Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

ALAT PEMELIHARAAN TANAMAN (PENYEMPROT DAN POMPA)

Oleh:
Dian Novitasari
NIM A1H010006

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2011

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Setelah proses penanaman, tanaman harus dirawat atau dipelihara agar


tumbuh dan pada saat panen menghasilkan jumlah yang banyak. Perawatan
tersebut antara lain pengairan yang cukup, pemupukan yang cukup dan
penyemprotan hama dengan menggunakan inteksida.
Dalam budidaya pertanian, pasti akan menemui kendala atau yang dapat
menghambat petani untuk mengembangkan usaha pertaniannya. Oleh karena itu,
banyak petani

mempergunakan alat-alat yang berfungsi untuk memelihara

tanaman atau bisa dikatakan sebagai alat pemelihara tanaman. Penggunaan alatalat ini bertujuan untuk memperkecil kerusakan pada tanaman yang diakibatkan
oleh factor-faktor penghambat, misalnya gulma, hama, ataupun topografi dan
jarak sumber mata air dengan lahan pertanian. Sesuai perkembangan teknologi
dibulat alat yang dapat membantu petani dalam pemeliharaan tanaman. Alat
tersebut antara lain sprayer dan pompa. Splayer berguna untuk memecah suatu
cairan atau larutan suspensi menjadi tetesan (butiran tetesan-droplets) yang besar
ukurannya tertentu. Sprayer dapat digunakan untuk menyemprot hama tanaman
dengan menggunakan inteksida cair.
Pompa sebagai alat yang digunakan untuk menaikkan air ke tempat yang
lebih tinggi agar air dapat mengalir ke tempat yang akan dialiri untuk irigasi
pertanian. Dalam pemeliharaan tanaman dengan adanya pompa memudahkan
petani untuk mendapatkan air yang cukup untuk irigasi pertanian apabila terjadi
musim kemarau berkepanjangan.

1.
2.
3.
4.

B. Tujuan
Mengetahui bagian-bagian utama sprayer dan fungsinya.
Mengetahui prinsip kerja sprayer.
Mengukur laju cairan pada power sprayer.
Mengukur sudut semprot nosel penyemprot gendong semi otomatis.

A.

II.
TINJAUAN PUSTAKA
Mesin Penyemprot (Sprayer)
Sprayer merupakan alat/mesin untuk memecah suatu cairan atau larutan
suspensi menjadi tetesan (butiran tetesan-droplets) yang besar ukurannya
tertentu.
1. Alat Penyemprot Tangan/ Penyemprot Gendong (Hand Sprayer)
Penyemprot yang umum digunakan oleh petani adalah Penyemprot
Tipe Gendong biasanya besar ukuran butiran yang dihasilkan oleh alat ini
antara 100-400

106

cm. Penyemprot tipe gendong terdiri atas dua

jenis berdasarkan jenis pompa yang digunakan, yaitu penyemprot gendong


otomatis yang menggunakan pompa angin dan penyemprot gendong semi
otomatis yang menggunakan pompa isap (tekan).
Penyemprot tipe gendong, terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu:
a. Bagian Tangki (Reservoir)
b. Bagian Pompa (unit pompa)

c. Bagian Pengabut (unit selang dan pelengkap nozzle)


a. Bagian Tangki
Ada dua macam bentuk tangki yang pada umumnya dipakai, yaitu:
1. Bentuk bulat panjang atau silinder (pada penyemprot otomatis)
2. Bentuk bulat pipih (penampang melintang) berbentuk ellips dan
bagian belakang disesuaikan dengan lekuk punggung (pada
penyemprot semi otomatis).
Bagian tangki terbuat dari bahan logam campuran (perunggu),
pelat baja atau bahan-bahan sintetis (plastic). Tangki pada alat
penyemprot harus memenuhi syarat-syarat seperti: praktis, ringan,
tahan karat, dan tahan terhadap bahan-bahan reaktif. Tangki alat
penyemprot memiliki tebal bekisar antara 0,6 mm, kecuali yang
terbuat dari bahan plastic dapat lebih tebal.
Komponen-komponen penting yang terdapat pada tangki,yaitu :
a. Tali atau sabuk penyandang.
b. Pipa pendekyang terdapat pada lubang pengisian.
c. Lubang penguras.
d. Pipa pengeluarn tambahan.
e. Menometer dan katub pengaman.
f. Pelat punggung
b. Bagian Pompa
Unit

pompa

merupakan

komponen

yang

terpenting

dari

penyemprot gendong. Tipe penyemprot gendong ada dua berdasarkan


tipe pompanya, yaitu:
1.

Tipe pompa angin


Penyemprot gendong dengan pompa angin dikenal dengan
sebutan penyemprot gendong otomatis.
Kampas (torak) pompa angin ada 2 macam, yaitu:
a. Torak bentuk mangkuk (yang terbuat dari kulit)
b. Torak bentuk paking (yang terbuat dari karet)
Demikian pula katub pompa (klep) ada 2 macam:
a. Katub bola terbuat dari besi
b. Katub piringan yang terbuat dari plastic, karet, atau pelat
logam.
Pegangan tangkai pompa (handle) pada umumnya terbuat
dari kayu, akan tetapi ada juga yang terbuat dari logam.

Pada dudukan silinder pompa di atas tangki terdapat paking


karet untuk menghindari terjadinya kebocoran. Tutup kepala
silinder dilengkpi dengan kancing kait untuk pegangan tangki
pompa.
Pada tipe pompa angin, diperlukan sejumlah pemompaan
untuk memasukkan angin (udara) sehingga terdapat cukup
tekanan udara untuk menyemprotkan habis seluruh cairan dalam
2.

tangki, tanpa pemompaan ulang karena itulah disebut otomatis.


Tipe pompa hisap
Penyemprot tipe gendong dengan pompa hisap dikenal
dengan dengan sebutan penyemprot gendong semi otomatis. Pada
tipe pompa cairan (hisap) pemompaan tambahan diperlukan terusmenerus selama pekerjaan penyemprotan berlangsung, supaya
diperoleh kondisi semprotan yang konstan. Karena itulah maka
disebut semi otomatis.
Terdapat dua katup yang fungsi dan letak ruangannya
terpisah. Di bagian bawah penyemprot terdapat ruang hisap dan
katupnya disebut katup hisap (H). Dekat di bagian pengeluaran
(sebelum memasuki tabung udara) terdapat ruang dan katup tekan
(T).
Pada penyemprot, katup hisap berfungsi untuk pemasukkan,
sedangkan katup tekan berfungsi untuk pengeluaran. Tabung
udara

memungkinkan

terjadinya

semprotan

yang

konstan/kontinyu, apabila cairan yang masuk ke dalam tabung


memampatkan udara di dalamnya sampai tersedia volume 1/3 dari
seluruh isi, dan udara yang termampatkan bersifat ngeper (seperti
pegas) terhadap cairan.
c.

Bagian Pengabut
Unit komponen ini terdiri atas 3 bagian penting, yaitu:
1. Selang
Panjang selang penyembur rata-rata 1 meter. Ujung satu diberi mur
penguat yang ditautkan pada pipa (keran utama) tangki, sedang ujung
lainnya terpaut pada pegangan (handle) lengkap dengan keran semprot.

2.

Laras penyemprot
Panjang laras penyemprot rata-rata 45-50 cm. Bahannya terbuat dari
logam

campuran dan ada yang diberi lapisan krum di bagian luar agar

mengkilat,putih dan menarik.


3. Kepala penyemprot (Nozzle)
Nozzle merupakan kepala penyemprot pada selang. Bentuk nozzle ada
beragam , antara lain jenis tunggal dan jenis ganda. Nozzle berfugsi
memecah larutan semprot menjadi droplet.
Macam-macam bentuk Nozzel :
a.
Nozzle hidraulik
Nozzle hidraulik bekerja dengan memanfaatkan tekanan

b.

hidraulik. Nozzle hidraulik ada beberapa macam, yaitu:


1. Nozzle dengan pola semprotan berbentuk krucut (cone nozzle)
2. Nozzle dengan pola semprotan berbentuk kipas (fan nozzle)
3. Nozzle polijet
4. Nozzle tipe senapan (spray gun nozzle)
Nozzle cakram berputar
Komponen utama nozzle ini adalah piringan (cakram, disc)
yang

c.
d.

berputar. Nozzle cakram berputar menghasilkan droplet

yang lebih seragam disbanding dengan nozzle hidraulik.


Rotary automizer
Nozzle type kanon

2. Pengabut Bermotor Tipe Gendong (Power Mist Blower and Duster)


Berdasarkan prinsip kerjanya, pengabut bermotor dibagi menjadi:
a. Pengabut bermotor dengan perlengkapan pompa (Mist pump)/ Agitasi
mekanis.
b. Pengabut bermotor dengan system tekanan udara (Air pressure)/ Agitasi
udara
Bagian utama mesin pengabut, terdiri dari:
1. Unit tangki
2. Unit penghembus (Air Blower)
3. Bagian/perlengkapan selang, pipa dan kepala penghembus
Berdasarkan sistemnya, pengabut bermotor dibagi menjadi:
1. Pengabut bermotor dengan system pompa
2. Pengabut bermotor dengan system tekanan udara
3.

Mesin Penyemprot Tekanan Tinggi (High Pressure Power Sprayer)


Menurut cara penggunaannya, ada beberapa tipe mesin penyemprot
tekanan tinggi, yaitu:

1. Tipe Gendong : biasanya digandeng dengan mesin traktor.


2. Tipe Gerobak : dilengkapi dengan dua roda yang dapat ditarik atau
didorong oleh tenaga orang melalui 2 batang pegangan.
3. Tipe Duduk (tetap) : dengan kerangka besi, berikut 4 pegangan yang
dapat diangkat oleh 2 tenaga manusia bila diperlukan pindah tempat.
Sebagai sumber tenaga dipergunakan motor.
Berdasarkan kedudukan silinder pompa ada yang posisi ke atas
(vertical) dan ada pula dengan posisi datar (horizontal). Sedangkan
jumlah silinder (plunyer/torak) umumnya terdiri dari 3 buah.
Komponen-komponen utama mesin penyemprot tenaga tinggi yaitu:
1. Unit Ruang Hisap/Pemasukan (Suction Box).
Terdiri atas pipa pemasukan dan katup penghisap. Bagian yang
2.
a.
b.
c.
d.
e.

berfungsi penting pada ruang hisap adalah katup hisap.


Unit Ruang Tekan/Pengeluaran (Discharge Box), terdiri atas:
Katup tekan
Pipa dan keran pengeluaran
Tabung udara
Tuas pengatur tekanan dan pipa pelimpahan
Ukuran tekanan (manometer)
Pipa pengeluaran biasanya ada 2 buah, kadang-kadang terdapat 3
buah. Umumnya yang dipergunakan untuk penyemprotan hanya 1
buah. Sedangkan pipa pengeluaran ketiga biasanya dipergunakan
untuk keperluan pengairan. Tabung udara fungsinya sangat penting
sebagai faktor terjadinya kontinyuitas, tekanan dan kondisi
semprotan yang konstan.
Tuas pengatur tekanan berfungsi sebagai alat pengatur untuk
menaikkan atau menurunkan tekanan sesuai dengan yang kita
dikehendaki. Pada bagian ini terdapat pula lubang pengeluaran yang
disebut saluran pelimpahan. Disamping terdapat tuas penetral juga

terdapat perlengkapan sekrup pengatur.


3. Unit Pompa (Plunyer/Torak)
Di dalam silinder tedapat unit suku penting, yang menentukan
kerjanya pompa dengan baik. Unit pompa merupakan kumpulan
beberapa suku yang berfungsi. Fungsi unit pompa yaitu:
a. Pelumasan terhadap plunyer pompa.
b. Penyekat untuk mrnghindari plunyer bergesekan langsung antara
logam dengan logam.

c.

Meniadakan kebocoran melalui bagian terbuka antara silinder da

bak engkol.
d. Pemisah antara cairan di satu pihak (ruang tekan) dengan minyak
pelumas di pihak lain (bak engkol).
4. Bak Poros Engkol/Karter (Crank chamber)
Bak engkol (karter) merupakan ruang dimana bagian-bagian
seperti batan torak berada.
5. Perlengkapan selang, laras dan nozzle

B. Pompa
Pompa adalah suatu mesin yang dapat merubah suatu energy mekanis
motor penggerak menjadi energy fluida (zat cair, gas) dengan tujuan
mengalirkan, menaikkan, dan memampatkan (gas).(Haryono,1982 halaman
16)
Dalam mekanisasi bidang perairan, pompa berfungsi untuk melancarkan
aliran/kebutuhan air bagi pertnian dan terutama dapat menaikkan air dari
dalam tanah atau dari dalam sungai hingga ke daerah pertanian.
Tipe pompa yang diperlukan tegantung dari daya hisap dan daya
tekannya. Tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan pompa berasal
dari tenaga manusia, angina tau motor. Ada beberapa tipe pompa yang
umumnya dipergunakan di di daerah pertanian, yaitu:
1. Pompa plunyer, yang sesuai untuk sumur dalam
2. Pompa torak, yang dapat digunakan untuk sumur dangkal.
3. Pompa sentrifugal.
4. Pompa propeller (axial).
a. Pompa plunyer.
Tipe konvensionil untuk sumur dalam ialah sebuah pompa plunyer
yang ditaruh di dalam sumur dan digerakkan dengan system tungkai dan
proses engkol atau tungkit di atas tanah yang berasal dari kincir angin,

motor atau listrik. Plunyer yang biasanya terbuat dari kuningan dilengkapi
dengan katup-katup hisap dan tekan.
Motor penggerak gigi reduksi dengan transmisi V-belt, dan plunyer
bergerak biasanya pada 25-90 gerakkan per menit. Air dapat diangkat
setinggi 130-175 M. Pompa dengan kekuatan yang khas, 1HP dengan
silinder diameter 6,25 cm. Pada 45 gerakkan per menit didalam sumur
sedalam 24 M dan tinggi capai (total head) dari 75 M, dapat diharapkan
mempunyai kapasitas sebesar 17,2 liter per menit.
b. Pompa torak.
Pompa kecepatan tinggi yang digerakkan secara elektris, cocok untuk
dipakai pada sumur rendah. Alat ini terdiri dari torak yang bergerak bolakbalik di dalam silinder kecil yang mempunyai lubang-lubang hisap dan
pengeluaran. Volume dari silinder kecil, kira-kira 38 ml tapi gerakkan,
dengan dengan pompa yang hampir horizontal dengan gerakan ganda
(double acting). Instalasi yang khas dengan tenaga 0,3 HP akan
mempunyai kapasitas sebesar 19 liter per menit dengan tinggi capai 40 M.
c. Pompa sentrifugal
Merupkan jenis yang sederhana dan mudah dalam pemeliharaan,
tetapi efisiensinya lebih rendah disbanding dengan pompa torak dan
plunyer. Dalam tipe yang sederhana, baling-baling melentur digerakkan
dengan kecepatan tinggi dalam rumah-rumah yang berbentuk piringan.
Air masuk dari tengah-tengah rumah, dan karena gerakan putar dar
impeller air diangkat ke atas keluar lewat pipa pengeluaran, yang
mempunyai konstruksi secara tangensial terhadap rumah-rumah
pompa. Pompa ini mempunyai daya hisap 5 M dan daya capai 10 M.
Baling-baling yang merupakan bagian penting dari pompa sentifugal
mempunyai tiga jenis menurut konstruksinya dan kebutuhannya.
1. Impeller terbuka (open impeller) sangat cocok untuk penggunaan
penyedotan air yang kotor, misalnya air berlumpur atau cairan kotoran
dengan efisiensi rendah.

2. Impeller setengah (semi open) dapat dipergunakan dengan efisiensi


yang lebih tinggi juga tidak akan macet untuk air yang sedik
berlumpur.
3. Impeller tertutup (enclosed impeller) akan beroperasi tanpa kemacetan
dengan efisiensi yang tinggi bila dipakai untuk air yang bersih tanpa
lumpur.
d. Pompa propeller
Adalah pompa tipe sedot rendah yang cocok untuk operasi traktor
pada pekerjaan pengairan limpah atau pada waktu pengisian persediaan
air (reservoir) dari sungai yang berdekatan. Sebuah model yang khas
mempunyai impeller yang berputar pada kecepatan 1350-1750 RPM, di
dalam rumah-rumah pompa yang berdiameter 25 cm, dengan ujungnya
tetap terendam di dalam air. Air masuk dari arah yang tegak dengan
propeller.

III.

1.
2.
3.
4.

METODOLOGI
A. Alat dan Bahan
Pengabut bermotor tipe gendong
Penyemprot gendong otomatis
Penyemprot gendong semi otomatis
Air

5. Bensin

1.
2.
3.
4.

B. Prosedur Kerja
Mengamati dan menggambar bagian-bagian sprayer yang digunakan.
Mencatat spesifikasi sprayer yang digunakan.
Mencatat Prinsip kerja sprayer.
Mengukur laju penyaluran cairan pada power sprayer.
Laju penyaluran merupakan banyaknya volume cairan yang disemprotkan
tiap satuan waktu

q=

60 x V
1000 x t

di mana :
q
= laju penyaluran (L/menit)
V
= volume penyemprotan (mL)
t
= waktu (detik)
5. Mengukur sudut semprot nosel penyemprot gendong semi otomatis.
Pengukuran ini dilakukan dengan mengukur diameter semprotan yang
dihasilkan pada tekanan tertentu pada ketinggian nosel yang diketahui
dengan menggunakan rangka pengukur. Sudut semprot dihitung dengan
persamaan berikut :

Ss = 2 sin-1 (
di mana :
Ss
= sudut semprot (0)
Ds
= diameter semprot (cm)
Tn
= tinggi nosel (cm)

0,5 Ds

Tn