Anda di halaman 1dari 3

Susanti 07120100073

Serumen Prop
Serumen adalah hasil produksi kelenjar sebasea, kelenjar seromusinosa, epitel kulit yang
terlepas dan partikel debu. Dalam keadaan normal, serumen terdapat di sepertiga luar liang
telinga karena kelenjar tersebut hanya ditemukan didaerah ini. Konsistensinya biasa lunak,
tetapi kadang kadang kering. Dipengaruhi oleh faktor keturunan, iklim, usia, dan keadaan
lingkungan.

Serumen dapat keluar sendiri dari liang telinga akibat migrasi epitel kulit yang bergerak dari

arah membran timpani menuju keluar serta dibantu oleh gerakan rahang sewaktu
mengunyah.
Walaupun tidak mempunyai efek anti bakteri maupun anti jamur, serumen mengikat kotoran,
menyebabkan aroma yang tidak disenangi serangga sehingga serangga enggan masuk ke
liang telinga.
Gumpalan serumen yang menumpuk di liang telinga akan menimbulkan gangguan
pendengaran berupa tuli konduktif. Terutama bila telinga masuk air, serumen
mengembang sehingga menimbulkan rasa tertekan dan gangguan pendengaran semakin
mengganggu.

Faktor yang menyebabkan serumen terkumpul dan mengeras di liang telinga, sehingga
menyumbat antara lain ialah:
1.

Dermatitis kronis liang telinga luar

2.

Liang telinga sempit

3.

Produksi serumen banyak dan kental

4. Adanya benda asing di liang telinga

Susanti 07120100073

5. Adanya eksostosis (pertumbuhan jinak dari permukaan tulang) liang telinga


6.

Serumen terdorong oleh jari tangan atau ujung handuk setelah mandi, atau kebiasaan

mengorek telinga.

Gejala yang timbul akibat sumbatan serumen dapat berupa:

Rasa telinga tersumbat, sehingga pendengaran berkurang.


Rasa nyeri dapat timbul apabila serumen keras membatu, dan menekan dinding liang
telinga.
Telinga berdengung (tinitus) dan pusing dapat timbul apabila serumen telah
menekan membran timpani, terkadang dapat disertai batuk, oleh karena
rangsangan nervus vagus melalui cabang aurikuler.

Serumen dapat dibersihkan sesuai dengan konsistensinya.

Serumen yang masih lunak, dapat dibersihkan


dengan kapas yang dililitkan oleh aplikator
(pelilit).
Serumen yang sudah agak mengeras dikait dan
dibersihkan dengan alat pengait.
Serumen yang lembek dan letaknya terlalu
dalam, sehingga mendekati mebran timpani,
dapat dikeluarkan dengan mengirigasi liang
telinga (spooling).
Serumen yang telah keras membatu, harus
dilembekkan terlebih dahulu dengan karbol
gliserin 10 %, 3 kali 3 tetes sehari, selama 2-5
hari (tergantung keperluan), setelah itu dibersihkan dengan alat pengait atau diirigasi
(spooling).

Hal-hal yang harus diperhatikan saat Irigasi Liang Telinga

Pasien tidak mempunyai riwayat sakit telinga yang menyebabkan rupture gendang
telinga, seperti riwayat congekan (OMSK), maupun riwayat trauma gendang telinga.
Pasien tidak sedang mengalami sakit telinga luar (otitis eksterna).

Prosedur Tindakan Spooling (Irigasi) telinga adalah :


A. Persiapan Alat :

Alat Spooling atau Spuit 20 cc.

Susanti 07120100073

Kom berisi air hangat kuku secukupnya.


Bak Bengkok untuk menampung kotoran telinga.
Handuk sebagai alas pelindung .
Sarung tangan disposable.
Otoscope
Cotton bud secukupnya.
Cairan NaCl hangat atau air hangat.
Cairan H2O2 3 % dalam tempatnya

Tindakan

Tetesi telinga pasien dengan H2O2 3 % (jika masih ada


yang keras), tunggu sampai kotoran hancur atau larut
kira-kira 10 15 menit.
Tempatkan bak bengkok dibawah telinga yang
dibersihkan, dan beri alas handuk untuk mencegah
tetesan air mengenai pasien.
Perintahkan pasien agar bangun dan duduk tegak
Semprot telinga pasien dengan Cairan NaCl hangat
secara perlahan sampai telinga bersih.
Eksplorasi dengan otoscope.

Rujukan
Iskandar, H. Nurbaiti. Sumbatan Seruman. Dalam: Soepardi, dr. Efiaty Arsyad; Hadjzt, dr.
Fachri; Iskandar, prof. dr. Nurbaiti (editor). Penatalaksanaan penyakit dan kelainan Telinga
Hidung Tenggorok. Edisi ketiga. Jakarta, Balai penerbit FKUI, 2012