Anda di halaman 1dari 17

ELEKTRODINAM

IKA

DISPERSI

Propagasi gelombang elektromagnetik ketika


melewati sebuah medium bergantung pada tiga
macam sifat dari material itu sendiri yang meliputi:
permitivitas , permeabilitas dan konduktivitas . Jika
besarnya dan relatif tidak berubah maka kecepatan
gelombang elektromagnetik di dalam sebuah
medium nonkonduktor akan selalu bernilai

dengan indeks bias sebesar

dan keduanya selalu bernilai konstan.

Di
dalam bahasan optika, indeks bias sangat
bergantung pada besarnya frekuensi dari gelombang
elektromagnetik yang datang pada material. Dengan
kata lain n adalah sebuah fungsi dari . Karena
gelombang dengan frekuensi yang berbeda-beda
berjalan dengan kecepatan yang berbeda pula
dalam medium dispersif, maka sebuah gelombang
akan membentuk kelompok frekuensi tertentu
dengan kecepatan kelompok (grup) sebesar

Sementara itu, tidak selamanya nilai berpengaruh


besar terhadap permitivitas , ,dan . Pada
beberapa kasus, besarnya tidak menunjukkan
variasi yang signifikan akibat perubahan , hal ini
dikarenakan pada kebanyakan material, nilai lebih

Dispersi dalam Medium NonKonduktor


Di dalam sebuah medium nonkonduktor, elektronelektron bergetar di sepanjang lintasannya dengan
frekuensi alamiah . Gaya ikat yang menyebabkan
pergerakan ini berasal dari komponen gaya
pemulih dari elektron yang secara matematis
berdasarkan hukum Hooke dituliskan sebagai

Oleh karena posisinya tersebut, elektron memiliki


energi potensial yang dapat kita peroleh melalui
ekspansi Deret Taylor disekitar titik
kesetimbangannya sebagai berikut

Energi potensial sangat bergantung pada posisi


partikel dari titik acuan (setimbang). Dengan
demikian suku pertama dan kedua dari persamaan di
atas akan bernilai nol sedangkan suku ketiga cukup
mewakili ekspresi untuk energi potensial dengan
penyederhanaan bentuk menjadi

Dengan

Ketika sebuah elektron dalam keadaaan berosilasi,


akan bekerja sebuah gaya peredam yang besarnya
sebanding dengan kecepatan osilasinya sebesar

interaksi antar elektron akan menyebabkan


munculnya gelombang elektromagnetik berfrekuensi .
Alhasil, pada elektron akan bekerja
gaya penggerak sebesar

dengan q adalah muatan elektron, dan E0 adalah


amplitude dari gelombang di titik elektron berada.

Jika kita kombinasikan persamaan (5.40), (5.41) dan


(5.42) ke dalam hukum Newton maka kita dapatkan
sebuah persamaan differensial orde dua sebagai
berikut

Persamaan di atas akan lebih cantik jika beberapa


variabel dinotasikan dalam bentuk kompleks. Dengan
sedikit penyederhanaan bentuk, mari kita lihat
persamaan berikut

kita berikan sebuah solusi dari osilasi sebuah elektron


dengan frekuensi penggerak berikut ini

sehingga ketika kita operasikan solusi di atas pada


persamaan (5.43), kita dapatkan ekspresi untuk

Pergerakan sebuah elektron tidak akan pernah lepas


dari bahasan momen dipole.

Dalam fenomena semacam ini, kita dapat


menghitung besarnya momen dipole yang mungkin
terjadi yakni

Dapat anda lihat bahwa notasi yang digunakan untuk


momen dipole tetap konsisten pada bentuk kompleks.

perluas

untuk kasus banyak elektron. Katakanlah


dalam sebuah sistem terdapat fj elektron yang
memiliki frekuensi dengan faktor peredam . Untuk
sejumlah N molekul persatuan volume, polarisasi
yang dimiliki adalah

Untuk medium yang linier, kita dapat


mensubstitusikan komponen berikut

ke
dalam persamaan (5.44). Dari sini kita dapatkan
ekspresi untuk permitivitas komplek
yang
menghubungkan
besaran

dan sebagai berikut

Untuk medium yang dispersif, kita modifikasi


persamaan gelombang untuk dengan memasukkan
permitivitas komplek (5.45) pada persamaan (5.2)
sehingga diperoleh

Kita dapat mengambil analogi dari solusi gelombang


bidang sebagai berikut

Mari kita analisis lebih jauh persamaan (5.46). Kita


tahu bahwa muncul sebagai permitivitas komplek.
Akibatnya, bilangan gelombang k

berbentuk kompleks dan harus dijabarkan ke dalam


bagian real dan imajiner. Dengan demikian kita
dapatkan modifikasi persamaan (5.46) sebagai berikut

Selanjutnya, kita namakan faktor

sebagai

pelemahan
(atenuasi) gelombang. Karena kita tahu bahwa
intensitas sebuah gelombang sebanding dengan E2,
maka pada bagian eksponensial yang berisi faktor
pelemahan gelombang dari persamaan intensitas akan
menjadi

. Kuantitas

disebut sebagai koefisien absorbsi.

Jika kita terapkan osilasi elektron pada medium


berbentuk gas, suku kedua persamaan (5.45) akan
bernilai kecil. Di bawah tanda akar, nilai dari akan
mendekati bentuk berikut

Mari kita terapkan definisi di atas pada bilangan


gelombang (5.47) dan alhasil kita dapatkan

Sementera itu, indeks bias (5.39) dengan


akan termodifikasi menjadi

Perhatikan bahwa kita telah memasukkan komponen


real dari k pada perhitungan indeks bias. Sedangkan
bagian imajiner dari k akan menyempurnakan
koefisien absorbsi (5.48) menjadi

Jikalau kita mencoba untuk mengabaikan faktor


redaman, dalam hal ini elektron berada dalam
keadaan resonan, maka persamaan (5.49) akan
tersederhanakan menjadi

Perlu diketahui bahwa untuk medium yang cukup


transparant, resonansi terdekat berada pada daerah
ultraviolet. Ini berarti

sehingga dengan

sedikit sentuhan matematis berikut ini

Definisi ini membuat persamaan (5.50) harus ditulis


ulang menjadi

Akan nampak lebih sederhana apabila persamaan


(5.51) dituliskan dalam bentuk fungsi panjang
gelombang

untuk kondisi di dalam vakum

sebagai berikut

Persamaan ini dikenal sebagai persamaan Cauchy.


Konstanta A disebut sebagai koefisien refraksi dan B
disebut sebagai koefisien dispersi.