Anda di halaman 1dari 21

PENDAHULUAN

Audit Sektor Publik


(ASP)

Materi
Pengertian Audit Sektor Publik
Perbedaan Audit Sektor Publik dengan
Komersial
Latar Belakang Reformasi Manajemen
Keuangan Pemerintah
Jenis Pemeriksaan
Pengawasan oleh APIP
Gambaran Umum Kuliah ASP

Pengertian Audit
Suatu

proses pengumpulan dan


pengevaluasian bahan bukti dari
informasi yang dilakukan oleh orang
yang kompeten dan independen
independen,,
untuk menentukan dan melaporkan
tingkat kesesuaian antara informasi
tersebut dengan kriteria yang telah
ditetapkan..
ditetapkan

Sektor Publik
(Broadbent dan Guthrie)

Ditinjau dari karakteristik aktivitas


aktivitas::
AktivitasAktivitas-aktivitas yang didanai oleh pemerintah dari hasil
pungutan pajak (termasuk hutang yang kemudian dilunasi
dengan menggunakan pajak
pajak))
Aktivitas
Aktivitas--aktivitas penyediaan layanan yang bersifat
monopolistik yang dipandang sebagai bagian dari
infrastruktur masyarakat yang pendanaannya sebagian
disediakan oleh pemerintah

Ditinjau dari sisi kepemilikan


Segala sesuatu yang dimiliki masyarakat secara umum
umum,,
bukannya pemegang saham
saham,, termasuk perusahaan
perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah

Karakteristik Sektor Publik


(Handjari
Handjari))

Sektor yang mengelola kekayaan


kekayaan//rumah tangga negara yang
sangat besar (makro
makro)) dibandingkan dengan entitas sektor
perusahaan (mikro
mikro))
Pencatatan atau akuntansinya tidak memperhitungkan atau
menghitung laba atau rugi tetapi defisit atau surplus sejalan
dengan penekanan pada pendapatan dan belanja
Pemilik kekayaan adalah masyarakat atau orang banyak
(publik
publik)) sehingga pemerintah sebagai pengelolanya
sebenarnya diawasi oleh masyarakat atau orang banyak
melalui perwakilannya di legislatif
Pengelolanya wajib menyusun pertanggungjawaban secara
transparan kepada publik

Ruang Lingkup Keuangan Negara

UU NO 31 TAHUN 1999
JO.
UU NO 20 TAHUN 2001

UU NO 17 TAHUN 2003

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

8.
9.

Hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan


mengedarkan uang, dan melakukan pinjaman;
Kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas
layanan umum pemerintahan negara dan membayar
tagihan pihak ketiga;
Penerimaan Negara;
Pengeluaran Negara;
Penerimaan Daerah;
Pengeluaran Daerah;
Kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri
atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga,
piutang barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai
dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada
perusahaan negara/perusahaan daerah;
Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah
dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan
dan/atau kepentingan umum;
Kekayaan
pihak
lain
yang
diperoleh dengan
menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah.

Seluruh kekayaan negara dalam bentuk apapun,


yang dipisahkan atau yang tidak dipisahkan,
termasuk didalamnya segala bagian kekayaan negara
dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena:
1.

2.

dalam penguasaan, pengurusan, dan


pertanggungjawaban pejabat lembaga
Negara, baik di tingkat pusat maupun di
daerah;
berada dalam penguasaan, pengurusan, dan
pertanggungjawaban Badan Usaha Milik
Negara/Badan Usaha Milik Daerah, yayasan,
badan hukum, dan perusahaan yang
menyertakan modal negara, atau
perusahaan yang menyertakan modal pihak
ketiga berdasarkan perjanjian dengan
Negara.

Audit Sektor Publik vs Swasta


Sektor Publik
Obyek
Auditor
Standar
Jenis audit
Pengguna

Sektor Swasta

Sejarah/
Sejarah
/Perkembangan
Kemerdekaan

UUD 1945
Republik Indonesia Serikat 1949
Undang
Undang--undang Dasar Serikat 1950
Dekrit Presiden 5 Juli 1959
UUD 1945
UUD 1945 Amandemen

REFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN PEMERINTAH

PAKET PERUNDANG-UNDANGAN DI BIDANG


KEUANGAN NEGARA

UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2003


UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2004
UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2004

PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA

Berdasarkan Pasal 3 Ayat (1) Undang-undang


Nomor 17 Tahun 2003, Keuangan Negara harus
dikelola secara tertib, taat pada peraturan
perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif,
transparan, dan bertanggung jawab dengan
memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
Pengelolaan dimaksud mencakup keseluruhan
kegiatan di bidang keuangan negara yang meliputi
perencanaan,
penguasaan,
penggunaan,
pengawasan, dan pertanggungjawaban

PERTANGGUNGJAWABAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA

Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, maka:


1.

Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota selaku Pengguna Anggaran/


Pengguna Barang bertanggung jawab dari segi manfaat/hasil (outcome)
atas pelaksanaan kebijakan yang ditetapkan dalam Undang-undang tentang
APBN/Peraturan Daerah tentang APBD.

2.

Pimpinan unit organisasi kementrian negara/lembaga bertanggung jawab dari


segi barang dan/atau jasa yang disediakan (output) atas pelaksanaan
kegiatan yang ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN, demikian pula
Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah bertanggung jawab atas pelaksanaan
kegiatan yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang APBD.

Terdapat sanksi yang berlaku bagi Menteri/Pimpinan Lembaga/Gubernur/Bupati/


Walikota, serta Pimpinan Unit Organisasi Kementrian Negara/Lembaga/Satuan
Kerja Perangkat Daerah yang terbukti melakukan penyimpangan
kebijakan/kegiatan yang telah ditetapkan dalam UU tentang
APBN/Peraturan Daerah tentang APBD. Ketentuan sanksi tersebut
dimaksudkan sebagai upaya preventif dan represif, serta berfungsi sebagai
jaminan atas ditaatinya Undang-undang tentang APBN/Peraturan Daerah tentang
APBD yang bersangkutan.

Pemeriksaan
UUD 1945 Pasal 23 Ayat (5):
(5): Pemeriksaan
atas pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan negara dilaksanakan oleh Badan
Pemeriksa Keuangan yang bebas dan
mandiri
UU no 17/2003 pasal 33: Pemeriksaan
pengelolaan dan pertanggungjawaban
keuangan negara diatur dalam undang
undang-undang tersendiri

Pemeriksaan

UU no 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan


dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
Pasal 2 ayat 2: BPK melaksanakan pemeriksaan atas
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara

UU no 15/2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan


(BPK)
Pasal 6 ayat 1: BPK bertugas memeriksa pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh
Pemerintah Pusat
Pusat,, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara
lainnya,, bank Indonesia, Badan Usaha Milik Negara, Badan
lainnya
Layanan Umum
Umum,, Badan Usaha Milik Daerah, dan lembaga
atau badan lain yang mengelola keuangan negara

DEFINISI-DEFINISI
Pemeriksaan adalah proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi
yang dilakukan secara independen, objektif, dan profesional berdasarkan
standar pemeriksaan, untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas,
dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan negara
Pemeriksaan keuangan negara adalah meliputi pemeriksaan atas
pengelolaan keuangan negara dan pemeriksaan atas tanggung jawab
keuangan negara

DEFINISI-DEFINISI

Pengelolaan Keuangan Negara adalah keseluruhan kegiatan pejabat


pengelola keuangan
negara
sesuai
dengan
kedudukan
dan
kewenangannya,
yang
meliputi
perencanaan,
pelaksanaan,
pengawasan, dan pertanggungjawaban

Tanggung Jawab Keuangan Negara adalah kewajiban Pemerintah


untuk melaksanakan pengelolaan keuangan negara secara tertib, taat
pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, dan
transparan, dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan

RUANG LINGKUP PEMERIKSAAN


BPK diberi kewenangan untuk melakukan 3 (tiga) jenis pemeriksaan, yakni:
Pemeriksaan keuangan, adalah pemeriksaan atas laporan keuangan
[pemerintah pusat dan pemerintah daerah]. Pemeriksaan keuangan ini
dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang
tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
pemerintah.
Pemeriksaan kinerja, adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan
negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta
pemeriksaan aspek aktivitas.
Pemeriksaan dengan tujuan tertentu, adalah pemeriksaan yang
dilakukan dengan tujuan khusus, di luar pemeriksaan keuangan dan
pemeriksaan kinerja. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu meliputi
antara lain pemeriksaan atas hal-hal lain di bidang keuangan,
pemeriksaan investigatif, dan pemeriksaan atas sistem pengendalian
intern pemerintah.

STANDAR PEMERIKSAAN
Pelaksanaan pemeriksaan didasarkan pada suatu standar
pemeriksaan. Standar dimaksud disusun oleh BPK dengan
mempertimbangkan standar di lingkungan profesi audit secara
internasional. Sebelum standar dimaksud ditetapkan, BPK
perlu mengkonsultasikannya dengan pihak pemerintah serta
dengan organisasi profesi di bidang pemeriksaan. Saat ini
standar pemeriksaan dimaksud sedang dalam proses
penyusunan (Standar Pemeriksaan Keuangan Negara/SPKN),
dan selama SPKN tersebut belum secara resmi diberlakukan
maka dalam melakukan pemeriksaan digunakan Standar Audit
Pemerintahan (SAP) tahun 1995 sebagai standar audit
keuangan negara.

Pengawasan oleh APIP


PP

no 60/2008 tentang Sistem


Pengendalian Intern Pemerintah
Pasal 47 ayat 2: Untuk memperkuat
dan menunjang efektivitas Sistem
Pengendalian Intern dilakukan
pengawasan intern atas
penyelenggaraan tugas dan fungsi
instansi pemerintah termasuk
akuntabilitas keuangan negara

Pengawasan oleh APIP


Pasal

48 ayat 1: Pengawasan intern


tersebut dilakukan oleh aparat
pengawasan intern pemerintah (APIP)
Pasal 48 ayat 2: APIP melakukan
pengawasan intern melalui audit,
reviu,, evaluasi
reviu
evaluasi,, pemantauan dan
kegiatan pengawasan lainnya
lainnya..

Lingkup Pembahasan ASP

Pendahuluan
Organisasi Pemeriksa [BPK], Pemeriksa
Pemeriksa,, Kode Etik
dan Standar Pemeriksaan
Jenis Pemeriksaan dan Standar Umum
Pemeriksaan Keuangan
Pemeriksaan Kinerja
Pengawasan oleh APIP

SELESAI