Anda di halaman 1dari 6

Rindu Langit Biru

BABAK I
N1

: Sebuah Cerita dari Salah satu plosok Negeri yang terilhami dari sebuh kisah nyata.,
Semua nama-nama yang dsebutkan di dalam cerita hanyalah rekayasa, So, Sorry kalo ada
ada nama yang sama., HiHiHiHi
Tapi semua kejadian yg ada Ingsyaalah Sama dengan Fakta, Realita yang ada. Betul kan
kakang Mas.,

N2

: Iya betul Sekali Nimas., Dan juga di ingatkan kepada seluruh Penonton supaya tidak
terprovokasi dengan cerita ini.,!!
Silahkan Dilanjutkan Nimas.,

N1

: Thankyou kakang Mas.,


Cerita ini ber awal dari sebuah plosok negeri yang amat sangat subur, gemah ripah loh
jinawi, toto tentrem kerto raharyo anak2 bermain dengan riangnya, pencri rumput yang
mudah sekali mencari rumput, serta para petani dan bu tani yang dengan penuh semangat
mengolah hamparan sawah,

( 2 anak cewek sudah didalam berain dakon)


N2
: Hust..,, (Mendiamkan N1) sudahlah nimas, jangan lama2, nanti durasinya habiz,
lngsung aja di lihat di Sini., (Keluar panggung)
(Suara burung suara angin dan pohon yang bergoyang.,)
Parjo : ayo, terbang, terbanglah layang2ku, bawalah semua masa lalu dan kenangan kelam ku.,
Tarmin : Heh., emangnya layangan apaan, kog suruh bawa kengnan masa lalu, jangan BAPER
donk kalo cumn main layangan (sperti Mario teguh), kamu kira main layangan sama dengan
mainin hati cewek,
Parjo : Cie, Cie., Tarmin, Sang MOTIPATOR sulung.,
Tarmin : Motivator, pakek V bukan P,
Parjo : Ya, itulah yang aku maksud,
Eh ada cewek tuch., (Nunjuk anak2 cewek)

Tarmin : Jo, Tarjo, Kmu tu masih Sd kelas 4 Aja udah ngomong soal cewek, soal cinta,(Sok
Cool)
Mana Jo, ceweknya, (Sambil mencari2)
Parjo : itu low, di bawah jembatan itu.,
Tarmin : kamu kira yang warnanya kuning trus kena air hancur., kog d.bawah jembatan.,
Parjo : Itu low, d,bawah pohon maksudku.,
Tarmin : eh iya kece juga tu, di ajak main layangan yuk.,
Parjo : ayok., (mendekati cewek2 sambil memanggil)
Ceweeek.,
Tarmin : kog gk dijawab jo., coba sekali lgi.,
Parjo : ceweeeeex., gak dijawab lagi min, gimana nich.,
Tarmin : Ahaa., Aq ada idea., (berunding)
Parjo : ok aq berani.,
Tarmin : ok,
(mendekati si cewek) hai, wanita (cewek menoleh), temanku menantangmu bermain
prmainan ekstrimmu,
Tini : (berdiri bersama2 terus mendekat) Apa loe bilang., Nantangin Gue., emang loe punya
kemampuan?
Tarmin : Jangan menghina, dia itu pinter banget bermain ini.,
Dia itu Juara satu TINGKAT RT,
Sulis

: Cuman RT aja banggaa, Kalo kita juara Tingkat Kelurahan.,

Tarmin : (Menarik parjo) heh, emangnya nama permainan itu apa toh?
Parjo : kau lupa dengan nama permainan Pualing Ekstrim Se Penjuru negeri ini,
Ini namanya (mengambil kerdus lalu mengeluarkan alatnya). DAKON..
Tarmin : Oalah dakon, Oke, aq brani.,!!
Parjo : bagaimana, kalian berani?

Tini

: kecil, melawan kalian gak perlu memakai seluruh kemampuanku..,

Sulis

: iya tin, mudah banget mengalahkan mereka.,

Parjo : kalo gitu ayo hom pimp ah,


(Tarmin nomer 1, Tini nomer 2, Sulis no 3 dan parjo nomer 4)
Tarmin : ayo kita muai.,
(dari luar paggu ada yang emanggil tarjo dan parmin)
Bapak : Parjoo., Tamin., Dimana kalian .,?
Parjo : itu kayaknya suara bapak,
Tarmin : iya,
Kami di sisni pak,
( bapak masuk panggng)
Bapak, oalah , kalian disini rupanya.,
Tarmin : iya pak, ada apa bapak memanggil kami?
Bapak :ayo bantuin bapak mencari rumput untuk kambing, sapi, dan beberapa gajah di rumah,
mereka nanti kelaparan.,
Parjo : Oalah pak., kita mau main, kita ditantang melawan mereka bertanding Dakon.,
Bapak : pilih dakon atau peliharaan kalian.,
T & P : iya pak., (wajah memelas lalu keluar)
Tini

: Mereka cemen, percuma disebut, mereka low tidak jantan., hahaha

Sulis

: iya tin,mereka tidak bisa di masukkan dalam Ras Lelaki,

(Ibu masuk sambil membawa bakul memanggil tini dan sulis)


Ibu

: Tini,,, Suliss.,,,, Where are you?

Tini

: itu sepertinya suara ibu.,

Sulis

: iya tin.,
Yes maaam, i am here.,

Ibu

: Oalah kalian disini to, ayuk kita pulang sudah sore, nanti keburu gelap lho.,

T & S : yess maaaam, (keluar panggung)

BBAK II
(masuk panggug di iringi lagu jawa)
N1

: pada suatu hari di salah satu pojok hutan ada beberapa orang dengan dikepalai seorang
investor hendak membuka lahan di hutan tersebut,

N2
: mereka hendak memotong beberapa hektar hutan tersebut dan merubahnya menjadi
lahan garapan.
N1

: pengen tau terusannya,

N1 & N2 : Silahkan di lanjutkan.,.


Bos

: (masuk panggung Sok Cool) wah kog sendirian, kemana anak buahku yang bodoh2
itu..,,!! (bersiul..,,) woe segera berkumpul...!!!

(Masuk dengan sok kuat, lagu ...................)


All

: siap bos, kita disini siap melaksanakan semua perintah.,

Bos

: bagus, bagus, bagus,


Tugas kalian seperti biasanya, potong habis semua pohon, tanaman dan singkirkan
apapun yang menggangu pekerjaan kalian untuk membuka lahan di kedua gunung ini,

bakra : Siap bos, tangan2 kita sudah gatal ingin menjamah dari kedua gunung ini, hahahaha
abu

: benar sekali bak, mesin2 yang kita bawa juga sudah haus dengan potongan2 pohon,\

Bos : hahahahaha, benar sekali bakra, abu, lahan yang berada di daerah barat sudah kita
jadikan lahan kepala sawit, dan tidak ada yg tau siapa melakukannya, sekarang kta juga harus
bisa melakukannya lebih baik, potong dan bakar semuaya, jangan sampai ada jejak yg tertinggal,
kalian mengerti..!!
All

: siap laksanakan bos,!! (pergi keluar panggung)

Boss

: (berjalan ketengah depan panggung) HAHAHAHAHA, kedua gunung ini tidak lama, ya
tidak lama lagi akan berubah menjadi lahan perkebunanku, hahahahahaha Ugh., ugh.,
ugh., (batuk lalu keluar panggung)

H & B : (masuk panggung sambil memukul2 kentongan patroli)

Bapak : pak hansip, ngomomg2 hawa disini kog dingin sekali, sampai2 bulu kuduk dan
beberapa bulu yang lain jadi berdiri..,,
Hansip : Hust, jaga bicaramu, jangan asal bicara mulutmu itu,
Bapak : Ups.,, (menutup mulut dengan tangan) kenapa mmemangnya pak,
Hansip : disini dari dulu sudah tersiar kemana2 keangkeran kedua gunung kembar ini.,
Bapak : yg bner pak, mungkin bapak cuman menakuti saya.,
Hansip : buat apa saya menakuti kamu gk ada manfaatnya sama sekali keleees.,
Bapak : yaudah pak, ayuk kita keliling lagi paak, dari pada di sini teruus..,,,
(penebang pohon masuk)
Abu : bakra, ayo kita mulai ini pohon yang terkhir lalu segera kita hapus jejak kita dengan
membakar semua pohon yang telah kita potong tadi.,
Bakra : iya bu, segera kita lakukan., hahahahaha
(memotong pohon, di tarik lalu ditumpuk jadi satu lalu di bakar)
Bakra : hahahaha, tugas kita sudah selesai, sekranag kita tinggal laporan kepada bos,
Abu

: benar sekali, ayok kita pergi.,

(keluar panggung, lalu hansip dan bapak masuk)


Bapak :( sedikit berlari) pak, ada api, ada api, pak api.,
Hansip : (karna pakai kacamata hitam gak keliatan apa2) ada apa lo pak kog kya liat kebakaran
saja., hahahaha
Bapak : memang ada kebakaran pak ini.,
Hansip : mana low, lawong semuanya gelap begini.,
Bapak : kacamatanya dilepas lalu cba liat kebelakang.,
Hansip : (ikuti instruksi) waaah., kebakaran., kebakaran.,
B & H : kebakaran., kebakaran., .. ,, (berlari keluar)

BABAK III

(narator masuk)
N1

: setelah pembakaran yang dilakukan oleh para penggundul kedua


gunung tersebut, yang muncul hanyalah asap,

N2

: ya, asap, bukanlah asap dari orang membakar sate, melainkan asap
berbahaya yang berasal dari pembakaran hutan dari kedua gunung
telah dilahap oleh si jago merah,

(para pemain masuk satu persatu membawa tulisan tentang asap)


N1

: tidak sedikit yg telah menjadi korban. Sampai saat ini jumlah korban
sampai menembus 61.017 jiwa.

N2

: penderita asma sekitar 2.409 jiwa, sakit mata 3.040 jiwa dan
penyakit kulit 3.934 jiwa.
Para penerus bangsa yang seharusnya mengeyam pendidikan, akan
tetapi saat ini hanya bisa menghiup kabut asap beracun,

N1

: kesalahan siapa? Tentunya bukan salah Tuhan yang menciptakan


manusia dengan segala ego, dan keserakahan.