Anda di halaman 1dari 5

Gen Terpaut X

Gen terpaut seks juga dapat terletak pada kromosom X. Contoh fenotipe yang
dikendalikan oleh gen-gen yang terletak pada kromosom X dalam guppy yang tercantum
dalam tabel 3.10. tipe dari aksi gen untuk gen terpaut X adalah dominan sederhana.
Pigmentasi kaudalis (pigmentasi ekora gelap) dan transparant-tailed dalam guppy dapat
digunakan untuk menggambarkan tipe dari aksi gen dan untuk memperlihatkan pewarisan
fenotipe. fenotipe ini dihasilkan oleh alel Xcp dominan dan alel Xch resesif (Dzwillo 1959).
Alel Xcp tunggal menghasilkan pigmentasi kaudalis pada salah satu seks. Alel Xch dapat
disajikan di status hemozigot untuk menghasikan fenotipe transparan di perempuan
(XchXch), tetapi alel Xch tunggal akan menghasilkan fenotipe di laki-laki (XchY) :
Genotipe
XCpXCp Caudalis female

Fenotipe

XCpXCh Caudalis female


XChXCh transparent-tailed female
XChY

Caudalis male

XChY

transparent-tailed male

Pewarisan fenotipe terpaut X mengikuti apa yang disebut pola silang. Ayah akan
menentukan fenotipe dari anak perempuannya, sedangkan ibu akan menetukan fenotipe dari
anak laki-lakinya. Ayah dengan fenotipe yang dominan akan menghasilkan anak perempuan
hanya dengan fenotipe yang dominan. Ayah dengan fenotipe yang resesif hanya akan
menghasilkan gamet X yang resesif, jadi fenotipe anak perempuannya bergantung dari
genotipe seksual ayahnya. Disisi lain jika ibu memiliki fenotipe resesif, semua anak lelakinya
memiliki fenotipe resesif; jika ibu memiliki fenotipe dominan salah satu dari setengah anak
laki-lakinya atau semua anak laki-lakinya memiliki fenotipe dominan, tergantung dari apakah
ibu tersebut homozigot atau heterozigot.
Satu-satunya cara agar transparent-tailed male terbentuk adalah ketika perempuan
memiliki Xch alel resesif. Punnet square dan rasio fenotipe serta genotipe dari turunan untuk
pembuahan dari heterozigot kaudalis perempuan dengan kaudalis laki-laki adalah

Tranparents-tailed (resesif) perempuan hanya dapat menghasilkan satu jenis anak laki-laki
transparent-tailed. Punnet square dan rasio genotipe serta fenotipe dari turunan untuk
pembuahan dari transparent-tailed perempuan dengan kaudalis laki-laki adalah

Tranfarants-tailed (resesif) perempuan hanya dapat dihasilkan jika ayahnya mempunyai


transparant-tailed dan ibu setidaknya memiliki satu Xch alel. Punnet square dan rasio
fenotipe serta genotipe dari turunan untuk pembuahan dari heterozigot kaudalis perempuan
dengan transparent-tailed laki-laki adalah

Caudalis x transparent-tailed

(XChXCp)

(XChY)
Male gametes
XCh

Female gametes

XChXCh

XChY

Transparent-tailed female
XCpXCh

Transparent-tailed male
XCpY

Caudalis female

Caudalis male

Genotypes ratio : 1 XChXCh: 1 XCpXCh: 1 XCpY


Phenotypes ratio: 1 transparent-tailed female: 1 caudalis female: 1 transparent-tailed male: 1
caudalis male

Banyak fenotipe seks terbatas membutuhkan testosteron dalam..... hampir dari gen terpaut X
didalam menghasilkan fenotipe guppy bahwa seks terbatas untuk laki-laki.
Alel yang terkait seks mengikuti pola genetik tertentu, tetapi fenotipe tidak selalu mengikuti
rasio yang sudah diperkirakan. Ini karena banyak fenotipe yang terkait X (dan beberapa
fenotipe autosomal) merupakan seks terbatas. Di fenotipe itu dinyatakan hanya dalam satu
seks. Contohnya fenotipe triginus (tubuhnya belang) dalam guppy dikendalikan oleh alel
terkait seks Xti dominan (winge 1927). Pada keadaan yang normal fenotipe tigrinus tidak
dihasilkan diperempuan, apapun genotipenya:

Banyak fenotipe yang terbatas seks membutuhkan testosteron untuk mendapat dihasilkan
(Hildemann 1954). Kebanyakan gen terpaut X dalam guppy menhasilkan fenotie yang
berbatas seks pada laki-laki (Winge 1927). Penambahan metil testosteron kedalam air atau
diberikan secara langsung akan mengakibatkan fenotipe dapat dihasilkan diperempuan
(Emmens 1970)

Gen dengan banyak alel

Untuk kepentingan penyederhanaan semua konsep dan contoh yang pernah


dipergunakan, dibangun dengan alasan bahwa setiap gen hanya memiliki dua alel. Ini adalah
anggapan palsu karena dipopulasi, jumlah alel untuk pemberian gen dapat bervariasi dari satu
hingga 12 lebih. Banyak gen yang memiliki 3 gen atau lebih. Ide yang didiskusikan pada bab
ini juga dapat terjadi ketika jika gen memiliki 2 alel atau lebih; semua ini membutuhkan
sedikit perluasan konsep dan rumus untuk memasukan perbedaan genotipe dan fenotipe yang
mungkin terjadi.
Pada gen yang mengontrol pembentuka melanin di melanophorest medaca,
merupakan contoh dari autosomal dengan 3 alel (Aida 1921). Alel B fominan terhadap B dan
b kecil alel, dan alel B dominan terhadap ale b kecil; alel b kecil resesif terhadap
keduanya: ......
Gen terkait seks dapat juga memiliki alel banyak, gen

pada kromosom X di medaka

merupakan contoh gen terkait seks dengan 3 alel (Aida 1921; Goodrich 1929; Yamamoto
1969 A). Alel R bertanggung jawab terhadap karetonoid dalam xanthpphorest dan membantu
menetapkan warna medaka dalam kombinasi epistatic dengan gen B dan gen I (yamamoto
1969 A).
Gen dapat memiliki alel lebih dari 3, dan contoh gen yang diketahui paling bagus dengan
banyak alel adalah gen P pada platyfish. Ada 9 alel pada lokus P : P+, PM, PMc, PT, PCo, PC, PCc,
PO, PD (Gordon 1956; Killman 1957). P+ alel menghasilkan fenotip unspott, dan sifatnya
resesif thd seluruh alel. Alel yang tersisa adalah kodominan, yang berarti bahwa fenotipe
yang dihasilkan oleh alel selalu disajikan, dan kombinasi heterozigot dari alel menghasilkan
fenotipe yang merupakan kombinasi dari dua fenotipe yang terpisah. Alel pada lokus P bisa,
secara teori, menghasilkan 37 fenotip yang berbeda, tetapi sejumlah pola tumpang tindih,
yang mengurangi jumlah fenotipe terlihat yang sampai 27 (Killman 1975).
Gambar 3.4 menunjukkan fenotipe yang dihasilkan oleh sembilan alel pada lokus P di
platyfish tersebut.