Anda di halaman 1dari 12

Bea Materai

Materai
Bea
Kelompok 5 :
Nanda Tri Cahya Putri
Sunarsih Daud
Leni Nasir
Yulistiani Usman
Fatma abd hamid
Rani ladamani

Pengertian Bea Materai


Adalah
pajak tidak langsung yang
dipungut secara insidentil (sekali pungut)
atas dokumen yang disebut oleh Undangundang Bea Materai yang digunakan
masyarakat lalu lintas Hukum sehingga
dokumen
tersebut
dapat
digunakan
sebagai alat bukti dimuka pengadilan

Dasar Hukum
Undang Undang Nomor 13 tahun
1985 tentang Bea Materai
Peraturan Pemerintah Nomor 24
tahun 2000 tentang perubahan tarif
Bea Materai dan besarnya batas
pengenaan harga nominal yang
dikenakan Bea Materai

Objek Bea Materai


Surat perjanjian dan surat surat lainnya
Akta-akta Notaris termasuk salinannya
Akta-akta yang dibuat oleh PPAT
termasuk rangkap-rangkapnya
Surat yang memuat jumlah uang
Dokumen yang akan digunakan sebagai
alat pembuktian di muka pengadilan

Tarif Bea Materai


Tarif Rp.6000 :
Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat
dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat
pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan, dan
keadaan yang bersifat perdata
Akta-akta notaris termasuk salinanya
Dokumen yang digunakan sebagai alat pembuktian
dimuka pengadilan
Surat-surat yang memeat jumlah uang nominal lebih
dari Rp 1.000.000
Surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep
yang harga nominalnya lebih dari Rp 1.000.000
Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang
mempunyai harga nominal lebih dari Rp 1.000.000
Sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk
apapun yang mempunyai harga nominal lebih dari

Tarif Rp.3000

Surat yang memuat jumlah uang nominal lebih dari Rp


250.000 sampai dengan Rp 1.000.000
Surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep yang
harga nominalnya lebih dari Rp 250.000 sampai dengan
Rp 1.000.000
Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang
mempunyai harga nominal sampai dengan Rp 1.000.000
Sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk
apapun yang tercantum dalam surat kolektif yang
mempunyai jumlah harga nominal sampai dengan Rp
1.000.000
Cek dan Bilyet Giro tanpa batas besarnya harga nominal
Surat yang memuat jumlah uang nominal sampai dengan
Rp 250.000
Surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep yang
harga nominalnya sampai dengan Rp 250.000

Saat terutang Bea Materai


Saat terutang Bea Materai ditentukan dalam hal:
1. Dokumen yang dibuat oleh satu pihak adalah
pada saat dokumen itu diserahkan dan diterima
oleh pihak untuk siapa dokumen itu dibuat, bukan
pada saat ditandatangani. Misalnya Kuitansi, cek,
dsb.
2. Dokumen yang dibuat oleh lebih dari salah satu
pihak adalah pada saat selesainya dokumen itu
dibuat, yang ditutup dengan pembubuhan tanda
tangan dari yang bersangkutan. Contohnya :
Surat perjanjian jual beli. Bea Materai terutang
pada saat ditandatanganinya perjanjian tersebut.
3. Dokumen yang dibuat di luar negeri adalah pada
saat digunakan di Indonesia.

Cara pelunasan Bea


Materai

Menggunakan Bea Materai


Pelunasan Bea Materai menggunakan
cara lain dengan membubuhkan tanda
Bea Materai lunas dengan menggunakan
mesin
teraan
materai,
teknologi
percetakan, sistem komputerisasi dan
alat lain dengan menggunakan teknologi
tertentu. Pelunasan Bea Materai dengan
cara ini harus mendapat izin tertulis dari
Direktur Jenderal Pajak.

Ketentuan Khusus
Pejabat Pemerintah, hakim, panitera, juru sita,
notaris, dan pejabat umum lainnya, masing-masing
dlam tugas atau jabatannya tidak dibenarkan :
1. Menerima, mempertimbangkan, atau menyimpan
dokumen yang Bea Materainya tidak atau kurang
dibayar
2. Meletakan dokumen yang Bea Materainya tidak
atau kuran dibayar sesuai dengan tarifnya pada
dokumen lain yang berkaitan
3. Membuat salinan, tembusan, rangkapan, atau
petikan dari dokumen yang Bea Materainya tidak
atau kurang dibayar
4. Memberikan keterangan atau catatan pada
dokumen yang tidak atau kurang dibayar sesuai
dengan tarif Bea Materainya.

Ketentuan Pidana
Dipidana sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undan
Hukum Pidana meliputi hal-hal berikut:
1. Meniru atau memalsukan Meterai tempel dan kertas materai
atau meniru atau memalsukan tanda tangan yang perlu untuk
mengesahkan materai.
2. Dengan sengaja menyimpan dengan maksud untuk diedarkan
atau memalsukan ke negara Indonesia meterai palsu, yang
dipalsukan atau dibuat dengan melawan hak
3. Dengan sengaja menggunakan, menjual, menawarkan,
menyerahkan, menyediakan untuk dijual atau dimasukkan ke
negara indonesia materai yang mereknya, capnya, tanda
tangannya,
tanda
sahnya,
atau
tanda
waktunya
mempergunakan telah dihilangkan seolah-olah materai itu
belum dipakai dan/atau menyuruh orang lain menggunakan
dengan melawan hak
4. Menyimpan bahan-bahan yang diketahuinya digunakan untuk
melakukan salah satu kejahatan untuk meniru atau

Daluwarsa
Kewajiban pemenuhan Bea Materai dan
denda administrasi yang terutang menurut
Undang-Undang Bea Materai daluwarsa
setelah lampau waktu 5 tahun terhitung
sejak tanggal dokumen dibuat, berlaku
untuk
seluruh
dokumen
termasuk
kuintansi.

Sekian & Terima Kasih