Anda di halaman 1dari 14

Pengukuran PH Larutan

Oleh:
Rosita Qori L
140341603337
Siti Ma'rifah
140341601740
Thesa Ihtiar D
140341505862
Yunita Dewy
140341605176

Pengertian PH Larutan
PH adalah derajat keasaman yang
digunakan untuk menyatakan tingkat
keasaman atau kebasaan yang dimiliki
oleh suatu larutan yang diukur dengan
skala 0 sampai dengan 14.

Pengertian Larutan Penyangga


Larutan penyangga (buffer solution) adalah larutan
yang mempunyai pH yang sangat stabil. Jika suatu
asam atau basa ditambahkan pada larutan penyangga,
maka pH tidak berubah secara signifikan.Dengan cara
lain, menambahkan air ke dalam atau menguapkan air
dari larutan pH juga tidak mengubah pH larutan buffer.

Indikator pH
Indikator adalah zat-zat yang menunjukkan
indikasi berbeda dalam larutan asam, basa, dan
netral. Cara menentukan senyawa bersifat
asam, basa, atau netral dapat menggunakan
kertas lakmus dan larutan indikator atau
indikator alami.

1. Kertas Lakmus
Warna kertas
lakmus dalam larutan
asam, larutan basa
dan larutan bersifat
netral berbeda. Ada
dua macam kertas
lakmus yaitu:

Macam Kertas Lakmus


a. Lakmus merah
Lakmus merah dalam larutan asam
berwarna merah dan dalam larutan basa
berwarna biru.
b. Lakmus biru
Lakmus biru dalam larutan asam berwarna
merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
c. Lakmus merah maupun biru dalam larutan
netral tidak berubah warna

b. Larutan Indikator

Contoh dari larutan indikator


adalah:
larutan metil jingga (Metil Orange
= MO)
Pada pH kurang dari 6
larutan ini berwarna jingga,
sedangkan pada pH lebih dari 7
warnanya menjadi kuning.
indikator fenolftalin
(Phenolphtalein = pp)
pH di bawah 8, fenolftalin
tidak berwarna, dan akan
berwarna merah anggur apabila
pH larutan di atas 10.

3. Indikator Alami
Ex: Warna kulit manggis adalah
ungu (dalam keadaan netral).
Berbagai bunga yang
berwarna atau tumbuhan, seperti
Jika ekstrak kulit manggis
daun, mahkota bunga, kunyit, kulit
dibagi dua dan masing-masing
manggis, dan kubis ungu dapat
diteteskan larutan asam dan
digunakan sebagai indikator asam
basa, maka dalam larutan
basa. Ekstrak atau sari dari
asam terjadi perubahan warna
bahan-bahan ini dapat
dari ungu menjadi cokelat
menunjukkan warna yang berbeda
kemerahan. Larutan basa
dalam larutan asam basa.

yang diteteskan akan


mengubah warna dari ungu
menjadi biru kehitaman.

Macam-macam alat pengukur PH


1. PH meter
PH Meter adalah jenis
alat ukur untuk
mengukur derajat
keasaman atau
kebasaan suatu
cairan

Prinsip Kerja pH Meter


Penggunaan ph meter cukup sederhana yaitu
dengan cara dicelupkan pada larutan yang akan
diuji, maka pada pH meter akan muncul angka
skala yang menunjukkan pH larutan.

Kalibrasi dan Penggunaan pH


Meter
Sebelum melakukan pengukuran pH meter
harus diklaibrais untuk mendapatkan hasil
pengukuran yang tepat, kalibaris ini dalukukan
setiap pengukuran. Untuk penggunaan normal
kalibrasi harus dilakukan pada awal setiap hari.

2. Indikator Universal
Indikator universal
merupakan campuran
dari bermacammacam indikator yang
dapat menunjukkan
pH suatu larutan dari
perubahan warnanya.
Indikator universal
ada dua macam yaitu
indikator yang berupa
kertas dan larutan.

Menghindari kesalahan
Pengukuran pH
1. Teliti dan fokus pada saat melakukan
pengukuran.
2. Menggunakan alat ukur sesuai dengan
Prinsip Kerja alat yang digunakan.
3. Melakukan Kalibrasi pada alat setiap kali
selesai menggunakan alat.