Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PRAKTIKUM KLINIK ILMU PENYAKIT MULUT

LAPORAN KASUS

CANDIDIASIS ORAL
MENGALAMI STRESS

PADA PASIEN YANG


KERJA
Disusun Oleh:
Karina Ardiny
101611101023

Instruktur:
Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes
Praktikum Purataran 1 (Tanggal 16 Februari sd 19 Maret 2015)
Semester Gasal Tahun Ajaran 2014-2015

BAGIAN ILMU PENYAKIT MULUT


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS JEMBER
2015
Laporan Kasus
ORAL CANDIDIASIS PADA PASIEN YANG
MENGALAMI STRESS KERJA
Karina Ardiny (101611101023)
Instruktur: Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes
Bagian Ilmu Penyakit Mulut Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jember
Jl Kalimantan 37 KampusTegalboto
Maret 2015

Abstrak
Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya
meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu kesehatan gigi dan mulut sangat
berperan dalam menunjang kesehatan seseorang. Salah satu penyakit yang paling
sering dijumpai pada rongga mulut adalah Oral Candidiasis. Oral Candidiasis
adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida Albicans. Faktor
predisposisi penyebab invasi dari c.albicans pada laporan kasus kali ini karena
stress kerja sebagai penyebab penurunan sistem imun tubuh. Pasien diberi
perawatan berupa obat anti jamur/Nymiko oral suspension dan pembersih
lidah/tongue cleaner serta diinstruksikan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan
bergizi, menjaga kebersihan rongga mulut, membersihkan lidah secara mekanis
dengan pembersih lidah (tongue cleaner) menggunakan obat secara teratur sesuai
anjuran, istirahat yang cukup, serta kontrol setelah 1 minggu.

Pendahuluan
Rongga
berbagai

akan diproses didalam mulut dengan


mulut

fungsi,

mempunyai
sebagai

otot. Pemeliharaan kebersihan gigi dan

mastikasi, fonetik, dan juga estetik.

mulut merupakan salah satu upaya

Hal tersebut mengakibatkan rongga

meningkatkan kesehatan. Mulut bukan

mulut merupakan tempat paling rawan

sekedar pintu masuk makanan dan

dari tubuh karena merupakan pintu

minuman, tetapi fungsi mulut lebih

masuk

berbahaya,

dari itu dan tidak banyak orang

seperti produk mikroorganisme, agen

menyadari besarnya peranan mulut

karsinogek, selain itu juga rentan

bagi

terhadap trauma fisik, kimiawi, dan

seseorang. Masyarakat akan sadar

mekanis.1

pentingnya kesehatan gigi dan mulut

berbagai

Mulut

yaitu

bantuan gigi-geligi, lidah, saliva, dan

agen

merupakan

kesehatan

dan

kesejahteraan

pintu

ketika terjadi masalah atau ketika

gerbang pertama di dalam sistem

terkena penyakit. Oleh karena itu

pencernaan. Makanan dan minuman

kesehatan gigi dan mulut sangat

merupakan penurunan produksi saliva,

berperan dalam menunjang kesehatan

dimana xerostomia disebabkan oleh

seseorang.2

beberapa faktor salah satunya adalah

Salah

satu

penyakit

yang

akibat stress.3

paling sering dijumpai pada rongga


mulut adalah Oral Candidiasis. Oral

Laporan Kasus

Candidiasis adalah suatu infeksi yang


disebabkan

oleh

Albicans.

jamur

C.Albicans

Pasien laki-laki umur 23 tahun

Candida

datang

kebagian

merupakan

RSGM

FKG

Oral

Medicine

Universitas

Jember

mikroflora normal pada rongga mulut,

dengan keluhan rasa tebal pada lidah

mikroorganisme ini mencapai 40%-

dan lidah berwarna keputihan. Kondisi

60% pada populasi di rongga mulut.

ini dirasakan sejak +1 minggu yang

Terdapat lima spesies candida yaitu

lalu. Pasien mengaku akhir-akhir ini

c.albicans, c. tropicalis, c.glabrata, c.

sering kelelahan dan stress akibat

krusei, c.parapsilosis. Dari kelima

pekerjaan kantor dan sering pulang

candida tersebut c.albican smerupakan

malam.

spesies yang paling umum dijumpai

sebelumnya dan sembuh sendiri. Body

dan menyebabkan infeksi dirongga

Max Index (BMI) pasien adalah 19,37

mulut.3,4

(normal). Keadaan sosial pasien dalam

Tidak

pernah

diobati

kategori baik dan tidak memiliki


C.albicans merupakan mikroorganisme opurtunistik pada tubuh
manusia karena pada keadaan tertentu
jamur ini dapat menyebabkan infeksi
dan kerusakan jaringan. Jamur ini
dapat berubah menjadi patogen bila
terdapat

faktor-faktor

predisposisi

antara lain, penggunaan gigi tiruan,


xerostomia, penyakit sistemik, trauma,
kondisi pH dalam rongga mulut.
Xerostomia

atau

mulut

kering

riwayat penyakit yang berat.


Pada pemeriksaan klinis intra
oral pada dorsum lidah didapatkan
adanya plak putih, berbatas tidakjelas,
dapat dikerok dan tidak sakit. Pada
pemeriksaan

ekstra

oral

tidak

ditemukan adanya kelainan apapun.


(Gambar 1)

Gambar 2. Setelah perawatan selama 7


hari, plak putih pada dorsum
lidah sudah berkurang dan
tidak tebal lagi.

Diskusi
Diagnosa
pemeriksaan
Gambar 1. Plak putih, berbatas tidak jelas,
dapatdikerok dan tidak sakit
pada dorsum lidah.

anamnesa,
klinis.

ditegakkan

dari

subyektif

berupa

pemeriksaan

obyektif/

Pada

pemeriksaan

klinis

diketahui adanya plak putih, berbatas

Pasien datang kembali untuk

tidak jelas dapat dikerok dan tidak

kontrol setelah 7 hari. Dari anamnesa

sakit pada dorsum lidah. Berdasarkan

diketahui bahwa pasien sudah tidak

hasil pemeriksaan penunjang berupa

merasakan lidahnya terasa tebal dan

uji swab dari Lab. Mikrobiologi

warna

sudah

menunjukkan adanya hifa +3, hal ini

klinis

menunjukkan bahwa terdapat infeksi

putih,

c.albicans

putih

berkurang.
intraoral

pada

lidah

Pemeriksaan
didapatkan

plak

pada

dorsum

lidah

berbatas tidak jelas, dapat dikerok dan

tersebut. Dari hasil tersebut maka

tidak sakit tetapi tidak setebal pada

dapat ditegakkan diagnose yaitu oral

hari

candidiasis.

pertama

sebelum

dilakukan

perawatan. (Gambar 2)

Jika

dilihat

dari

penyebab

munculnya candidiasis pada pasien


tersebut diduga karena adanya factor
predisposisi yang mendorong invasi
jamur

tersebut.

diketahui

bahwa

Dari
pasien

anamnesis
mengaku

stress dan kelelahan akibat pekerjaan


kantor. Hal ini yang diduga merupakan
faktor predisposisi dari pertumbuhan
c.albicans.

Stress adalah respon yang tidak

dinding sel. Dinding sel merupakan

spesifik terhadap setiap kebutuhan

bagian yang berinteraksi langsung

tubuh yang terganggu, atau suatu

dengan host. Dinding sel c.albicans

fenomena universal yang terjadi dalam

mengandung

kehidupan sehari-hari dan tidak dpat

bersifat

dihindari, setiap orang mengalaminya.

pertahanan

Stress member dampak secara total

terhadap imunitas host. C.albicans

pada invidu yaitu terhadap fisik dan

tidak hanya menempel namun juga

psikologis. Salah satu penyebab stress

berpenetrasi kedalam mukosa rongga

akibat

mulut.7,8,9

tuntutan

pekerjaan

disebut

stress kerja. 5
mengaktifkan

SSP

yang

hipotalamus

(Sistem

yang

imunosupressif

untuk

perlekatan

Perawatan

Respon berupa stress dapat


Pusat)

mannoprotein

candida

yang

diberikan

kepada pasiena dalah Nymiko oral

Saraf

suspension sebagai terapi simptomatif

mengakibatkan

dan paliatif. Penggunaan obat ini 4x

hormon

sehari dengan cara diteteskan pada

kortikotropik (Corticotropic Releasing

lidah diamkan selama 1 menit dan

Hormone/CRH), CRH menstimulasi

selama 20 menit pasien diinstruksikan

kelenjar

tidak boleh makan danm inum.

memproduksi

uitari

untuk

melepas

hormone adenokortikotropik hormone

Nymiko oral suspension berisi

/ACTH. ACTH menstimulasi korteks

nystatin sebagai antifungi/anti jamur

adrenal untuk memproduksi hormone

dan aktif terhadap jamur seperti

kortisol.

termasuk

c.albicans. Obat ini bereaksi dengan

kortisol yang dapat menekan fungsi

mengikat sterol pada dinding jamur

imun

sehingga

Glukokortikoid
dalam

tubuh

sehingga

akan

terjadi

perubahan

menyebabkan proteksi tubuh terhadap

permeabilitas membran sel jamur yang

mikroorganisme menurun.6

disertai

Terjadinya

infeksi

candida

dengan

komponen

kebocoran

intraselluler

pada rongga mulut diawali adanya

menyebabkan

kemampuan c.albicans untuk melekat

kematian jamur candida.

pada mukosa mulut.Faktor virulensi

Pembersih

c.albicans yang menentukan adalah

lisis

dan
lidah

dari

sehingga
terjadi
(tongue

cleaner) juga diberikan sebagai terapi

kausatif untuk pembersihan jamur

menjaga kesehatan ronggga mulut,

candida pada lidah secara mekanis.

mengkonsumsi makanan sehat dan

Pada pasien juga diinstruksikan untuk

bergizi, menjaga kebersihan mulut,

mengkonsumsi makanan sehat dan

dan istirahat yang cukup.

bergizi, menjaga kebersihan rongga


mulut, membersihkan lidah secara

Daftar Pustaka

mekanis

1. Chrismawaty, E. Peran struktur


mukosa rongga mulut dalam
mekanisme blockade fisik terhadap
iritan. MIKGI: V: 244; 2006.
2. Yusran A, Barunawaty. Dua
metode
pemeriksaan
untuk
mendiagnosis lesi pada mukosa
mulut. Majalah Kedokteran Gigi.
(Dent. J.): III: 395; 2007.
3. Silverman, SJR., et al. Essensial
of Oral Med.BC. Inc. Hamilton:
London; 2001.
4. Nolte, AW. Oral Biology 4 ed.
The C.V Mosby co. St.Louis:
Toronto: London; 1982.

dengan

pembersih

lidah

(tongue cleaner) menggunakan obat


secara teratur sesuai anjuran, istirahat
yang cukup, serta kontrol setelah 1
minggu.

Kesimpulan
Oral Candidiasis adalah suatu
infeksi yang disebabkan oleh amur
Candida Albicans. Gejala klinisnya
berupa plak putih, berbatas tidak jelas,
dapat dikerok dan tidak sakit pada
dorsum

lidah.

Penyebabnya

ada

banyak faktor, pada pasien ini diduga


penyebab

predisposisi

pertumbuhan

candida

karena

stress

yang

dari

disebabkan
menyebabkan

penurunan sistem imun sehingga tubuh


mudah terkena infeksi seperti infeksi
dari jamur c.albicans pada bagian
lidah tersebut.
Instruksi yang tetap diberikan
setelah kontrol berupa instruksi untuk

5. Margiati, L. Stress Kerja: Latar


Belakang Penyebab dan Alternatif
Pemecahannya. Th 3. No.3;
1999.
6. Hernawati,
S.
Mekanisme
Selluler dan Molekuler Stres
terhadap Terjadinya Recurrent
Aptosa Stomatitis. Jurnal PDGI:
Vol.62: No.1: Hal 37-42: Bagian
Oral Medicine FKG UNEJ; 2013.
7. Bachtiar, BM. Beberapa Faktor
yang Mempengaruhi Virulensi
Candida
Albicans
pada
Patogenesis Candidiasis Mulut.
Jurnal
Kedokteran
Gigi
Universitas Indonesia; 1997.

8. Simatupana
MM.
Candida
Albicans. USU Repository;
2009.
9. Tjampakasari CR. Karakteristik
Candida Albican. Cermin Dunia
Kedokteran. No.151: pp33; 2006.