Anda di halaman 1dari 20

Non Destructive

Non

Destructive TTest

est

(NDT)

(NDT)

Tujuan:

memeriksa kemulusan suatu benda.

Cara melakukan:

Cara

melakukan:

mencari indikasi

mencari

indikasi adanya

adanya discontinuity

discontinuity,, apabila

apabila

ditemukan indikasi

ditemukan

indikasi discontinuity

discontinuity dengan

dengan ben-

ben-

tuk/ukuran/jumlah

tuk/ukuran/jumlah melampaui

melampaui suatu

suatu batas

batas

maka benda

maka

benda tsbtsb dianggap

dianggap tidak

tidak mulus/cacat.

mulus/cacat.

-- discontinuity

discontinuity == bagian

bagian suatu

suatu benda

benda ygyg berbeda

berbeda

dari material

dari

material di

di sekitarnya.

sekitarnya.

-- mulus

mulus == tidak

tidak bercacat

bercacat

-- cacat

cacat == discontinuity

discontinuity dengan

dengan bentuk/ukuran

bentuk/ukuran

melampaui batas

melampaui

batas tertentu.

tertentu.

Methode Pengujian:

Methode

Pengujian:

  • 1. 1. Visual

Visual Test

Test

  • 2. 2. Liquid

Liquid Penetrant

Penetrant Test

Test

  • 3. 3. Magnetic

Magnetic Particle

Particle Test

Test

  • 4. 4. Ultrasonic

Ultrasonic Test

Test

  • 5. 5. Radiographic

Radiographic Test

Test

  • 6. 6. Dll.

Dll.

  • 1. 1. Visual

Visual Test

Test

Pemeriksaan dengan

Pemeriksaan

dengan pengamatan

pengamatan mata

mata

(tanpa alat

(tanpa

alat bantu,

bantu, kecuali

kecuali lensa

lensa

pembesar)

pembesar)

Hanya dapat

Hanya

dapat mendeteksi

mendeteksi discontinuiti

discontinuiti

yang tampak

yang

tampak di

di permukaan.

permukaan.

Diskontinuiti

Diskontinuiti yang

yang halus

halus mungkin

mungkin tidak

tidak

dapat terdeteksi

dapat

terdeteksi..

2.

2.

Liquid

Liquid Penetrant

Penetrant Test

Test

Pemeriksaan Pemeriksaan menggunakan menggunakan cairan cairan yang yang meresap meresap

(penetran) (penetran) keke dalam dalam celah celah discontinuiti. discontinuiti.

Cairan Cairan ini ini dapat dapat terlihat terlihat setelah setelah di”hisap”keluar di”hisap”keluar

oleh oleh developer, developer, dan dan akan akan tampak tampak kontras. kontras.

Memperkuat Memperkuat kemampuan kemampuan pengamatan pengamatan visual. visual.

Penggunaan Penggunaan

mendeteksi diskontinuiti

mendeteksi

diskontinuiti yang

yang terbuka

terbuka sampai

sampai keke

permukaan (surface

permukaan

(surface defect)

defect)

dapat dapat digunakan digunakan untuk untuk berbagai berbagai macam macam bahan bahan

asalkan asalkan permukaannya permukaannya bersih, bersih, tidak tidak berpori, berpori, tidak tidak

kasar kasar dan dan tidak tidak menyerap menyerap cairan cairan penetran penetran..

Prosedur pengujian:

1. Surface preparation, permukaan harus bersih dari kotoran, karat, lemak/ minyak, cat dsb, dan kering, agar celah retakan/ diskontinuiti terbuka. Dilakukan secara mekanik (dengan sikat, kertas gosok, lap dsb) dan dengan cairan pelarut.

2. Penetration, yaitu memberikan cairan penetran ke permukaan yang diperiksa dan dibiarkan beberapa saat (dwell time) untuk memberi kesempatan masuknya cairan ke dalam diskontinuiti/ celah retakan (bila ada).

3.

Removal of excess penetrant, cairan yang masih ada di permukaan dibersihkan.

4. Development¸ menebarkan serbuk developer ke permukaan yang sudah dibersihkan. Developer menyerap cairan yang sudah masuk ke celah sehingga akan tampak adanya celah.

5. Inspection, memeriksa ada tidaknya indikasi celah/retakan pada permukaan yang sudah diberi developer.

Prosedur pengujian : 1. Surface preparation , permukaan harus bersih dari kotoran, karat, lemak/ minyak, cat

Bahan/Alat

Bahan/Alat

1. 1. Alat Alat dan dan Bahan Bahan Pembersih Pembersih,, berupa berupa sikat, sikat,

kertas kertas gosok, gosok, lap/tissue lap/tissue dan dan cairan cairan pelarut pelarut

(dapat (dapat menggunakan menggunakan thinner thinner cat, cat, atau atau cairan cairan

pembersih pembersih khusus khusus dalam dalam kaleng kaleng aerosol). aerosol).

2. 2. Cairan Cairan Penetran, Penetran, adalah adalah cairan cairan dengan dengan

tegangan tegangan permukaan permukaan rendah rendah sehingga sehingga

mempunyai mempunyai daya daya kapiler kapiler tinggi, tinggi, dapat dapat

meresap meresap keke celah celah yang yang sangat sangat sempit. sempit.

3.

3.

Developer Developer,,

berupa

berupa

serbuk

serbuk

yang

yang

dapat

dapat

menyerap cairan

menyerap

cairan penetran.

penetran.

Bahan/Alat Bahan/Alat 1. 1. Alat Alat dan dan Bahan Bahan Pembersih Pembersih ,, berupa berupa sikat,
Bahan/Alat Bahan/Alat 1. 1. Alat Alat dan dan Bahan Bahan Pembersih Pembersih ,, berupa berupa sikat,
Bahan/Alat Bahan/Alat 1. 1. Alat Alat dan dan Bahan Bahan Pembersih Pembersih ,, berupa berupa sikat,

Jenis

Jenis Penetran:

Penetran:

Dari

Dari cara

cara pengamatannya

pengamatannya ada

ada yang

yang visible

visible dan

dan

ada ada yang yang fluorescent fluorescent (berpendar (berpendar bila bila diberi diberi

sinar sinar ultraviolet). ultraviolet). Yang Yang visible visible digunakan digunakan di di

tempat tempat terang terang sedang sedang yang yang fluorescent fluorescent di di

ruang ruang tidak tidak begitu begitu terang. terang.

Dari Dari cara cara pembersihannya, pembersihannya, ada ada yang yang water water

washable, washable, solvent solvent removable removable dan dan post post

emulsifiable emulsifiable

Jenis Jenis Penetran: Penetran:  Dari Dari cara cara pengamatannya pengamatannya ada ada yang yang visible
Jenis Jenis Penetran: Penetran:  Dari Dari cara cara pengamatannya pengamatannya ada ada yang yang visible
Jenis Jenis Penetran: Penetran:  Dari Dari cara cara pengamatannya pengamatannya ada ada yang yang visible

Developer:

Developer:

Ada dry

Ada

dry developer

developer dan

dan ada

ada wet

wet developer.

developer.

Dry developer

Dry

developer berbentuk

berbentuk serbuk,

serbuk, sedang

sedang wet

wet

developer dalam

developer

dalam bentuk

bentuk suspensi,

suspensi,

ada

ada yang

yang water

water supendible

supendible ada

ada yang

yang solvent

solvent

suspendible.

suspendible.

Developer harus

Developer

harus match

match dengan

dengan cairan

cairan

penetrannya.

penetrannya.

Developer: Developer:    Ada dry Ada dry developer developer dan dan ada ada wet
Developer: Developer:    Ada dry Ada dry developer developer dan dan ada ada wet
Developer: Developer:    Ada dry Ada dry developer developer dan dan ada ada wet
  • 3. 3. Magnetic

Magnetic Particle

Particle Test

Test

Untuk Untuk mendeteksi mendeteksi diskontinuiti diskontinuiti di di permukaan permukaan

dan subsurface

dan

subsurface pada

pada benda

benda yang

yang terbuat

terbuat dari

dari

bahan bahan ferromagnetik. ferromagnetik.

Benda Benda uji uji dimagnetisasi dimagnetisasi kemudian kemudian di di

permukaannya permukaannya ditebarkan ditebarkan partikel partikel magnetik. magnetik.

Partikel Partikel magnetik magnetik akan akan mengumpul mengumpul di di tempat tempat

dimana dimana ada ada diskontinuiti, diskontinuiti, sehingga sehingga akan akan

mempermudah mempermudah pemeriksaan pemeriksaan visual. visual.

Prinsip kerja

Prinsip

kerja

Dalam Dalam benda benda yang yang termagnetisasi termagnetisasi terdapat terdapat garis garis gaya gaya

medan medan magnet. magnet. Bila Bila garis garis gaya gaya ini ini terpotong terpotong oleh oleh

diskontinuiti diskontinuiti maka maka garis garis gaya gaya akan akan terbelokkan terbelokkan dan dan

ada ada kemungkinan kemungkinan akan akan keluar keluar dari dari benda benda tsb, tsb, ini ini

dinamakan dinamakan leakage leakage field field..

Ditempat Ditempat keluarnya keluarnya garis garis gaya gaya ini ini terjadi terjadi kutub kutub U-S U-S

(N-S), (N-S), kutub kutub ini ini akan akan menarik menarik partikel partikel magnetik magnetik yang yang

disebarkan disebarkan di di permukaan permukaan benda. benda. Adanya Adanya partikel partikel

magnetik magnetik yang yang mengumpul mengumpul di di suatu suatu tempat tempat

menunjukkan menunjukkan bahwa bahwa di di tempat tempat ituitu ada ada diskontinuiti. diskontinuiti.

Leakage field

Leakage

field makin

makin kuat

kuat bila

bila perpotongan

perpotongan makin

makin

mendekati tegak

mendekati

tegak lurus.

lurus.

Prosedur Pemeriksaan

Prosedur

Pemeriksaan

  • 1. 1.

Pembersihan permukaan

Pembersihan

permukaan,, agar

agar leakage

leakage field

field tidak

tidak terhalang

terhalang

  • 2. 2. Magnetisasi Magnetisasi,, agar agar pada pada benda benda terbentuk terbentuk medan medan magnet magnet dan dan

bila bila ada ada diskontinuiti diskontinuiti di di permukaan permukaan maka maka akan akan terbentuk terbentuk

leakage leakage field. field.

  • 3. 3. Penebaran Penebaran partikel partikel magnetik, magnetik, bila bila tidak tidak ada ada leakage leakage field field

partikel partikel tersebar tersebar merata, merata, tetapi tetapi bila bila ada ada maka maka partikel partikel akan akan

mengumpul mengumpul di di sekitarnya, sekitarnya, akan akan memberi memberi indikasi indikasi adanya adanya

leakage leakage field/diskontinuiti field/diskontinuiti

  • 4. 4. Pengamatan

Pengamatan,, mengamati

mengamati ada

ada tidaknya

tidaknya indikasi

indikasi diskontinuiti

diskontinuiti

(ditandai dengan

(ditandai

dengan adanya

adanya pengumpulan

pengumpulan partikel

partikel magnetik).

magnetik).

  • 5. 5. Demagnetisasi Demagnetisasi,, untuk untuk benda benda yang yang terbuat terbuat dari dari bahan bahan dengan dengan

retentviti retentviti magnetik magnetik tinggi tinggi kadang2 kadang2 kemagnitannya kemagnitannya perlu perlu

dihilangkan. dihilangkan.

Magnetisasi. Magnetisasi dapat dilakukan dengan magnet permanen , elektro magnet atau listrik. Hal yang perlu diperhatikan

Magnetisasi.

Magnetisasi dapat dilakukan dengan magnet permanen, elektro magnet atau listrik. Hal yang perlu diperhatikan adalah arah medan magnet sedapat mungkin tegak lurus terhadap perkiraan arah diskontinuiti

Magnetisasi. Magnetisasi dapat dilakukan dengan magnet permanen , elektro magnet atau listrik. Hal yang perlu diperhatikan
Magnetisasi. Magnetisasi dapat dilakukan dengan magnet permanen , elektro magnet atau listrik. Hal yang perlu diperhatikan
yang field tinggi Penebaran Partikel Magnetik Partikel magnetik ditebarkan di permukaan dimagnetisasi agar dapat ditangkap oleh

yang

 

field

tinggi

     
yang field tinggi Penebaran Partikel Magnetik Partikel magnetik ditebarkan di permukaan dimagnetisasi agar dapat ditangkap oleh
yang field tinggi Penebaran Partikel Magnetik Partikel magnetik ditebarkan di permukaan dimagnetisasi agar dapat ditangkap oleh
yang field tinggi Penebaran Partikel Magnetik Partikel magnetik ditebarkan di permukaan dimagnetisasi agar dapat ditangkap oleh

Penebaran Partikel Magnetik

Partikel magnetik ditebarkan di permukaan

dimagnetisasi agar dapat ditangkap oleh leakage

sehingga dapat menampilkan adanya diskontinuiti.

yang field tinggi Penebaran Partikel Magnetik Partikel magnetik ditebarkan di permukaan dimagnetisasi agar dapat ditangkap oleh

Untuk bahan yang mempunyai sifat retentiviti

penebaran dapat dilakukan sesudah magnetisasi

(residual method), untuk bahan dengan retentiviti

rendah penebaran dilakukan pada saat sedang

dimagnetisasi (continous method).

Ada partikel yang dapat ditebarkan dalam keadaan

kering (dry particle method), biasanya untuk

permukaan yang kasar. Ada juga yang ditebarkan

dengan cairan (wet particle method), biasanya untuk

mendeteksi retak yang sangat halus