Anda di halaman 1dari 19

CHAPTER 06

6.1

Pendahuluan
Analisis gaya gempa untuk struktur tahan gempa merupakan tahapan yang sangat penting

dalam sebuah perencanaan struktur tahan gempa. Dalam bab ini, hanya akan dibahas secara singkat
analisis gaya gempa untuk perhitungan gempa rencana dengan metode analisis statik ekivalen
sedangkan untuk pemahaman yang lebih mendalam mengenai metode analisis yang lainnya, dapat
membaca buku-buku rujukan referensi penulis dalam daftar pustaka.

6.2

Metode Analisis
Analisis terhadap beban gempa dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode

diantaranya analisis dinamik, analisis beban statik dan analisis beban statik dorong. Adapun
penjelasan singkat mengenai pengunaan dari metode-metode tersebut adalah sebagai berikut :
1. Analsis dinamik
Analisis dinamik (dynamic analysis) dapat dilakukan dengan cara analisis respon riwayat
waktu untuk struktur elastik maupun struktur inelastik dan analisis ragam spektrum untuk
struktur elastik.
2. Analisis beban statik ekivalen
Analisis beban statik ekivalen (static equvalent analysis) yang hanya dapat digunakan untuk
jenis struktur elastik saja.
3. Analisis beban statik dorong
Analisis beban statik dorong (pushover analysis) dapat digunakan untuk struktur elastik dan
inelastik.

6.3

Analisis Respon Riwayat Waktu


Berdasarkan SNI 03-1726-2002 standar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur gedung,

bahwa analisis respon riwayat waktu (time history analysis) terdiri dari analisis respons dinamik
riwayat waktu linier dan analisis respons dinamik riwayat waktu non linier. Analisis respons dinamik
riwayat waktu linier adalah cara analisis untuk menentukan riwayat waktu respon dinamik suatu
struktur gedung tiga dimensi yang berperilaku elastik penuh terhadap gerakan tanah akibat gempa
rencana pada tahap pembebanan gempa nominal sebagai data masukan, dimana respon dinamik
dalam setiap interval waktu dihitung dengan metode integrasi langsung atau dapat juga menggunakan
metode analisis diagram. Sedangkan analisis respons dinamik riwayat waktu non linier, adalah suatu
cara analisis untuk menentukan dinamika suatu struktur gedung tiga dimensi yang berperilaku elastik
penuh (linier) maupun kondisi elastoplastis (non linier) terhadap gerakan tanah akibat gempa rencana
pada tahap pembebanan gempa nominal sebagai data masukan, dimana respon dinamik dalam
setiap interval waktu dihitung dengan metode integrasi langsung.

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

92

CHAPTER 06
6.4

Analisis Ragam Spektrum Struktur


Berdasarkan SNI 03-1726-2002 standar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur gedung,

bahwa analisis ragam spektrum (response spectrum analysis) adalah cara analisis untuk menentukan
respon dinamik struktur tiga dimensi yang berperilaku elastik penuh terhadap pengaruh gempa
melalui suatu metode yang dikenal dengan analisis ragam spektrum respons, dimana respons dinamik
total struktur gedung tersebut, didapat sebagai superposisi dari respons dinamik maksimum masingmasing ragamnya yang didapat melalui spektrum respons gempa rencana. Analisis respons spectra
atau catatan rekaman gempa yang sering digunakan sebagai dasar dalam perhitungan terdiri dari
catatan rekaman gempa El Centro 1940, Pacoima Dam 1971 dan beberapa catatan rekaman gempa
lainnya. Sebagai catatan bahwa rekaman gempa El Centro 1940 yang paling banyak digunakan di
semua negara di dunia sebagai landasan dalam penggunaan respon spectra.

Gambar 6.1 Contoh catatan rekaman gempa El Centro 1940

Gambar 6.2 Contoh catatan rekaman gempa El Centro 1940

Analisis ragam spekturum dapat dilakukan untuk struktur dengan derajat kebebasan tunggal
(SDOF) dan banyak (MDOF). Struktur derajat kebebasan tunggal (single degree of freedom) dalam
analisis dinamik adalah struktur yang dimodelisasikan sebagai sistem dengan koordinat perpindahan
tunggal (single coordinate displacement).
HENCE MICHAEL WUATEN
REKAYASA GEMPA

93

CHAPTER 06
Analisis ragam spektrum struktur dengan derajat kebebasan banyak (multi degree of freedom),
dapat dilakukan dengan cara mengidealisasikan struktur tersebut menjadi sistem derajat kekebasan
tunggal (SDOF).
Idealisasi struktur sebagai SDOF

Tanah bergetar akibat gempa bumi


Getaran yang menjalar dari pusat
gempa bumi
Gambar 6.3 Struktur MDOF yang di Idealisasikan sebagai SDOF

Adapun persamaan-persamaan yang berlaku dalam analisis ragam spektrum struktur dengan
derajat kebebasan banyak, adalah sebagai berikut :

Mi*

iT . M . i

(6.1)

Ci*

iT . C . i

(6.2)

K i*

iT . K . i

(6.3)

L*i

iT . M . {r}

(6.4)

{u}i-max

{F}i-max

M . i .

Vi-max

= {r}T . {F}i-max =

W eff

Li 1
.
.Sai
Mi i2

(6.5)

Li
.Sai
Mi
Li
.Sai
Mi

(Li )2
Mi

(6.6)

= W eff . Sai

(6.7)

(6.8)

Kombinasi respon dari setiap mode :


n

Rmax

Ri2max

(6.9)

i 1

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

94

CHAPTER 06
Contoh 6.1 :
Diketahui sebuah struktur tangki air dengan berat beban terpusat di ujung atas sebesar 200 kN
dengan tinggi tanki air (H) dari penjepit ke pusat massa berjarak 15 meter. Apabila diketahui besar
percepatan gravitasi bumi (g) sebesar 9,81 m/det2, kolom tanki terbuat dari beton dengan inersia (I)
sebesar 0,0108 m4 dan modulus elastisitas bahan (E) 2102107 kN/m2. Diminta hitunglah respons tanki
yang terkena gempa berdasarkan gempa Pacoima Dam 1971 dengan menggunakan respons spektra
dari besarnya simpangan maksimum (Sa maks) di pusat berat tanki air, apabila dari hasil respon spectra
untuk T sebesar 2 detik didapat nilai simpangan (Sa) sebesar 0,5.g. Selain itu, hitunglah besarnya
gaya geser dan momen maksimum.

I,E

Gambar 6.4 Contoh struktur tanki air

Penyelesaian :
Data yang diketahui :
W = 200 kN
g = 9,81 m/det2
H = 15 meter
I

= 0,0108 m4

E = 21021070 kN/m2
Massa terpusat di ujung atas (M) :
M =

W
g

200
9,81

= 20,387 kN/(m/det2)
Kekakuan kolom (K) :
K =
=

3EI
H3
3 21021070 0,0108
15 3

= 201,80 kN/m

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

95

CHAPTER 06
Waktu getar alami (T) :
T = 2 .

= 2 .

M
K
20,387
201,80

= 1,99708 2 detik
Frekuensi alami tanki () :
=

K
M
201,80
20,387

= 3,146 rad/detik
Dari respon spectra untuk T sebesar 2 detik didapat nilai simpangan (Sa) sebesar 0,5 . g :
Sa = 0,5 . 9,81
= 4,905 m/det2
Besarnya simpangan maksimum di pusat berat tanki (Sa tanki) :
Sa tanki

=
=

Sa
2
4,905
32

= 0,545
Gaya geser maksimum (Vmax) :
Vmax

= Sa max . M
= 4,905 . 20,387
= 99,99824 kN

Momen maksimum (Mmax) :


Mmax

= H . Vmax
= 15 . 99,99824
= 1499,97353 kN.m

Contoh 6.2 :
Sebuah konstruksi papan iklan yang terbuat dari aluminium dengan berat spesifik 28 kN/m3,
mempunyai dimensi tinggi 2 meter, panjang 4 meter dan tebal 30 cm. Konstruksi tersebut didukung
oleh sebuah kolom dengan tinggi 14 meter. Diketahui inersia penampang kolom I = 0,0108 m4 dan
elastistas bahan E = 2,102 .107 kN/m2. Apabila konstruksi tersebut, didirikan pada kondisi tanah lunak
di wilayah gempa 2, maka hitunglah besarnya simpangan maksimum di pusat papan iklan, besarnya
gaya geser maksimum dan momen maksimum ?

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

96

CHAPTER 06

Gambar 6.6 Contoh struktur papan iklan

Penyelesaian :
W = 2 x 4 x 0,30 x 28

= 67,20 kN

g = 9,81 m/det2
I

= 0,0108 m4

E = 21021070 kN/m2
Tinggi penjepit ke pusat massa papan iklan :
H = 14 + 0,5 . 2
= 15 meter
Massa terpusat (M) :
M =

W
g
67,20
9,81

= 6,850 kN/(m/det2)
Kekakuan kolom (K) :
K =

3EI
H3

3 2,102 .10 7 0,0108


15 3

= 201,792
Waktu getar alami (T) :
T = 2 .

M
K

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

97

CHAPTER 06

6,850
201,792

T = 2 .

= 1,158 detik
Frekuensi alami () :

K
M

201,792
6,850

= 5,428 radian/detik
Berdasarkan Gambar 3.6 respons spektrum gempa rencana untuk wilayah 2 pada kondisi tanah
lunak (C) :
C =

0,50
=
T

0,50
= 0,432
1,158

Simpangan pada struktur :


Sa =
=

C I g
R

0,432 1,5 9,81


1,6

= 3,973
Besarnya simpangan maksimum di pusat berat papan iklan (Sa max) :
Sa max =
=

Sa
2

3,973
5,428 2

= 0,135 meter
Gaya geser maksimum (Vmax) :
Vmax = Sa . M
= 3,973 . 6,850
= 27,215 kN
Momen maksimum (Mmax) :
Mmax = H . Vmax
= 15 . 27,215
= 408,226 kN.m

6.5

Waktu Getar Alami Struktur


Berdasarkan SNI 03-1726-2003, waktu getar alami fundamental struktur gedung beraturan

dalam arah masing-masing sumbu utama dapat ditentukan dengan rumus Rayleigh sebagai berikut :

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

98

CHAPTER 06
n

Wi .di2

T1 =

6,3

i 1
n

g Fi .di
i 1

Dimana :
Fi = beban-beban gempa nominal statik ekuivalen.
W i = adalah berat lantai tingkat ke-i termasuk beban hidup yang sesuai.
di = adalah simpangan horisontal lantai tingkat ke-i dinyatakan dalam mm.
g = adalah percepatan gravitasi yang ditetapkan sebesar 9810 mm/det2.
Selain itu menurut peraturan Amerika UBC-1997, perhitungan waktu getar alami untuk kondisi
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPM) baja, beton dan untuk sistem lainnya, dapat
dihitung berdasarkan persamaan-persamaan berikut ini :
T = 0,0853.(H)3/4
T = 0,0731.(H)3/4
T = 0,0488.(H)3/4
Apabila waktu getar alami fundamental (T1) struktur gedung untuk penentuan faktor respons
gempa (C1) ditentukan dengan rumus-rumus empirik atau didapat dari hasil analisis vibrasi bebas 3
dimensi, maka nilainya tidak boleh menyimpang lebih dari 20% dari nilai yang dihitung berdasarkan
rumus Rayleigh pada persamaan di atas.

6.6

Analisis Statik Ekivalen


Analisis statik ekivalen adalah analisis yang membagi beban geser dasar nominal (V)

sepanjang tinggi struktur gedung, menjadi beban-beban gempa nominal statik ekuivalen (Fi) yang
menangkap pada pusat massa lantai tingkat ke-i. Analisis statik ekivalen dibagi menjadi dua yaitu,
analisis statik ekivalen untuk gedung beraturan dan tidak beraturan.
Analisis statik ekivalen untuk gedung beraturan adalah suatu cara analisis statik 3 dimensi linier
dengan meninjau beban-beban gempa statik ekivalen, sehubungan dengan sifat struktur gedung
beraturan yang praktis berperilaku sebagai struktur 2 dimensi, sehingga respons dinamiknya praktis
hanya ditentukan oleh respons ragamnya yang pertama dan dapat ditampilkan sebagai akibat dari
beban gempa statik ekivalen. Sedangkan, analisis statik ekivalen untuk gedung tidak beraturan adalah
suatu cara analisis statik 3 dimensi linier dengan meninjau beban-beban gempa statik ekivalen yang
telah dijabarkan dari pembagian gaya geser tingkat maksimum dinamik sepanjang tinggi struktur
gedung yang telah diperoleh dari hasil analisis respons dinamik elastik linier 3 dimensi.

Contoh 6.3 :
Diketahui sebuah struktur gedung 6 lantai yang di bangun untuk rumah sakit. Atap gedung
dihitung sebagai lantai paling atas. Apabila lokasi gedung berada di wilayah gempa 6 dengan kondisi
tanah keras, maka hitunglah beban gempa nominal statik ekivalen dari gedung tersebut ?

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

99

CHAPTER 06
W6
W5
W4
W3
W2
W1

3.35 m
3.35 m
3.35 m
3.35 m
3.35 m
3.35 m

Gambar 6.6 Struktur gedung 6 lantai

Penyelesaian :
Waktu getar alami gedung (T1) :
T1 = 0,1 . n

(rumus praktis)

= 0,1 . 6
= 0,6 detik
Pembatasan waktu getar alami fundamental :
T1 . n
0,6 0,15 . 6
0,6 0,90 oke
Dari Tabel 3.1 faktor keutamaan gedung untuk rumah sakit didapat nilai I = 1,4
Nilai respon struktur terhadap gempa rencana untuk wilayah 6 dengan kondisi tanah keras :
C =

0,42
=
T

0,42
= 0,70
0,60

Beban geser dasar nominal statik ekivalen (V) :


V =
=

C.I
Wt
R

0,70 1,4
2835
1,6

= 1736,438
Fi =

Wi . zi
n

.V

Wi . zi

i 1

F6 =

8844
. 1736,438 = 469,1635
32732,85

F5 =

7855,75
. 1736,438 = 416,7380
32732,85

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

100

CHAPTER 06

F4 =

6284,60
. 1736,438 = 333,3904
32732,85

F3 =

4854,15
. 1736,438 = 257,5068
32732,85

F2 =

3262,90
. 1736,438 = 173,0929
32732,85

F1 =

1631,45
. 1736,438 = 86,54644
32732,85

Untuk perhitungan setiap lantai dibuat dalam bentuk tabel di bawah ini.

Tabel 6.1 Beban-beban gempa nominal statik ekivalen


Berat

Tinggi

(Wi)

(zi)

440

Lantai

W i . zi

Fi

20,10

8844,00

469,1635

469

16,75

7855,75

416,7380

469

13,40

6284,60

333,3904

483

10,05

4854,15

257,5068

487

6,70

3262,90

173,0929

487

3,35

1631,45

86,54644

Jumlah

2835

32732,85

1736,438

Contoh 6.4 :
Berdasarkan contoh diatas, apabila diketahui besarnya displacement (di) yang terjadi pada
struktur berdasarkan hasil analisis struktur, maka hitunglah waktu getar alami fundamental dari
struktur tersebut berdasarkan persamaan Rayleigh !

Tabel 6.2 Data beban gempa nominal statik ekivalen


Berat

Tinggi

(Wi)

(zi)

440

Lantai

W i . zi

fi

di

20,10

8844,00

469,1635

0,154

469

16,75

7855,75

416,7380

0,139

469

13,40

6284,60

333,3904

0,116

483

10,05

4854,15

257,5068

0,086

487

6,70

3262,90

173,0929

0,057

487

3,35

1631,45

86,54644

0,026

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

101

CHAPTER 06
Penyelesaian :

Tabel 6.3 Waktu getar alami fundamental struktur


Lantai

Wi

fi

di

d i2

W i . d i2

Fi . di

440

469,1635

0,154

0,023716

10,43504

72,25118

469

416,7380

0,139

0,019321

9,061549

57,92658

469

333,3904

0,116

0,013456

6,310864

38,67329

483

257,5068

0,086

0,007396

3,572268

22,14558

487

173,0929

0,057

0,003249

1,582263

9,866295

487

86,54644

0,026

0,000676

0,329212

2,250208

0,067814

31,2912

203,1131

Waktu getar alami fundamental struktur berdasarkan persamaan Rayleigh :


n

W .d

2
i

T1 = 6,3

i 1
n

F .d
i

i 1

= 6,3

31,2912
9,81 203,1131

= 0,789493
Pembatasan waktu getar alami fundamental :
T1

0,6

0,15 . 6

0,78 0,90 oke

Contoh 6.5 :
Diketahui sebuah struktur rumah susun 12 lantai dengan ukuran lebar struktur dalam arah x
adalah 5 meter, arah y adalah 10 meter, jarak antar kolom 2,5 meter, tinggi tiap lantai 3,75 meter dan
berat tiap lantai 2000 kN. Apabila struktur tersebut direncanakan dengan kondisi elastik penuh dan
lokasi struktur terletak pada daerah sangat rawan gempa atau wilayah 6 dengan kondisi tanah keras,
maka hitunglah besarnya gaya geser statik ekivalen dari struktur tersebut ?

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

102

CHAPTER 06

12
11
10
9
8
7
6
5
4

2.
5

2.
5

2
1

2.

50

2.

50

x
2.50

2.50

Gambar 6.7 Struktur rumah susun 12 lantai

Penyelesaian :
Berat lantai total (W t) :
W t = 12 x 2000
= 24000 kN
Waktu getar alami (T) :
T = 0,09 H (B0,5 )
Tx = 0,09 H (B0,5 )
= 0,09 . 45 . (50,5)
= 9,056 detik

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

103

CHAPTER 06
Ty = 0,09 H (B0,5 )
= 0,09 . 45 . (100,5)
= 12,807 detik
Berdasarkan Gambar 3.6 respons spektrum gempa rencana untuk wilayah 6 pada kondisi tanah
keras (C) :
C =

0,42
T

Cx =

0,42
=
Tx

0,42
9,056

= 0,046

Cy =

0,42
=
Ty

0,42
12,807

= 0,033

Beban geser dasar nominal statik ekivalen (V) :


V =

C.I
Wt
R

Vx =

C x .I
Wt
R

Vy =

C y .I
R

Wt

0,046 1,0
24000 = 690 kN
1,6

0,033 1,0
24000 = 495 kN
1,6

Distribusi beban geser dasar nominal statik ekivalen (Fi) tiap lantai :
Fi =

Wi . zi
n

.V

Wi . zi

i 1

F1x =

W1 . z1
n

Wi . zi

.Vx

2000. 3,750
.690 = 8,846 kN
585000

.Vy

2000.3,750
.495 = 6,346 kN
585000

i 1

W1 . z1
F1y =

Wi . zi

i 1

Untuk perhitungan distribusi gaya geser pada tingkat-tingkat selanjutnya analog dengan cara di
atas dan hasil-hasil perhitungannya disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini.

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

104

CHAPTER 06
Tabel 6.4 Distribusi gaya geser tiap lantai
Zi

Wi

(Wi . Zi)

Fix

Fiy

(m)

(kN)

(kN.M)

(kN)

(kN)

12

45,000

2000

90000

106,154

76,154

11

41,250

2000

82500

97,308

69,808

10

37,500

2000

75000

88,462

63,462

33,750

2000

67500

79,615

57,115

30,000

2000

60000

70.769

50,769

26,250

2000

52500

61,923

44,423

22,500

2000

45000

53,077

38,077

18,750

2000

37500

44,231

31,731

15,000

2000

30000

35,385

25,385

11.250

2000

22500

26,538

19,038

7,500

2000

15000

17,692

12,692

3,750

2000

7500

8,846

6,346

24000

585000

690,000

495,000

Lantai

Jumlah

Contoh 6.6 :
Diketahui sebuah struktur rumah susun 12 lantai dengan ukuran struktur dalam arah x adalah 5
meter, arah y adalah 10 meter, jarak antar kolom 2,5 meter, tinggi tiap lantai 3,75 meter dan berat tiap
lantai 2000 kN. Apabila struktur tersebut direncanakan dengan kondisi elastik penuh dan lokasi
struktur terletak pada wilayah gempa 6 dengan kondisi tanah keras, maka hitunglah besarnya
distribusi gaya geser pada tiap lantai dari struktur dan waktu getar alami fundamental dari struktur
tersebut berdasarkan persamaan Rayleigh ?
Penyelesaian :
Berat lantai total (W t) :
W t = 24000 kN
Waktu getar alami (T) :
Tx = 0,09 H (B0,5 )
= 0,09 . 45 . (50,5)
= 9,056 detik
Ty = 0,09 H (B0,5 )
= 0,09 . 45 . (100,5)
= 12,807 detik
Berdasarkan Gambar 3.6 respons spektrum gempa rencana untuk wilayah 6 pada kondisi tanah
keras (C) :
Cx =

0,42
=
Tx

0,42
9,056

= 0,046

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

105

CHAPTER 06
Cy =

0,42
=
Ty

0,42
12,807

= 0,033

Beban geser dasar nominal statik ekivalen (V) :


Vx =

Vy =

C x .I
Wt
R
C y .I
R

Wt

0,046 1,0
24000 = 690 kN
1,6

0,033 1,0
24000 = 495 kN
1,6

Besarnya simpangan pada struktur :


Sa =

C I g
R

Sax =

Cx I g
=
R

0,046 1,0 9,81


= 0,282
1,6

Cy I g

0,033 1,0 9,81


= 0,202
1,6

Say =

Frekuensi alami gedung () :


x =

2
=
Tx

2
9,056

= 0,694

y =

2
=
Ty

2
12,807

= 0,491

Rotasi pada tiap tingkat () :

Zi

Zi

i1

1 =

3,75
= 0,083
45

7 =

26,25
= 0,583
45

2 =

7,50
= 0,167
45

8 =

30,00
= 0,667
45

3 =

11,25
= 0,250
45

9 =

33,75
= 0,750
45

4 =

15,00
= 0,333
45

10 =

37,50
= 0,833
45

5 =

18,75
= 0,417
45

11 =

41,25
= 0,917
45

6 =

22,50
= 0,500
45

12 =

45,00
= 1,000
45

Massa terpusat di setiap lantai i (Mi) :


Mi

Wi
g

M12

2000
= 203,874 kN
9,81

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

106

CHAPTER 06
Perhitungan di tinjau terhadap arah sumbu lemah dalam hal ini sumbu x dari struktur :
Massa terpusat di setiap lantai i yang mengalami rotasi i (M*) :

Mi*

= Mi . i2

*
M12

= 203,874 . 12
= 203,874 kN

L*i

= M*i . i

L*12

= M*12 . 12
= 203,874. 1
= 203,874 kN

Displacement pada tiap lantai i :

L*i 1 S
ai
Mi* i2

ui

u12

12

L
M

= 1.

1
x

Sax

1325,178
1

.0,282
920,263 0,694 2

= 0,843
Distribusi gaya geser tiap lantai i (Fi) :

L*i S
ai
Mi*

Fi

= Mi i

F12

= M12 12

L*12 S
ax
*
M12

= 203,874 . 1 .

1325,178
.0,282
920,263

= 82,789 kN

L
M

F11

= M11 11

Sax

= 203,874 . 0,917 .

1325,178
.0,282
920,263

= 75,890 kN

L
M

F10

= M10 10

Sax

= 203,874 . 0,833 .

1325,178
.0,282
920,263

= 68,991 kN

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

107

CHAPTER 06
Untuk perhitungan distribusi gaya geser pada tingkat-tingkat lantai selanjutnya analog dengan
cara di atas dan selanjutnya ditampilkan dalam bentuk tabel.

Tabel 6.5 Distribusi gaya geser tiap lantai


Lantai

Zi
(m)

Wi

Mi

M*

L*

(kN)

(W/g)

Mi x

x Mi

ui

Fix
(kN)

12

45,00

1,000

2,000

203,874

203,874

203,874

0,843

82,789

11

41,25

0,917

2,000

203,874

171,310

186,884

0,773

75,890

10

37,50

0,833

2,000

203,874

141,579

169,895

0,703

68,991

33,75

0,750

2,000

203,874

114,679

152,905

0,632

62,092

30,00

0,667

2,000

203,874

90,610

135,916

0,562

55,193

26,25

0,583

2,000

203,874

69,374

118,926

0,492

48,294

22,50

0,500

2,000

203,874

50,968

101,937

0,422

41,394

18,75

0,417

2,000

203,874

35,395

84,947

0,351

34,495

15,00

0,333

2,000

203,874

22,653

67,958

0,281

27,596

11,25

0,250

2,000

203,874

12,742

50,968

0,211

20,697

7,50

0,167

2,000

203,874

5,663

33,979

0,141

13,798

3,75

0,083

2,000

203,874

1,416

16,989

0,070

6,899

920,263

1325,178

Jumlah

538,128

Rasio tinggi struktur gedung dan ukuran denah struktur :

H
45
3
B
10

= 4,5

Sehingga, berdasarkan SNI 03-1726-2002 untuk rasio antara tinggi struktur gedung dan ukuran
denahnya dalam arah pembebanan gempa sama dengan atau melebihi 3 maka 0,1.V harus dianggap
sebagai beban horisontal terpusat yang menangkap pada pusat massa lantai tingkat paling atas,
sedangkan 0,9.V sisanya harus dibagikan sepanjang tinggi struktur gedung menjadi beban-beban
gempa nominal statik ekuivalen.
Distribusi gaya geser yang memperhitungkan rasio tinggi struktur gedung dan ukuran denah :
0,1 . Fi = 0,1 . 538,128

= 53,813

0,9 . Fi = 0,9 . 538,128

= 484,316 kN

kN

Untuk lantai paling atas dalam hal ini lantai 12 berlaku :


Fi = 0,1Fitot 0,9Fitot
F12 = 0,1Fi tot 0,9Fi tot

Wi Zi
Wi Zi

W12 Z12

W Z
i

= 53,813 484,316

2000 45
585

= 128,323 KN
Untuk lantai 11 dan seterusnya :
HENCE MICHAEL WUATEN
REKAYASA GEMPA

108

CHAPTER 06
Fi = 0,9Fitot

Wi Zi
Wi Zi

F11 = 0,9Fitot

W11 Z11
Wi Zi

484,316

2000 41,25
585

= 68,301 kN
Untuk perhitungan pada lantai 10 dan seterusnya analog dengan perhitungan lantai 11 dan
selanjutnya ditampilkan dalam bentuk Tabel.
Perhitungan waktu getar alami berdasarkan persamaan Rayleigh :
n

Wi .di2

i 1
n

T1 = 6,3

g Fi .di
i 1

di =

Sa

d12 =

Sax

. i

. 12 =

0,282
.1
0,694 2

= 0,586

Untuk nilai d pada lantai-lantai berikutnya analog dengan cara perhitungan di atas dan
selanjutnya ditampilkan dalam bentuk tabel.

Tabel 6.6 Distribusi gaya geser tiap lantai arah x yang memperhitungkan rasio antara tinggi struktur
gedung dengan ukuran denah gedung
Lantai

W i . Zi

Fi

di

Wi .di2

Fi.di

12

90,000

128,323

0,586

685,631

75,134

11

82,500

68,301

0,537

576,120

36,658

10

75,000

62,092

0,488

476,133

30,296

67,500

55,883

0,439

385,667

24,540

60,000

49,673

0,390

304,725

19,389

52,500

43,464

0,342

233.305

14,845

45,000

37,255

0,293

171,408

10,906

37,500

31,046

0,244

119,033

7,574

30,000

24,837

0,195

76,181

4,847

22,500

18,628

0,146

42,852

2,727

15,000

12,418

0,098

19,045

1,212

7,500

6,209

0,049

4,761

0,303

Jumlah

585,000

538,128

3095,000

228,000

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

109

CHAPTER 06
Waktu getar alami berdasarkan persamaan Rayleigh :
n

Wi .di2

T1 = 6,3

i 1
n

g Fi .di
i 1

= 6,3

30905
9,81. 228

= 7,404 detik
Pembatasan waktu getar alami fundamental :
T1

T1

0,15 . 12

7,404 1,80
Struktur di atas terlalu fleksibel, hal ini disebabkan perbandingan antara tinggi struktur dengan
ukuran denah struktur yang tidak sebanding sehingga waktu getar alami fundamental dari struktur
tersebut cukup besar.
Penentuan nilai C baru berdasarkan nilai T baru :
Cx =
=

0,42
T

0,42
7,404

= 0,057
Gaya geser dasar nominal statik ekivalen (V) pada arah x :
Vx =
=

C x .I
Wt
R

0,057.1,0
24000
1,6

= 850,891 kN 0,8 . Vx lama


= 850,891 kN 0,8 . 690
= 850,891 kN 552 kN

HENCE MICHAEL WUATEN


REKAYASA GEMPA

oke

110