Anda di halaman 1dari 4

Preparasi lingual

Sifat khusus dari sisi palatinal gigi anterior merupakan suatu hal penting yang
harus di perhatikan. Ketika hal ini diperhatikan secara khusus saat melakukan
preparasi maka akan meningkatkan usia keberhasilan dari porselain veener atau
restorasi ikatan keramik. Pada penemuan klinisian secara mayoritas dari beberap
peneliti, ditemukan sistematik preparasi dari insisal tumpang tindih dalam relasi
terhadap biomekanik integrasi veener. Perawatan secara khusus harus
diterapkan pada bentuk konkav karena dampak tekanan terhadap bentuk konkav
akan merubah tekanan tersebut. Palatal yang konkav akan membuat gigi seri
dengan insisal edge tajam dan kemampuan memotong, maka daerah ini akan
menjadi konsentrasi tekanan. Kelemahan ini dapat dikompenisasi dengan
singulum dan batas marginal yang tebal. (gambar 7-42). Dalam penelitian
magne et al menunjukan bahwa ketika gaya horizontal diaplikasikan di ujung gigi
anteror dari aspek palatinal, tercatat kekuatan strain selalu lebih tinggi dalam
bentuk konkav ketika dibandingkan dengan singlum yang permukaannya rata.
Pengujian kekuatan tekan ketika aspek palatal memiliki bentuk konkav
menghasilkan nilai sebesar 274 mpa. Namun permukaan konkav dan halus
dengan sisa enamel yang masi tebal pada singulum, batas tepi serta sepertiga
servikal facial dari mahkota anatomi akan mengurangi tingkat kekuatan tekanan.
Modifikasi gigi alami yang akan dipreparasi harus membentuk enamel palatal
cukup tebal dan permukaan palatal konveks akan memberikan konfigurasi
optimal pada pola tekanan.

Gambaran 7-42. (a) penampakan palatal dari gigi insisivus sentral, Tanda merah
(-) menandakan daerah konkav yang menjadi konsentrasi area tekanan. (b)
penampakan palatal dari gigi taring atas. Karena ketebalan natural dari enamel
dan panjangnya daerah singulum menyebabkan sedikitnya tekanan yang
terkonsentrasi terhadap gigi kaninus. Tanda hijau menandakan dimana batas
preparasi dari palatal dapat ditempatkan.

Penempatan margin / penempatan batas preparasi


Jika preparasi lingual telah dilakukan, maka terdapat hal pentik untuk membuat
akhiran preparasi pada palatal dan tergantung dari seberapa banyak preprasi
lingual anterior rahang atas. Secara logika preparasi sebaiknya tidak berakhir
pada bagian konkav melainkan harus ditempatkan diatas daerah konkav atau
dibawah konkav area singulum sehingga gaya tarik yang dihasilkan cenderung
rendah. (gambar 7-43). Batas vertikal dari palatinal harus mendukung kekuatan
tekan dari gigi anterior oleh karena itu kewaspadaan lebih harus diberikan agar
tingkat keberhasilan lebih besar.

Gambar 7-43 Garis preparasi pada lingual yang seharusnya tidak ditempatkan
pada bagian konkav dari palatal.

Menyelesaikan preparasi / Finishing the preparation


Setelah semua langkah telah dijelaskan untuk preparasi gigi telah selesai
dilakukan, dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap gigi yang telah di
preparasi. Terutama dipertemuan antara sudut insisal dan reduksi lingual, dokter
gigi harus berhati hati dalam menghilangkan sudut tajam yang berfungsi sebagai
titik fokus dari konsentrasi tekanan. Pada titik dimana reduksi fasial, proksimal
dan bidang lingual bertemu, gambaran tajam lainnya yang mungkin telah
terbentuk dalam preparasi akhir harus dihindari dan tidak boeh ada sudut yang
tajam.
Pemeriksaan yang dilakukan juga meliputi pembukaan embrasure pada insisal,
pembulatan dan kedalaman preparasi yang bervariasi. Dokter gigi diminta harus

memeriksa apakah embrasur cukup dalam diperdalam dan jika embrasur gingiva
yang diukir dapat membuat papila gingiva sehat.
Memeriksa permukaan yang dipreparasi
Disarankan untuk mengecek semua batas preparasi dengan sistem perbesaran
untuk menghindari goresan dibawah daerah yang dipreparasi. Cara lain yang
bagus untuk memvisualisasikan defek ini adalah mengambil gambar dari gigi
yang telah dipreparasi. Memeriksa lewat lensa dengan perbesaran 1 : 1 akan
sering mengejutkan dokter gigi karena banyak defek minor yang seharusnya
tidak terlihat dengan mata telanjang yang akan diamati.
Jika semua masih terkendali sampai saat itu, maka pemeriksaan terakhir harus
dilakukan dengan indeks silikon yang telah disiapkan sebelumnya, baik dari
pandangan oklusal maupun lateral. Hal ini akan memastikan bahwa
pengurangan yang diperlukan dari permukaan fasial adalah benar.(Gambar 7-48)
Setelah penyesuaian terakhir dilakukan, dentin sealing, pencetakan dan
provisoris dapat disiapkan. Jika sudah tidak ada dentin terbuka, langkah
berikutnya pemilihan warna. Namun jika ada dentin terbuka, sealing dari dentin
yang baru terpotong, setelah preparasi dan pembuatan cetakan.

Gambar 7.48 Pengurangan akhir dari fasial dan interproksimal diperiksa dengan
dua indeks silicon pada ketinggian yang berbeda.
Pemeriksaan batas preparasi servikal
Sebuah cara yang populer untuk menghindari penggunaan anestesi lokal dan
untuk menyjaga kenyamanan pasien selama periode penggunaan provisoris,
adalah menutup dentin yang baru dipreparasi pada pertemuan dimana
pengambilan cetakan, seperti yang dijelaskan di atas. Namun, keberadaan dari
80 mikron ketebalan adhesiv mungkin akan tertinggal pada batas gingiva dan
enamel. Oleh karena itu, hal terakhir yang harus dilakukan dalam preparasi gigi
adalah preparasi dengan hati-hati pada margin gingiva memakai bur halus fisure
berakhir bulat, untuk membuat jelas marjin enamel yang baik pada saat
pengambilan cetakan.(Gambar 7-51) Pengunaan adhesif yang sangat penuh,

memberikan efek yang sama berupa stress breaker. Konten dari filler dari
viskositas rendah bertindak sebagai intermediet resin dan telah ditunjukan
penelitannya dalam meningkatkan kekuatan serta kebocoran yang lebih rendah
di bandingkan sistem lain. Sebagai dentin yang menjadi hibridisasi saat
perjanjian sebelumnya menjadi perlindungan tersendiri. Lapisan ini juga berguna
untuk mencegah provisoris berikatan dengan gigi secara penuh atau merusak
area bonding, daerah hibridisasi harus dilapisi dengan vaselins etelah mengambil
cetakan dan sebelum sementasi provisoris.

Gambar 7-51 a dan b perekat yang mungkin telah menutupi servikal margin
harus dibersihkan dengan bur fissure meruncing ekstra halus yang akhirannya
membulat.