Anda di halaman 1dari 18

Pola Tanam

Jumlah
Populasi

Monokultur
Polikultur

2
3
4
2
4
6

14

14/10/15
15,5
15,3
19,5
3,7
7
10,5

21/10/15
27
24,6
31,2
16
17,7
17,8
BAB IV

HST
21

28

35

28/10/15
44
43,6
47
24,5
27,7
32,6

04/11/15
65
59,3
51,7
41
43,5
41,6

11/11/15
76,5
74,6
62,2
53,5
58
51,8

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Parameter Pengamatan
Tabel 1. Media Tanam : 25% tanah, 75% kompos Rata-Rata Tinggi Tanaman (cm)

Tabel 2. Media Tanam : 25% tanah, 75% kompos Tabel Rata-Rata Jumlah Daun (helai)
Pola Tanam

Jumlah
Populasi
2

14

HST
21

14/10/15
2

21/10/15
5

28/10/15
7

28

35

04/11/15
8

11/11/15
9

Monokultur

Polikultur

3
4
2
4
6

1
1
1
3
4

4
4
5
8
8

6
6
9
13
12

7
7
14
17
14

8
8
19
19
17

Tabel 3. Media Tanam : 25% tanah, 75% kompos Berat Segar Total Tanaman
Pola Tanam
Monokultur (2 benih jagung)
Monokultur (3 benih jagung)
Monokultur (4 benih jagung)
Polikultur (1 benih jagung dan 1 benih kacang)
Polikultur (2 benih jagung dan 2 benih kacang)
Polikultur (3 benih jagung dan 3 benih kacang)

BSST (gram)
195,3
241,7
210,8
150,0
221,8
232,1

Tabel 4. Media Tanam : 50% tanah, 50% kompos Tabel Rata-Rata Tinggi tanaman (cm)
Pola Tanam

Jumlah
Populasi

Monokultur
Polikultur

2
3
4
2
4
6

14

HST
21

14/10/15
12
11,3
12,5
7
7,7
2,6

21/10/15
43,5
36,3
44
22
26
11,5

28/10/15
70,5
66
64
31,5
38,75
17,2

28

35

04/11/15
86,2
79,4
77
56,3
61
24

11/11/15
93,2
87
85,75
69
70,3
29,5

Tabel 5. Media Tanam : 50% tanah, 50% kompos Tabel Rata-Rata Jumlah Daun (helai)
Pola Tanam

Jumlah
Populasi

Monokultur

2
3
4
2

14

HST
21

28

35

14/10/15
2
1
2
2

21/10/15
4
3
4
2

28/10/15
5
5
5
3

04/11/15
7
7
8
3

11/11/15
8
8
9
4

Polikultur

4
6

1
1

6
4

8
10

9
11

9
13

Tabel 6. Media Tanam : 50% tanah, 50% kompos Berat Segar Total Tanaman
Pola Tanam
Monokultur (2 benih jagung)
Monokultur (3 benih jagung)
Monokultur (4 benih jagung)
Polikultur (1 benih jagung dan 1 benih kacang)
Polikultur (2 benih jagung dan 2 benih kacang)
Polikultur (3 benih jagung dan 3 benih kacang)

BSST (gram)
51,5
36,7
84,9
29,7
62,8
18,8

Tabel 7. Media Tanam : 75% tanah, 25% kompos Tabel Rata-Rata Tinggi tanaman (cm)
Pola Tanam

Jumlah
Populasi
2
3
4

Monokultur

14

HST
21

28

35

14/10/15
9
4
3

21/10/15
17
20
12

28/10/15
20
27,25
14,75

04/11/15
29
35,3
32,34

11/11/15
43
49,2
50,3

Umur tanaman
Jumlah
populasi
(polikultur)

7
Jagun
g

Kaca
ng
tanah

Jagun
g

14
Kacan
g
tanah

21
Jagun
g

Kaca
ng
tanah

jagu
ng

28
Kaca
ng
tanah

35
Jagun

Kacan

g tanah

10

10

13

34.5

22

44.5

26

2,5

14

19

13

33.5

23.5

53.5

26.5

11

12

17

16

31.6

25.3

51.6

27.3

Tabel 8. Media Tanam : 75% tanah, 25% kompos Tabel Rata-Rata Jumlah Daun (helai)
Pola Tanam

Jumlah
Populasi
2
3
4

Monokultur

Jumlah
populasi
(polikultur)
2
4
6

14

HST
21

28

35

14/10/15
3
3
3

21/10/15
5
7
8

28/10/15
7
10
11

04/11/15
7,5
12
11

11/11/15
8
13
12

7
Jagun
g
2
2
3

Kaca
ng
tanah
2
1
2

Jagun
g
3
4
6

14
Kacan
g
tanah
4
5
8

Umur tanaman
21
Kaca
Jagun
ng
g
tanah
4
5
7
7
7
12

Jagu
ng
8
7.5
8

28
Kaca
ng
tanah
6
8
14

Tabel 9. Media Tanam : 75% tanah, 25% kompos Berat Segar Total Tanaman
Pola Tanam
Monokultur (2 benih jagung)
Monokultur (3 benih jagung)
Monokultur (4 benih jagung)
Polikultur (1 benih jagung dan 1 benih kacang)
Polikultur (2 benih jagung dan 2 benih kacang)
Polikultur (3 benih jagung dan 3 benih kacang)

BSST (gram)
209,9
242,7
199,5
175,6
189,6
153,4

35
Jagun

Kacan

g tanah

9
9
9.2

7
8
15

Tabel 10. Media Tanam : 100% tanah Tabel Rata-Rata Tinggi tanaman (cm)
Pola Tanam

Jumlah
Populasi
2
3
4

Monokultur

Jumlah
populasi
(polikultur)
2
4
6

14

HST
21

28

35

14/10/15
14
12,2
11,95

21/10/15
20
23
21

28/10/15
24
33
31

04/11/15
44,5
34
35

11/11/15
52,5
44,5
51,25

7
Kaca

Jagun

ng

tanah
5
7
5

14,5
13,5
14,5

Jagun

14
Kacan
g

tanah
10
13,5
13

18
23,5
24

Umur tanaman
21
Kaca
Jagun
ng
g
tanah
28
12
33
16,5
29
32

Jagu
ng
43
35
34

28
Kaca
ng
tanah
19,5
19
21,25

35
Jagun

Kacan

g tanah

50
43
39,33

19,5
20,75
26

Tabel 11. Media Tanam : 100% tanah Tabel Rata-Rata Jumlah Daun (helai)
Pola Tanam

Jumlah
Populasi
2
3
4

Monokultur

Jumlah
populasi
(polikultur)

14

HST
21

14/10/15
2
2
2

21/10/15
4
4
4

28/10/15
5
4
5

7
Jagun
g

Kaca
ng
tanah

Jagun
g

14
Kacan
g
tanah

Umur tanaman
21
Kaca
Jagun
ng
g
tanah

Jagu
ng

28

35

04/11/15
6
5
5,25

11/11/15
6
5,33
8,75

28
Kaca
ng
tanah

35
Jagun

Kacan

g tanah

2
4
6

2
2
2

3
3
3

3
3
3

9
9
9

4
4
4

12
12
12

6
5
5

20
18
16

7
6,5
6,33

24
22
24

Tabel 12. Media Tanam : 100% tanah Berat Segar Total Tanaman
Pola Tanam
Monokultur (2 benih jagung)
Monokultur (3 benih jagung)
Monokultur (4 benih jagung)
Polikultur (1 benih jagung dan 1 benih kacang)
Polikultur (2 benih jagung dan 2 benih kacang)
Polikultur (3 benih jagung dan 3 benih kacang)

BSST (gram)
63,4
49,2
72,5
39,5
43,6
68,6

4.2 Pembahasan
Tanah 25% Kompos 75% (Tinggi, Jumlah Daun dan Berat Segar Total Tanaman)
Dari analisa sidik ragam diketahui bahwa perlakuan kombinasi tinggi tanaman per
polybag dan komposisi media tanam pada semua umur pengamatan yaitu pada 7, 14, 21, 28 dan
35 HST.
Dari tabel 1, terlihat bahwa pola tanam Monokultur pada 7 HST terlihat yang memiliki rata-rata
tertinggi adalah monokultur 4 tanaman dengan 19,5, pada 14 HST tertinggi adalah monokultur 4
tanaman dengan rata-rata 31,2, pada 21 HST tertinggi adalah monokultur 4 tanaman dengan 47,
pada 28 HST tertinggi pada monokultur 2 tanaman dengan rata-rata 65, pada 35 HST tertinggi
adalah monokultur 2 tanaman dengan 76,5.
Sedangkan pada pola tanam Polikultur pada 7 HST terlihat yang memiliki rata-rata tertinggi
adalah polikultur 6 tanaman dengan 10,5, pada 14 HST tertinggi adalah polikultur 6 tanaman
dengan rata-rata 17,8, pada 21 HST tertinggi adalah polikultur 6 tanaman dengan 32,6, pada 28
HST tertinggi pada polikultur 4 tanaman dengan rata-rata 43,5, pada 35 HST tertinggi adalah
polikultur 4 tanaman dengan 58.
Dari analisa sidik ragam diketahui bahwa perlakuan kombinasi jumlah tanaman per
polybag dan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun per tanaman pada
semua umur pengamatan yaitu pada 7, 14, 21, 28 dan 35 HST.

Tabel 2, menunjukkan pola tanam monokultur yang tertinggi adalah monokultur 2 tanaman dari
7 HST sampai dengan 35 HST dengan rata-rata 2, 5, 7, 8 dan 9.
Sedangkan pada pola tanam polikultur 7 HST yang tertinggi rata-rata nya adalah polikultur 6
tanaman dengan 4, pada 14 HST seimbang antara polikultur 4 tanaman dengan 6 tanaman yaitu
rata-rata 8, pada 21 HST yang tertinggi polikultur 4 tanaman dengan 13, pada 28 HST tertinggi
polikultur 4 tanaman dengan 17, pada 35 HST seimbang antara polikultur 2 tanaman dengan 4
tanaman yaitu 19.
Dari tabel 3, terdapat jumlah berat segar total tanaman yang di dapat yaitu monokultur 2
tanaman 195,3 gram, monokultur 3 tanaman 241,7 gram, monokultur 4 tanaman 210,8 gram.
Pada polikultur 2 tanaman di peroleh 150 gram, polikultur 4 tanaman 221,8 gram, dan polikultur
6 tanaman 232,1 gram. Perolehan berat segar total tanaman tertinggi adalah monokultur 3
tanaman yaitu 241,7 gram.

Tanah 50% Kompos 50% (Tinggi, Jumlah Daun dan Berat Segar Total Tanaman)
Hasil rata-rata tinggi tanaman yang di dapat dengan perlakuan Tanah 50% Kompos 50%
sebagai berikut, pada tabel 4 terlihat bahwa pola tanam Monokultur pada 7 HST terlihat yang
memiliki rata-rata tertinggi adalah monokultur 4 tanaman dengan 12,5, pada 14 HST tertinggi
adalah monokultur 4 tanaman dengan rata-rata 44, pada 21 HST tertinggi adalah monokultur 2
tanaman dengan 70,5, pada 28 HST tertinggi pada monokultur 2 tanaman dengan rata-rata 86,2,
pada 35 HST tertinggi adalah monokultur 2 tanaman dengan 93,2.
Sedangkan pola tanam polikultur di dapat rata-rata tertinggi pada polikultur 4 tanaman mulai dari
7 HST hingga 35 HST dengan rata-rata 7,7 , 26 , 38,75 , 61 dan 70,3.
Dari analisa sidik ragam diketahui bahwa perlakuan kombinasi jumlah tanaman per
polybag dan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun per tanaman pada
semua umur pengamatan yaitu pada 7, 14, 21, 28 dan 35 HST.
Pada tabel 5 di dapat rata-rata jumlah daun per tanaman pola tanam monokultur tertinggi pada 7
HST adalah monokultur 2 tanaman dan 4 tanaman dengan rata-rata 2, pada 14 HST monokultur
2 tanaman dan 4 tanaman dengan rata-rata 4, pada 21 HST tinggi rata-rata seimbang antara 2
tanaman, 3 tanaman dan 4 tanaman dengan rata-rata 5, pada 28 HST 4 tanaman rata-rata 61, pada
35 HST 4 tanaman dengan rata-rata 9.

Sedangkan pada pola tanam polikultur 7 HST yang tertinggi rata-rata nya adalah polikultur 2
tanaman dengan 2, pada 14 HST polikultur 4 tanaman yaitu rata-rata 6, pada 21 HST yang
tertinggi polikultur 6 tanaman dengan 10, pada 28 HST tertinggi polikultur 6 tanaman dengan 11,
pada 35 HST polikultur 6 tanaman yaitu 13.
Tabel 6 menunjukan hasil jumlah berat segar total tanaman yang di dapat yaitu
monokultur 2 tanaman 51,5 gram, monokultur 3 tanaman 35,7 gram, monokultur 4 tanaman 84,9
gram. Pada polikultur 2 tanaman di peroleh 29,7 gram, polikultur 4 tanaman 62,8 gram, dan
polikultur 6 tanaman 18,8 gram. Di dapat jumlah berat segar total tanaman yang tertinggi oleh
monokultur 4 tanaman dengan 84,9 gram.

Tanah 75% Kompos 25% (Tinggi, Jumlah Daun dan Berat Segar Total Tanaman)
Dari tabel 7, terlihat bahwa pola tanam Monokultur pada 7 HST terlihat yang memiliki
rata-rata tinggi tanaman tertinggi adalah monokultur 2 tanaman dengan rata-rata 9, pada 14 HST
tertinggi adalah monokultur 3 tanaman dengan rata-rata 20, pada 21 HST tertinggi adalah
monokultur 3 tanaman dengan 27,25, pada 28 HST tertinggi pada monokultur 3 tanaman dengan
rata-rata 35,3, pada 35 HST tertinggi adalah monokultur 4 tanaman dengan 50,3.
Sedangkan pola tanam Polikultur tinggi tanaman jagung pada 7 HST rata-rata tertinggi pada
polikultur 2 dan 4 tanaman yaitu 6, pada 14 HST tertinggi adalah polikultur 4 tanaman rata-rata
nya 14, pada 21 HST rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman jagung adalah polikultur 4 tanaman
yaitu 19, pada 28 HST pada polikultur 2 tanaman dengan rata-rata 34,5 dan pada 35 HST ratarata tertinggi pada polikultur 4 tanaman dengan 53,5.
Polikultur tinggi tanaman kacang tanah pada 7 HST rata-rata tertinggi pada polikultur 4 tanaman
yaitu 2,5, pada 14 HST tertinggi adalah polikultur 6 tanaman rata-rata nya 12, pada 21 HST ratarata tertinggi pada tinggi tanaman jagung adalah polikultur 6 tanaman yaitu 16, pada 28 HST
pada polikultur 6 tanaman dengan rata-rata 25,3 dan pada 35 HST rata-rata tertinggi pada
polikultur 6 tanaman dengan 27,3.

Dari analisa sidik ragam diketahui bahwa perlakuan kombinasi jumlah tanaman per
polybag dan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun per tanaman pada
semua umur pengamatan yaitu pada 7, 14, 21, 28 dan 35 HST.
Tabel 8, menunjukkan pola tanam monokultur rata-rata jumlah daun yang tertinggi pada 7 HST
adalah seimbang antara monokultur 2 tanaman, 3 tanaman dan 4 tanaman yaitu dengan rata-rata
3, pada 14 HST tertinggi adalah 4 tanaman dengan 8, rata-rata tertinggi 21 HST adalah 4
tanaman dengan 11, pada 28 HST tertinggi 3 tanaman dengan rata-rata 12 dan pada 35 HST ratarata tertinggi pada 3 tanaman dengan 13.
Sedangkan pola tanam Polikultur jumlah daun per tanaman jagung pada 7 HST rata-rata tertinggi
pada polikultur 6 tanaman yaitu 3, pada 14 HST tertinggi adalah polikultur 6 tanaman rata-rata
nya 6, pada 21 HST rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman jagung adalah polikultur 4 dan 6
tanaman yaitu 7, pada 28 HST pada polikultur 2 dan 6 tanaman dengan rata-rata 8 dan pada 35
HST rata-rata tertinggi pada polikultur 6 tanaman dengan 9,2.
Polikultur jumlah daun tanaman kacang tanah pada 7 HST rata-rata tertinggi pada polikultur 2
dan 6 tanaman yaitu 2, pada 14 HST tertinggi adalah polikultur 6 tanaman rata-rata nya 8, pada
21 HST rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman kacang adalah polikultur 6 tanaman yaitu 12,
pada 28 HST pada polikultur 6 tanaman dengan rata-rata 14 dan pada 35 HST rata-rata tertinggi
pada polikultur 6 tanaman dengan 15.
Dari tabel 9, terdapat jumlah berat segar total tanaman yang di dapat yaitu monokultur 2
tanaman 209,9 gram, monokultur 3 tanaman 242,7 gram, monokultur 4 tanaman 199,5 gram.
Pada polikultur 2 tanaman di peroleh 175,6 gram, polikultur 4 tanaman 189,6 gram, dan
polikultur 6 tanaman 153,4 gram. Perolehan yang di dapat berat segar total tanaman tertinggi
adalah monokultur 3 tanaman yaitu 242,7 gram.
Tanah 100% (Tinggi, Jumlah Daun dan Berat Segar Total Tanaman)
Dapat di lihat pada tabel 10, terlihat bahwa pola tanam Monokultur pada 7 HST terlihat
yang memiliki rata-rata tinggi tanaman tertinggi adalah monokultur 2 tanaman dengan rata-rata
14, pada 14 HST tertinggi adalah monokultur 3 tanaman dengan rata-rata 23, pada 21 HST
tertinggi adalah monokultur 3 tanaman dengan 33, pada 28 HST tertinggi pada monokultur 2
tanaman dengan rata-rata 44,5, pada 35 HST tertinggi adalah monokultur 2 tanaman dengan
52,5.

Sedangkan pola tanam Polikultur tinggi tanaman jagung pada 7 HST rata-rata tertinggi pada
polikultur 2 dan 4 tanaman yaitu 6, pada 14 HST tertinggi adalah polikultur 4 tanaman rata-rata
nya 14, pada 21 HST rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman jagung adalah polikultur 4 tanaman
yaitu 19, pada 28 HST pada polikultur 2 tanaman dengan rata-rata 34,5 dan pada 35 HST ratarata tertinggi pada polikultur 4 tanaman dengan 53,5.
Polikultur tinggi tanaman kacang tanah pada 7 HST rata-rata tertinggi pada polikultur 2 dan 6
tanaman yaitu 14,5, pada 14 HST tertinggi adalah polikultur 6 tanaman rata-rata nya 24, pada 21
HST rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman jagung adalah polikultur 6 tanaman yaitu 16, pada 28
HST pada polikultur 6 tanaman dengan rata-rata 29 dan pada 35 HST rata-rata tertinggi pada
polikultur 2 tanaman dengan rata-rata 50.
Dari analisa sidik ragam diketahui bahwa perlakuan kombinasi jumlah tanaman per
polybag dan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun per tanaman pada
semua umur pengamatan yaitu pada 7, 14, 21, 28 dan 35 HST.
Tabel 11, menunjukkan pola tanam monokultur rata-rata jumlah daun yang tertinggi pada 7 HST
adalah seimbang antara monokultur 2 tanaman, 3 tanaman dan 4 tanaman yaitu dengan rata-rata
2, pada 14 HST seimbang dengan rata-rata 4, pada 21 HST tertinggi 2 dan 4 tanaman dengan
rata-rata 5, pada 28 HST tertinggi 2 dengan 6 dan pada 35 HST tertinggi pada monokultur 4
tanaman dengan 8,75.
Sedangkan pola tanam Polikultur jumlah daun per tanaman jagung pada 7 HST rata-rata tertinggi
pada polikultur 2, 4 dan 6 tanaman yaitu 2, pada 14 HST tertinggi adalah seimbang antara
polikultur 2,4 dan 6 tanaman rata-rata nya 3, pada 21 HST rata-rata tertinggi seimbang antara 2,
4 dan 6 dengan rata-rata 4, pada 28 HST pada polikultur 2 tanaman dengan rata-rata 6 dan pada
35 HST rata-rata tertinggi pada polikultur 2 tanaman dengan 7.
Polikultur jumlah daun tanaman kacang tanah pada 7 HST rata-rata tertinggi seimbang antara
polikultur 2, 4 dan 6 tanaman yaitu 3, pada 14 HST tertinggi adalah seimbang antara polikultur
2,4 dan 6 tanaman rata-rata nya 9, pada 21 HST rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman kacang
tanah seimbang dengan rata-rata 12, pada 28 HST pada polikultur 2 tanaman dengan rata-rata 20
dan pada 35 HST rata-rata tertinggi pada polikultur 2 dan 6 tanaman dengan 24.
Dari tabel 12, terdapat jumlah berat segar total tanaman yang di dapat yaitu monokultur 2
tanaman 63,4 gram, monokultur 3 tanaman 49,2 gram, monokultur 4 tanaman 72,5 gram. Pada
polikultur 2 tanaman di peroleh 39,5 gram, polikultur 4 tanaman 43,6 gram, dan polikultur 6

tanaman 68,6 gram. Perolehan yang di dapat berat segar total tanaman tertinggi adalah polikultur
6 tanaman yaitu 68,6 gram.
Rata-rata Tinggi dan Jumlah Daun. Berat Segar Total Tanaman
Penanaman pada polybag dengan mengatur komposisi media tanam yang tepat, hal
tersebut juga merupakan salah satu cara dalam penerapan pertanian perkotaan. Penanaman pada
polybag tentunya memiliki kekurangan, salah satunya adalah seringnya terjadi pemadatan media
tanam saat sudah berada didalam polybag setelah beberapa waktu tertentu, salah satu upaya ialah
dengan pengaturan komposisi media tanam yang tepat agar pertumbuhan dan hasilnya optimal.
Hal itu bisa dilakukan antara lain dengan pemberian bahan oganik. Media tanam yang baik harus
memenuhi syarat sebagai berikut: dapat menjadi tempat berpijak tanaman, mampu mengikat air
dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, mempunyai aerase dan drainase yang baik, dapat
mempertahankan kelembaban di sekitar perakaran, tidak menjadi sumber penyakit bagi tanaman,
tidak mudah lapuk, mudah didapat dan harganya relatif murah.
Jumlah daun berhubungan dengan pertumbuhan batang atau tinggi tanaman dimana
batang tersusun dari ruas yang merentang diantara buku-buku batang tempat melekatnya daun.
Jumlah buku dan ruas sama dengan jumlah daun sehingga dengan bertambah panjangnya batang
akan menyebabkan jumlah daun yang terbentuk juga semakin banyak (Puspitasari, 2012).
Pengaturan komposisi media tanam yang baik dan sesuai bagi tanaman akan
mempengaruhi produksinya demikian pula dengan pengaturan jumlah tanaman per polybag.
Jumlah tanaman per polybag sangat mempengaruhi jumlah produksi tanaman karena terkait
dengan pemanfaatan media tumbuh. Pengaturan jumlah tanaman per polybag yang tepat
dimaksudkan untuk menekan kompetisi antara tanaman selain itu untuk mengetahui pada
perlakuan berapa jumlah tanaman per polybag yang mana, produksi yang maksimum didapatkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi jumlah tanaman per polybag dan
komposisi media tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman.

DOKUMENTASI
Gambar 1
7 HST

Monokultur 1

Monokultur 2

Monokultur 3

Polikultur 1

Polikultur 2

Polikultur 3

Gambar 2
14 HST

Monokultur 1

Monokultur 2

Monokultur 3

Polikultur 1

Polikultur 2

Polikultur 3

Gambar 3
21 HST

Monokultur 1

Monokultur 2

Monokultur 3

Polikultur 1

Polikultur 2

Polikultur 3

Gambar 4
28 HST

Monokultur 1

Monokultur 2

Monokultur 3

Polikultur 1

Polikultur 2

Polikultur 3

Gambar 5
35 HST

Monokultur 1

Monokultur 2

Monokultur 3

Polikultur 1

Polikultur 2

Polikultur 3

Gambar 6
BSTT

Monokultur 1

Monokultur 2

Monokultur 3

Polikultur 1

Polikultur 2

Polikultur 3