Anda di halaman 1dari 8

PROSEDUR TUMPATAN SEMENTARA

RUMAH
SAKIT

No Dokumen
Tanggal Terbit

No Revisi
00

Halaman
1/1
Ditetapkan :
Direktur

3 Desember 2013

DADI
KELUARGA
Dr. Esa dhiandani

RSU DADI
KELUARGA
PURWOKERTO
SPO
PENGERTIAN
TUJUAN

Peumpatan gigi berlubang yang bersifat sementara menunggu tindakan


lebih lanjut
Agar pasien merasa nyaman

Pembuangan jaringan karies dengan eskavator.


Preparasi kavitas dengan bur sesuai dengan klasifikasi tumpatan.
Sterilisasi kavitas.
Pemberian obat (eugenol) sebagai relief of pain (eugenol + kapas)
Penambalan sementara dengan fletcher (Powder + Liquid).
Instruksi paska penumpatan
a. Tidak boleh digunakan untuk makan selama 1 jam setelah
ditumpat
b. Hati-hati bila menyikat gigi terutama pada gigi dengan
tumpatan sementara.
7. Mencatat hasil tindakan pada kartu status penderita.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

PROSEDUR TUMPATAN TETAP


RUMAH
SAKIT

DADI
KELUARGA

RSU DADI
KELUARGA
PURWOKERTO

No Dokumen
Tanggal Terbit

No Revisi
00

Halaman
1/1
Ditetapkan :
Direktur

3 Desember 2013
Dr. Esa dhiandani

SPO
PENGERTIAN
TUJUAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Peumpatan gigi berlubang yang bersifat sementara menunggu


tindakan lebih lanjut
Agar pasien merasa nyaman
1. Pembersihan jaringan nekrotik dalam kavitas dengan
eskavator.
2. Preparasi kavitas dengan diamond bur berkecepatan tinggi
yang selalu dialiri oleh air.
3. Pemblokiran menggunakan cotton roll.
4. Penderita diinstruksi untuk tidak menutup mulut.
5. Sampai dengan proses penumpatan selesai pasien
diinstruksikan untuk tidak menggerakkan lidah.
6. Mengeringkan kavitas dengan CHIP BLOWER / THREE
WAY SYRING.
7. Irigasi kavitas dengan aquades.
8. Aplikasikan lapisan basis berupa pasta zinc oxide posphat
(untuk tumpatan amalgam) atau pasta kalsium hidroksida
(untuk tumpatan sintetis).
9. Aplikasikan tumpatan tetap pada kavitas, rapikan.
10. Penderita diinstruksikan untuk:
- Tidak menggunakan gigi tersebut selama sehari semalam.
- Datang kembali ke klinik untuk dilakukan pemulasan pada
tumpatan.
11. Mencatat hasil tindakan pada kartu status penderita.

PROSEDUR PERAWATAN PULPA (PULP CAPPING)


RUMAH
SAKIT

DADI
KELUARGA

RSU DADI
KELUARGA
PURWOKERTO

No Dokumen
Tanggal Terbit

No Revisi
00

Halaman
1/1
Ditetapkan :
Direktur

3 Desember 2013
Dr. Esa dhiandani

SPO
PENGERTIAN
TUJUAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Perawatan gigi untuk menjaga gigi tetap sehat


Mempertahankan vitalitas pulpa agar tidak terjadi kerusakan lebih
lanjut maupun kematian jaringan pulpa
1. Pembuangan jaringan karies yang nekrosis dengan preparasi
kavitas dengan diamond bur yang selalu dialiri air sesuai dengan klas
karies.
2. Lakukakan isolasi dengan meletakkan cotton roll.
3. Keringkan kavitas dengan three way syringe.
4. Aplikasikan pasta zinc oxide eugenol (indirect pulp capping) atau
kalsium hidroksida (direct pulp capping).
5. Aplikasikan tumpatan sementara.
6. Pasien diberi obat analgesik untuk menahan rasa sakit.
7. Pasien diinstruksikan untuk mengurangi penggunaan gigi tersebut.
8. Pasien diinstruksikan untuk kembali setelah seminggu.
9. Uji vitalitas gigi tersebut pada pertemuan berikutnya. Apabila
vitalitas gigi tersebut terjaga, maka perawatan ini telah berhasil.
10. Mencatat hasil tindakan pada kartu status penderita.

PROSEDUR PERAWATAN EKSTRAKSI


RUMAH
SAKIT

DADI
KELUARGA

RSU DADI
KELUARGA
PURWOKERTO

No Dokumen
Tanggal Terbit

No Revisi
00

Halaman
1/2
Ditetapkan :
Direktur

3 Desember 2013
Dr. Esa dhiandani

SPO
PENGERTIAN
TUJUAN
PROSEDUR

Tindakan perawatan gigi untuk mencabut gigi yang rusak


Agar pasien merasa nyaman
1. Mempersiapkan lidokain ampul dan mematahkan ujung ampul
menggunakan menggunakan tangan pada leher ampul.
2. Mempersiapkan spuit 3 cc, membuka tutup spuit dan
memindahkan lidokain ke dalam spuit dengan cara menghisap
isi ampul sampai habis dan menutup kembali spuit.
3. Membuang botol ke tempat sampah medis.
4. Membuang udara dalam spuit dengan cara memposisikan spuit
dengan ujung jarum menghadap ke atas, kemudian ketuk
perlahan syringe. Kemudian dorong pompa perlahan-lahan
sampai udara tidak tampak lagi dan cairan keluar sedikit di
ujung jarum.
5. Mengambil kapas steril menggunakan pinset dan menetesinya
dengan betadine.
6. Mengolesi gusi yang akan dilakukan injeksi dengan gerakan
searah 1 kali.
7. Untuk menganastesi gusi bagian bukal, lidokain di suntikkan
ke gusi di sekitar apeks pada gigi yang akan dicabut dan
melakukan aspirasi, apabila keluar darah menggeser posisi
jarum ke titik lain dan memasukkan jarum sampai menyentuh
tulang. Menyuntikkan lidokain 0,5-1 cc. Mencabut kembali
jarum.
8. Untuk menganastesi gusi bagian lingual/palatal, lidokain
disuntikkan ke gusi sekitar apeks pada gigi yang akan dicabut

atau pada percabangan saraf dan melakukan aspirasi apabila


keluar darah menggeser posisi jarum ke titik lain dan
memasukkan jarum sampai menyentuh tulang. Menyuntikan
lidokain 0,5-1 cc. Mencabut kembali jarum
9. Membuang spuit pada safety box dengan cara ujung jarum
masuk lebih dulu.
10. Menunggu sampai obat bereaksi dan menimbulkan rasa tebal
dengan menanyakan pada pasien apakah sudah terasa tebal
dan bagaimana perasaan pasien apakah terasa mata
berkunang-kunang atau pusing. Bila sudah terasa tebal maka
langsung dilakukan pencabutan.
11. Melakukan pemisahan gigi dan gusi dengan memakai bein
dengan posisi bein mesio bukal / disto bucal gigi yang
bersangkutan, dengan gerakan bein apikal ke coronal (dari
bawah ke atas) sampai gigi goyang.
12. Meletakkan ujung tang pada bagian bukal dan lingual/palatinal
gigi sampai dengan cervical gigi / bifurkasi gigi.
13. Pada gigi yang mempunyai 1 akar (gigi anterior) memutar gigi
searah sambil ditarik keluar.
14. Pada gigi yang mempunyai lebih akar menggerak-gerakkan
gigi ke arah bukal dan lingual/palatinal supaya gigi terlepas
dan menarik gigi keluar.
15. Mengambil tampon menggunakan pinset kemudian menetesi
tampon dengan betadine di atas cucing meletakkan tampon
pada luka bekas pencabutan dan meminta pasien untuk
menggigit tampon kuat-kuat.
16. Membuang sampah medis kapas betadine, tampon yang
digunakan selama tindakan dan gigi yang sudah dicabut ke
dalam tempat sampah medis.
17. Melepaskan sarung tangan dan dimasukkan dalam tempat
sampah medis kemudian mencuci tangan memakai sabun.
18. Memberikan instruksi post-ekstraksi kepada pasien/pengantar.
19. Mencatat hasil tindakan pada kartu status penderita.
UNIT TERKAIT

PROSEDUR PERAWATAN FISSURE SEALANT


RUMAH
SAKIT

DADI
KELUARGA

RSU DADI
KELUARGA
PURWOKERTO

No Dokumen
Tanggal Terbit

No Revisi
00

Halaman
1/1
Ditetapkan :
Direktur

3 Desember 2013
Dr. Esa dhiandani

SPO
PENGERTIAN
TUJUAN

PROSEDUR

Penutupan pit dan fissure pada gigi molar pertama permanen yang
bebas karies
Mempertahankan gigi molar pertama permanen dalam kondisi
bebaskaries.
1. Pastikan bahwa gigi molar pertama permanen yang dimaksud
bebas karies.
2. Blokir saliva dengan cotton roll.
3. Olesi gigi dengan cairan etsa asam dan ditunggu beberapa
saat.
4. Bilas gigi dengan air sampai dengan cairan etsa asam
seluruhnya terbilas.
5. Siapkan lampu light cure.
6. Olesi gigi dengan cairan bonding.
7. Keringkan daerah kerja.
8. Aplikasikan resin komposit pada gigi yang dimaksud.
9. Paparkan light cure sesuai dengan aturan pemakaian bahan
dari perusahaan penghasil resin.
10. Oleskan varnish pada permukaan resin komposit yang telah
mengeras.
11. Instruksikan pasien untuk tidak menggunakan gigi tersebut
untuk makan selama satu jam, menjaga kebersihan gigi dan
mulut serta tidak memberikan beban yang berlebihan pada gigi

tersebut.
12. Instruksikan pasien untuk kembali 7 hari setelah perawatan.
13. Mencatat hasil tindakan pada kartu status penderita.
UNIT TERKAIT

PERAWATAN SKELLING
RSU DADI
KELUARGA
Purwokerto

No Dokumen
Tanggal Terbit

No Revisi
00

Halaman
1/1
Ditetapkan :
Direktur

Dr. Esa dhiandani


SPO
PENGERTIAN
TUJUAN

Pembersihan gigi agar tetap sehat


Mempertahankan gigi permanen dalam kondisi sehat.

PROSEDUR

1. Persiapkan ultrasonic scaller, pastikan air mengalir


dengan lancar dan mata scaller dalam kondisi steril.
2. Instruksikan pasien untuk berkumur.
3. Ulasi daerah kerja dengan antiseptik.
4. Persiapkan saliva ejector.
5. Letakkan saliva ejector tip pada dasar mulut pasien.
6. Bersihkan karang gigi, baik supra maupun sub gingival
kalkulus dengan menggunakan ultrasonic scaller dengan
tanpa tekanan pada gigi.
7. Poles gigi yang telah dibersihkan dari kalkulus sehingga
halus.
8. Ulasi daerah kerja dengan antiseptik.
9. Berikan dental health education pada pasien.
10. Instruksikan pasien untuk kontrol 7 hari setelah
perawatan.
11. Mencatat hasil tindakan pada kartu status penderita.

UNIT TERKAIT

Anda mungkin juga menyukai