Anda di halaman 1dari 23

KEGUNAAN DAN KEAMANAN BLOK

PARAVERTEBRAL PADA OPERASI


PAYUDARA: META-ANALISIS DARI
PENELITIAN RANDOM TERKONTROL

LATAR BELAKANG
Pada 40% pasien post operasi payudara mengalami
nyeri akut dan 50% mengalami nyeri kronik
Blok paravertebral sering digunakan sebagai
analgesi durante operasi dan post operasi
Blok paravertebral adalah injeksi tunggal atau
multipel pada berbagai tingkat vertebral yang
sesuai dengan dermatom yang akan dibius
Penelitian ini menguji kegunaan dan keamanan blok
paravertebral pada operasi payudara

METODE
Beberapa

penelitian tentang blok paravertebral


dikumpulkan, diolah datanya, dan diuji secara
statistik
Skala nyeri diukur dari 0 (tidak nyeri) sampai 10
(nyeri sekali) dengan skala VAS atau NRS

HASIL

KESIMPULAN
Penggunaan

teknik blok paravertebral saja atau


blok paravertebral dikombinasi dengan GA
memberikan efek efek analgesi durante dan post
operasi lebih baik dibandingkan teknik GA
Efek samping blok paravertebral jarang terjadi

DISKUSI
Blok paravertebral berguna pada operasi torakotomi,
multipel fraktur costae, dan repair hernia
Efek samping dari blok paravertebra adalah
- sindrom horner yang membaik dalam 8-10jam
- kejang tanpa penurunan kesadaran yang teratasi
dg obat benzodizepine
- pneomothorax (sangat jarang)
- hipotensi

TERIMA KASIH....

Numeric Rating Scale


The Numeric Rating Scale (NRS-11) is an 11point scale for patient selfreporting of pain. It is for adults and children 10 years old or older.[39]
Pain Level
0

No Pain

13

Mild Pain (nagging,


annoying, interfering little
with ADLs)

46

Moderate Pain (interferes


significantly with ADLs)

7 10

Severe Pain (disabling;


unable to perform ADLs)

The thoracic paravertebral space is a wedge-shaped area that


lies on either side of the vertebral column (Figure 2). Its walls
are formed by the parietal pleura anterolaterally; the
vertebral body, intervertebral disk, and intervertebral
foramen medially; and the superior costotransverse ligament
posteriorly.
After emerging from their respective intervertebral foramina,
the thoracic nerve roots divide into dorsal and ventral rami.
The dorsal ramus provides innervation to the skin and muscle
of the paravertebral region; the ventral ramus continues
laterally as the intercostal nerve. The ventral ramus also
gives rise to the rami communicantes, which connect the
intercostal nerve to the sympathetic chain.
The thoracic paravertebral space is continuous with the
intercostal space laterally, epidural space medially, and
contralateral paravertebral space via the prevertebral fascia.
In addition, local anesthetic can also spread longitudinally
either cranially or caudally.
The mechanism of action of a paravertebral blockade
includes direct action of the local anesthetic on the spinal

Setiap saraf tulang belakang keluar dari foramina


intervertebralis dan terbagi menjadi dua rami: sebuah ramus
anterior yang lebih besar, yang menginervasi otot dan kulit di
atas permukaan tubuh anterolateral dan anggota badan, dan
sebuah ramus posterior yang lebih kecil, yang terletak lebih
posterior dan menginervasi kulit dan otot-otot punggung dan
leher (Gambar 2). Bagian posterior ruang paravertebral
dibatasi oleh ligamen costotransversus superior, bagian
anterior dibatasi oleh pleura parietal, dan bagian medial
dibatasi oleh tulang dan foramen intervertebralis, dan bagian
inferior dan superiornya dibatasi oleh kepala tulang rusuk.
Dengan pasien dalam posisi duduk dan tulang punggung di
fleksikan, setiap prosesus spinosus diraba, kemudian
menghitung dari C7 yang menonjol untuk blok toraks, dan
puncak iliaka sebagai patokan untuk tingkat lumbal. Dari titik
tengah dari aspek superior dari masing-masing prosesus
spinosus, titik ukur 2,5 cm ke arah lateral dan tandai (Gambar
3).