Anda di halaman 1dari 11

BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

RUMAH SAKIT DUSTIRA/FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI

Nama Pasien

:Ny. LS

Ruangan : 5/6

RM : 00308543

Jenis Kelamin

:Perempuan

Umur

Agama: Islam

: 27 tahun

Jabatan/Pekerjaan :Ibu Rumah Tangga Bangsa : Indonesia


Alamat

Pendidikan : SMA

: Jl. Menado No. 12 Bandung

Dikirim Oleh

: UGD

Tgl. Dirawat : 6 Juni 201

Tgl. Diperiksa (Co-Ass) : 6 Juni 2015 Tgl. Keluar :-

Jam :11.05
Jam : -

Keadaan waktu pulang : sembuh/perbaikan/tidak sembuh/pulang paksa/lain-lain


Pasien meninggal pada tgl.:

Jam :

Anamnesis
Keluhan utama : Tidak ada keluhan
Anamnesis khusus

Pasien merasa hamil 9 bulan. Keluhan mulas-mulas, keluar lendir dan


darah dari jalan lahir tidak ada. Os merasa bahwa janin dalam
kandungannya bergerak aktif. Os kemudian dirujuk ke Rumah Sakit
Dustira .
Os sebelumnya melakukan ANC rutin total sebanyak 9 kali, 2 kali dilakukan
ke bidan, dan sisanya ANC dilakukan di dokter spesialis kandungan serta

Poliklinik Kebidanan Rumah Sakit Dustira. Os mengatakan bahwa kehamilan ini


merupakan kehamilan pertama setelah usia perkawinan 5 tahun, pada tahun 2012
pernah menjalani operasi kistektomi dan suami Os pernah menjalani tes sperma
hasilnya terdapat kelainan bentuk sperma setelah itu kemudian menjalani program
kehamilan.
Anamnesis Tambahan
Riwayat jantung berdebar, mudah lelah saat beraktivitas disertai
sesak nafas : tidak ada
Riwayat tekanan darah tinggi

: tidak ada

Riwayat kencing manis

: tidak ada

Riwayat menderita batuk lama

: tidak ada

Riwayat pernah dioperasi di perut

: tidak ada

Riwayat alergi obat-obatan dan makanan

: tidak ada

Riwayat nyeri pinggang

: tidak ada

Riwayat sesak nafas disertai nafas berbunyi : tidak ada


Riwayat kecelakaan

: tidak ada

Riwayat ANC
-

Os melakukan ANC sejak usia kehamilan 2 minggu. Os melakukan ANC


Ke bidan sejak usia kehamilan 2 minggu dan usia kehamilan 2 bulan, total
sebanyak 3 kali.

Sejak usia kehamilan 3 bulan Os melakukan ANC Ke dokter sebanyak 7


kali.

Os sudah dilakukan imunisasi tetanus pada usia 3 bulan dan 4 bulan.

Riwayat menstruasi
-

Menarche

: 14 tahun

Siklus

: 28 - 30 hari

Lama

: 7 hari

Banyaknya

: normal

Sifat darah

: normal

Dismenorhae : tidak ada

Riwayat Kehamilan Sekarang


-

Usia ibu hamil

: 26 tahun

HPHT

: 12 September 2014

Taksiran Persalinan

: 19 Juni 2015

Usia Kehamilan

: 37-38 minggu

Perdarahan Pervaginam

: tidak ada

Keputihan

: tidak ada

Mual dan Muntah

: tidak ada

Masalah atau kelainan


pada kehamilan sekarang

: oligohidramnion

Pemakaian obat-obatan dan jamu : tidak ada

Riwayat Pernikahan

Status pernikahan

: menikah

Pernikahan ke

:1

Usia suami menikah

: 21 tahun

Usia istri saat menikah

: 23 tahun

Lama pernikahan

: 5 tahun

Riwayat obstetrik
G1P0A0
1. Kehamilan sekarang
Riwayat KB
Riwayat Sosial Ekonomi
Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan

: baik

Jumlah keluarga di rumah yang dapat membantu ibu: 1 orang


Pembuat keputusan dalam keluarga
Pemeriksaan Fisik

Status generalis
Keadaan umum

: Baik

Kesadaran

: composmentis

Tanda vital

TD

: 120/80 mmhg

: suami

Nadi

: 84x/m

Respirasi

: 20 x/m

Suhu

: 36.5 C

Kepala

Mata

: Konjungtiva anemis -/Sclera ikterik -/-

Leher : KGB tidak teraba, JVP tidak meningkat

Thorax : bentuk gerak simetris


Cor

: BJ 1,2 murni regular

Pulmo : VBS kanan=kiri


Abdomen : cembung gravida, Striae gravidaurm +, line nigra +,
bekas operasi +, bising usus + normal.
TFU

: 29 cm

DJJ 1
Leopold 1
Leopold II
Leopold III

: 144x/menit
: bokong
: puka
: kepala

Leopold IV

: konvergen

Hepar tidak teraba


Lien tidak teraba

Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2dtk, edema -/-

Status Ginekologi

Mammae
papilla

: menonjol

areola

: hiperpigmentasi

abses

: tidak ada

Nyeri tekan

: tidak ada

Pemeriksaan Dalam

Vulva dan vagina

: darah -, lendir -

Vulva dan spincter ani tertutup

Pembukaan

: 0 cm

Diagnosa
G1P0A0 Gravida aterm (37-38 minggu) + Janin hidup tunggal intrauterin +
Oligohidramnion + Anak mahal + Post kistektomi

TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Definisi
Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari
normal, yaitu kurang dari 500 cc.
1.2 Etiologi
Etiologi belum jelas, tetapi disangka ada kaitannya dengan renal
agenosis janin. Etiologi primer lainnya mungkin oleh karena amnion kurang
baik pertumbuhannya dan etiologi sekunder lainnya, misalnya pada ketuban
pecah dini.
1.3 Faktor Risiko
a. Anomali kongenital (misalnya : agenosis ginjal, sindrom patter).
b. Retardasi pertumbuhan intra uterin.
c. Ketuban pecah dini (24-26 minggu).
d. Sindrom paska maturitas.
1.4 Patofisiologi
Sindroma Potter dan Fenotip Potter adalah suatu keadaan kompleks
yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan berhubungan dengan
oligohidramnion (cairan ketuban yang sedikit).
Fenotip Potter digambarkan sebagai suatu keadaan khas pada bayi baru
lahir, dimana

cairan

ketubannya

sangat

sedikit

atau

tidak

ada.

Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap


dinding rahim. Tekanan dari dinding rahim menyebabkan gambaran wajah
yang khas (wajah Potter). Selain itu, karena ruang di dalam rahim sempit,
maka anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur
dan terpaku pada posisi abnormal.

Oligohidramnion juga menyebabkan terhentinya perkembangan paruparu (paru-paru hipoplastik), sehingga pada saat lahir, paru-paru tidak
berfungsi sebagaimana mestinya.
Pada sindroma Potter, kelainan yang utama adalah gagal ginjal bawaan,
baik karena kegagalan pembentukan ginjal (agenesis ginjal bilateral)
maupun karena penyakit lain pada ginjal yang menyebabkan ginjal gagal
berfungsi.
Dalam keadaan normal, ginjal membentuk cairan ketuban (sebagai air
kemih) dan tidak adanya cairan ketuban menyebabkan gambaran yang khas
dari sindroma Potter.
Gejala Sindroma Potter berupa :

Wajah Potter (kedua mata terpisah jauh, terdapat lipatan epikantus,


pangkal hidung yang lebar, telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke

belakang).
Tidak terbentuk air kemih.
Gawat pernafasan,

1.5 Gambaran Klinis


Gambaran klinis oligohidramnion yaitu uterus tampak lebih kecil dari
usia kehamilan dan tidak ada ballotemen, ibu merasa nyeri di perut pada
setiap pergerakan anak, sering berakhir dengan partus prematurus, bunyi
jantung anak sudah terdengar mulai bulan kelima dan terdengar lebih jelas,
persalinan lebih lama dari biasanya, sewaktu his akan sakit sekali serta bila
ketuban pecah, air ketuban sedikit sekali bahkan tidak ada yang keluar.

1.6 Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
USG ibu (menunjukkan oligohidramnion serta tidak adanya ginjal janin
atau ginjal yang sangat abnormal).
Rontgen perut bayi .
Rontgen paru-paru bayi .
Analisa gas darah.
1.7 Komplikasi
Bila terjadi pada permulaan kehamilan maka janin akan menderita cacat
bawaan dan pertumbuhan janin dapat terganggu bahkan bisa terjadi partus
prematurus yaitu picak seperti kertas kusut karena janin mengalami tekanan
dinding rahim serta apabila terjadi pada kehamilan yang lebih lanjut akan
terjadi cacat bawaan seperti club-foot, cacat bawaan karena tekanan atau
kulit jadi tenal dan kering (lethery appereance).

1.8 Penatalaksaan
Penatalaksanaan pada oligohidramnion meliputi tindakan konservatif:
9

Tirah baring.
Hidrasi.
Perbaikan nutrisi.
Pemantauan kesejahteraan janin (hitung pergerakan janin, NST, Bpp).
Pemeriksaan USG yang umum dari volume cairan amnion.
Amnion infusion.
Induksi dan kelahiran.

DAFTAR PUSTAKA
1. American College of Obstetricians and Gynecologist, 2006. PainfulSexual
Intercourse (Dyspareunia). http://www.urologyhealth.org.
2. Barnhart KM, Dunsmoor R, 2002. Effect endometriosis on in
vitrofertilization. Fertil Steril. 77(6):1148-1155.
3. Bedaiwy MA, 2002. Prediction of endometriosis with serum andperitoneal
fluid markers: a prospective controlled trial. HumanReprod. 17(2):426-31.
4. Cotroneo MS, 2001. Pharmacologic, but not dietary, genisteinsupports
endometriosis in a rat model. ToxicologicalSciences (61):68-75.
5. DHooghe TM, 1996. Immunobiology of endometriosis ofendometriosis.
In: Bronston R, Anderson DJ, editor.Immunology of reproduction.
Cambrige, Ma: BlackwellScientific; 322-356.
6. Endometriosis in Teens, 2006. A Guide for Parents andGuardians, Center
for Young Womens Health, ChildrensHospital. Endometriosis.
Http://www.endoresolved.com/endometriosis.html,2007.
7. Errico Zupi M.D., Daniella Marconi M.D, 2004. Add-back therapy inthe
treatment of endometriosis associated pain. Fertility andSterility.
82(5);1303-1308.
8. European Society for Human Reproduction and Embryologist(ESHRE)
2006.
Guideline
for
the
diagnosis
and
treatment
ofendometriosis,http://guidelines.endometriosis.org.
9. Ferrero S, Esposito F, 2005. Quality of sex life in women
withendometriosis and deep dyspareunia.
10. Ferrero S, 2007. Dyspareunia and quality of sex life afterlaparoscopic
excision of endometriosis and postoperativeadministration of triptorelin.
Fertility and Sterility, 87(1);227-229.

10

11. J.T Wright, J Ogden, 2002. Quality of life for women with
severeendometriosis
and
its
alteration
following
radical
conservativesurgery. Fertility and Sterility, vol 77 (1); p S34.
12. Judith Price, RipHH (Hons), 2002. Endometriosis: A NutritionalApproach,
Positive Health Publication Ltd.32.
13. Marcela G del Carmen, 2003. Endometriosis- Associated
OvarianCarcinoma. American Cancer Society, 1658-1663.
14. Pat Haines, 2000. Treatment of endometriosis with acupuntureand other
complementary therapies. Modern Management ofEndometriosis, Taylor
and Francis, pp 351-356.
15. Preet K. Dhillon, 2003. Recreational Physical Activity andEndometrioma
Risk. Am J Epidemol. 158:156-164.
16. Roger
Hart,
2003.
ABC
of
subfertility
infertility,endometriosis, and fibroids. BMJ 327;721-24.

Unexplained

17. Samsulhadi.
1994.
Majalah
Obstetri
&
Ginekologi.
EpidemiologiEndometriosis pada infertilitas. Edisi khusus, Surabaya:
LabUPF Obstetri dan Ginekologi FK UNAIR. 4: hlm 611-618.
18. Sandor Gardos PhD, 1999. Endometriosis and Sexuality.American
Urological Association. 1000 Corporate Blvd.
19. Speroff L, Fritz MA, 2005. Endometriosis. In Clinical
GynecologicEndocrinology and Infertility. 7th ed. Philadelphia:
LippincottWilliam & Wilkin, pp 1103-1133.
20. Wang H, Hou Q, 2002. Acupunture and moxibustion for treatingectopic
endometrium. J Trad Chin Med :22(3):203-204.
21. Whitney M, 2005. The Social Support Experinces of Woman
withEndometriosis. Georgia Reproductive Specialists.

11

Anda mungkin juga menyukai