Anda di halaman 1dari 23

ASKEP AKNE VULGARIS

By. LINDESI YANTI

1. DEFINISI
Penyakit kulit akibat
peradangan kronik
folikel pilosebasea
yang
umumnyapadamasa
remaja dengan
gambaran klinis
berupa komedo,
papula, pustul, nodus,
dan kista pada tempat
predileksinya (Arif
Mansjoer, dkk. 2000).

Lanjutan
Merupakan kelainan
folikel pilosebasea yang
rentan dan paling sering
ditemukan di daerah
muka, leher, serta bagian
atas. Akne ditandai
dengan komedo tertutup
( white head ), komedo
terbuka (black head),
papula, pustul, nodus,
dan kista ( Brunner &
Suddarth, 2001 )

2. ETIOLOGI
Penyebab yang pasti belum diketahui, tetapi
banyak faktor yang berpengaruh:
1.Sebum
sebum merupakan faktor utama penyebab
timbulnya akne. Akne yang keras selalu
disertai pengeluaran sebore yang banyak
2.Bakteria
Mikroba yang terlibat pada terbentuknya akne
adalahcorynebacterium acnes,Stafilococcus
epidermidis, dan pityrosporum ovale

Lanjutan
3. Herediter
Faktor herediter
berpengaruh pada
besar dan aktivitas
glandula sebasea
apabila kedua orang
tua mempunyai
parut bekas akne,
kemungkinan besar
anaknya akan
menderita akne.

4. Hormon
Hormon androgen.
memegang peranan
yang penting karena
kelenjar sebasea sangat
sensitif terhadap hormon
ini. Hormon androgen
berasal dari testes dan
kelenjar anak ginjal
(adrenal). Hormon ini
menyebabkan kelenjar
palit bertambah besar
dan produksi sebum
meningkat.

Lanjutan
Estrogen. Pada keadaan
fisiologi, estrogen tidak
berpengaruh terhadap
produksi sebum.
Estrogen dapat
menurunkan kadar
gonadotropin yang
berasal dari kelenjar
hipofisis. Hormon
gonadotropin
mempunyai efek
menurunkan produksi
sebum.

Progesteron.Progest
eron, dalam jumlah
fisiologik tak
mempunyai efek
terhadap efektivitas
terhadap kelenjar
lemak. Produksi sebum
tetap selama siklus
menstruasi, akan
tetapi kadang-kadang
progesteron dapat
menyebabkan akne
premenstrual.

Lanjutan
5. Diet
Dari penelitian ternyata diet
sedikit atau tidak berpengaruh
terhadap akne. Pada penderita
yang makan banyak karbohidrat
dan zat lemak, tidak dapat
dipastikan akan terjadi
perubahan pada pengeluaran
sebum karena kelenjar lemak
bukan alat pengeluaran lemak
yang kita makan.
6. Iklim
Di daerah yang mempunyai
empat musim, biasanya akne
bertambah hebat pada musim
dingin, sebaliknya kebanyakan
membaik pada musim panas

SinarUV mempunyai efek


membunuh bakteri pada
permukaan kulit., sinar ini
juga dapat menembus
epidermis bagian bawah
dan bagian atas dermis
sehingga berpengaruh
pada bakteri yang berada
dibagian dalam kelenjar
palit. Sinar UV dapat
pengelupasan kulit yang
dapat membantu
menghilangkan sumbatan
saluran pilosebasea

Lanjutan
7. Psikis
Beberapa penderita, stress dan
gangguan emosi dapat
menyebabkan eksaserbasi akne.
Mekanisme yang pasti mengenai
hal ini belum diketahui.
Kecemasan menyebabkan
penderita memanipulasi aknenya
secara mekanis, sehingga terjadi
kerusakan pada dinding folikel
dan timbul lesi yang beradang
yang baru, teori lain mengatakan
bahwa eksaserbasi ini
disebabkan oleh meningkatnya
produksi hormon androgen dari
kelenjar anak ginjal dan sebum,
bahkan asam lemak dalam
sebum pun meningkat.

8. Kosmetika
Penggunaan kosmetik dan
pelembab yang bahan dasarnya
terbuat dari minyak yang dapat
menimbulkan komedo.
9. Bahan-bahan Kimia
Beberapa macam bahan
kimia dapat menyebabkan erosi
yang mirip dengan akne
(akneform eruption), seperti
yodida, kortikosteroid, INH, obat
anti konvulsan (difenilhidantoin,
fenobarbital dan trimetandion),
tetrasiklin, vitaminB12.

3. MANIFESTASI KLINIS
Predileksi akne vulgaris dimuka, bahu, dada bagian
atas, dan punggung bagian atas, lokasi kulit ini,
misalnya leher, lengan atas, dan kadang-kadang
terkena erupsi kulit polimorfi, dengan gejala predominan
salah satunya, komedo, papul yang tidak beradang.
Rasa gatal, namun umumnya keluhan penderita adalah
keluhan estetis.
Komedo berupa papul miliar yang di tengahnya
mengandung sumbatan sebum, bila berwarna hitam
akibat mengandung unsur melan disebut komedo hitam
atau komedo terbuka (black comedo, open comedo).
Sedang bila berwarna putih area lebih dalam sehingga
tidak mengandung unsur melanin disebut sebagai
komedo putih atau komedo tertutup.

PATOFISIOLOGI

Factor Penyebab
pengeluaran sebum ke
kulit

Pembesaran kelenjar
subasea
Paningkatan sebum

asam lemak bebas

Komedogonik
Obstruksi
sal.pilosubasea
Peradangan yang
membentuk papula,
postula,
nodulas,kista

bercampur dengan
squalon
Acne
vulgaris

komedo

Kolonisasi bakteri dalam


saluran pilosubasea
Acne vulgaris
+peradangan

5. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Pemeriksaan Laboratorium
b. Penegakan diagnosis acne vulgaris
berdasarkan diagnosis klinis.
c. Kultur lesi kulit untuk me-rule out
gram-negative folliculitis amat
diperlukan ketika tidak ada respon
terhadap terapi atau saat perbaikan
tidak tercapai.
d. Pemeriksaan Histopatologis

6. PENATALAKSANAAN
1. Obat-obat topikal
a. Retinoid topikal
b. Agen keratolitik
c. Agen AB

2. Obat-obat sistemik
a. Agen AB
b. Terapi Hormon

PENGKAJIAN
Tanyakan program pengobatan akne dan
kosmetika yang digunakan
Faktor pemicu intensitas akne atau yang
membuat lesi semakin parah
Periksa status lokalis kulit pasien
diregangkan dengan hati-hati dan lesinya
diinspeksi.
Komedo tertutup (seperti papula kecil
yang agak menonjol)
Komedo terbuka (datar/agak menonjol
dengan pemadatan bagian tengah folikel

Lanjutan
Ciri-ciri lesi inflamatori (papula,
pustula,nodul, kista)
Lesi nodula-kistik yang mengalami
peradangan terasa gatal dan nyeri
tekan, pecah mengeluarkan pus
Lokasi :muka, dada dan punggung
Lakukan pemeriksaan derajat akne

Derajat akne vulgaris


Akne Ringan

Akne Sedang

Akne berat

Komedo < 20, atau


lesi inflamasi < 15,
atau total lesi < 30
Komedo 20 100.
atau lesi inflamasi 15
20, atau total lesi
30 - 125
Kista > 5 atau
komedo >100 atau
lesi inflamasi >50,
atau total lesi > 125

DIAGNOSA KEP
1. Penatalaksanaan program
terapeutik tidak efektif b.d.
pengetahuan yang tidak memadai
mengenai keadaan tersebut
(penyebab, perjalanan penyakit,
pencegahan, pengobatan dan
perawatan kulit)
2. Gangguan citra tubuh b.d. rasa malu
dan frustasi terhadap tampilan
dirinya

Intervensi diagnosa 1
Kaji tingkat
pengetahuan pasien
tentang akne
Kaji prog.therapi masa
lalu dan tekankan tidak
mengobati diri sendiri
tanpa bantuan dokter
ahli kulit
Nilai persepsi pasien
tentang akne vulgaris
Jelaskan mengenai
pengobatan topikal dan
sistemik

Jelaskan pentingnya
istirahat
Tingkatkan kepatuhan
dan pemahaman akan
terapi
Anjurkan menggunakan
AB jangka panjang
untuk segera
memeriksakan diri bila
ada perubahan
Meningkatkan cara
hidup sehat
Kolaborasi

Intervensi diagnosa 2
Kaji perubahan dari
gangguan persepsi
dan hubungan
dengan derajat
ketidakmampuan
Identifikasi arti dari
kehilangan atau
disfungsi pada
pasien

Anjurkan orang terdekat


untuk mengizinkan
pasien melakukan
sebanyak-banyaknya halhal untuk dirinya
Dukung perilaku atau
usaha seperti
peningkatan minat atau
partisipasi dalam aktifitas
rehabilitasi
Monitor ggn.tidur atau
peningkatan kesulitan
konsentrasi