Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Ekologi merupakan salah satu cabang biologi. Yaitu ilmu pengetahuan
tentang hubungan antara organisme dan lingkungannya. Atau ilmu yamg
mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap jasad hidup. Ekologi berasala
dari bahasa Yunani oikos (rumah atau tempat hidup) dan logos yang berarti
ilmu. Secara harfiah ekologi adalah pengkajian hubungan organisme-organisme
atau kelompok organisme terhadap lingkungannya. Ekologi hanya mempelajari
apa yang ada dan apa yang terjadi di alam dengan tidak melakukan percobaan.
Setiap makhluk hidup memperoleh kebutuhannya untuk hidup, tumbuh,dan
berkembang

biak

dari

lingkungannya.

Lingkungan

merupakan

sumber

energi,sumber materi, dan tempat untuk membuang kotoran-kotoran yang


tidak diperlukan lagi oleh makhluk hidup. Kehidupan suatu makhluk hidup
sangat bergantung pada lingkungannya sehingga ia harus mampu beradaptasi atau
menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya (Pujianto, 2008). Lingkungan
tempat tinggal makhluk hidup juga dapat dipengaruhi oleh makhluk hidup yang
tinggal di dalamnya. Interaksi antar makhluk hidup serta antara makhluk hidup
dan lingkungan terjadi dalam suatu ekosistem. Dalam ekologi, ekosistem
merupakan suatu fungsional dasar. Ekosistem itu sendiri tersusun atas satuansatuan makhluk hidup. Suatu ekosistem itu sendiri tersusun atas satuan-satuan
makhluk hidup, yaitu individu, populasi, komunitas, dan bioma(Pujianto, 2008).

Ekologi mempunyai tingkatan pengkajian yaitu komponen biotik dan komponen


abiotik. Lingkungan meliputi komponen abiotik seperti suhu, udara, cahaya, dan
nutrient. Yang juga penting pengaruhnya kepada organisme adalah komponen
biotik yakni semua organisme lain yang merupakan bagian dari lingkungan suatu
individu (Campbell, 2000).
Satu organisme dikenal sebagai individu, contohnya seekor ikan, seekor
udang, dan individu lainnya. Populasi merupakan sekumpulan organisme sejenis
yang berinteraksi pada tempat dan waktu yang sama, contohnya populasi dari
komunitas sungai dapat berupa populasi rumput, populasi ikan, populasi kepiting,
popuasi kerang, populasi sumpil, dan lain-lain.Antara populasi yang satu dengan
populasi yang lain selalu terjadi interaksi, baik secara langsung atau tidak
langsung dalam suatu komunitas, contohnya populasi semut, populasi belalang,
dan populasi kambing yang hidup di padang rumput. Dalam suatu komunitas
senantiasa terdapat tumbuhan, hewan dan mikroorganisme. Organisasi kehidupan
yang merupakan kesatuan komunitas-komunitas dengan lingkungan abiotik (fisik)
tempat hidupnya membentuk suatu ekosistem.Seluruh ekosistem yang ada di
dunia ini membentuk biosfer sebagai bagian permukaan bumi yang dihuni oleh
suatu kehidupan.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukanlah percobaan
populasi, komunitas dan ekosistem.

I.2. Tujuan Percobaan


1. Mengetahui pertumbuhan suatu populasi dan komunitas dalam suatu ekosistem.
2. Mengetahui komponen biotik dan abiotik yang berperan dalam ekosistem.
I.3. Waktu dan Tempat Percobaan
Percobaan ini dilaksanakan pada hari Senin, 2 November 2015 pukul
09.00-10.00 WITA. Percobaan ini bertempat di Pelataran Pasca Sarjana
Universitas Hasanuddin, Makassar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dalam studi ekologi,digunakan metoda pendekatan secara menyeluruh pada


komponen-komponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi
berkisar pada tingkat populasi,komunitas, dan ekosistem (Bohari,2011). Populasi
diartikan sekelompok idividu sejenis yang menempati ruang dan waktu tertentu.
Populasi berasal dari bahasa latin yaitu populous = rakyat,berarti penduduk.
Populasi dari suatu Negara itu dimaksudkan adalah penduduk dari Negara
tersebut, Di dalam pelajaran ekologi yang dimaksudkan dengan populasi adalah
sekelompok individu yang sejenis. Jadi populasi adalah kelompok

kolektif

organisme dari jenis yang sama yang menempati ruang atau tempat tertentu
dan memiliki berbagai ciri atau sifat yang unik dari kelompok dan bukan
merupakan sifat milik individu di dalam kelompok tersebut. Populsi memiliki
sejarah hidup, tumbuh dan berkembang

seperti

apa

yang

dimiliki

oleh

individu. Populasi memiliki organisasi dan struktur yang pasti dan jelas (Zoer
aini, 2003). Contoh populasi dari komunitas sungai dapat berupa populasi
rumput, populasi ikan, populasi kepiting, popuasi kerang, populasi sumpil, dan
lain-lain. Apabila kita membicarakan populasi, haruslah disebut jenis individu
yang dibocarakan, dengan menentukan batas-batas waktunya serta tempatnya.
Misalnya populasi pohon jati 1991 di perkebunan-perkebunan yang ada di
Sumatera ataupun populasi komodo pada 1983 di pulau komodo dan seterusnya.
Contoh populasi dari komunitas sawah dapat berupa populasi padi, populasi tikus,

populasi ular, populasi flamingo, populasi panda dan lain-lain. Antara populasi
yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam komunitasnya.

Populasi Panda
Populasi Flaminggo
Sifat-sifat yang dimiliki Populasi yaitu :
1. Kerapatan
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

atau

kepadatan.

Kerapatan

lazim

digunakan

pada

tumbuhan,sedangkan kepadatan biasanya digunakan pada manusia.


Natalis (angka kelahiran)
Mortalitas (angka kematian)
Penyebaran umum
Potensi biotik
Dispersi dan
Bentuk pertumbuhan dan perkembangan
Mempunyai sifat genetik yang secara langsung berhubungan dengan
ekologinya

Distribusi populasi adalah pergerakan individu-individu atau alat perkembang


biakannya (biji, spora, larva dan lainnya) ke dalam atau ke luar dari suatu
populasi

atau daerah populasi. Ada tiga bentuk distribusi atau pergerakan

populasi yaitu:
1

Migrasi, yaitu pergerakan keluar batas-batas tempat populasi dan datang


kembali ke tempat populasi semula secara periodic

Emigrasi,

yaitu

pergerakan

keluar

batas-batas

tempat

populasi

sehingga populasi berkurang


Imigrasi, yaitu pergerakan ke dalam batas-batas tempt populasi
sehingga populasi bertambah (Prawirahartono, 1994)
Komunitas dalam arti luas merupakan kumpulan beberapa populasi yang

menempati suatu daerah tertentu, misalnya populsi semut,pupulasi belalang,dan


populasi kambing yang hidup di padang rumput. Komunitas dalam pengertian
khusus

adalah kumpulan organisme yang beranggotakan semua pupulasi,

misalnya komunitas pohon beranggotakan semua populasi berbagai jenis


pohon,komunitas burung beranggotakan semua pupulsi berbagai jenis burung.
Setiap kelompok memiliki peran yang penting dalam lingkungan tersebut
(niche/relung),atau dapat dikatakan pula sebagai status fungsional suatu organism
dalam ekosistem. Pada tingkat analisis ini meliputi cara berinteraksi di antara
organisme seperti predasi, kompetisi dan penyakit, yang mempengaruhi struktur
dan organisasi komunitas (Campbell, 2000). Suatu komunitas terdiri dari banyak
jenis dengan berbagai macam fluktuasi populasi dan interaksi satu dengan lainnya.
Komunitas terdiri dari berbagai organisme-organisme yang saling berhubungan
pada suatu lingkungan tertentu. Organisme yang hidup bersama sering disebut
komunitas biotik.

Komunitas di Padang Rumput


Di alam terdapat bermacam macam komunitas yang secara garis besar
dapat dibagi menjadi :
1. Komunitas Akuatik, komunitas ini misalnya yang terdapat di laut,
didanau, di sungai, di parit atau di kolam.
2. Komunitas Terestrial, yaitu sekelompok organism yang terdapat di
pekarangan, dipadang rumput, di padang pasir, di halaman kantor, di
halaman sekolah, di kebun raya dan sebagainnya.
Ekosistem yaitu antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi
interaksi.interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem.
komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen
(herbivor, karnivor, omnivor) dan dekomposer/penguurai (mikroorganisme)
(Pratiwi, 2000).
Ekosistem terdapat interaksi antara komponen abiotik dengan komponen
biotik. Pada komponen biotik di bentuk oleh berbagai organisme yang berbeda
jenisnya. (Rochman, 2005).
Ekosistem merupakan tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komunitas,
atau merupakan kesatuan dari suatu komunitas dengan lingkungannya dimana
terjadi antar hubungan. Ekosistem adalah suatu komunitas tumbuhan, hewan dan

mikroorganisme beserta lingkungan non-hayati yang dinamis dan kompleks, serta


saling berinteraksi sebagai suatu unit yang fungsional. Manusia merupakan bagian
yang terintegrasi dalam ekosistem. Ekosistem sangat bervariasi dalam hal ukuran,
dapat berupa genangan air pada suatu lubang pohon hingga ke samudera luas
(Caudill,2005).

Ekosistem Air Tawar

Ekosistem pada Danau

Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dibedakan atas dua macam


(Anonim,2012):
1. Ekosistem Alami, yaitu ekosistem yang terjadi secara alami tanpa
campur tangan manusia. Contoh : padang rumput, gurun,laut.
2. Ekosistem Buatan, yaitu ekosistem yang terjadi karena buatan manusia.
Contoh : kolam, sawah, waduk, kebun.
Ekosistem tidak akan tetap selamanya, tetapi selalu mengalami perubahan.
Antara faktor biotik dan abiotik selalu mengadakan interaksi, hal inilah yang
merupakan salah satu penyebab perubahan. Perubahan suatu ekosistem dapat
disebabkan oleh proses alamiah atau karena campur tangan manusia (Anonim,
2012).

Komponen komponen eksistem dapat dibagi berdasarkan :


1. Komponen autotrop memberi (member makan sendiri) disini terjadi
pengikatan energy sinar matahari.

2. Komponen

heterotrof

(memakan

yang

lainnya)

dsini

terjadi

pemakaian, pengaturan kembali dsn perombsksn bshsn-bshsn ysng


komplels
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem
terrestrial (darat) dan ekosistem akuatik (perairan).
1. Ekosistem Akuatik (Perairan)
Berdasarkan salinitasnya ekosistem akuatik dibedakan menjadi ekosistem
perairan laut dan ekosistem perairan tawar
a. Ekosistem Perairan Laut
Ciri-ciri ekosistem perairan laut, antara lain salinitas tinggi
terutama di daerah tropis dan iklim tidak berpengaruh. Aliran air
laut dipengaruhi oleh pola angin dan perputaran bumi.
b. Ekosistem Perairan Tawar
Ciri-ciri ekosistem perairan tawar, antara lain memiliki
salinitas rendah, suhu dipengaruhi oleh iklim dan musim sehingga
variasi suhu rendah. Terdapat aliran air, meskipun terlihat tenang.
Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang,
sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan
terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada
umumnya telah beradaptasi.
2. Ekosistem Terestrial (Daratan)
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa
daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem
darat sebagai berikut :
a. Bioma Gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis
balik) yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri bioma gurun

adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu slang hari
tinggi (bisa mendapai 45C) sehingga penguapan juga tinggi,
sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0C).
Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan
semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil.
b. Bioma Padang Rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke
subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per
tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan
drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan
terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan.
c. Bioma Hutan Basah
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik. Ciricirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan
relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya
tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m,
cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk
tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro
(iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme).
Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu
liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain,
kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
d. Bioma Hutan Gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang, Ciri-cirinya
adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang
mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon

sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa,
beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
e. Bioma Taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan
daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah.
Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti
konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit
sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burungburung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
f. Bioma Tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam
lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.
Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan
yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim,
tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya,
tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan
yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada
musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap
memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub,
beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
Beberapa organisme yang jenisnya sama akan membentuk populasi,
beberapa populasi yang berbeda akan membentuk komunitas. Satu ekosistem akan
berbeda dengan ekosistem lainnya. Perbedaan ini terjadi di dasarkan ciri-ciri
komunitas yang menonjol (baik hewan maupun tumbuhan) karena setiap
organisme membentuk komunitas memiliki karakteristik yang bermacam-macam,

maka terbentuklah macam-macam ekosistem. Dalam ekosistem, tumbuhan


berperan

sebagai

produsen,

hewan

berperan

sebagai

mikroorganisme berperan sebagai dekomposer (Maizer 2007).

konsumen

dan

BAB III
METODE PERCOBAAN

III.1 Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah alat tulis menulis,
dan buku penuntun.

III.2 Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu hewan disekitar areal
pengamatan sebagai objek penelitian seperti semut, belalang, dan
serangga kecil lainnya.

III.3 Cara Kerja


1. Memilih daerah penelitian. Dalam hal ini, pilihlah daerah penelitian
dimana memungkinkan semua makhluk hidup tumbuh dan berkembang
sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan data yang diinginkan.
2. Mengumpulkan data sebanyak mungkin baik data berupa lingkungan
biotik maupun lingkungan abiotik
3. Memilah-milah sesuai dengan trofiknya. Dalam hal ini, kita
mengelompokkan data berdasarkan trofiknya dalam ekosistem.
4. Membuat rantai makanan berdasarkan data yang diperoleh.
5. Membuat jarring-jaring makanan berdasarkan data yang diperoleh.
6. Membuat piramida makanan berdasarkan pengelompokkan tadi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Hasil Percobaan


III.1.1 Komponen Biotik dan Abiotik
a. Komponen abiotik :
1.

Batu

2.

Tanah

3.

Air

4.

Cahaya

5.

Sampah

b. Komponen biotik :
1.

Rumput (Graminae

2.

Lalat (Musca domestica)

3.

Nyamuk (Monomorium sp.)

4.

Capung (Orthetrum sabina)

5.

Belalang (Valanga sp.)

6.

Katak (Bufo marinus)

7.

Semut (Dolechoderus sp.)

8.

Ngengat (Heterocera)

9.

Rayap (Macrotermes gilvus)

10.

Pohon Mangga (Magnifera indica)

11.

Pohon Nanas (Anamas comosus)

12.

Pohon jati (Tectona grandis)

13. Jangkrik ( Gryllus asimilis)


14. Burung Pipit (Taeniopygia guttata)

III.1.2. Rantai Makanan

III.1.3. Jaring-jaring makanan

III.2 Pembahasan
Komponen Penyusun Ekosistem

Suatu ekosistem disusun oleh dua komponen utama yaitu komponen biotik
meliputi berbagai jenis makhluk hidup dan komponen abiotik meliputi lingkungan
fisik dan kimia (lingkungan tak hidup) (Herni, 2009) :
1. Komponen Biotik
Komponen biotik suatu ekosistem meliputi semua jenis makhluk hidup, baik
berupa tumbuhan, hewan, jamur, maupun mikroorganisme lain. Dalam ekosistem,
tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan
mikroorganisme

berperan

sebagai

dekomposer. Berdasarkan

peranannya,

komponen biotik dibedakan menjadi komponen autotrof, heterotrof, dan pengurai.


2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik adalah semua faktor penyusun ekosistem yang terdiri dari
benda-benda mati, antara lain oksigen, kelembapan dan suhu, air dan garam
mineral, cahaya matahari, dan tingkat keasaman tanah atau pH tanah (Suwarno,
2009)
a. Percobaan mengamati ekosistem di lapangan
Rantai Makanan
Pada rantai makanan, proses makan dan dimakan hanya berlangsung dalam
satu arah, sehingga tidak ada kompunen di dalamnya yang memiliki dua fungsi
sekaligus, karena mereka telah menempati peran masing masing tanpa ada saling
singgung. Sewaktu tumbuhan hijau dimakan herbivora, energi kimia yang
tersimpan dalam tumbuhan berpindah ke dalam tubuh herbivora dan sebagian
energi hilang berupa panas. Demikian juga sewaktu herbivora dimakan karnivora.

Oleh karena itu, aliran energi pada rantai makanan jumlahnya semakin berkurang.
Pergerakan energi di dalam ekosistem hanya satu jalur, berupa aliran energy.
Semua rantai makanan dimulai dengan organisme autrofik, yaitu organisme
yang melakukan fotosintesis seperti tumbuhan hijau.organisme ini disebut
produsen karena hanya mereka yang dapat membuat makan dari bahan mentah
anorganik.
Tingkatan makanan yang berbeda-beda saling terangkai dalam suatu
runtutan kejadian yang dikenal sebagai rantai makanan. Tumbuhan (produsen
primer) dapat dimakan oleh hewan (konsumen primer),yang pada gilirannya dapat
diamakan oleh hewan lain(konsumen sekunder). Konsumen sekunder ini sendiri
masih bisa juga dimakan oleh hewan ke tiga(konsumen tersier) dan seterusnya.
Jaring-jaring Makanan
Pada jaring-jaring makanan arah proses makan dimakan tidak hanya
berlangsung dalam satu arah, melainkan beberapa arah. Karena jaring-jaring
makanan merupakan penggabungan dari beberapa rantai makanan. Hal ini
menyebabkan adalah organism yang memiliki dua paranan dalam reaksi
perputaran energy yang terjadi. Semua rantai makanan dimulai dengan organisme
autrofik, yaitu organisme yang melakukan fotosintesis seperti tumbuhan
hijau.organisme ini disebut produsen karena hanya mereka yang dapat membuat
makan dari bahan mentah anorganik. Setiap organisme, misalnya sapi atau
belalang yang memakan tumbuhan disebut herbivora atau konsumen primer.
Karnivora seperti halnya katak yang memakan herbivora disebut konsumen
sekunder. Karnivora sebagaimana ular, yang memakan konsumen sekunder

dinamakan konsumen tersier, dan seterusnya. Setiap tingkatan konsumen dalam


suatu rantai makanan disebut tingkatan trofik. Sedangkan jaring-jaring makanan
dibentuk oleh beberapa rantai makanan yang saling berhubungan. Pada rantai
makanan telah kita ketahui bahwa tingkat tropik yang terdiri atas produsen,
konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, dan seterusnya. Produsen yang bersifat
autotrof selalu menempati tingkatan tropik utama, herbivora menempati tingkat
tropik kedua, karnivora menduduki tingkat tropik ketiga, dan seterusnya.

Piramida makanan
Penentuan piramida makanan didasarkan pada jumlah organisme yang
terdapat pada satuan luas tertentu atau kepadatan populasi antar trofiknya dan
mengelompokan sesuai dengan tingkat trofiknya. Perbandingan populasi antar
trofik umumnya menunjukkan jumlah populasi produsen lebih besar dari populasi
konsumen primer lebih besar dari populasi konsumen skunder lebih besar dari
populasi konsumen tersier. Ada kalanya tidak dapat menggambarkan kondisi
sebagaimana piramida ekologi.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

IV.1 Kesimpulan
Ekologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang
lingkungan

beserta

komponen

biotiknya

temasuk

didalamnya

populasi,

komunitas, dan ekosistem. Berbicara tentang ekologi tidak pernah lepas dari
komponen biotic dan abiotik yang menjadi objek kajiannya. Antara komponen
biotic dan abiotik ini terjadi hubungan timbal balik yang disebut ekosistem.
Populasi adalah sekelompok makhluk hidup dengan spesies yang sama, yang
hidup pada suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula
Sedangkan yang dimaksud dengan komunitas adalah kumpulan dari
berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling
berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Suatu Komunitas terdiri dari
beberapa macam jenis organisme yang saling berhubugan sehingga membentuk
rantai makanan yakni peristiwa makan dan dimakan antara organisme dengan arah
tertentu pada suatu ekosistem. Dan juga Jaring-jaring makanan yang dibentuk
oleh beberapa rantai makanan yang saling berhubungan. Sehingga akan terbentuk
piramida ekologi yang menunjukkan tingkatan konsumen di atasnya lebih kecil
dibandingkan konsumen yang berada di bawahnya

IV..2 Saran

Sebaiknya dalam melakukan percobaan di butuhkan ketelitian pada saat


mengumpulkan data agar pada saat penggambaran pada grafik hasil penelitian
tidak keliru ataupun terjadi kesalahan data. Dan dalam pemilihan lokasi sebaiknya
menggunakan tempat yang agak luas sehingga lingkungan yang akan diamati biotik dan
abiotiknya banyak.

DAFTAR PUSTAKA

Nurhikmayani, Risky. 2013. Laporan Populasi Komunitas dan Ekosistem.


http://riskynurhikmayani.blogspot.co.id/2013/03/laporan-populasikomunitas-dan-ekosistem.html Diakses pada tanggal 8 November
2015 pukul 9.12 WITA.
Anonim.2012.Pengaruh Faktor Biotik Ekosistem. http://novyjuli.blogspot.com /
2012/02/laporan-praktikum-ekologi.html.Diakses pada tanggal 8
November pukul 9.30 WITA
Riandri, Henny. 2012. Biologi. Solo: Penerbit Tiga Serangkai.
Sukoco,Teo dkk. 2013. Biologi. Klaten: PT Intan Pariwara
Djamal, zoerini, 2010. Prinsip-prisnsip Ekologi.: Penerbit: PT Bumi Aksara

Anda mungkin juga menyukai