Anda di halaman 1dari 12

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN EFEKTIVITAS METODE

PEMBELAJARAN DOSEN UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO


MENGGUNAKAN METODE AHP DENGAN EXPERT CHOICE

FATURRAHMAN
(1304411129)

FAKULTAS TEKNIK KOMPUTER


UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
TAHUN 2015

ABSTRAK
Tujuan penelitian menghasilkan menghasilkan sebuah sistem
penunjang keputusan seleksi Metode Pengajaran terbaik Bagi Dosen Di kelas TI
C agar memperoleh informasi yang relevan, tepat, akurat dan objektif
Mengenai Metode Pembelajaran yang Baik bagi Mahasiswa.
Dengna Metode Pengajaran yang tepat Mahasiswa Dapat lebih rileks
dalam menyerap Pelajaran yang disampaikan Oleh dosen sehingga menciptakan
suasana kelas yang baik. Penelitian dilakukan dengan cara membagikan Angket
ke Seluruh Mahasiswa Di Kelas 5 TI C. Pembuatan model sistem penunjang
keputusan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan
pendekatan heuristic dengan perangkat lunak expert choice versi 11.
Hasil perancangan menghasilkan proses perankingan dengan memperlihatkan 4
orang Dosen yang memperoleh yang menjadi Acuan akan Metode Pengajaran
yang Mereka Bawakan. Perolehan nilai prioritas melalui perhitungan berdasarkan
tahapan dari metode AHP dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice
versi 11.
Kata Kunci: Sistem Penunjang Keputusan,Metode Pangajaran , Method AHP,
Expert Choice

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sistem pengambilan

keputusan

adalah

suatu

metode

yang

diperkenalkan untuk memudahkan kita dalam memperoleh keputusan, namun


bukanlah suatu hal yang mutlak. Secara harfiah decision support system
(DSS)

merupakan

alat

bantu

(tool)

pengambilan keputusan

tentang

beberapa persoalan dimana kita dapat mengambil suatu pertimbangan


keputusan yang hendak dicapai. Keputusan yang diambil sekali lagi
tergantung pada pengambil kebijakan, bukan pada alat itu. Data dan
Informasi dalam decision support system selalu dimutakhirkan (updated)
sehingga informasi terkini tersebut dapat dijadikan landasan yang mantap
dalam pengambilan keputusan.
Bagi Mahasiswa, Dosen merupakan sosok yang sangat penting dalam
mengasah kemampuan mereka dibidangnya masing masing. Setiap dosen
memiliki cara mereka masing masing dalam hal memberi pengajaran kepada
mahasiswa. Metode pengajaran yang dibawakan setiap dosen terkadang
berbeda. Masing masing memiliki pengaruh yang kuat terhadap mahasiswa
dalam hal menyerap pengajaran yang dibawakan oleh dosen . terkadang
metode yang dibawakan dosen tidak terlalu cocok dengan Mahasiswa.
Sehingga penyerapan ilmu pengetahuan yang diharapakan tidak sesuai.
Beberapa kriteria cocok dengan Metode pembelajaran A dan beberapa Lainnya
cocok dengan B atau C. Setiap Mahasiswa Pun berbeda beda metode
pengajaran yang cocok untuk dirinya.
Untuk itu saya melakukan penelitian dengan memanfaatkan kriteria yang
ada dan melakukan simulasi pembuatana keputusan untuk memberikan
alternatif Metode pengajaran yang lebih baik bagi dosen dalam ruang lingkup
Kelas 5 TI C dengan menggunakan metode AHP (Analytical Heararchy
Process) yang ada pada Aplikasi Expert Choice.
B. Rumusan Masalah

a) Kriteria apa saja yang dapat digunakan untuk menetukan seleksi Metode
pangajaran Dosen yang paling baik di Kelas 5 TI C Fakultas Komputer,
Universitas Cokroaminoto Palopo ?
b) Metode pembelajaran apa yang paling baik digunakan oleh dosen pada
saat mengajar di Kelas 5 TI C Fakultas Komputer, Universitas
Cokroaminoto Palopo.?
C. Batasan Masalah
Menganalisa Sistem

Pendukung

Keputusan

Dan

Mengimplemtasikan

Sistem Dengan Menggunakan Metode Analitical Hierarcy Process (AHP)


dengan Software Bantu Expert Choice Pada Kelas 5 TI C Fakultas Komputer
Universitas Cokroaminoto Palopo.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Pendukung Keputusan


Sistem pendukung keputusan atau Decision Support System (DSS) adalah
sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan
pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan
pada

situasi

yang semiterstruktur

dan

tidak

terstruktur

di

mana

tak

seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Alter,


2002). Dss disusun oleh beberapa komponen yaitu basis data, basis model
dan

user

interface.

Prototipe

DSS

ini

menggunakan

software sebagai

pedekatan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Adapun tools yang digunaka


adalah Expert Choice.
2.2 Metode Pengajaran
Dari segi bahasa metode berasal dari dua kata, yaitu meta dan hodos. Meta berarti
melalui dan hodos berarti jalan atau jalan. Dengan demikian metode adalah
dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Ada
juga yang mengartikan bahwa metode adalah suatu sarana untuk menemukan,
menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin
tersebut. Singkatnya metode adalah jalan untuk mencapai tujuan. Adapun kata
metodologi berasal dari kata metoda dan logi. Logi berasal dari bahasa
Yunani logos yang berarti akal atau ilmu. Jadi metodologi artinya ilmu tentang
jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai suatu
ilmu, metodologi merupakan bagian dari perangkat disiplin keilmuan yang
menjadi induknya. Hampir semua ilmu pengetahuan mempunyai metodologi
tersendiri. Oleh karena itu ilmu pendidikan sebagai salah satu disiplin ilmu juga
memiliki metodologi yaitu metodologi pendidikan.
Jadi yang dimaksud dengan metode pengajaran yaitu suatu ilmu pengetahuan
tentang motode yang dipergunakan dalam pekerjaan mendidik. Atau bisa juga
yang dimaksud metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara
mengajar yang di pergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Metode mengajar
yang digunakan untuk menyampaikan informasi berbeda dengan cara yang

ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan keterampilan,


dan sikap ( kognitif, efektif).
Macam- macam Metode Mengajar dan Penggunaannya

metode ceramah

metode Tanya jawab

metode diskusi

metode pemberian tugas belajar (resitasi)

metode demontrasi dan eksperimen

metode sosiodrama dan bermain peran

metode karyawisata

Metode Test

Metode Drill

Metode Infiltrasi

Metode Gotong Royong

Metode Survey

Metode Wawancara

Metode Problem Solving

Metode Proyek unit

Metode Dikte

2.3 Analytic Hierarchy Process (AHP)


merupakan suatu metode analisis untuk struktur suatu masalah dan dipergunakan
untuk mengambil keputusan atas suatu alternatif. AHP ini adalah suatu
model yang luwes yang memberikan kesempatan bagi perorangan atau
kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan
dengan cara membuat
pemecahan

yang

menghubungkan

asumsi

mereka

masing-masing

diinginkan darinya.
kriteriakriteria

dari

dan

memperoleh

AHP

menunjukkan

bagaimana

satu

bagian masalah

dengan

kriteriakriteria dari bagian lain untuk memperoleh hasil gabungan. Prosesnya


adalah mengidentifikasi, memahami, dan menilai interaksi- interaksi dari suatu
sistem sebagai satu keseluruhan.Pengambilan keputusan dalam metode AHP
didasarkan pada tiga prinsip pokok yaitu :
Prinsip

penyusunan

hirarki

Yaitu

membagi-bagi

persoalan

menjadi

unsurunsur yang terpisah-pisah. Suatu masalah yang kompleks disusun ke


dalam bagian yang menjadi kriteria pokok dan kemudian bagian ini isusun
lag i ke dalam bagian-bagian lainnya dan demikian seterusnya secara hirarki.
Dengan membagi-bagi realita menjadi beberapa
gugusan

yang

homogen,

dan

membagi

lagi

gugusan

ini

menjadi

gugusangugusan yang lebih kecil, kita dapat memadukan sejumlah besar


informasi ke dalam struktur suatu masalah yang membentuk gambaran
lengkap dari keseluruhan sistem. Prinsip Penentuan prioritas Prioritas dari
kriteria-kriteria kriteria dapat dipandang sebagai bobot atau kontribusi kriteria
tersebut terhadap tujuan pengambilan keput usan. AHP melakukan analitis
prioritas kriteria dengan metode perbandingan berpasangan antar dua kriteria
hingga semua kriteria yang ada tercakup. Prioritas ini ditentukan berdasarkan
pandangan para
pengambilan

pakar

dan

keputusan,

pihak-pihak

yang

berkepentingan

terhadap

baik secara langsung (diskusi) maupun tidak

(kuesioner). Prinsip konsistensi logis Konsistensi jawaban para responden dalam


menentukan

prioritas

kriteria

merupakan

prinsip

pokok yang

akan

menentukan validitas data dan hasil pengambilan keputusan. Secara umum,


responden harus memiliki konsistensi dalam melakukan perbandingan kriteria

dengan contoh sebagai berikut : Jika A>B dan B>C, maka secara logis
responden harus menyatakan bahwa A>C berdasarkan nilai-nilai numerik
yang disediakan oleh Saaty. Struktur hirarki disusun untuk membantu proses
pengambilan keputusan yang memperhatikan seluruh kriteria keputusan yang
terlibat

dalam

sistem.

Sebagian

besar masalah

menjadi

sulit

untuk

diselesaikan karena proses pemecahannya dilakukan tanpa melihat masalah


tersebut sebagai suatu sistem dengan suatu struktur tertentu. Pada tingkat paling
atas dari hirarki dinyatakan tujuan/sasaran dari sistem yang akan dicari
solusi masalahnya. Tingkat berikutnya merupakan penjabaran dari tujuan tersebut.
2.4 Expert Choice
Expert Choice adalah salah satu software yang digunakan untuk membantu
melakukan perhitungan dalam pengambilan keputusan. Cara menggunakannya
adalah dengan memasaukkan kriteria, sub kriteria dan alternatifnya, terus
dihitung dengan membandingkan satu kriteria terhadap kriteria yang lain,
lalu Expert Choice yang yang akan memberi jawaban atau keputusan yang
dianjurkan untuk di pilih (Suryadi 1998) .

BAB III
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian
3.A.1
Menentukan kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan
seleksi Metode Penajaran Dosen yang paling baik di Kelas 5 TI Fakultas
Komputer, Universitas Cokroaminoto Palopo.
3.A.2
Menentukan Metode pembelajaran yang paling baik digunakan
oleh dosen pada saat mengajar di Kelas 5 TI C Fakultas Komputer,
Universitas Cokroaminoto Palopo.?
B. Manfaat Penelitian
3.B.1 manfaat teoristik
3.B.2 manfaat praktis

untuk mengetahui metode penelitian : baca buku sugiono

BAB IV
METODE PENELITIAN

Daftar Pustaka
Alter., 2002, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi
Berorientasi Objek, Informatika, Bandung.
Saaty, T.L.1988. Multicriteria Decision Making : The Analytic Hierarchy
Process. University of Pittsburgh, RWS Publication, Pittsburgh

Anonim. Metode pengajaran. 19 November 2015.


https://ujangjaka48.wordpress.com/2013/03/07/makalah-metodemengajar/
Suryadi, K. dan Ramdhani, MA.1998. Sistem Pendukung Keputusan. PT
Remaja Rosdakarya, Bandung.