Anda di halaman 1dari 16

Mekanisme Pembentukan Urea di Hati,Urine di Nefron Ginjal dan Mekanisme

Osmoregulasi Ikan Air Tawar dan Ikan Air Laut


A. Mekanisme Pembentukan Urea Di Hati
Jika sel tubuh kelebihan asam amino, asam amino tersebut akan mengalami
deaminasi. Deaminasi merupakan pemindahan gugus amin (-NH) dari asam amino.
Deaminasi mengakibatkan terkumpulnya amonia yang bersifat racun. Hati dengan
bantuan enzim arginase akan mengubah arginin (salah satu asam amino esensial)
menjadi ornitin dan urea. Urea akan dibuang melalui ginjal, sedangkan ornitin akan
mengikat amonia yang bersifat racun dan akan dikeluarkan ke dalam empedu dan
urin.

Gambar A.1: Hepar (Hati)

B. Mekanisme Proses Pembentukan Urin di Nefron Ginjal


Di dalam ginjal terjadi serangkaian proses pembentukan urine. Proses
pembentukan urine meliputi 3 tahap yaitu :
Tahap penyaringan (filtrasi)
Tahap penyerapan kembali (reabsorpsi)
Tahap pengeluaran zat (augmentasi)
Bagaimana proses dari setiap tahapan tersebut? Berikut ini adalah uraiannya:

Gambar B.1: Proses Pembentukan Urine

1. Tahap penyaringan (filtrasi).


Tahap filtrasi terjadi di badan Malpighi yang di dalamnya terdapat glomerulus yang
dikelilingi sangat dekat oleh kapsula Bowman . Proses filtrasi: Ketika darah yang
mengandung air, garam, gula, urea dan zat-zat lain serta sel-sel darah dan molekul
protein masuk ke glomerulus, tekanan darah menjadi tinggi sehingga mendorong
air dan komponen-komponen yang tidak dapat larut, melewati pori-pori endotelium

kapiler glomerulus, kecuali sel-sel darah dan molekul protein. Kemudian menuju
membran dasar dan melewati lempeng filtrasi, masuk ke dalam ruang kapsula
Bowman. Hasil filtrasi dari glomerulus dan kapsula Bowman disebut filtrat
glomerulus atau urine primer. Urine primer ini mengandung: air, protein, glukosa,
asam amino, urea dan ion anorganik. Glukosa, ion anorganik dan asam amino masih
diperlukan tubuh.
2. Tahap penyerapan kembali (reabsorpsi).
Filtrat glomerulus atau urine primer mengalami tahap reabsorpsi yang terjadi di
dalam tubulus kontortus proksimal, dan lengkung Henle. Proses tahap ini dilakukan
oleh sel-sel epitelium di seluruh tubulusginjal. Banyaknya zat yang direabsorpsi
tergantung kebutuhan tubuh saat itu. Zat-zat yang direabsorpsi antara lain adalah:
glukosa, asam amino, ion-ion Na+, K+, Ca, 2+, Cl-, HCO3-, dan HbO42-, sedangkan
kadar urea menjadi lebih tinggi.

Gambar B.2

Proses reabsorpsi : mula-mula urine primer masuk dari glomerulus ke tubulus


kontortus proksimal, kemudian mulai direabsorpsi hingga mencapai lengkung Henle.
Zat-zat yang direabsorpsi di sepanjang tubulus ini adalah glukosa, ion Na+, air, dan
ion Cl-. Setiba di lengkung Henle, volume filtrat telah berkurang. Hasil tahap
reabsorpsi ini dinamakan urine sekunder atau filtrat tubulus. Kandungan urine
sekunder adalah air, garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi memberi
warna dan bau pada urine. Urine sekunder masuk ke dalam tubulus kontortus distal
dan terjadi lagi penyerapan zat-zat yang tidak digunakan dan kelebihan air diserap
sehingga terbentuk urine.
3. Tahap Pengeluaran (Augmentasi).
Urine sekunder dari tubulus kontortus distal akan turun menuju saluran pengumpul
(tubulus kolektivas). Dari tubulus kolektivas, urine dibawa ke pelvis renalis, lalu ke
ureter menuju kantung kemih (vesika urinaria).

Berikut adalah tabel langkah-langkah pembentukan urine:

C. Mekanisme Osmoregulasi Ikan Air Tawar dan Air Laut


1. Osmoregulasi Pada Ikan Air Tawar
Ikan-ikan yang hidup di air tawar mempunyai cairan tubuh yang bersifat
hiperosmotik terhadap lingkungan, sehingga air cenderung masuk ke tubuhnya
secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermeabel. Bila hal ini tidak
dikendalikan atau diimbangi, maka akan menyebabkan hilangnya garam-garam
tubuh dan mengencernya cairan tubuh, sehingga cairan tubuh tidak dapat
menyokong fingsi-fungsi fisiologis secara normal.
Ginjal akan memompa keluar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Ginjal
mempunyai glomeruli dalam jumlah banyak dengan diameter besar. Ini
dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan
sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya.
Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal, glukosa akan diserap
kembali pada tubuli proximalis dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distal.
Dinding tubuli ginjal bersifat impermiable (kedap air).

Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil
senyawa nitrogen, seperti:
1) Asam Urat
2) Creatine
3) Creatinine
4) Amonia

Gambar C.1: Osmoregulasi Ikan Air Tawar

Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air yang berlimpah
menyebabkan kehilangan garam dengan jumlah yang cukup besar. Garam-garam
juga hilang karena proses difusi dari tubuh. Kehilangan garam ini juga diimbangi

dengan garam-garam yang terdapat pada makanan dan penyerapan aktif melalui
insang.
Pada golongan ikan Teleositer terdapat gelembung air seni untuk menampung
air seni. Disini dilakukan kembali penyerapan terhadap ion-ion. Dinding gelembung
air seni bersifat impermiable terhadap air.

2. Osmoregulasi Pada Ikan Air Laut


Ikan laut hidup pada lingkungan yang hipertonik terhadap jaringan dan cairan
tubuhnya, sehingga cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang, dan
kemasukan garam-garam.
Untuk mengatasi kehilangan air, ikan meminum air laut sebanyak-banyaknya.
Dengan demikian, berarti kandungan garam akan meningkat dalam cairan tubuh.
Padahal, dehidrasi dicegah dengan proses ini dan kelebihan garam harus
dihilangkan.
Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk mempertahankan air,
volume air seni pada ikan air laut lebih sedikit dibandingkan pada ikan air tawar.
Tubuli ginjal mampu berfungsi sebagai penahan air. Jumlah glomeruli ikan laut
cenderung lebih sedikit dan bentuknya lebih kecil daripada ikan air tawar.
Kira-kira 90% hasil buangan nitrogen yang dapat disingkirkan melalui insang,
sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian, air seni
masih mengandung sedikit senyawa tersebut.

Air seni Osteichthyes mengandung:


1) Creatine
2) Creatinine
3) Senyawa Nitrogen
4) Trimetilaminoksida (TMAO)

Gambar C.1 : Osmoregulasi Ikan Air Laut

Berikut adalah gambar perbandingan osmoregulasi antara ikan air tawar dengan
ikan air laut!

Gambar C.1: Perbandingan Osmoregulasi

Hati merupakan kelenjar terbesar pada manusia, warnanya merah tua, dan
beratnya sekitar 2 kg pada orang dewasa. Hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi
dan ekskresi. Mengapa hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi? Hati
menghasilkan empedu. Oleh karena itu, hati sebagai alat sekresi. Hati dikatakan
sebagai alat ekskresi karena empedu yang dikeluarkan mengandung zat sisa yang
berasal dari sel darah merah yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa. Di dalam
hati, sel-sel darah merah akan dipecah menjadi hemin dan globin. Hemin akan
diubah menjadi zat warna empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin. Zat warna empedu
keluar bersama feses dan urine, dan akan memberi warna pada feses dan urine
manjadi berwarna kuning. Selain berfungsi sebagai alat pengeluaran, hati juga
mempunyai fungsi lain yang berguna bagi tubuh antara lain:
menyimpan gula dalam bentuk glikogen,
menawarkan racun,
membuat vitamin A yang berasal dari provitamin A,
mengatur kadar gula dalam darah,
membuat fibrinogen serta protombin,
menghasilkan zat warna empedu,
tempat pembentukan urea.

Dari beberapa fungsi hati, yang terkait dengan fungsi ekskresi adalah:

1. Menghasilkan Getah Empedu

Getah empedu dihasilkan dari hasil perombakan sel darah merah. Getah ini
ditampung di dalam kantung empedu kemudian disalurkan ke usus 12 jari. Getah
empedu pada dasarnya terdiri atas dua komponen yaitu garam empedu dan zat
warna empedu. Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan yaitu
untuk mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga
harus diekskresikan. Zat warna empedu yang diekskresikan ke usus 12 jari,
sebagian menjadi sterkobilin, yaitu zat yang mewarnai feses dan beberapa diserap
kembali oleh darah dibuang melalui ginjal sehingga membuat warna pada urine
yang disebut urobilin. Kedua zat ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning
kecoklatan.

2. Menghasilkan Urea

Urea adalah salah satu zat hasil perombakan protein. Karena zat ini beracun bagi
tubuh maka harus dibuang keluar tubuh. Dari hati urea diangkut ke ginjal untuk
dikeluarkan bersama urine.
Kata Kunci :

mengapa hati disebut sebagai alat ekskresi,fungsi hati sebagai alat ekskresi,hati
sebagai organ ekskresi,hati merupakan organ yang menyusun dua macam sistem
organ,pembentukan urea terjadi di dalam organ,hati berfungsi untuk,hati menyusun
dua macam sistem organ,yang menghasilkan getah empedu,hati merupakan organ
yang menyusun dua macam sistem organ apakah artinya?,proses pembentukan
urea pada hati

SISTEM EKSKRESI MANUSIA

DEFINISI :

Yaitu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak
digunakan lagi oleh tubuh.

Sedangkan kebalikan dari sistem ini adalah sistem SEKRESI yaitu proses
pengeluaran zat-zat yang berguna bagi tubuh.

Hasil sistem ekskresi dapat dibedakan menjadi :

1. Zat cair yaitu berupa keringat, urine dan cairan empedu.

2. Zat padat yaitu berupa feces.

3. Gas berupa CO2

4. Uap air berupa H2O

Setiap hari tubuh kita menghasilkan kotoran dan zat-zat sisa dari berbagai proses
tubuh. Agar tubuh kita tetap sehat dan terbebas dari penyakit, maka kotoran dan
zatzat sisa dalam tubuh kita harus dibuang melalui alat-alat ekskresi. Alat-alat
ekskresi

manusia berupa ginjal, kulit, hati, dan paru-paru.

A . Ginjal / Ren

Di dalam tubuh kita ada sepasang ginjal, terletak disebelah kiri dan kanan ruas
tulang pinggang di dalam rongga perut. Letak ginjal kiri lebih tinggi daripada ginjal
kanan, karena di atas ginjal kanan terdapat hati yang banyak mengambil ruang.
Ginjal berfungsi menyaring darah.

Ginjal terdiri atas tiga bagian yaitu :

a. Kulit Ginjal (korteks)

b. Sumsum ginjal (medula)

c. Rongga ginjal (pelris)

Pada bagian kulit ginjal terdapat alat penyaring darah yang disebut nefron. Setiap
nefron tersusun dari badan Malpighi dan saluran panjang (tubula) yang bergelung.
Badan Malpighi tersusun dari glomerolus dan simpai Bowman. Glomerulus berupa
anyaman pembuluh kapiler darah, sedangkan simpai Bowman berupa cawan
berdinding tebal yang mengelilingi glomerulus.

Sumsum ginjal merupakan tempat berkumpulnya pembuluh-pembuluh halus dari


simpai Bowman. Pembuluh-pembuluh halus tersebut mengalirkan urine ke saluran
yang lebih besar dan bermuara di rongga ginjal.urine dialirkan melalui saluran ginjal
(ureter) dan ditampung di dalam kantong kemih. Jika kantong kemih banyak
mengandung urine, dinding kantong tertekan sehingga otot melingkar pada pangkal
kantong meregang. Akibatnya timbul rasa buang air kecil. Selanjutnya urine
dikeluarkan melalui saluran kemih (uretra).

A.1. Cara Kerja Ginjal

Darah yang banyak mengandung sisa metabolisme masuk ke ginjal melalui


pembuluh nadi ginjal. Cairan yang keluar dari pembuluh darah masuk ke nefron. Air,
gula, asam amino dan urea terpisah dari darah kemudian menuju simpai Bowman.
Proses ini disebut filtrasi. Dari sekitar 180 liter air yang disaring oleh simpai
Bowman setipa hari, hanyau liter yang diekskresikan sebagai urine. Sebagian besar
air diserap kembali di dalam pembuluh halus.

Cairan dari simpai Bowman menuju ke saluran pengumpul. Dalam perjalanan


tersebut terjadi penyerapan kembali glukosa dan bahan-bahan lain oleh aliran
darah. Peristiwa ini disebut reabsorpsi. Bahan-bahan seperti urea dan garam tidak
direabsorpsi bergabung dengan air menjadi urine.

Dalam keadaan normal, urine mengandung:


Air, urea dan ammonia yang merupakan sisia perombakan protein
Garam mineral, terutama garam dapur
Zat warna empedu yang memberi warna kuning pada urine
Zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin, obat-obatan pada

hormone

Jika dalam urine terdapat protein, hal itu menunjukkan adanya kerusakan di dalam
ginjal.

A.2. PROSES PEMBENTUKAN URINE

Terdiri dari 3 tahap yaitu :


1. FILTRASI

Merupakan proses penyaringan sel-sel darah yang terjadi di dareah glomerulus


sehingga menghasilksan filtrate glomerulus atau disebut juga dengan urine primer.
Filtrat glomerulus ini masih banyak mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi
tubuh, seperti glukosa, asam amino dan garam-garam mineral.
2. REABSORBSI

Merupakan proses penyerapan kembali zat-zat yang masih dapat bermanfaat bagi
tubuh. Terjadi di daerah tubulus kontortus proximal dan menghasilkan filtrate
tubulus atau yang lebih dikenal dengan urine sekunder. Filtrat ini mengandung
kadar urea yang tinggi yang dapat bersifat racun bagi tubuh.
3. AUGMENTASI

Merupakan proses penambahan zat-zat yang sudah tidak terpakai dalam tubuh/zat
sisa. Terjadi di daerah tubulus kontortus distal. Filtrate ini merupakan urine yang
sesungguhnya. Dalam urine mengandung zat-zat seperti :

a. Air sebanyak 95 %

b. Urea, asam ureat dan ammonia

c. Zat warna empedu (Bilirubin dan Biliverdin)

d. Garam mineral, terutama NaCl (Natrium Chlorida)

e. Zat-zat yang bersifat racun seperti sisa obat dan hormone).

A.3. PENGELUARAN URINE

Pengeluaran urine diatur oleh hormone ADH (Anti Diuretika Hormone).


Bila air minum yang masuk banyak maka pengeluaran hormone ADH akan
berkurang, sehingga urine yang dikeluarkan juga banyak. Hal ini terjadi karena
penyerapan air terhadap hormone ADH sedikit.
Bila air minum yang masuk sedikit maka pengeluaran hormone ADH akan terpacu
menjadi lebih banyak, sehingga urine yang dikeluarkan akan menjadi sedikit. Hal ini
terjadi karena penyerapan air terhadap hormone ADH banyak.

A.4. Proses Jalannya Urine

Urine dalam Tubulus kolektivus yang berada dalam ginjal diteruskan oleh ureter
menuju vessica urinaria menuju urethra dalam alat kelamin.

Dengan skema :

Ren Ureter Vessica urinaria Urethra

A.5. Fungsi Urine


Untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh.
Sebagai penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan
mengeluarkan urin yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan
urin berwarna kuning pekat atau cokelat.

A.6. Gangguan Pada Ginjal

Ginjal dapat rusak akibat infeksi bakteri. Jika salah satu ginjal tidak berfungsi, ginjal
yang lainnya mengambil alih tugas penyaringan darah. Jika kedua ginjal tidak
berfungsi, urea akan tertimbun didalam tubuh dan dapat meracuni tubuh sehingga
dapat mengakibatkan kematian. Jika terjadi penimbunan urea, penderita harus cuci
darah secara rutin atau cangkok ginjal.

Selain itu ginjal dapat terganggu karena adanya endapan kalsium di dalam rongga
ginjal, saluran ginjal atau kantong kemih. Endapan tersebut dikenal dengan batu
ginjal.Jika urine mengandung gula berarti tubulus ginjal tidak menyerap gula
dengan sempurna.

Hal ini dapat diakibatkan oleh kerusakan tubulus ginjal, dapat pula akibat kadar
gula dalam darah tinggi sehingga tubulus ginjal tidak dapat menyerap kembali
semua gula yang ada pada filtrate glomerulus.

Kadar gula darah yang tinggi akibat dari proses pengubahan gula menjadi glikogen
terhambat karena produksi hormone insulin terhambat. Orang yang demikian
menderita kencing manis (diabetes militus).

Bahan pengawet atau pewarna makanan membuat ginjal bekerja keras sehingga
dapat merusak ginjal. Adanya insektisida pada makanan atau terlalu banyak
mengkonsumsi obat-obatan juga akan merusak ginjal.

B. Kulit

Melalui kulit dikeluarkan zat sisa berupa keringat. Kulit terdiri atas tiga

lapisan yaitu:
a. Lapisan kulit ari (epidermis)

Kulit ari tersusun dari dua lapisan yaitu lapisan tanduk dan lapisan malpighi.
Lapisan tanduk adalah bagian kulit yang paling luar terdiri atas sel-sel mati dan
dapat mengelupas. Lapisan Malpighi terletak di bawah lapisan tanduk dan terdiri
atas sel-sel hidup. Pada lapisan

Malpighi terdapat pigmen yang memberi warna pada kulit dan melindungi kulit dari
sinar matahari. Bila lapisan Malpighi tidakmengandung pigmen, orang tersebut
dinamakan albino.

b. Lapisan kulit jangat

Kulit jangat berisi pembuluh darah, kelenjar keringat, kelenjar minyak, kantong
rambut, ujung saraf perasa panas, dingin, nyeri, dan sentuhan. Akar rambut dan
batang rambut berada dalam kantong rambut. Dekat akar rambut terdapat otot
polos yang berfungsi menegakkan rambut pada saat merasa dingin atau merasa
takut.
c. Jaringan ikat bawah kulit

Jaringan ikat bawah kulit banyak mengandung lemak yang berguna sebagai
cadangan makanan, menahan panas tubuh, dan melindungi tubuh bagian dalam
terhadap benturan dari luar.

Selain sebagai alat pengeluaran, kulit juga berfungsi sebagai:


Pelindung tubuh terhadap kuman dari luar
Tempat menyimpan kelebihan lemak
Pengatur suhu tubuh
Tempat pembuatan vitamin D dan provitamin

B.1. Gangguan pada kulit :


Biduran, dapat terjadi karena udara dingin, makanan, atau obat-obatan.
Ringworm, penyebabnya adalah jamur.
Kutu atau cacing, hidup di bawah permukaan kulit, menyebatkan iritasi dan gatalgatal.
Psoriaris, gejalanya kulit kemerahan dan bersisik.
Kanker kulit

C. Hati

Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut
sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga
termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal
dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan
anomia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino.
Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Sebagai kelenjar, hati menghasilkan empedu yang mencapai liter setiap hari.
Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu
merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Zat ini disimpan di dalam kantong
empedut . Empedu mengandung kolestrol, garam mineral, garam empedu, pigmen

bilirubin, dan biliverdin. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna


lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan
mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.

Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hemglobin yang terkandung di


dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur
ulang, sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang bewarna
hijau kebiruan. Di dalam usus, zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin
sehingga warna feses dan urin kekuningan.Apabila saluran empedu di hati
tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi
kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.

Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi
ornintin dan urea. Ornintin yang terbentuk dapat mengikat NH dan CO yang
bersifat racun.Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun
untuk dikeluarkan dalam empedu dan urin, serta mengubah glukosa yang diambil
dari darah menjadi glikogen yang disimpan di sel-sel hati. Glikogen akan dirombak
kembali menjadi glukosa oleh enzim amilase dan dilepaskan ke darah sebagai
respons meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh.

Selain sebagai alat ekskresi, hati berfungsi:


Mengatur kadar gula dalam darah
Menyimpan gula dalam bentuk glikogen
Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh
Sebagai tempat pembuatan protombin dan fibrinogen
Sebagai tempat pengubah provitamin A menjadi vitamin A
Sebagai tempat pembentukan urea

C.1. Gangguan pada Hati :

v Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Ada virus hepatitis A
dan ada virus hepatitis B. Hepatitis B lebih berat daripada

hepatitis A.

v Diabetes Militus, merupakan penyakit yang menunjukkan adanyan peningkatan


glukosa dalam darah, adanya glukosa dalam urine dan meningkatnya produksi urin.
Penderita penyakit ini sering merasa ingin buang air kecil, selalu merasa haus dan
cenderung makan berlebihan.

June 21,

2008

Ada dua tipe diabetes militus, yaitu :


Diabetes tipe 1, berkembang tiba-tiba dan umumnya menyerang orang di bawah
usia 20 tahun. Penyakit ini akan diderita selama hidupnya. Penderita memerlukan
suntikan insulin secara teratur.
Diabetes tipe 2, umumnya diderita oleh orang berusia di atas 40 tahun terutama
yang mempunyai kelebihan berat badan. Penyakit ini terjadi karena insulin yang
disekresi kurang atau karena sel tubuh tidak dapat bereaksi pada kadar insulin yang
normal.

D. Paru-paru

Paru-paru adalah salah satu organ pada sistem pernapasan yang berfungsi sebagai
tempat bertukarnya oksigen dari udara yang menggantikan karbondioksida di
dalam darah.Proses ini dinamakan sebagai respirasi dengan menggunakan bantuan
haemoglobin sebagai pengikat oksigen. Setelah O2 didalam darah diikat oleh
haemoglobin, selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh.Hanya vertebrata atau
makhluk bertulang belakang yang memiliki paru-paru sebagai alat pernapasan.
Tekstur paru-paru berongga dan memiliki banyak sekat.

Terletak di dalam rongga dada, dilindungi oleh tulang selangka dan diseliputi oleh
kantung dinding ganda (pleura) yang melekat pada permukaan luar paruparu.Manusia memiliki dua paru-paru. Sebelah kiri terbagi oleh 2 bagian dan
sebelah kanan terbagi menjadi 3 bagian. Setiap satu bagian mengandung sekitar
1500 butir udara dan 300 juta alveolus dengan luas permukaannya sekitar 140 m2
bagi orang dewasa atau sepadan dengan lapangan tenis.
Pada proses pernafasan dihasilkan zat sisa berupa karbondioksida dan uap air yang
akan keluar melalui lubang hidung, zat sisa itu harus dikeluarkan karena dapat
mengganggu fungsi tubuh.
Manusia memiliki sepasang paru-paru yang terletak di rongga dada.
Paru-paru berfungsi sebagai organ pernafasan yaitu menghirup oksigen dan
mengeluarkan CO2 + uap air
Uap air dan CO2 berdifusi di dalam alveolus kemudian dikeluarkan melalui lubang
hidung.

D.1. Penyakit-penyakit yang berkenaan dengan paru-paru :

1. Asma (bengek)

2. Batuk

3. Pneumonia (radang paru-paru)