Anda di halaman 1dari 3

INGATAN (Peran fasilitasi sinaptik dan

inhibisi sinaptik)
Peran fasilitasi sinaptik dan inhibisi sinaptik
SOLUSI PROBLEM EKONOMI UNTUK
KEKAYAAN!

Cara MERAPATKAN VAGINA 100%


AMPUH

PERUT KEMPES DALAM 3 HARI..! Simpelet Suami Bilang Vagina KENDOR?


3
KumpulBlogger.com :Demo Targeted Ads
Peran fasilitasi sinaptik dan inhibisi sinaptik
Secara fisiologis, ingatan tersimpan dalam otak dengan mengubah
sensitivitas dasar penjalaran sinaptik di antara neuron-neuron sebagai
akibat aktivitas neural sebelumnya. Jaras yang baru atau yang
terfasilitasi disebut jejak-jejak ingatan (memory traces). Jaras-jaras
ini penting karena bila menetap (ada) akan diaktifkan secara selektif
oleh benak pikiran untuk menimbulkan kembali ingatan yang telah ada.
Ingatan jangka pendek
Ingatan jangka pendek dicirikan oleh ingatan seseorang mengenai 7-10
angka dalam nomor telepon (7-10 fakta jelas lainnya) selama beberapa
detik sampai beberapa menit pada saat tersebut, tetapi hanya akan
berlangsung selama seseorang terus-menerus memikirkan angka-angka atau
fakta-fakta tersebut.
Banyak ahli fisiologi telah memperkirakan bahwa ingatan jangka pendek
ini disebabkan oleh aktifitas saraf yang berkesinambungan yang merupakan
hasil dari sinyal-sinyal saraf yang terus berjalan berkeliling pada
jejak ingatan sementara di dalam suatu sirkuit neuron reverberasi. Teori
ini masih belum dapat dibuktikan. Kemungkinan penjelasan lain mengenai
ingatan jangka pendek ini adalah fasilitasi atau inhibisi presinaptik.
Hal ini terjadi pada sinap-sinap yang terletak pada fibril-fibril saraf
terminal segera sebelum fibril-fibril tersebut bersinap dengan neuronneuron
berikutnya.
Bahan-bahan
kimiawi
neurotransmitter
yang
disekresikan pada terminal seperti itu sering kali menyebabkan
fasilitasi atau inhibisi yang berlangsung selama beberapa menit.
Lintasan jenis seperti ini dapat menimbulkan ingatan jangka pendek.
Ingatan jangka menengah
Ingatan jangka menengah berlangsung bermenit-menit bahkan bermingguminggu. Ingatan ini kadang-kadang akan hilang, kecuali jika jejak
ingatan memperoleh aktivasi secukupnya sehingga menjadi lebih permanen
yang kemudian diklasifikasikan sebagai ingatan jangka panjang. Percobaan
pada hewan primitif telah menunjukkan bahwa ingatan jenis jangka
menengah ini dapat merupakan hasil dari perubahan fisik atau kimiawi

yang bersifat sementara atau keduanya baik pada terminal presinaps atau
pada membrane postsinaps, perubahan ini dapat menetap selama bermenitmenit sampai beberapa minggu. Mekanisme ini bersifat sangat penting
sehingga layak dideskripsikan secara khusus.
Mekanisme molekular pada ingatan menengah
Mekanisme habituasi. Pada tingkatan molekular, walaupun penyebab tak
seluruhnya diketahui, efek habituasi pada terminal sensorik terjadi
akibat penutupan secara progresif kanal-kanal kalsium melalui membran
terminal. Meskipun demikian, penutupan kanal kalsium tersebut tidak
sepenuhnya dimengerti. Ion kalsium dapat berdifusi ke dalam terminal
terhabituasi ini lebih sedikit daripada jumlah normal sehingga akan
semakin sedikit transmitter sensorik terminal yang dilepaskan karena
pemasukan ion kalsium merupakan stimulus utama bagi pelepasan
transmitter.
Mekanisme fasilitasi. Pada kasus fasilitasi, mekanisme molekular
dianggap berlaku sebagai berikut :
1. Perangsangan terminal fasilitator presinaptik pada saat yang sama
dengan perangsangan sensorik menyebabkan pelepasan serotonin pada sinaps
fasilitator di permukaan terminal sensorik.
2. Serotonin bekerja pada reseptor serotonin di membran terminal
sensorik dan serotonin ini mengaktifkan enzim adenililsiklase di dalam
membran. Akhirnya, adenil siklase tersebut menyebabkan terbentuknya
enzim adenosine monofosfatb siklik (cAMP) juga di dalam terminal
presinaptik sensorik.
3. AMP siklik mengaktifkan protein kinase yang menyebabkan fosforilasi
protein yang merupakan bagian dari kanal kalium di membran terminal
sinaptik sensorik itu sendiri. Keadaan ini selanjutnya menghambat
penjalaran kalium pada kanal. Penghambatan ini dapat berlangsung selama
beberapa menit sampai beberapa minggu.
4. Berkurangnya penjalaran kalium menyebabkan timbulnya potensial aksi
yang semakin lama pada terminal presinaps karena untuk pemulihan cepat
dari potensial aksi diperlukan aliran keluar ion kalium terminal.
5. Potensial aksi yang lama menyebabkan aktivasi yang semakin lama pada
kanal-kanal kalsium sehingga banyak sekali ion kalsium memasuki terminal
sinaptik sensoris. Ion kalsium ini selanjutnya menyebabkan peningkatan
pelepasan transmitter oleh sinaps-sinaps sehingga mengakibatkan
fasilitasi penjalaran sinaps secara bermakna ke neuron selanjutnya.
Jadi, dengan cara yang tidak langsung efek asosiasi terminal fasilitator
yang terangsang pada saat bersamaan dengan terangsangnya terminal
sensorik menyebabkan peningkatan sensitivitas perangsangan yang lama
pada terminal sensorik. Hal inilah yang menyebabkan adanya jejak
ingatan.
Ingatan jangka panjang
Tidak ada batasan yang jelas antara jenis ingatan jangka menengah yang
lebih lama, dan ingatan jangka panjang yang sesungguhnya. Namun, ingatan
jangka panjang pada umumnya diyakini sebagai hasil perubahan struktural
pada saat ini, bukan hanya perubahan kimiawi pada sinaps-sinaps.
Perubahan struktur yang terjadi di sinaps-sinaps selama terbentuknya
ingatan jangka panjang. Gambaran mikroskopik elektron yang diambil dari
hewan invertebrata telah menunjukkan banyak perubahan gambaran fisik
pada banyak sinaps selama terbentuknya jejak ingatan jangka panjang.

Perubahan struktural tidak akan terjadi jika hewan tersebut diberikan


obat yang menghambat stimulasi DNA pada replikasi protein neuron di
presinaptik. Dengan demikian, tidak terbentuk jejak ingatan yang
permanen. Oleh karena itu, kelihatannya pembentukan ingatan jangka
panjang yang sebenarnya bergantung pada restrukturisasi sinaps-sinaps
itu sendiri secara fisik dalam cara-cara tertentu yang mengubah
sensitivitasnya dalam menjalarkan sinyal-sinyal saraf.
Perubahan struktur fisik paling penting yang terjadi :
1. Peningkatan tempat-tempat pelepasan vesikel untuk menyekresikan
bahan-bahan transmitter.
2. Peningkatan jumlah vesikel-vesikel transmitter yang dilepaskan.
3. Peningkatan jumlah terminal presinaptik.
4. Perubahan pada struktur spina dendritik yang membolehkan terjadinya
transmisi sinyal yang lebih kuat.
Jadi, dalam beberapa hal yang berbeda, kemampuan struktural dari sinapssinaps untuk menjalarkan sinyal tampaknya menjadi meningkat selama
adanya jejak ingatan jangka panjang yang sebenarnya. Jumlah neuron dan
sambungannya sering berubah secara bermakna selama proses belajar.
Selama beberapa minggu, beberapa bulan, bahkan pada tahun-tahun pertama
kehidupan atau waktu-waktu selanjutnya, banyak bagian otak menghasilkan
neuron dalam jumlah yang sangat banyak dan neuron-neuron ini menjulurkan
sejumlah cabang akson untuk membentuk sambungan dengan neuron-neuron
lainnya. Jika akson yang baru gagal bersambungan dengan neuron
selanjutnya yang sesuai, dengan sel-sel otot, ataupun sel-sel kelenjar,
akson-akson yang baru itu sendiri akan musnah dalam waktu beberapa
minggu. Jadi, jumlah sambungan ditentukan oleh faktor pertumbuhan saraf
yang spesifik yang dilepaskan secara retrograde oleh sel-sel yang
terangsang. Selanjutnya, bila terjadi hubungan yang tidak cocok, seluruh
neuron yang menjulurkan cabang-cabang akson akan lenyap.
Oleh karena itu, segera setelah manusia lahir, terdapat prinsip
gunakan itu atau hilangkan itu yang menentukan jumlah akhir neuron
dan sambungannya pada sistem saraf manusia yang terwakili. Ini adalah
suatu jenis proses belajar. Sebagai contoh, jika satu mata dari hewan
yang baru lahir ditutup selama beberapa minggu setelah lahir, neuronneuron yang terdapat di garis-garis alternatif dari korteks serebri
penglihatanneuron-neuron yang normalnya berhubungan dengan mata yang
ditutupakan berdegenerasi sehingga mata yang tertutup itu secara
sebagian atau secara total akan buta selama sisa hidupnya. Sampai
sekarang, dipercaya bahwa sangat sedikit proses belajar yang
diperoleh manusia dewasa dan hewan dengan cara modifikasi jumlah neuron
pada sirkuit ingatan. Namun demikian, penelitian terbaru menyatakan
bahwa bahkan orang dewasa menggunakan mekanisme tersebut setidaknya pada
beberapa hal.