Anda di halaman 1dari 3

MITOS BERWIRAUSAHA

Lulusan pendidikan teknik lebih banyak ingin bekerja pada perusahaan dibandingkan
membangun usaha sendiri. Mahasiswa teknik hanya dibekali dengan kemampuan
kognisi tetapi tidak dibangkitkan daya afeksinya sehingga tidak terbangun orientasi
sikap yang menjurus ke opportunity oriented. Inilah tantangan ke depan yang harus
dihadapi. Banyak pola pikir yang keliru yang sudah turun-temurun sehingga menjadi
sebuah mitos yang keliru. Mitos yang salah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Wirausaha itu dilahirkan, bukan diciptakan
Muncul anggapan bahwa tabiat dan sifat wirausaha tidak dapat diajarkan atau dipelajari
tapi merupakan pembawaan dari lahir. Bakat tersebut diantaranya adalah mencakup
keagresifan, inisiatif, dorongan, kemauan untuk mengambil risiko, kemampuan analitik,
dan kemampuan human relation. Sekarang diakui bahwa wirausaha adalah suatu
disiplin ilmu yang dapat membantu untuk mematahkan mitos. Seperti halnya ilmu-ilmu
lain, wirausaha mempunyai model, proses, dan studi kasus yang memungkinkan untuk
mengkaji suatu topik dan menguraikan karakteristik obyek yang dikajinya.
2. Menjadi wirausaha itu harus nekat
Dikarenakan modal uang dan waktu itu terbatas sehingga kenekatan terkadang
diperlukan. Nekat juga perlu alasan yang kuat. Selain mempunyai keberanian, Anda
juga harus membuat dahulu perencanaan, strategi, taktik, percobaan (trial), penelitian
(survey), dan konsep wirausaha.
3. Menjadi wirausaha yang sukses itu adalah bakat
Pendapat ini ada karena pada zaman dahulu hanya orang yang berani saja yang mau
menjadi wirausaha. Namun, pendapat tersebut keliru karena menjadi wirausaha yang
sukses itu tergantung pada kemampuan mengatasi dan mengelola risiko. Jadi tidak
benar bahwa menjadi wirausaha itu harus karena bakat. Ada dua cara yang bisa
dilakukan menjadi wirausaha, antara lain:
a. Belajar untuk mengurangi risiko kegagalan, melalui uji coba (trial), dan ikut orang
lain yang telah sukses terlebih dahulu.
b. Membentuk the business team skill (tim keterampilan usaha) agar menjadi bagian
dari bisnis yang baru dibentuk.
4. Wirausaha mengabaikan kesenangan
Mitos mengatakan perencanaan dan evaluasi yang rumit cenderung menimbulkan

masalah yang permanen, analisis yang berlebihan menyebabkan paralisis, tapi dalam
pasar yang kompetitif seperti sekarang ini dibutuhkan perencanaan dan persiapan yang
cermat. Mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan suatu usaha, menetapkan dengan
jelas suatu jadwal untuk menghadapi perubahan membantu menangani masalah, dan
meminimalisasikan masalah dapat dilakukan melalui perumusan strategi yang hati-hati
itu semua merupakan faktor kunci keberhasilan berwirausaha. Dengan demikian
perencanaan yang cermat adalah ciri dari wirausaha yang sempurna.
5. Menjadi wirausaha membutuhkan modal uang yang banyak
Ini merupakan mitos yang keliru karena modal bisa diperoleh dari mana saja. Memang
benar bahwa semua usaha membutuhkan modal untuk bisa berjalan tapi juga benar
bahwa banyak bisnis jatuh karena tidak didukung keuangan yang memadai. Uang bukan
satu-satunya benteng untuk menghadapi kegagalan bisnis. Kegagalan bisnis yang
berkaitan dengan tidak adanya dukungan finansial yang memadai sering menjadi
indikator adanya problem lain dalam usaha tersebut. Banyak wirausaha sukses berhasil
mengatasi persoalan kekurangan uang dalam menjalankan usahanya.
6. Menjadi wirausaha itu harus punya peluang emas dulu
Padahal peluang itu didapat setelah meneliti, terjun ke lapangan, dan sering mengamati
pasar atau industri terlebih dahulu baru dihubungkan dengan personality (kepribadian).
7. Wirausaha adalah pelaku, bukan pemikir
Dalam batas-batas tertentu wirausaha memiliki kecenderungan berorientasi kepada
tindakan, tetapi sebenarnya mereka juga pemikir. Mereka adalah orang yang berfikir
sistematis yang merencanakan langkahnya dengan hati-hati.
Untuk mendobrak mitos, calon entrepreneur harus mempersiapkan pendidikan
dengan baik. Pendidikan merupakan fondasi yang sangat penting bagi entrepreneur. Ia
berperan penting dalam membantu entrepreneur menghadapi masalah yang harus
diselesaikannya. Sejarah memang telah mencatat ada sejumlah entrepreneur berasal dari
siswa drop out seperti William Durant, Henry Ford, Andrew Carnegie, Thomas Alva
Edison dan William Lear. Secara formal pendidikan mereka tidak begitu bagus, tetapi
mereka melakukan proses pembelajaran sendiri, mereka menyerap explicit knowledge
melalui learning by doing sehingga mereka berhasil menyusun skema berfikir untuk
dijadikan panduan menghadapi persoalan.

MOTIVASI BERWIRAUSAHA
Menjalankan sebuah usaha membutuhkan semangat dan tekad yang cukup kuat.
Tanpa adanya motivasi dan semangat mengakibatkan usaha yang dijalankan tidak dapat
mencapai puncak kesuksesan. Faktor inilah yang perlu diperhatikan wirausaha karena
dengan adanya motivasi bisnis menjadi modal awal bagi mereka untuk merintis
kesuksesan bisnisnya. Berikut beberapa motivasi berwirausaha:
1. Menanamkan keinginan kuat untuk menambah pengetahuan dan kemampuan
Salah satu motivasi yang paling dibutuhkan wirausaha adalah keinginannya untuk terus
belajar dan menambah keterampilan. Motivasi belajar menjadi modal awal bagi
wirausaha untuk mengembangkan bisnisnya.
2. Berani mengubah tantangan menjadi sebuah peluang.
Jika sebagian orang menghindari sebuah resiko, maka lain halnya dengan wirausaha
yang memandang sebuah resiko sebagai peluang baru. Tidaklah heran bila selama ini
banyak wirausaha yang sukses menemukan ide bisnis baru dari permasalahan kecil yang
mereka hadapi setiap harinya.
3. Berusaha menjadi nomor satu.
Sebagai wirausaha dituntut untuk siap bersaing dan berusaha menduduki posisi pertama
di setiap kesempatan. Dengan dorongan tersebut, wirausaha termotivasi untuk terus
berprestasi, meningkatkan produktifitasnya dan menciptakan inovasi baru untuk
menghadapi persaingan bisnis yang semakin hari semakin sengit.
4. Konsisten
Seorang wirausaha harus tetap konsisten dan jangan mudah menyerah. Bila ada
tantangan maka harus bisa menyelesaikannya.
5. Penghargaan pada diri sendiri
Saat berhasil mencapai sesuatu, berilah penghargaan terhadap diri sendiri. Hal ini akan
membuat diri bahagia dengan kesuksesan dan memberikan motivasi untuk semakin
maju.