Anda di halaman 1dari 5

LAMPIRAN

A. Pengertian ASI Eksklusif


ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi tanpa memberikan
makanan atau minuman lain sejak lahir sampai usia 6 bulan, kecuali obat
dan vitamin. (Depkes, 2005).
B. Jenis-Jenis ASI
1. Kolostrum
Kolostrum dalah cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara
dari hari pertama sampai hari ke-4. Kolostrum yang sifatnya kental dan
berwarna kekuningan karena mengandung beta karoten dan
dibutuhkan oleh bayi baru lahir. Kolostrum merupakan pencahar
(pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga
mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima ASI.
Hal ini menyebabkan bayi yang mendapat ASI pada minggu pertama
sering defekasi dan feses berwarna hitam.
Kandungan tertinggi dalam kolostrum adalah antibodi yang siap
melindungi bayi ketika kondisi bayi masih sangat lemah. Kandungan
protein dalam kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan
protein dalam ASI matur. Jenis protein globulin membuat konsistensi
kolostrum menjadi pekat/padat sehingga bayi lebih lama merasa
kenyang meskipun hanya mendapat sedikit kolostrum. Kandungan
hidrat arang dalam kolostrum lebih rendah dibanding ASI matur. Ini
disebakan oleh aktivitas bayi pada tiga hari pertama masih sedikit dan
tidak terlalu banyak memerlukan kalori. Mineral terutama natrium,
kalium, dan klorida dalam kolostrum lebih tinggi dibanding ASI matur.
Vitamin yang larut di air lebih sedikit.
Lemak kolostrum yang lebih banyak mengandung kolesterol dan lisatin
sehingga bayi sejak dini sudah terlatih mengolah kolesterol. Kolesterol
ini di dalam tubuh bayi membangun enzim yang mencerna kolesterol.
Karena adanya tripsin inhibitor, hidrolisis protein di dalam usus bayi

menjadi kurang sempurna. Hal ini sangat menguntungkan karena dapat


melindungi bayi bila ada protein asing yang masuk akan terhambat
dengan volume kolostrum yang meningkat, akibat isapan bayi baru
lahir secara terus-menerus. Hal ini yang mengharuskan bayi segera
setelah lahir diberikan kepada ibunya untuk ditempelkan ke payudara,
agar bayi dapat sesering mungkin menyusui.
2. ASI Transisi
ASI Transisi diproduksi pada hari ke-4 sampai hari ke-10. ASI transisi
memilki protein makin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang
makin tinggi. Hal ini merupakan pemenuhan terhadap aktivitas bayi
yang mulai aktif karena bayi sudah beradaptasi terhadap lingkungan.
Pada masa ini, pengeluaran ASI mulai stabil begitu juga kondisi fisik ibu.
Keluhan nyeri pada payudara sudaj berkurang. Oleh karena itu, yang
perlu ditingkatkan adalah kandungan protein dan kalsium dalam
makanan ibu.
3. ASI matur, yaitu ASI yang disekresi dari hari ke-10 sampai seterusnya.
ASI matur merupakan nutrisi yang terus berubah disesuiakan dengan
perkembangan bayi sampai usia 6 bulan. ASI matur merupakan cairan
yang berwarna kekuning-kuningan yang diakibatkan waran garam dan
kalsium casenat, riboflamin dan karoten. ASI matur ini mengandung
antibodi, enzim dan hormon dan memiliki sifat biokimia yang khas yaitu
kapasitas buffer yang rendah dan adanyan faktor bifidus.
C. Manfaat ASI Bagi Bayi dan Ibu
Meurut Professor Guida moro dari Melloni Maternity Hospital di Milan
tentang manfaat ASI 2/3 dari sistem kekebala tubuh bayi ada dibagian
perutnya, sehingga sangat penting untuk memperhatikan apa yang ia
makan dan minum. Itu sebabnya mengapa bayi baru lahir sangat
membutuhkan ASI terutama selama 6 bulan pertama kehidupannya.
Manfaat ASI bagi bayi adalah :
1. Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
2. Menurunkan terjadinya resiko alergi.

3. Menurunkan terjadinya resiko penyakit pada saluran cerna, seperti diare


4.
5.
6.
7.

dan meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan.


Menurunkan resiko gangguan pernapasan, seperti flu dan batuk.
Mendukung pertumbuhan kecerdasan anak.
Mendukung pertumbuhan flora usus.
Memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan seimbang (hanya ASI yang
memilikinya).

Manfaat pemberian ASI pada bayi bagi ibu, yaitu :


1. Mencegah perdarahan
2. Mendorong terjadinya kontraksi uterus dan mencegah perdarahan yang
membantu mempercepat proses involusi uterus.
3. Mengurangi berat badan
4. Mengurangi resiko terkena kanker payudara.
5. Praktis dan ekonomis.
D. Teknik Menyusui yang Benar
1. Cucilah tangan sebelum meneteki.
2. Mengoleskan ASI sedikit di putting dan sekitar areola payudara.
3. Ibu duduk dengan kursi bersandar dan rendah atau berbaring.
4. Bayi diletakkan menghadap perut ibu atau payudara.
5. Bayi dipegang belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi
pada lengkung siku

ibu, bokong ditahan dengan telapak tangan.,

kepala bayi tidak menengadah.


6. Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu, yang satu di depan
badan ibu.
7. Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap
payudara.
8. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
9. Ibu menatap dengan kasih sayang.
10.
Payudara dipegang dengan ibu jari, jari yang lain berada di
bawah.
11.
Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut dengan menyentuh
pipi dan putting susu atau menyentuh sisi mulut bayi.
12.
Setelah bayi membuka mulut, kepala bayi didekatkan pada
payudara.

13.

Usahakan sebagian besar areola payudara masuk kedalam mulut

bayi.
14.
Setelah bayi mulai menghisap tidak perlu dipegang atau
disangga.
15.
Melepas isapan bayi
16.
Jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut
atau dagu bayi ditekan ke bawah.
17.
Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian
dioleskan pada putting susu dan areola sekitarnya. Biarkan kering
dengan sendirinya.
18.
Menyendawakan bayi :
Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian
punggung ditepuk perlahan lahan atau bayi tidur tengkurap di
pangkuan ibu, kemudian punggungnya ditepuk perlahan lahan.
E. Cara Melakukan Perawatan Payudara
1. Persiapan Alat
a. Baby oil secukupnya.
b. Kapas secukupnya
c. Waslap, 2 buah
d. Handuk bersih, 2 buah
e. Bengkok
f. 2 baskom berisi air (hangat dan dingin)
g. BH yang bersih dan terbuat dari katun
2. Persiapan Ibu
a. Cuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir dan keringkan
dengan handuk.
b. Baju ibu bagian depan dibuka
c. Pasang handuk
3. Pelaksanaan Perawatan Payudara
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan
perawatan payudara pasca persalinan, yaitu:
a. Puting susu dikompres dengan kapas minyak selama 3-4 menit,
kemudian bersihkan dengan kapas minyak tadi.
b. Pengenyalan yaitu puting susu dipegang dengan ibu jari dan jari
telunjuk diputar kedalam 20 kali keluar 20 kali.
c. Penonjolan puting susu yaitu :
1) Puting susu cukup ditarik sebanyak 20 kali
2) Dirangsang dengan menggunakan ujung waslap
3) Memakai pompa puting susu

d. Pengurutan payudara:
1) Telapak tangan petugas diberi baby oil kemudian diratakan
2) Peganglah payudara lalu diurut dari pangkal ke putting susu
sebanyak 30 kali
3) Pijatlah puting susu

pada

daerah

areola

mammae

untuk

mengeluarkan kolostrum.
4) Bersihkan payudara dengan air bersih memakai waslap.
Gambar 2.1. Pengurutan buah dada dari tengah ke samping
kemudian ke bawah
Gambar 2.2. Pengurutan buah dada berputar dari tengah ke
samping kemudian ke bawah
Gambar 2.3. Pengurutan buah dada berputar dari tengah ke
samping kemudian ke bawah
Gambar 2.4. Pengurutan buah dada dari pangkal ke puting.
e. Perangsangan Payudara
Setelah selesai pengurutan, payudara disiram dengan air hangat dan
dingin secara bergantian selama 5 menit (air hangat dahulu
kemudian

air

dingin).

Kemudian

pakailah

BH

(kutang)

yang

menyangga payudara. Diharapkan dengan melakukan perawatan


payudara, baik sebelum maupun sesudah melahirkan, proses laktasi
dapat berlangsung dengan sempurna.