Anda di halaman 1dari 11

SURAT JAWABAN GUGATAN

Malang, 30 Maret 2008


KONKLUSI JAWABAN
Dalam Perkara No. 108/2008/C/Mlg
An t a r a
Sdr. -nama: penggugat
Lawan
Heri Firmansyah : tergugat
Dengan hormat,
Untuk dan atas nama tergugat dengan ini hendak mamajukan dalil dalil seperti apa yang akan terurai di
bawah ini sebagai konklusi jawaban.
DALAM EKSEPSI :
Bahwa gugatan ini telah secara keliru diajukan oleh penggugat kepada pengadilan negeri di Malang
Bahwa tergugat sekarang bertempat tinggal di Surabaya.
Bahwa dalam perjanjian jual beli tersebut tidak ternyata bahwa kedua belah pihak telah mengadakan
pemilihan domisili pada kepaniteraan di Malang.
Bahwa menurut pasal 118 ayat (1) KUHAPerdata , gugatan ini seharusnya diajukan kepada Pengadilan
Negeri di Surabaya .
Apabila Pengadilan Negeri di Malang berpendapat lain maka :
DALAM POKOK PERKARA
Bahwa tergugat menerima dalil dalil yang dikemukakan oleh penggugat apa yang diakuinya secara tegas
tegas.
Bahwa memang benar tergugat telah membuat suatu pengikatan untuk melakukan jual beli nomor
551/25.46/2007 tanggal 1 Mei 2007 dengan penggugat tentang penjualan gedung perkantoran bertingkat IV di :
Kompleks

: Gedung Perkantoran Jaya Tirta

Terletak di

: Jalan, Malang 65452

Blok

:3

Nomor

: 8b

Luas Tanah

: 400 M2

Jumlah Lantai

: 4 (empat) Lantai

Luas Bangunan : 400 M2

Lantai I : 100 M2
Lantai II

: 100 M2

Lantai III

: 100 M2

Lantai IV

: 100 M2

Bahwa atas kesibukan tergugat maka tergugat tidak dapat mengadakan penyerahan bangunan secara nyata
dan itu telah diberitahukan kepada penggugat. Dan penggugat memakluminya.
Bahwa tergugat tidak menerima surat somasi yang diberikan oleh penggugat, karena tergugat sedang
berpergian keluar negeri
Maka berdasarkan segala apa yang terurai diatas, tergugat mohon dengan hormat sudilah kiranya
Pengadilan Negeri di Malang berkenan memutuskan :
-

Menolak gugatan penggugat, atau setidak tidaknya menyatakan tidak dapat diterima

Menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara.


Hormat
kuasa tergugat,

(-nama)

Bandung, 12 April 2005


JAWABAN GUGATAN
Dalam Perkara No.107/Pdt.G/2005/PN Bdg. Bdg.
Antara
Riyanto Widjaya, S.E., M.B.A.: Penggugat Dengan
Irfan Arjangi, S.E.: Tergugat
Kepada Majelis Hakim yang Menangani Perkara No.107/Pdt.G/2005/PN Bdg.
Di Bandung
Dengan hormat,
Untuk dan atas nama tergugat. Dengan ini hendak mengajukan dalil-dalil
seperti apa yang terurai berikut sebagai jawaban gugatan.
1. Bahwa, tergugat menyangkal dalil-dalil yang dikemukakan penggugat,
kecuali apa yang diakuinya secara tegas-tegas;
2. Bahwa, memang benar tergugat pada 2 Januari 2002 telah meminjam
uang dari penggugat sebanyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta
rupiah), akan tetapi utang tergugat tersebut telah dibayar lunas
seluruhnya pada 2 Januari 2005 melalui transfer ke rekening
penggugat;
3. Bahwa, cara pembayaran melalui transfer itu dilakukan tergugat,
dikarenakan pada 2 Januari 2005 tergugat sedang berada di luar
negeri;
4. Bahwa, dengan melakukan pembayaran sebanyak Rp 200.000.000,00
kepada penggugat, maka utang piutang antara penggugat dan
tergugat dianggap selesai; dan
5. Bahwa, berdasarkan segala hal yang terurai tersebut, tergugat mohon
dengan hormat, sudilah kiranya Pengadilan Negeri Bandung berkenan
memutuskan :
a. Menolak gugatan penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan
tidak dapat diterima;
b. Menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara.

Bandung, 12 April 2005


JAWABAN GUGATAN DAN GUGATAN REKONPENSI
Dalam Perkara No. 107 Pdt.G/2005/PN Bdg.
Antara
Riyanto Widjaya, S.E., M.B.A.
Dan
Irfan Arjangi, S.E.
Kepada Majelis Hakim yang Menangani Perkara No. 107 Pdt.G/2005/PN Bdg.
Di Bandung
Dengan hormat,
Untuk dan atas nama tergugat dalam konpensi/penggugat dalam rekonpensi.
Dengan ini hendak mengajukan dalil-dalil seperti apa yang akan terurai
berikut sebagai konklusi jawaban dalam konpensi dan gugatan dalam
rekonpensi.
Dalam Eksepsi
1. Bahwa, gugatan ini telah secara keliru diajukan oleh penggugat kepada
Pengadilan Negeri Bandung;
2. Bahwa, tergugat sekarang bertempat tinggal di Jln.Terusan Kopo No.
420 Bandung dan tempat tinggal tersebut telah diketahui oleh
penggugat;
3. Bahwa, dalam perjanjian utang piutang tertanggal tidak terbukti kedua
belah pihak telah mengadakan pilihan domisili pada kepaniteraan
Pengadilan Negeri Kelas I A Bandung;
4. Bahwa menurut Pasal 118Ayat (l) HIR, gugatan ini seharusnya diajukan
ke Pengadilan Negeri Bali Bandung dan bukan sebagaimana dilakukan
oleh penggugat di Pengadilan Negeri Kelas I A Bandung;
5. Maka berdasarkan segala apa yang terurai tersebut, tergugat mohon
dengan hormat, sudilah kiranya Pengadilan Negeri Bandung berkenan
memutuskan dan menyatakan bahwa Pengadilan Negeri Kelas I A
Bandung tidak berwenang untuk mengadili perkara tersebut dan
menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara ini.
Apabila pengadilan Negeri Kelas I A di Bandung berpendapat lain, maka:
Dalam Pokok Perkara

Dalam Konpensi
1. Bahwa, tergugat menyangkal dalil-dalil yang dikemukakan penggugat
dalam konpensi, kecuali apa yang diakuinya secara tegas-tegas;
2. Bahwa, memang benar tergugat dalam konpensi pada 2 Januari 2008
telah meminjam uang dari penggugat dalam konpensi sebanyak Rp
200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah), akan tetapi utang tergugat
dalam konpensi ini telah dibayar lunas seluruhnya pada 2 Januari 2009
kepada penggugat dalam konpensi;
3. Bahwa, pembayaran utang tergugat dalam konpensi dilakukan melalui
transfer seperti terbukti dalam tanda bukti transfer tanggal 2 Januari
2009 yang diberikan oleh bank;
4. Bahwa, cara pembayaran melalui transfer tersebut ditempuh tergugat
dalam konpensi pada 2 Januari 2009 dikarenakan pada tanggal
tersebut penggugat sedang berada di luar negeri;
5. Bahwa, dengan melakukan pembayaran sebanyak Rp 200.000.000,00
(dua ratus juta rupiah) kepada penggugat dalam konpensi tersebut,
terbukti bahwa utang tergugat dalam konpensi kepada penggugat
telah dilunasi tepat pada waktunya;
6. Bahwa berdasarkan segala apa yang terurai tersebut, tergugat dalam
konpensi memohon dengan hormat, sudilah kiranya Pengadilan Negeri
Kelas I A Bandung berkenan memutuskan:
a. Menolak gugatan penggugat dalam konpensi atau setidaktidaknya menyatakan tidak dapat diterima; dan
b. Menghukum penggugat dalam konpensi untuk membayar biaya
perkara.
Dalam Rekonpensi
Bahwa dalil-dalil yang telah dipergunakan dalam konpensi dianggap
dipergunakan kembali untuk dalam rekonpensi;
1. Bahwa, dengan adanya pembayaran utang sebanyak Rp.
200.000.000,00 ( dua ratus juta rupiah ) tersebut, menurut hukum
utang penggugat dalam konpensi kepada tergugat dalam rekonpensi
menjadi lunas;
2. Bahwa, akan tetapi dengan berbagai alasan tergugat dalam rekonpensi
masih tetap tidak mau mengembalikan barang jaminan berupa Surat
sertifikat rumah di Jalan Soekarno Hatta No. 40 Bandung, Hak Milik
No.14, Kecamatan Rancasari, Surat Ukur No. 2202/1995, tertanggal 10
Januari 1995 yang dikeluarkan oleh Kantor Pendaftaran Tanah di
Bandung;

3. Bahwa barang jaminan milik penggugat dalam rekonpensi tersebut,


secara melawan hukum telah dihilangkan oleh tergugat dalam
rekonpensi, hal mana sangat merugikan sekali bagi penggugat dalam
rekonpensi;
4. Bahwa, atas perbuatan melawan hukum tergugat dalam rekonpensi
tersebut, wajar terhadapnya dihukum untuk membayar ganti rugi
kepada penggugat dalam rekonpensi;
5. Bahwa, ganti rugi yang rill dapat diketahui dari biaya-biaya yang harus
dikeluarkan untuk pembuatan sertifikat pengganti, antara lain biaya
pemasangan iklan selama dua kali, biaya sertifikat pengganti, dana
kesejahteraan, biaya pembuatan Surat ukur, dan lain sebagainya yang
ditaksir berjumlah Rp 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah);
6. Bahwa, wajar terhadap tergugat dalam rekonpensi yang telah
menghilangkan barang jaminan milik penggugat dalam rekonpensi
tersebut dihukum untuk membayar ganti rugi sebanyak Rp
20.000.000,00 (dua puluh juta) secara sekaligus dan seketika, atau
sejumlah uang yang menurut pengadilan negeri patut dibayarkan oleh
tergugat dalam rekonpensi kepada penggugat dalam rekonpensi;
7. Bahwa penggugat dalam rekonpensi mempunyai sangka yang
beralasan akan mengalihkan, memindahkan atau mengasingkan
barang-barang miliknya, balk yang berupa sebidang tanah berikut
bangunan rumah yang terletak di Jalan Mohamad Toha No. 20
Bandung, mohon terlebih dahulu Pengadilan Negeri di Bandung
berkenan terlebih dahulu meletakkan sita jaminan (conservatoir
beslog) terhadap barang-barang milik tergugat dalam rekonpensi
tersebut di atas.
8. Maka berdasarkan segala apa yang terurai tersebut, penggugat dalam
rekonpensi memohon dengan hormat, sudilah kiranya Pengadilan
Negeri di Bandung berkenan memutuskan:
Primair:
1. Menyatakan syah dan berharga sita jaminan tersebut di atas;
2. Menghukum tergugat dalam rekonpensi untuk membayar ganti rugi
kepada penggugat dalam rekonpensi sebesar Rp 20.000.000,00 (dua
puluh juta rupiah) dengan sekaligus dan seketika atau sejumlah uang
yang oleh pengadilan negeri dianggap patut untuk dibayarkan kepada
penggugat dalam rekonpensi oleh tergugat dalam rekonpensi;
3. Menghukum tergugat dalam rekonpensi untukmembayar biaya perkara
ini;

4. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dahulu (uitvoerbaar bij


voorraad) meskipun timbul verzet atau banding.
Apabila pengadilan negeri berpendapat lain, maka:
Subsidair:
Dalam peradilan yang baik, mohon keadilan yang seadil-adilnya (ex aequo et
bono).
Hormat Kuasa
Tergugat dalam Konpensasi
penggugat dalam Rekonpensi
Yani Aria, S.H., M.Si.

PERKARA PERDATA
No. 8845/FS/V/2008
antara
Perseroan Dagang (Firma) Loan & CoTergugat II
Melawan
dr. Ahmad Banya Banyau Penggugat I
Bujang Jang Ujang Jangpang, S.E., M.M. Penggugat II
Citra Pariwara Wawancara, S. Sos.. Penggugat III
Danang Pemenang, S.HPenggugat IV
Kesemuanya disebut PENGGUGAT
====================================================================
Kepada Yth.
Majelis Hakim dalam perkara
No. 8845/FS/V/2008
Di Pengadilan Negeri Surakarta
Jl. Rupawan No.1, Surakarta
Perihal : Jawaban Dalam Perkara No.8845/FS/V/2008
Dengan hormat,

Sebagai kuasa yang bertindak untuk dan atas nama TERGUGAT yang dalam hal ini telah diberi
kuasa dengan surat kuasa khusus tertanggal 8 Januari 2010 (terlampir); dengan ini hendak
memajukan dalil-dalil seperti apa yang akan terurai di bawah ini sebagai konklusi jawaban.
I. DALAM EKSEPSI
1. Bahwa dalam gugatan telah terjadi Error in Persona, dimana yang semestinya digugat mengenai
Hak Guna Bangunan Nomor 07/SOLO atas tanah Petuk Nomor 567/Letter C Blok D III adalah
Eric Van Goeh atau ahli warisnya secara pribadi, dan bukan TERGUGAT II, karena TERGUGAT
II memperoleh Hak Guna Bangunan atas tanah Petuk tersebut dari Eric Van Goeh, dan
TERGUGAT II sama sekali tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam pemalsuan perolehan Hak
Guna Bangunan yang dilakukan oleh Eric Van Goeh terhadap tanah Petuk Nomor 567/Letter C
Blok D III tersebut;
2.

Bahwa dalam gugatan ini mengandung cacat (plurium litis consorium), dimana pihak yang
ditarik sebagai tergugat tidak lengkap, karena pihak Eric Van Goeh atau ahli warisnya sebagai
pihak yang secara pribadi bertanggung jawab dan memiliki kepentingan langsung atas
pemalsuan Hak Guna Bangunan Nomor 07/SOLO di tanah Petuk Nomor 567/Letter C Blok D
III, tidak ditarik sebagai TERGUGAT.
II. DALAM POKOK PERKARA

a.
b.

Bahwa semua jawaban dalam eksepsi mohon dicatat kembali sepanjang ada realisasinya;
Bahwa TERGUGAT II menyangkal dengan tegas dalil-dalil yang dikemukakan oleh
PENGGUGAT kecuali apa yang diakui kebenarannya secara tegas oleh TERGUGAT II;

c.

Bahwa memang benar Eric Van Goeh merupakan salah satu sekutu yang berhak mewakili
TERGUGAT II dalam perikatan dengan pihak ketiga;

d.

Bahwa perjanjian pinjam-meminjam uang sebesar Rp 560.000; dengan bunga 2 % dengan


jaminan tanah Petuk Nomor 567/Leter C Blok D III milik PENGGUGAT yang dilakukan Eric
Van Goeh sebagai kreditur dengan PENGGUGAT sebagai debitur pada 1 Mei 1982, tidak ada
sangkut pautnya dengan TERGUGAT II, tanpa persetujuan dari sekutu-sekutu TERGUGAT II
yang lain, dan Eric Van Goeh pada saat itu bertindak secara pribadi untuk dirinya sendiri dan
tidak dalam kapasitas mewakili TERGUGAT II sehingga perbuatan Eric Van Goeh tersebut tidak
mengikat TERGUGAT II;

e.

Bahwa perbuatan Eric Van Goeh pada tahun 1983, yang mengajukan permohonan pendaftaran
Hak Guna Bangunan atas tanah Petuk Nomor 567/Leter C Blok D III milik PENGGUGAT tanpa
sepengetahuan, tanpa hak, dan tanpa seizin PENGGUGAT, tidak ada sangkut pautnya dengan
TERGUGAT II, tanpa persetujuan dari sekutu-sekutu lain dalam TERGUGAT II, dan tidak
dalam kapasitas mewakili TERGUGAT II, dimana perbuatan itu dilakukan Eric Van Goeh secara
pribadi, dan TERGUGAT II sama sekali tidak mengetahui perbuatan Eric Van Goeh memalsukan
izin Hak Guna Bangunan atas tanah Petuk Nomor 567/Leter C Blok D III milik PENGGUGAT
tersebut, sehingga perbuatan Eric Van Goeh mengenai hal itu tidak mengikat TERGUGAT II;

f.

Bahwa memang benar Eric Van Goeh berdasarkan persetujuan dan kuasa dari sekutu lain dalam
TERGUGAT II, berlaku sebagai sekutu yang mewakili TERGUGAT II dalam melakukan
perjanjian kredit senilai Rp 1.000.000; berjangka waktu 10 tahun dan bunga 8 %, dengan Bank
Swasta Sertivia pada tanggal 1 Februari 1990, berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor
881/PJ/II/1990;

g.

Bahwa memang benar Eric Van Goeh sebagai seorang sekutu dari TERGUGAT II, telah
memberikan inbreng berupa hak pakai atas Hak Guna Bangunan Nomor 07/SOLO di atas tanah
Petuk Nomor 567/ Leter C Blok D III kepada TERGUGAT II, untuk dapat digunakan sebagai
jaminan perjanjian kredit TERGUGAT II dengan Bank Swasta Sertivia berdasarkan Akta
Jaminan Perjanjian Kredit No. 882/PJ/II/1990;

h. Bahwa atas inbreng berupa hak pakai atas Hak Guna Bangunan Nomor 07/SOLO di atas tanah
Petuk Nomor 567/Letter C Blok D III milik Eric Van Goeh tersebut, TERGUGAT II
mengetahuinya sebagai Hak Guna Bangunan yang memang dimiliki oleh Eric Van Goeh karena
memang diberikan oleh PENGGUGAT secara sukarela karena PENGGUGAT tidak dapat
melunasi hutang yang ia miliki dalam perjanjian pinjam-meminjam uang dengan Eric Van Goeh,
yang dibuktikan oleh Eric Van Goeh kepada TERGUGAT II dengan Akta Perjanjian Hutang No.
941/JP/V tertanggal 19 Oktober 1983, dengan jaminan Petuk Nomor 567/Letter C Blok D III
yang menyatakan PENGGUGAT tidak dapat melunasi utangnya dan dengan sukarela
mengizinkan Eric Van Goeh memiliki Hak Guna Bangungan di atas tanah Petuk tersebut;
i.

Bahwa TERGUGAT II sama sekali tidak mengetahui bahwa Akta Perjanjian Hutang No.
941/JP/V tertanggal 19 Oktober 1983 dengan jaminan Petuk Nomor 567/Letter C Blok D III,
yang menyatakan PENGGUGAT tidak dapat melunasi utangnya dan dengan sukarela

mengizinkan Eric Van Goeh memiliki Hak Guna Bangunan di atas tanah Petuk tersebut, adalah
palsu;
j.

Bahwa memang benar Bank Swasta Sertivia pada tanggal 25 Mei 1999, bersamaan dengan
tejadinya krisis moneter, termasuk ke dalam 52 bank beku operasi dan bank beku kegiatan usaha
(BBO-BBKU) yang kemudian dilikuidasi dan seluruh assetnya diambil alih oleh Badan
Peneyehatan Perbankan Nasional (BPPN) berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 1999 tentang
Likudiasi Bank;

k.

Bahwa memang benar sebelum Bank Swasta Sertivia dilikuidasi, TERGUGAT II belum
melunasi kreditnya kepada Bank Swasta Sertivia senilai Rp 1.000.000; dengan bunga 8 %,
karena jangka waktu kredit tersebut adalah 10 tahun, sementara pada saat bank dilikuidasi jangka
waktu yang berlalu baru 9 tahun, sehingga jangka waktu pelunasan utang TERGUGAT II belum
habis;

l.

Bahwa dengan dilikuidasinya Bank Swasta Sertivia tersebut, Badan Penyehatan Perbankan
Nasional (BPPN) kemudian mengambil alih seluruh asset, termasuk langsung secara sepihak
mengambil alih aset jaminan perjanjian kredit TERGUGAT II dengan Bank Swasta Sertivia
berupa Hak Guna Bangunan Nomor 07/SOLO di atas tanah Petuk Nomor 567/Letter C Blok D
III, karena BPPN menganggap bahwa TERGUGAT II tidak mampu melunasi utangnya kepada
Bank Swasta Sertivia, walaupun jangka waktu perjanjian kredit belum habis.

m. Bahwa petitum PENGGUGAT butir 5 yang menyatakan menghukum para tergugat untuk
membayar ganti rugi secara tunai kepada PENGGUGAT sebesar Rp 1.000.000.000; (satu miliar
rupiah) kepada PENGGUGAT secara tunai adalah tidak berdasar dan tidak berasalasan bagi
TERGUGAT II, karena TERGUGAT II tidak pernah mengetahui bahwa Hak Guna Bangunan
No. 07/SOLO atas nama Eric Van Goeh di atas tanah Petuk Nomor 567/Letter C Blok D III
adalah palsu, bahkan TERGUGAT II adalah merupakan pihak yang menjadi korban dari
penipuan dan pemalsuan Hak Guna Bangunan di atas tanah Petuk tersebut oleh Eric Van Goeh;
n.

Bahwa petitum PENGGUGAT butir 6 yang menyatakan menghukum para tergugat untuk
membayar biaya-biaya yang ditetapkan sebesar Rp 500.000.000; (lima ratus juta rupiah) adalah
terlalu besar dan tidak memiliki rincian yang jelas.

Maka berdasarkan segala apa yang terurai di atas, TERGUGAT II mohon dengan hormat agar
Majelis Hakim berkenaan memutuskan:

DALAM EKSEPSI
Menyatakan gugatan ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat dterima
DALAM POKOK PERKARA
1.

Menyatakan menolak gugatan PENGGUGAT seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan


gugatan PENGGUGAT tersebut tidak dapat diterima;

2. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara ini.


Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, maka mohon keadilan yang seadil-adilnya (ex aequo et
bono)
Hormat Kuasa Hukum TERGUGAT II
(RIDWAN SYAIDI TARIGAN, S.H.,