (hot end) dari isolator
7. Melepaskan sisi isolator yang lain (cold end) dari tower sehingga isolator terlepas
8. Menurunkan isolator dari puncak tower ke dasar tower dengan bantuan handline
9. Setelah sampai didasar, isolator diganti dengan isolator yang baru
10. Setelah itu, isolator baru tersebut dinaikkan menuju ke puncak tower lagi dengan
menggunakan bantuan handline
11. Begitu sampai dipuncak tower, memasang sisi cold end pada tower
12. Memasang sisi hot end pada isolator
13. Melepas handline dari isolator
14. Menurunkan alat-alat yang digunakan untuk menopang isolator dengan handline
15. Para pekerja turun dari puncak tower dan melakukan evaluasi

I.2. PERALATAN K3 dan APD (Alat Pelindung Diri)


Fungsi APD adalah mengurangi akibat / resiko dari suatu kecelakaan APD bukan untuk
mencegah kecelakaan, pemakaian apd tidak menjamin pemakaian bebas dari kecelakaan,
karena :
Kecelakaan ada sebabnya, pencegahan kecelakaan hanya bisa dilaksanakan jika sebab

sebab kecelakaan dihilangkan.


Adanya gerakan tak sadar / reflek dari pemakainya.
APD mempunyai kemampuan terbatas.
Peralatan-peralatan APD yang digunakan untuk pekerjaan pada tiang/transmisi antara

lain:
1. Full body harness
Berfungsi sebagai pengaman personil dari bahaya jatuh.
Gambar: Full Body Harness

2. Layard
Berfungsi sebagai pengaman personil saat memanjat & menuruni tower.

Gambar: Layard

3. Safety Helmet
Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benturan pada bagian keras dan benda jatuh.
Gambar: Safety Helmet

4. Safety Shoes
Berfungsi untuk melindungi kaki dari bahaya terbentur serta tertimpa material tajam.
Gambar: Safety Shoes

5. Sarung tangan kulit/katun


Berfungsi untuk melindungi tangan.

Gambar: Sarung Tangan Kulit/Katun

6. Kacamata
Berfungsi untuk melindungi mata dari bahaya sinar ultraviolet langsung serta
material kecil (debu).

Gambar: Kacamata

7. Keyker/Teropong
Berfungsi sebagai alat bantu visual untuk memeriksa bagian-bagian tower yang
kurang jelas dari posisi jarak tertentu.
Gambar: Teropong

8. Peralatan komunikasi
Berfungsi sebagai alat komunikasi 2 (dua) arah.

Gambar: Peralatan Komunikasi

REFERENSI
http://opi.pln-jatim.co.id/data/buku/ifwrx4mdnv.gr.pdf
http://documents.tips/documents/tugas-kelompok-alat-penyambung-tegangan-tinggi-alatpelindung-tegangan-tinggi.html
https://www.scribd.com/doc/130828899/LAPORAN-PRAKTIKUM-TRANSMISI