Anda di halaman 1dari 20

PROSES INDUSTRI KIMIA

(INDUSTRI KACA BOHLAM)

Anggota

Ayu Amalia

1141420016

Diah Lestia Ningrum

1141420020

Nur Ayu Rizkiyatul Marifah

1141420034

PRODI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
2014/2015

I.

Definisi Kaca
Kaca atau gelas adalah salah satu alat rumah tangga yang bahan utama

penyusunnya adalah SiO2 dengan suhu pelelehan 2000C. Kaca atau gelas
merupakan bahan pejal sekata, biasanya terbentuk apabila bahan cair tidak
berkristal disejukkan dengan cepat, dengan itu tidak memberikan cukup masa
untuk jaringan kekisi kristal biasa terbentuk. Kaca atau gelas termasuk kelompok
vitroida atau termogel, yang merupakan senyawa kimia dengan susunan yang
kompleks. Senyawa tersebut diperoleh dengan membekukan lelehan yang lewat
dingin. Kaca atau gelas ialah produk yang amorf dan bening dengan kekerasan
dan elastisitas yang cukup, tetapi sangat rapuh. Seperti yang telah dijelaskan di
bab sebelumnya bahwa kaca atau gelas apabila dipandang dari segi fisika
merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikelpartikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia
sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang
sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara
teratur. Dari segi kimia, kaca atau adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik
yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan
senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya.
Kaca atau gelas biasanya dicampur dengan bahan lain untuk mengubah
cirinya. Misalnya seperti kaca atau gelas bertimah hitam yang menyebabkan kaca
atau gelas menjadi lebih berkilauan, hal ini karena adanya peningkatan index
pantulannya, sementara boron ditambahkan untuk mengubah ciri termal dan
elektriknya, seperti Pyrex. Penambahan barium juga dapat meningkatkan indeks
pantulannya, dan seriumditambahkan untuk kaca atau gelas yang menyerap tenaga
infra.
Beberapa sifat kaca atau gelas yang sangat umum adalah sebagai berikut :

Gelas merupakan bahan yang dapat ditembus oleh cahaya tampak dan
sinar infra merah

Padatan amorf (short range order).

Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair.

Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)

Mempunyai viskositas cukup tinggi (lebih besar dari 1012 Pa.s)


2

Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogenfluorida.


Karena itulah kaca banyak dipakai untuk peralatan laboratorium.

Efektif sebagai isolator.

Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.

II.

Bahan Bahan Pembuatan Kaca Secara Umum

2.1 Bahan Baku


1. Pasir Silika (SiO)

Pasir yang di gunakan haruslah kuarsa yang hampir murni, oleh karena
itu, lokasi pabrik kaca biasanya di tentukan oleh lokasi endapan pasir kaca,
kandungan besinya tidak boleh melebihi 0,45 % untuk barang gelas pecah
belah atau 0,015 % untuk kaca optik, sebab kandungan besi ini bersifat
merusak warna kaca pada umumnya. Material pasir diklasifikasikan
berdasarkan ukuran butir 0,1 0,6 mm.
Soda (Na2O)

2.

Soda terutama di dapat soda abu padat Na2 CO3. Sumber lainnya adalah
bikarbonat, kerak garam, dan natrium nitrat yang tersebut terakhir ini sangat
berguna untuk mengoksidasi besi dan untuk mempercepat pencairan.
3. Kaca Soda Gamping (soda lime glass)

Merupakan 95 % dari semua kaca yang di hasilkan. Kaca ini di gunkan


untuk membuat segala macam bejana, kaca lembaran, jendela mobil, atau lainlain, gelas atau barang pecah belah.
II.2

Bahan Tambahan

Sebagai fluks dari silika, di pakai soda abu, kerak garam, batu gamping
dan gamping. Di samping itu, banyak pula digunakan oksida timbal, abu
mutiara (kalsium karbonat), salpeter, boraks, asam borat, asam trioksida,
feldspar, dan fluorspar bersama berbagai oksida, karbonat serta garam-garam
logam lain untuk membuata kaca berwarna.
Dalam operasi penyelesaian, banyak pula di pakai berbagai produk lain
seperti abrasif dan asam fluorida.

1. Feldspar

Mempunyai rumus umum P2O.Al2O3 6SiO2. feldspsr mempunyai banyak


keunggulan di banding produk lain, karena murah, murni dan dapat di lebur
dan seluruhnya terdiri dari oksidasi pembentuk kaca
2.

Borax
Borax adalah perawis tambahan yang menambahkan Na2O dan boron

oksida kepada kaca. Walaupun jarang di pakai dalam kaca jendela atau kaca
lembaran, boraks sekarang banyak di gunakan di dalam berbagai jenis kaca
pengemas.
3. Kerak Garam ( salt cake )
Sudah lama digunakan dalm perawis tambahan pada pembuatan kaca,
demikian pula beberapa sulfat lain amonium sulfat dan barium sulfat, dan
sering di tentukan pada. Kerak garam ini di perkirakan dapat membersihkan
buih yang mengganggu pada tanur tangki. Sulfat ini harus di pakai bersama
karbon agar tereduksi menjadi sulfit.
4. Arsen Trioksida (AsO)

Dapat pula di tambahkan untuk menghilangkan gelombang-gelombang


dalam kaca.
5. Nitrat
Baik dari natrium maupun kalium di gunakan untuk mengoksidasi besi
sehingga tidak terlalu kelihatan pada kaca produk.
6. Kalium Nitrat

Digunakan pada berbagai jenis kaca meja, kaca dekorasi dan kaca optik.
7. Kulet (Cullet)
Adalah kaca hancuran yang di kumpulkan dari barang-barang rusak,
pecahan kaca beling dan berbagai kaca limbah. Bahan ini dapat di pakai 10%
atau bahkan sampai 80% dari muatan bahan baku.
8. Blok Refraktori
Zirkon, alumina, zirkonia alumina elektrokast banyak di gunakan sebagai
refraktor pada tanki kaca.
9. Bahan Stabilizer
Bahan stabilizer merupakan bahan yang mampu menurunkan kelarutan di
dalam air, tahan terhadap serangan bahan kimia lain termasuk materi-materi
4

lain yang terdapat di atmosfer. Contoh bahan stabiliser yang biasa dipakai di
industri gelas adalah :
a. Kalsium Karbonat atau Limestone, membuat produk akhir menjadi tidak
larut di dalam air.
b. Barium Karbonat, meningkatkan berat spesifik dan indeks bias.
c. Timbal Oksida, membuat produk menjadi transparan, mengkilat, dan
memiliki indeks bias yang tinggi.
d. Seng Oksida, membuat gelas tahan terhadap panas yang mendadak,
memperbaiki sifat-sifat fisik dan mekanik, dan meningkatkan indeks bias.
e. Aluminium oksida
Aluminium oksida adalah sebuah senyawa kimia dari aluminium dan
oksigen, dengan rumus kimia Al2O3 dan nama mineralnya adalah alumina.
Disini alumunium oksida berfungsi untuk meningkatkan viskositas gelas,
kekuatan fisik dan ketahanan terhadap bahan kimia.
10. Komponen sekunder
a. Refining agent,
Menghilangkan gelembung-gelembung gas pada saat pelelehan bahan
baku. Bahan yang biasa digunakan sebagai refining agent pada industri gelas
adalah sodium nitrat dan sodium sulfat atau arsen oksida (As2O3).
b. Penghilang warna (decolorant),
Menghilangkan warna yang biasanya diakibatkan oleh kehadiran senyawa
besi oksida yang masuk bersama bahan baku. Bahan penghilang warna yang
digunakan adalah mangan dioksida (MnO2), logam selenium (Se), atau nikel
oksida (NiO).
c. Pewarna (colorant),
Digunakan untuk membuat gelas khusus sesuai dengan warna yang
dikehendaki.
d. Opacifiers.
Bahan yang digunakan sebagai opacifier adalah fluorite (CaF2),
kriolit (Na3AlF6), sodium fluorosilika (Na2SiF6), timah phospat, seng phospat
(Zn3(PO4)2), dan kalsium phospat (Ca3(PO4)2). Opacifiers adalah zat yang
ditambahkan untuk membuat kaca atau gelas bersifat buram atau tidak dapat
ditembus gelombang elektromagnetik, walaupun kaca atau gelas tersebut
transparan.
II.3

Bahan Bakar
5

Pada proses peleburan kaca, bahan bakar yang di gunakan adalah api yang
sangat panas untuk memanaskan tungku pemanas agar kaca dapat melebur
sesuai dengan suhu yang di inginkan atau tergantung pada jenis bahan yang di
kehendaki.

III.

Komposisi Berbagai Produk Kaca dalam %

Product

SiO2

Na2O

CaO

Al2O3

MgO

Soda lime glass

71

14

13

Window glass

72

15

Container glass

72

13

10

Light bulb glass

73

17

Laboratory glass

96

-Vycor

81

K2O

PbO

B2O3

lain

13

-Pyrex
E-glass (fibers)

54

S-glass (fibers)

64

Optical glasses

67

12

46

Crown

17

15

26

10

45

12

glass
- Flint glass
Hal yang menarik dari komposisi kaca bohlam yaitu pada pembuatan
lampu bohlam dapat ditambahkan warna yang bervariasi. Warna pada kaca
bohlam membuat telihat lebih indah, elegant, dan menambah harga jualnya.
6

ZnO

Pewarnaan dihasilkan oleh penyerapan langsung dari cahaya yang dipantulkan


melalu cahaya. Zat warna yang digunakan berupa golongan transisi, terutama grup
pertama Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, dan Cu. Contonya kaca yang ditambahkan
berupa garam besi Fe2+ ataupun Fe3+ dapat berwarna hijau dan coklat. Jika
ditambahkan mangan dalam Mn2O3 bewarna putih mengkilap seperti perak. Jika
ditambahkan Copper dalam Cu2+ bewarna biru bening.

IV.

Diagram Alir Proses Pemmbuatan Kaca

Proses pembuatan kaca secara umum dapat dibagi menjadi tiga yaitu fusion
of raw materials, working with molten mass dan annealing.
1. Fusion of raw materials (Pencampuran bahan baku)
Adalah proses pencampuran semua bahan baku (utama dan tambahan)
dengan komposisi bahan tertentu sesuai produk yang ingin dihasilkan. Proses ini
dilakukan di dalam suatu reaktor suhu tinggi (1500 0C-1600 0C), karena disini
7

akan diubah bahan dari bentuk padatan kedalam bentuk cairan.


2. Working with molten mass (Bekerja dengan bahan yang meleleh)
Adalah tahapan proses selanjutnya setelah fusion of raw materials, disini
bahan cair yang diperolah dicetak sesuai bentuk yang diinginkan baik manual
ataupun oleh bantuan mesin pencetak.
3. Annealing (Penyangaian)
Merupakan tahapan proses setelah tahap Working with molten mass, bahan
yang sudah dibentuk kemudian didinginkan secara bertahap dalam suatu alat glass
tempering machine, alat ini bekerja menurunkan suhu secara bertahap sampai
didapatkan bahan berbentuk kaca.
Menurut Austin 2005, proses pembentukan kaca dapat dijelaskan sebagai
Berikut :
a. Peleburan
Tanur kaca dapat diklasifikasi sebagai tanur periuk atau tanur tangki.
Tanur periuk (pot furnace), dengan kapasitas sekitar 2 ton atau kurang dapat
digunakan secara menguntungkan untuk membuat kaca khusus dalam jumlah
kecil di mana tumpak cair itu harus dilindungi terhadap hasil pembakaran. Tanur
ini digunakan terutama dalam pembuatan kaca optic dan kaca seni melalui proses
cetak. Periuknya sebetulnya ialah suatu cawan yang terbuat dari lempung pilihan
atau platina. Sulit sekali melebur kaca di dalam bejana ini tanpa produknya
terkontaminasi atau tanpa sebagian bejana itu sendiri meleleh, kecuali bila bejana
itu terbuat dari platina.
Dalam tanur tangki (tank furnace), bahan tumpak itu dimuat ke satu ujung suatu
tangki besar yang terbuat dari blok-blok refraktor, diantaranya ada yang ukuran
38 x 9 x 1.5 m dengan kapasitas kaca cair sebesar 1350 ton. Kaca itu membentuk
kolam didasar tanur itu, sedang nyala api menjilat berganti dari satu sisi ke sisi
lain. Kaca halusan (fined glass) dikerjakan dari ujung lain tangki itu, operasinya
kontinu. Dalam tanur jenis ini, sebagaimana juga dalam tangki periuk, dindingnya
mengalami korosi karena kaca panas. Kualitas kaca dan umur tangki bergantung
8

pada kualitas blok konstruksi. Karena itu, perhatian biasanya ditujukan pada
refraktori tanur kaca. Tanur tangki kecil disebut tangki harian (day tank) dan berisi
persediaan kaca cair untuk satu hari sebanyak 1 ton sampai 10 ton. Tangki ini
dipanasi secara elektrotermal atau dengan gas.
Tanur-tanur yang

disebutkan diatas adalah tergolong

tanur regenarasi

(regenerative furnace) dan beroperasi dalam dua siklus dengan dua perangkat
ruang berisi susunan bata rongga. Gas nyala setelah memberikan sebagian
kalornya pada waktu melalui tanur berisi kaca cair, mengalir ke bawah melalui
satu perangkat ruang yang diisi penuh dengan pasangan batu terbuka atau batu
rongga (checkerwork). Sebagian besar dari kandungan kalor sensibel gas keluar
dari situ, dan isian itu mencapai suhu yang berkisar antar 1500C didekat tanur
dan 650C di dekat pintu keluar. Bersamaan dengan itu, udara dipanaskan dengan
mengalihkannya melalui lubang regenerasi yang telah dipanaskan sebelumnya dan
dicampur dengan gas bahan bakar yang terbakar, sehingga suhu nyalanya menjadi
menjadi lebih tinggi lagi (dibandingkan dengan jika udara tidak dipanaskan
terlebih dahulu). Pada selang waktu yang teratur, yaitu antara 20 sampai 30 menit,
aliran campuran udara bahan bakar, atau siklus itu dibalik, dan sekarang masuk
tanur dari ujung yang berlawanan melalui isian yang telah mendapat pemanasan
sebelumnya, kemudian melalui isian semula, dan mencapai suhu yang lebih
tinggi.

Suatu Kaca mencair jenis tungku Day Tank dipanaskan gas metan dengan melalui
burner udara panas, datang dari recuperator pemanasan baja. Tungku ini
dilengkapi dengan sistem pembakaran otomatis. Nyala pembakar bekerja
bersinggungan dengan dinding melingkar dari tungku, dan berjalan pada
permukaan kaca. Draft cerobong asap ditempatkan pada posisi lateral. Siklus kerja
setiap hari.
Jenis tungku yang berbeda dan desain yang ada, tergantung pada kuantitas
kaca yang akan diproduksi, jenis produksi kaca, ditambah ekonomi
(dan logistik) faktor
Jenis utama dari tungku meliputi:
9

Pot tungku (kontinyu)


Day tank (semi-kontinyu)
Terus menerus tungku kaca
sinonim biasa untuk tungku terus menerus adalah tangki kaca-leleh atau
tungku tangki.
tungku ini diterapkan untuk
produksi Kontainer kaca
kaca datar (Mengapung & Rolled) produksi
Kebanyakan produksi kaca pecah
Fiber & wol kaca produksi
Kebanyakan produksi kaca khusus (tabung, kaca display,
kaca-keramik, lampu,
Terus menerus tungku kaca karakteristik
Tank dari bahan tahan api
Perpindahan panas dari ruang bakar menggunakan bahan bakar fosil (sebagian
besar
gas alam) menembak dengan udara atau oksigen dipanaskan
Semua langkah-langkah proses dasar dalam zona yang berbeda atau bagian dari
tungku
operasi terus-menerus, selama kampanye 5-15 tahun
jumlah tak tentu dari lintasan dari batch charger untuk keluar dari tungku
(tenggorokan atau kanal).
jenis tungku ini cocok untuk produksi massal kaca
Kapasitas tungku peleburan (kaca tarik) biasanya dinyatakan dalam jumlah
(metrik) ton kaca meleleh per hari (24 jam)
Tergantung pada tungku dan jenis kaca yang diproduksi, tarik dapat
bervariasi dari ~ 20 ton per hari (TPD) hingga> 700 TPD

Selama mencair dari batch, gelembung baru yang dihasilkan


penyulingan Primer harus dijalankan setelah gelembung baru lalu telah dibuat
Selama tahap pencairan, penyulingan dan penyejuk: homogenisasi
Untuk setiap langkah proses, persyaratan harus dipenuhi sehubungan dengan
10

suhu setempat, waktu tinggal dan karakteristik pencampuran


Ini bukan satu-satunya alasan mengapa proses langkah sebaiknya harus
lulus berturut-turut
Selama mencair gelembung proses yang dihasilkan
gelembung ini hanya dapat dihapus secara efektif dari lelehan oleh
proses penyulingan, ketika proses fusi telah selesai dan tidak ada gelembung baru
sedang terbentuk lagi pada interface butir non-larut bahan baku
Mencair dipanaskan oleh gas atau minyak api diarahkan atas kaca
mencair. Dalam lelehan, kaca meleleh pola aliran, sedang
dihasilkan, baik oleh tarikan & konveksi bebas.
aliran konveksi Gratis timbul dari perbedaan kepadatan dalam
mencair
Karena profil suhu, perbedaan kepadatan yang dihasilkan
dalam lelehan yang akan menciptakan konveksi bebas (density perbedaan
driven) aliran.
Aliran konveksi bebas yang dihasilkan pada tujuan untuk
mendapatkan cukup pencampuran dan homogenisasi dan untuk menghindari
pintas mengalir
Konveksi Loop
Tujuan: memaksa semua kaca meleleh ke daerah dengan suhu tertinggi
dan untuk menghindari aliran pintas dalam tangki mencair
Day Tank Struktur Tahan Api
1. Bawah trotoar
Dua lapisan isolasi batu bata (130 mm) dan dua lapisan silika-alumina
42% batu bata (130 mm).
2. Bentuk bulat Day Tank
Dibuat dengan blok Electro-menyatu, 200 mm dinding samping dan 100
mm ketebalan bawah.
3. Insulasi
Panas pencairan di dinding tangki akan terisolasi dengan 180 mm dari bata
tahan api, 65 mm dari batu bata silicaalumina ditambah 115 mm dari
isolasi batu bata. Sebuah Ersol lapisan 50 akan mencakup setiap
11

keseelamatan bersama dari blok tangki yang mencair untuk mencegah


kebocoran kaca luar tangki.
SIKLUS KERJA DAY TANK
1. Pemanasan dan Pengisian bahan baku
Pada akhir shift kerja, tangki telah dikosongkan dari kaca dan pemanasan
dan pengisian fase dimulai: tungku dibawa ke suhu yang tepat untuk
mencairkan kaca (antara 1280-1320 C), dan kami mengisi baku bahan
melalui mesin pengisian. Pengisian lengkap dari bahan baku dibuat dalam
dua atau tiga kali tergantung dari dimensi tungku.
2. Kaca lebur dan Pemurnian
Setelah pengisian terakhir bahan baku, tungku dibawa ke suhu maksimum,
1450/1490 C, untuk mendapatkan cairan kaca, memungkinkan
menghilangkan semua gas yang telah dihasilkan selama pencairan.
3. Pendinginan Suhu Kerja
Ketika kaca baik halus (bebas dari gelembung gas), suhu tungku dibawa ke
suhu kerja antara 1100 dan 1180 C. Dibutuhkan sekitar dua jam

Titik kritis peleburan :

Temperatur peleburan : 1500 - 1600 C (2700 - 2900 F)

Siklus peleburan memerlukan 24 48 jam utk :


- Semua butiran pasir menjadi cair
- Cairan glass tersaring
- Pendinginan hingga pada temperatur kerja
(tergantung kekentalan yang di perlukan untuk pembentukannya)

Bahan baku yang sudah homogen, diayak dahulu sebelum dimasukkan ke dalam
tungku (furnace) bersuhu sekitar 1500oC sehingga campuran akan mencair.
Selama proses pencairan, masing-masing bahan baku akan saling berinteraksi
membentuk reaksi-reaksi kimia berikut :
12

Reaksi kimia yang terlihat dalam pembuatan kaca dapat


diringkas sebagai berikut (Austin, dkk. 2005) :
1). Na2CO3 + aSiO2 Na2O.aSiO2 + CO2
2). CaCO3 + bSiO2 CaO.bSiO2 + CO2
3). Na2SO4 + cSiO2 Na2O.cSiO2 + SO2 + SO3 + CO
Reaksi yang terakhir ini dapat berlangsung seperti pada
persamaan berikut (Austin, dkk. 2005) :
1). Na2SO4 + C Na2SO3 + CO
2). Na2SO4 + C 2Na2SO3 + CO2
3). Na2SO3 + cSiO2 Na2O.cSiO2 + SO2
Reaksi-reaksi penguraian dan suhu melebur nya suatu bahan tertentu :
1.

Na2SO3 Na2O

CO2

2.

CaCO3

CO2

3.

Na2SO4 Na2O

4.

Reaksi antara SiO2 dengan Na2CO3 pada suhu 630 780oC

CaO

Na2CO3 +

aSiO2

SO2

Na2O.aSiO2 + CO2.

5. Reaksi antara SiO2 dengan CaCO3 pada suhu 600oC


CaCO3 +

bSiO2

CaO.bSiO2

+ CO2

6. Reaksi antara CaCO3 dengan Na2CO3 pada suhu di bawah 600oC


CaCO3 +

a2CO3

Na2Ca(CO3)2

7. Reaksi antara Na2SO4 dengan SiO2 pada suhu 884oC


Na2SO4 +

nSiO2

NaO.nSiO2

+ SO2 + 0.5O2

8. Reaksi utama
aSiO2 + bNa2O + cCaO + dMgO aSiO2.bNa2O.cCaO.dMgO
b. Pencetakan
b.1
a.

Proses mekanik pencetakan kaca secara umum :


Proses Fourcault

Bahan cair dialirkan secara vertikal ke atas melalui sebuah bagian yang
dinamakan debiteuse. Bagian ini terapung di permukaan kaca cair dengan celah
sesuai dengan ketebalan kaca yang diinginkan. Di atas debiteuse terdapat bagian
sirkulasi air pendingin yang akan mendinginkan kaca hingga 650 670 oC. Pada
13

suhu tersebut kaca berubah menjadi pelat padat dan akan bergerak dengan
didukung oleh roda pemutar (roller) yang menarik kaca tersebut ke atas. Gambar
di bawah ini melukiskan skema proses Fourcault.
b.

Proses Colburn (Libbey-Owens)

Jika proses Fourcault , gerakan kaca berlangsung secara vertikal, maka pada
proses Colburn kaca akan bergerak secara vertical kemudian diikuti gerakan
horizontal setelah melewati roda-roda penjepit yang membentuk leburan gelas
menjadi lembaran-lembaran.
c.

Proses Pilkington (float process)

Bahan cair dialirkan ke dalam sebuah kolam berisi cairan timah (Sn) panas.
Kecepatan aliran bahan cair ini merupakan pengatur tebal tipisnya kaca lembaran
yang akan diproses. Kaca akan mengapung di atas cairan timah karena perbedaan
densitas di antara keduanya. Kaca ini tetap berupa cairan dengan pasokan panas
yang berasal dari pembakar di bagian atas kolam. Pengendalian temperatur di
dalam kolam dilakukan agar kaca tetap rata di kedua sisinya serta pararel. Bahan
yang biaanya digunakan untuk keperluan ini adalah gas nitrogen murni.
Selanjutnya, aliran kaca melewati daerah pendinginan (masih di dalam kolam) dan
keluar dalam bentuk kaca lembaran bersuhu 600oC.
b.2 Proses pencetakan bohlam
Peniupan bola lampu yang tipis berbeda dengan pembuatan botol, karena
bentuk dan ukuran bola lampu pada mulanya di tentukan oleh tiupan itu sendiri,
dan bukan oleh cetakannya. Kaca cair mengalir melalui bukaan berbentuk anulus
pada tanur dan turun ke bawah melalui dua rol yang didinginkan dengan air. Salah
satu rol mempunyai lekkukan sehingga menyebabkan pita kaca mempunyai
bagian yang menggelembung yang bertepatan dengan lubang bundar pada
konveyer rantai horizontal tempat pita itu berpindah selanjutnya. Kaca itu
melengkung melalui lubang itu karena beratnya sendiri. Di bawah setiap lubang
itu terdapat cetakan putar, nozel udar jatuh ke permukaan pita, masing-masing
sebuah di atas setiap gelembungan kaca atau lubnag konveyer. Pada waktu pita itu
bergerak, nozel melepaskan suatu hembusann udara yang kemudian menyebabkan
14

terbentuknya gelembung bola pada pita. Cetakan yang berputar itu sekarang naik
dan sebuah lagi hembusan udara, yang bertekanan jauh lebih rendah dari
hembusan pertama membentuk gelembung bola itu ke dalam cetakan menjadi
bentuk bola lampu. Cetakan itu lalu terbuka, sebuah palu kecil memukul bola
lampu itu lepas dari pita. Bola lampu jatuh ke atas sabuk yang membawanya ke
rak lehr, dimana leher lampu di masukan ke dalam, diantara dua bilah vertikal
yang menopangnya pada waktu disangai. Waktu total unutk ke seluruhan operasi
yang di sebutkan di atas, termasuk penyangaian kira-kira 8 menit.
Mesin ini ada yang mencapi kecepatan 2000 bola lampu per menit
Berikut diagram proses pencetakan kaca bohlam :

Blowing (mis : botol minuman, toples, gelas minum, bola lampu)


1. Metode Press and Blow

15

16

c. Penyangaian
Untuk mengurangi regangan-regangan dalam kaca, semua barang kaca harus
disangai (anneal), baik barang kaca yang di buat dengan mesin maupun yang di
buat dengan tangan. Secara singkat, penyangaina menyangkut dua macam operasi
yaitu :
a.

Menahan kaca itu pada suatu suhu di atas suhu kritis tertentu selama
beberapa waktu yang cukup lama sehingga mengurangi regangan-regangan
dalam denagn jalan pengaliran plastik sehingga regangannya kurang dari
sustu maksimum yang di tentukan.

b.

Mendinginkan masa kaca itu sampai suhu kamar secara cukup perlahan
sehingga regangan itu selalu berada di bawah batas maksimum lehr atau
17

tungku penyaringan, tidak lain hanyalah satu ruang pemanasan yang di


rancang dengan baik dimana laju pendingin dapat di atur sehingga
memenuhi persyaratan yang di sebut di atas.
Adanya hubungan kuantitatif antara tegangan dan birefringence yang di sebabkan
oleh tegangan itu telah memungkinkan para ahli teknologi kaca merancang kaca
yang dapat menangani kondisi tegangan termal dan mekanii tertentu. Dengan data
di atas sebagai dasar para insinyur berhasil membuat peralatan penyangat
kontinyu dengan pengaturan suhu otomatik dan sirkulasi terkendali sehingga
penyangaian dapat di laksanakan dengan biaya bahan bakar lebih rendah dan
kerugian produk lebih sedikit.
d. Penyelesaian
Semua kaca yang sudah disangai harus mengalami operasi penyelesaian
yang relative sederhana tetapi sangat penting. Operasi ini menyangkut hal-hal
sebagai berikut: Pembersihan, Penggosokan, Pemolesan, Pemotongan, Gosoksemprot dengan pasir, Pemasangan email klasifikasi kualitas, Pengukuran.
V. Dampak positif dan negative industry kaca
a. Dampak Positif
Dengan adanya perusahaan pembuatan kaca dan semakin majunya alat
yang di cipatakan para insinyur maka sudah pasti akan menciptakan
lapangan pekerjaan baru bagi para penganggur yang ada di sekeliling
perusahaan tersebut, dan juga dapat bermanfaat bagi orang-orang sipil atau
para arsitek dalam mengembangkan suatu ide dalam perancangan
bangunan. Dan dapt pula berguna bagi perusahaan otomotif karena kaca
sekarang tidak hanya sebagi kaca hiasan tetapi juga sebagai kaca
pelindung.
b. Dampak Negatif
Dengan makin besarnya perusahaan kaca ini maka akan sangat menganggu
lingkungahn karena proses pembuatan kaca ini pasti mempunyai limbah
yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia dan juga hewan
yang ada di sekitarnya. Sudah tentu semua ekosistem kana berubah baik
18

dari struktur tanah ataupun air, tetapi ini tidak langsung terjadi sangat cepat
tetapi secara berlahan-lahan.

VI Kesimpulan
Proses produksi kaca/gelas sepeti : LCD, kaca berwarna, kaca
antipeluru, fiberglass, kaca keramik, kaca antigores, lampu bohlam, alat-alat
laboratorium, plat kaca, kaca jendala, dan lain sebagainya memiliki
komposisi bahan dan tahapan proses yang berbeda. Secara umum proses
pembuatan kaca meliputi :
a. Persiapan alat dan bahan
b. Penimbangan bahan baku,
c.
d.
e.
f.

pengayakan,

penggilingan

dan

permunian
Peleburan
Pembentukan/pencetakan
Penyangaian / Annealing
Penyelesaian : Penggosokan, Pemolesan, Pemotongan, Gosoksemprot dengan pasir, Pemasangan email klasifikasi kualitas,
Pengukuran

DAFTAR PUSTAKA
Austin GT. 2005. Shreve's Chemical Process Industries, 5th ed. New York:
McGraw-Hill Book Co.
Badan Standar Indonesia (BSN). 2005. Kaca Lembaran SNI 15-0047-2005.
Jakarta(ID): BSN.
Indonesian Commercial Letter. 2010. Industri Kaca lembaran September 2010
[terhubung berkala] http://www.datacon.co.id/index1ind.html. diakses pada 19
Oktober 2015.
Keenan, Charles W., dkk. 1984. Ilmu Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga.
19

Miessler G L, Terr D A. 1987. Inorganic Chemistry third edition. Minnesota


Weeny R Mc. 2007. Book 5 Atom, Molecules, Matter the stuff of Chemisty.
Pisa: University of Pisa

20