Anda di halaman 1dari 103

1

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

2
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

3
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

4
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

5
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

KATA PENGANTAR
Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa serta kehendak-Nya memberikan hidayah dan
karunia-Nya kepada kami, sehingga makalah ini selesai kami susun, sebagai tugas dari Bapak Indra

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Koto.

Penyusun menyadari bahwa isi makalah ini masih jauh dari sempurna. Terlepas dari hal itu, kami
berharap makalah mengenai Jangka Sorong dan Mikrometer ini dapat memberikan sumbangsih

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

yang bermanfaat, serta pemahaman, penalaran konsep dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Saran dan kritik dari pembaca untuk perbaikan penyusunan dan penulisan serta kelengkapan dari isi
makalah ini, akan kami terima dengan kerendahan hati.

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Terimakasih.

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Medan, September 2014

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Hormat kami,

Penulis,

10

DAFTAR ISI
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Kata Pengantar .................................................................................................2

11

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Daftar Isi ...........................................................................................................3


Latar belakang ..................................................................................................4
Rumusan Masalah .............................................................................................4
Tujuan Penulisan ...............................................................................................5
Defenisi Jangka Sorong ....................................................................................5
Jenis-jenis Jangka Sorong ................................................................................5
Bagian Jangka Sorong .......................................................................................9
Cara membaca Jangka sorong ..........................................................................11
Fungsi Jangka sorong .......................................................................................12

12

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Defenisi Mikrometer ........................................................................................12


Jenis Mikrometer ..............................................................................................12
Bagian-bagian Mikrometer ..............................................................................13
Cara penggunaan mikrometer ..........................................................................14
Cara membaca hasil pengukuran mikrometer .................................................14
Pemeliharaan Mikrometer dan Jangka Sorong ...............................................15
Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong dan Mikrometer ..........................16
Kesimpulan .......................................................................................................18
Daftar Pustaka ..................................................................................................19

13

14
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

15
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

BAB I

PENDAHULUAN

16

1.1 Latar Belakang

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Pengukuran adalah membandingkan (membedakan) suatu besaran yang belum diketahui dengan
suatu besaran standar. Sebelum mengukur sesuatu, kita harus memiliki suatu satuan bagi masingmasing besaran yang akan diukur untuk keperluan pengukuran. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu
berhadapan dengan dengan sesuatu yang sifatnya harus diukur. Setiap saat kita harus memperhatikan
waktu, jarak atau panjang sesuatu, suhu badan kita dan sebagainya. Dengan kata lain bahwa kita tidak
bisa lepas dari apa yang dinamakan pengukuran. Pengukuran disini dikhususkan hanya pada 2 jenis alat
ukur yaitu Jangka Sorong dan Mikrometer yang mengukur dimensi(ukuran) dari suatu benda.

17

1.2 Rumusan Masalah

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

1.
2.
3.
4.
5.
6.

18

Apa definisi Jangka sorong ?


Apa saja Jenis Jangka Sorong ?
Apa saja bagian Jangka Sorong ?
Apa Fungsi Jangka Sorong ?
Bagaimana cara penggunaan Jangka Sorong ?
Bagaimana cara membaca data pengukuran Jangka Sorong ?

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

7. Apa definisi Mikrometer?


8. Apa saja Jenis Mikrometer?
9. Apa saja bagian Mikrometer ?
10. Apa Fungsi Mikrometer ?
11. Bagaimana cara penggunaan Mikrometer ?
12. Bagaimana cara membaca data pengukuran Mikrometer ?
13. Bagaimana cara pemeliharaan/ perawatan Jangka Sorong dan Mikrometer yang benar?

19

1.3 Tujuan Penulisan

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

1. Untuk mengetahui definisi Jangka sorong dan Mikrometer.


2. Untuk mengetahui Jenis Jangka Sorong dan Mikrometer.

20

3.
4.
5.
6.
7.

Untuk mengetahui bagian Jangka Sorong dan Mikrometer.


Untuk mengetahui Fungsi Jangka Sorong dan Mikrometer.
Untuk mengetahui cara penggunaan Jangka Sorong dan Mikrometer.
Untuk mengetahui cara membaca data pengukuran Jangka Sorong dan Mikrometer.
Untuk mengetahui cara pemeliharaan/ perawatan Jangka Sorong dan Mikrometer.
BAB II

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

PEMBAHASAN

21

A. Jangka Sorong
2.1.

Definisi Jangka Sorong


Jangka sorong adalah alat pengukur panjang dan biasanya digunakan untuk mengukur diameter

dalam dan luar sampai kedalaman suatu benda ukur. Jangka sorong merupakan alat ukur yang banyak

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

digunakan dalam berbagai industri, baik industri kecil ataupun industri besar. Dalam kehidupan sehari-

22

hari Jangka Sorong mempunyai banyak sebutan antara lain : mistar geser, mistar ingsut, sketmat,
sigmat atau vernier caliper. Penemu Jangka sorong adalah seorang ahli teknik berkebangsaan Prancis
Pierre Vernier. Jangka sorong terdiri dari dua bagian, yaitu rahang tetap dan geser (sorong). Skala
panjang yang terdapat pada rahang tetap adalah skala utama (cm), sedangkan skala pendek pada
rahang geser adalah skala nonius atau vernier (mm), diambil dari nama penemunya. Skala utama

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

memiliki skala dalam cm dan mm. Jangka sorong memiliki batas ketelitian 0,1 mm, artinya ketelitian

23

pengukuran dengan alat ini sampai 0,1 mm terdekat. Beberapa Jangka sorong ada yang memiliki
ketelitiannya dalam satuan metris antara lain 0,05 mm (1/20 mm) dan 0,02mm (1/50 mm). Sedangkan
untuk satuan British adalah 1/128 inci, 1/256 inci, 1/1000 inci.
2.2.

Jenis-jenis Jangka Sorong

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

1. Jangka Sorong Jam

24

Jangka sorong jam memakai jam ukur sebagai ganti skala nonius dalam menginterpolasikan
posisi garis indeks relatif terhadap skala pada batang ukur. Gerakan translasi peluncur diubah menjadi
gerakan putaran jarum penunjuk dengan perantaraan roda gigi pada poros jam ukur dan batang bergigi

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

yang dilekatkan di sepanjang batang ukur.

25

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 1. Jangka sorong Jam

26

27
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 2.

Jangka sorong Jam dan bagian-bagiannya


2.Jangka Sorong Ketinggian
Suatu jenis Jangka Sorong yang berfungsi sebagai pengukuran ketinggian disebut Jangka
Sorong ketinggian atau kaliber tinggi. Alat ukur ini dilengkapi dengan rahang ukur yang bergerak

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

vertikal pada batang berskala yang tegak lurus dengan landasannya. Permukaan rahang ukur dibuat

28

sejajar dengan alas, sehingga garis ukur akan tegak lurus dengan permukaan di atas mana landasan
diletakkan. Oleh karena itu, dalam pemakaiannnya jangka sorong ketinggian ini memerlukan

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

permukaan rata sebagai acuan, yang dalam hal ini bisa dipenuhi oleh meja rata.

29

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 3. Jangka sorong ketinggian

30

31
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

32
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 4. Jangka sorong ketinggian dan bagian-bagiannya


3. Jangka Sorong Tak Sebidang

33

Gambar 5. Jangka sorong tak sebidang

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

4. Jangka Sorong Jarak Center

34

Gambar 6. Jangka Sorong Jarak Center

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

5. Jangka Sorong Diameter Alur Dalam

35

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 7. Jangka Sorong diameter alur dalam

36

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

6. Jangka Sorong Pipa

37

Gambar 8. Jangka Sorong pipa

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

7. Jangka Sorong Digital

38

39
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 9. Jangka Sorong digital

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

2.3 Bagian bagian Utama Jangka Sorong

40

41
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 10. bagian-bagian jangka sorong

1. Rahang Luar

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Bagian dari jangka sorong untuk mengukur sisi bagian luar diameter atau panjang benda dengan
cara diapit. Pada rahang luar terdapat dua bagian yaitu rahang geser yang merupakan sensor geser dan
rahang tetap yang merupakan sensor tetap.

42

43
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 11. Rahang Luar

2. Rahang Dalam

44

Bagian dari jangka sorong untuk mengukur sisi bagian dalam diameter atau panjang benda
dengan cara diulur. Bagian-bagian pada rahang dalam sama seperti rahang luar yaitu terdapat sensor

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

geser dan sensor tetap. Rahang dalam biasanya digunakan untuk mengukur lubang pipa dan lain-lain.

45

46
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 12. Rahang Dalam


3. Depth Probe (pengukur kedalaman)
Depth probe adalah bagian dari jangka sorong yang berfungsi untuk mengukur kedalaman suatu

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

benda.

47

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 13. depth probe

48

49
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 14. Mengukur kedalaman gelas ukur


4. Skala Utama
Bagian ini berfungsi untuk membaca hasil pengukuran dalam satuan cm untuk versi yang
analog. Pada skala utama pada jangka sorong terdapat angka 0 17 yang satuannya adalah centimeter

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

(cm) dan garis garis pendeknya yang menunjukkan ukuran 1 mm per garisnya.

50

5. Skala Nonius
Pada skala nonius biasanya tergantung ketelitian atau kecermatan alat tersebut, biasanya pada

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

jangka sorong memiliki kecermatan pembacaan 0.1, 0.05 dan 0.02 mm.

51

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 15. Skala utama dan nonius

52

6. Pengunci Jangka Sorong


Untuk menahan batang ukur agar tidak bergerak pada saat pengukuran. Cara Penggunaan
Jangka Sorong :

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

1. Putarlah kunci kekiri(melonggarkan Jangka Sorong)


2. Buka rahang
3. Masukkan benda kerahang bawah jangka sorong

53

4. Geser rahang tepat pada benda


5. Putar kunci kekanan.(Mengunci Jangka Sorong)
Benda ukur ditahan pada salah satu sisi/permukaannya oleh rahang ukur tetap, kemudian
pelucur digeserkan sehingga rahang ukur gerak menempel pada sisi lainnya. Pada saat benda ukur

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

dijepit seperti ini pengukur dapat membaca posisi garis indeks pada skala ukur atau terlebih dahulu

54

mistar ingsut dikeluarkan dari benda ukur dengan hati-hati tanpa mengubah posisi rahang ukur

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

tetap, dila perlu dikunci, kemudian baru dibaca hasil pengukurannya

55

56
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 16. Jangka Sorong dan hasil pengukuran


Pada gambar tersebut diatas, diperoleh hasil pembacaan dari mengukur sebuah objek. adapun
cara pembacaanya adalah sebagai berikut:

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

1. Jepit benda pada rahang jangka sorong dan pastikan mengunci jepitan agar nilai ukur tetap.
2. Perhatikan dan baca skala (dalam cm) pada batang jangka (skala utama), lihatlah angka yang
dicapai oleh benda ukur yang tentunya dibatasi oleh nilai nol pada skala nonius.

57

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

3. Lihat garis skala pada nonius (nonius x 1/100 cm), cari skala utama dan skala nonius yang
berinpit (0,07 cm)
4. Pada gambar, kelihatanya nilai tertera pada skala utama adalah 2,5, bukan 2,4 (benarkah?),
perhatikan skala 2,5 tidak tepat berimpit dengan 0 skala nonius oleh karena itu, hasil bacanya
dalah 2,4 cm. jika nilai 2,5 tepat berimpit, maka kita tidak perlu lagi mencari skala noniusnya
melainkan langsung menuliskan hasil pembacaannya adalah 2,5 cm.
5. Hasil pembacaan adalah (SU + SN) sama dengan 2,4 + 0,07 = 2,47 cm

58

2.4 Fungsi Jangka Sorong

1.
2.
3.
4.

Adapun fungsi dari jangka sorong adalah sebagai berikut :


Mengukur ketebalan, jarak luar, dan diameter luar benda ukur
Mengukur kedalaman benda ukur
Mengukur ketinggian benda ukur
Mengukur jarak celah atau diameter dalam suatu benda ukur

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

2.5 Cara Mengkalibrasi Jangka

59

Suatu alat ukur seperti jangka sorong, ketepatan suatu pengukuran dapat mengalami
penyimpangan. Maka untuk mengatasinya diperlukan kalibrasi dengan cara mengeser skala nonius
tepat di angka 0 pada skala utama atau skala utama dan nonius tepat berhimpit pada skala 0. Kemudian
jangka sorong dapat digunakan kembali.

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

B. Mikrometer

60

3.1. Definisi Mikrometer


Mikrometer adalah alat ukur yang biasanya digunakan untuk mengukur benda dengan satuan
ukur yang memiliki ketelitian 0.01 mm . Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter
benda melingkar yang kecil seperti kawat atau kabel. Mikrometer sekrup terdiri atas dua bagian, yaitu

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

selubung (poros tetap) dan selubung luar (poros ulir). Skala panjang pada poros tetap merupakan skala

61

utama, sedangkan pada poros ulir merupakan skala nonius. Skala utama mikrometer sekrup
mempunyai skala dalam mm.
3.2. Jenis-jenis Mikrometer

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Mikrometer memiliki 3 jenis umum pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut :

62

1. Mikrometer luar, yang digunakan untuk mengukur diameter kawat, lapisan-lapisan, blok-blok dan

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

batang-batang.

63

64
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 17. Mikrometer Luar

Mikrometer dalam, yang digunakan untuk mengukur garis tengah dari lubang suatu benda.

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

2.

65

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 18. Mikrometer Dalam

66

2. Mikrometer kedalaman, yang digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkah-langkah dan

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

slot-slot.

67

Gambar 19. Mikrometer Kedalaman

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

3.3. Bagian-bagian Mikrometer

68

Mikrometer terdiri dari:


1. Poros tetap (anvil)
Merupakan suatu penahan yang ketika benda diletakkan diantara anvil face dan spindle face

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

2. Poros geser / putar (spindle)

69

Merupakan silinder yang dapat digerakkan menuju anvil sedangkan untuk permukaannya
disebut anvil face.
3. Skala utama (sleeve)
Tempat dimana skala utama berada, biasanya setiap 1 baris mewakili 1 mm.

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

4.Skala nonius (thimble)

70

Merupakan bagian dimana skala nonius berada. Banyak beberapa mikrometer sekrup 1 putaran
penuh dari timbler mewakili 0.05 mm, ada juga yang 1 putaran penuh mewakili 1 mm tentunya hal ini
tergantung dari tipenya.

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

5. Pemutar (ratchet knob)

71

Lihat pada gambar, bagian ini berfungsi untuk membuat maju atau mundur spindle face
sehingga sisi benda dapat masuk antara anvil dan spindel face.

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

6. Pengunci (lock).

72

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Seperti dengan namanya, bagian ini berfungsi untuk mengunci spindel agar tidak bergeser-geser
dalam melakukan pengukuran suatu benda.

73

74
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 20. Bagian Bagian Mikrometer


3.4 Cara penggunaan mikrometer

1. Buka lock nut atau pengunci kemudian buka celah sehingga dengan memutar rachet sehingga

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

anvil dan spindel sedikit lebih lebar dari benda yang akan diukur

75

2. Masukkan benda diantara anvil dan spindle

3. Putar rachet menuju benda yang diukur sampai terdengar bunyi klik, ingat pasikan putaran
yang terlalu kuat, cukup sampai benda yang diukur tidak jatuh saja.

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

76

4. Kunci posisi dengan menggunakan lock nut dan baca skala nya.

5. Jika sudah selesai keluarkan benda dari mikrometer sekrup

3.5 Cara Membaca Mikrometer Sekrup


Untuk membaca hasil pengukuran pada mikrometer sekrup dapat dilakukan dengan langkah

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

sebagai berikut :

77

Menentukan nilai skala utama yang terdekat dengan selubung silinder (bidal) dari rahang geser
(skala utama yang berada tepat di depan/berimpit dengan selubung silinder luar rahang geser).
Menentukan nilai skala nonius yang berimpit dengan garis mendatar pada skala utama. Hasil

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

pengukuran dinyatakan dalam persamaan :

78

Hasil = Skala Utama + (Skala Nonius x skala terkecil mikrometer sekrup)


= Skala Utama + (Skala Nonius yang berimpit x 0,01 mm)

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Contoh pengukuran mikrometer sebagai berikut :

79

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Gambar 21.Contoh pengukuran Mikrometer

80

Panjang yang terbaca dari mikrometer sekrup di atas adalah


Skala Utama .. 5,5 mm
Skala Putar (260,01) .. 0,26 mm
+

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Panjang Benda .. 5,76 mm

81

3.6. Fungsi dari Mikrometer Sekrup


Mikrometer berfungsi untuk mengukur panjang/ketebalan/diameter dari benda-benda yang
cukup kecil seperti lempeng baja, aluminium, diameter kabel, kawat, lebar kertas, dan masih banyak
lagi. Penggunaan mikrometer sekrup sangat luas, intinya adalah mengukur besaran panjang dengan

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

lebih presisi.

82

3.7. Pemeliharaan Mikrometer dan Jangka Sorong


1. Pemeliharaan mikrometer :
1. Sebelum digunakan, mikrometer harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dan karat pada
bagian mulut ukurnya, yaitu pada landasan tetap dan juga landasan jalan.
2. Pemeriksaan kedudukan nol dengan cara memutarkan tabung putar sampai mulut ukur rapat dan
garis refrensinya atau skala ukurnya menunjukkan angka nol, bila perlu distel menggunakan

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

kunci penyetel.

83

3. Gunakan mikrometer dengan memutarkan tabung putar sampai berbunyi trek setelah itu jangan
diputar atau dipaksakan.
4. Periksa gerakan poros ukur apakah terjadi goyangan akibat arusnya ulir utama.
5. Periksa kesejajaran muka ukur atau permukaan landasan, baik pada landasan tetap maupun

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

landasan gesernya.
6. Periksa kebenaran skala ukuran mikrometer.
7. Jangan menyalahgunakan mikrometer, misalnya digunakan sebagai penjepit atau klem.
8. Jangan digunakan untuk mengukur benda benda yang sedang berjalan atau berputar.

84

9. Jangan digunakan sebagai alat pemukul.


10. Simpanlah mikrometer dalam keadaan bersih, cukup dilap dan dilapisi vaselin pada poros ukur
dan kedua permukaan landasannya, setelah itu masukkan pada kotak khusus untuk menyimpan
alat alat ukur.
2. Pemeliharaan jangka sorong :
1.

Hindari penempatan alat pada tempat tempat yang panas karena dapat menyebabkan alat akan

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

memuai sehingga hasil ukur tidak normal.

85

2.

Hindari penempatan ukuran yang dibebani oleh benda lainnya karena alat bisa jadi melengkung.

3.

Setiap selesai pemakaian usahakan alat sealu dibersihkan dan diolesi dengan minyak supaya
alat tidak lekas berkarat.

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

3.8 Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong dan Mikrometer

86

1. Kelebihan :
1. Memliki kecermatan pembacaan yang lumayan bagus umumnya kecermatan pembacaannya

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

2.
3.
4.
5.

87

berkisar 0.05-0.01 mm.


Dapat mengukur diameter sisi luar dengan cara dijapit
Dapat mengukur diameter sisi dalam dengan cara di ulur
Dapat mengukur kedalaman
Harga murah dan terjangkau

2. Kekurangan :
1. Tidak bisa mengukur benda yang besar
2. Bisa terjadi pemuaian pada alat
3. Karena sensor berkontak langsung dengan benda kerja memungkinkan terjadinya goresan atau

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

benturan yang bisa menyebabkan ketidakrataan pada kedua sensor atau kedua rahang.

88

89
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

90
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

91
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

BAB III

PENUTUP

92

3.9 Kesimpulan

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Berdasarkan pembahasan di dapat disimpulakan bahwa :

93

1. Mikrometer sekrup merupakan salah satu alat ukur panjang yang dapat digunkan untuk mengatur ketebalan
suatu benda dan Jangka sorong juga merupakan alat pengukur panjang dan biasa digunakan untuk
mengukur diameter suatu benda
2. Ketelitian mikrometer sekrup adalah 0,01mm dan Jangka Sorong adalah 0,1 mm.
3. Mikrometer dan Jangka Sorong sekrup memiliki dua skala yaitu skala utama dan skala nonius.
4. Bagian- bagian mikrometer antara lain : bingkai (frame) , landasan (anvil), spindle (gelondong), pengunci (lock),

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

sleeve, thimble dan ratchet knob yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda

94

5. Mikrometer sekrup berfungsi untuk menghitung ketebakan benda- benda tertama yang tipis karena keunggulan
micrometer sekrup dalam ketelitian. bagian-bagian jangka sorong antara lain : Rahang Luar, Rahang

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Dalam, Depth Probe (pengukur kedalaman), Skala Utama, Skala Nonius, dan Pengunci.

95

96
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

97
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Daftar Pustaka

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Giancoli,Douglas C.2001.Fisika.Jakarta Erlangga

98

Halliday,David dan Robert Resnick.1999.Fisika Edisi 3 . Jakarta : Erlangga


Ishaq, Mohamad.2007.Fisika Dasar Edisi 2.Yogyakarta :Graha Ilmu
Anonim.Mikrometer.http://id.wikipedia.org/wiki/Mikrometer/diunduh 10 Maret
2014

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

Anonim.Mikrometer Sekrup. http ://diksonpondungmikrometersekrup. blogspot.com

99

diunduh pada 10 maret 2014


Anoim.Penukuran Besaran Panjang.http://fisikasma-online. blogspot. com/2011
/01/pengukuran-besaran-panjang-dengan.html/diunduh pada 10 maret 2014
Abihamid, Mustofa.Mikrometer Sekrup.http: //mustofaabihamid.blogspot. com

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

/2011/04/mikrometer-sekrup. html/ diunduh pada 10 Maret 2014

100

Rikadiantoro.Mikrometer Sekrup. http://rikadiantoro.wordpress.com/2013/05/27/makalah-mikrometersekrup/ diunduh pada 10 maret 2014


Anonim.MikrometerSekrup. http://rumushitung.com/2013/02/02/mikrometer-sekrup-micrometer-

Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

screw/ diunduh pada 10 maret 2014

101

102
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP

103
Chapter: JANGKA SORONG DAN MIKROMTER SEKRUP