Anda di halaman 1dari 32

1

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah


Agama Islam merupakan aturan ketuhanan yang mengajak manusia yang

mempunyai fikiran salim untuk keelamatan dunia akhirat. Konsepsi Islam yang
bersifat universal mengatur seluruh perilaku manusia baik yang bersifat mahdhah,
ghair mahdhah, individu maupun kolektif dalam seluruh aspek dan dimensi
kehidupan. Syariat Islam hanya dapat dilaksanakan dengan mendidik diri,
generasi dan masyarakat supaya beriman dan tunduk kepada Allah semata serta
selalu mengingat-Nya. Oleh sebab itu, pendidikan Islam menjadi kewajiban orang
tua dan guru disamping menjadi amanat yang harus dipikul oleh satu generasi
untuk disampaikan kepada generasi berikutnya dan dijalankan oleh para pendidik
dalam mendidik anak-anak. Barang siapa mengkhianati amanat ini, menyimpang
dari tujuannya, menyalah tafsirkannya, atau mengubah kandungannya, maka
nerakalah bagiannya, sebagai balasan atas kedustaan atas kebenaran dan ingkar
dari kepatuhan, dan ingkar dari kepatuhan, sebagai mana firman Allah yang
artinya:
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengadakan dusta
terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang zalim. (QS. 61 : 7)
Islam mendidik manusia supaya menjadikan syariat Allah sebagai hakim
terhadap seluruh perbuatan dan tindakannya, kemudian tidak berkeberatan
terhadap hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, bahkan
sebaliknya dia tunduk patuh kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Manusia dapat
memperoleh kejahatan dan kerugian keduanya hanya akan dapat dihindari, jika
dia beriman kepada Allah dan hari akhir, beramal saleh, saling tolong menolong,
saling menasehati supaya mentaati kebenaran, serta tabah dalam menegakkan
kebenaran dan memerangi kebatilan.
Keimanan akan bertambah dengan menjalankan ketaatan, membaca AlQuran dan merenungkan dampak Rahmat Allah terhadap alam. Sedangkan atas

keimanan adalah memahami rukun-rukunnya, menyadari membenarkan dan


meyakini makna dengan penuh keyakinan. Keyakinan tersebut akan melahirkan
ketentraman jiwa kelurusan tingkah laku berdasarkan makna keimanan yang
dibenarkan oleh qalbu. Pendidikan keimanan dimulai dan menjelaskan tujuan
tertinggi pendidikan Islam, yakni menjelaskan makna Uluhiyah, Rububiyah dan
makna Ubudiyah kepada Allah semata serta sifat-sifat Ilahiyah yang tidak boleh
disandarkan kepada selain Allah.
Pendidikan aqidah Islamiyah di dalam pelajaran tauhid inilah yang
mengenalkan anak kepada tujuan tinggi pendidikan Islam. Tujuan tertinggi
pendidikan Islam agar si terdidik:
1. Ikhlas beribadah kepada Allah semata dengan dasar ilmu dan keimanan yang
kokoh.
2. Memahami makna dan maksud beribadah dan tingkah laku hidup, yang ada
gilirannya akan mengantar anak kepada tujuan tinggi itu.
3. Menjauhi segala yang harus dijauhinya, seperti segala manifestasi syirik dan
aqidahnya, yang mengalirkan mengaburkan atau menyimpangkan tujuan
pendidikan Islam, dalam memahami dan menerapkan Islam.
Aspek dogmatis dari pelajaran Aqidah Akhlak ini merupakan aspek
terpenting dan pertama yang wajib diperhatikan, agar buah dan hasil
pemahamannya relevan dengan seluruh pelajaran. Diharapkan anak mengetahui,
bahwa dia mempelajari Al-Quran dan mengangungkannya, karena ia kalam Ilahi
dan jalan untuk bermunajat kepada-Nya, mengenal-Nya, tunduk kepada-Nya dan
melaksanakan segala perintah-Nya. Dengan demikian kita telah menjelaskan
kepada anak, sebagaimana telah penyusun isyaratkan, bahwa dia mengikuti
Rasulullah SAW. Karena Allah telah memerintahkan kepada kita supaya
mengikuti beliau.
MTs Al-Musdariyah Cileunyi Bandung adalah Lembaga Pendidikan yang
memberikan atau menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran tingkat
menengah pertama dan menjadikan Mata pelajaran agama Aqidah Akhlak sebagai
Mata pelajaran agama dasar yang sekurang-kurangnya 30% dari mata pelajaran
umum.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Kepala MTs
Al-Musdariyah

Cileunyi Bandung. Saat kami melakukan penelitian awal,

pemberian materi pelajaran agama yang telah berjalan selama ini masih perlu
penyempurnaan dalam hal materi dan penyelenggaraannya guna mencapai
meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didiknya serta mencapai tujuan
tersebut diupayakan pemberian secara intensif pada mata pelajaran Aqidah
Akhlak.
Dari uraian di atas, pihak penyelenggara pendidikan MTs Al-Musdariyah
Cileunyi Bandung menyediakan waktu untuk menambah jam pelajaran pada
materi pembelajaran Aqidah Akhlak meskipun hasil dari penambahan jam mata
pelajaran agama tersebut relatif dan dapat dikategorikan cukup baik dan
berdampak positif baik bagi peserta didik sendiri maupun bagi orang tua dan
masyarakat serta guru penyaji materi pelajaran dan madrasah selaku
penyelenggara kegiatan.
Meskipun dampak positif dapat dirasakan semua pihak yang terkait di
lingkungan madrasah tersebut, namun kami perlu mengadakan kegiatan penelitian
atau observasi langsung ke MTs Al-Musdariyah Cileunyi Bandung untuk mencari
data akurat tentang bagaimana pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran aqidah
akhlak di MTs Al-Musdariyah Cileunyi Bandung.
B.

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka

perumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:


1. Bagaimana pelaksanaan pendidikan Aqidah Akhlak di

MTs Al-

Musdariyah Cileunyi Kab. Bandung?


2. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs AlMusdariyah Cileunyi Kab. Bandung?
3. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat

pendidikan

dan

pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kab.


Bandung?
4. Bagaimana keberhasilan pendidikan akhlak di MTs Al-Musdariyah
Cileunyi Kab. Bandung?

C.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan Aqidah Akhlak di MTs
Al-Musdariyah Cileunyi Bandung
2. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs
Al-Musdariyah Cileunyi Kab. Bandung
3. Untuk mengetahui
faktor-faktor pendukung dan penghambat
pendidikan dan pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs Al-Musdariyah
Cileunyi Bandung.
4. Untuk mengetahui keberhasilan pendidikan akhlak di MTs AlMusdariyah Cileunyi Kab. Bandung

D.

Manfaat Penelitian

1.

Bagi Sekolah
Adapun manfaat dari penelitian ini untuk sekolah adalah sebagai bahan

acuan untuk meningkatkan mutu guru agama dalam rangka meningkatkan


perjuangannya untuk membudayakan akhlakul karimah yang merupakan tujuan
pokok dalam pendidikan agama Islam dijadikan sebagai pedoman hidup.
2.

Bagi tenaga Pendidik


Yaitu dapat dijadikan sebagai sumbangan pikiran terhadap guru agama

agar dapat menarapkan nilai moral kepada anak didik dalam mengatasi krisi moral
yang dialami sebagai anak didik pada masa sekarang ini.
3.

Bagi orang tua


Khusus bagi orang tua penelitian ini bermanfaat agar mereka selalu

mengatasi perkembangan putra putrinya dalam pergaulan dan menyongsong


zaman yang semakin modern dan global ini, agar mereka tidak terkena dampak
negatif yang bisa merusak akhlak mereka yang merupakan pondasi terpenting
dalam kehidupan yang akan datang.
E.
1.

Metodologi Penelitian
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jika di tinjau dari segi tempat penelitian, maka penelitian ini termasuk

penelitian lapangan (field Research), yaitu penelitian yang langsung dilakukan

dilapangan atau pada responden1. Data-data yang dikumpulkan dari lapangan


langsung terhadap objek yang bersangkutan yaitu pelaksanaan pendidikan dan
pembelajaran aqidah akhlak di MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kab. Bandung.
2.

Kehadiran Peneliti
Ciri khas penelitian kualitatif tidak dapat dipisahkan dari pengamatan

berperan

serta,namun

peran

penelitianlah

yang

menetukan

keseluruhan

skenarionya. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai instrument kunci, partisipan
penuh sekaligus pengumpul sata, sedangkan instrument lainnya sebagai
penunjang.
3.

Sumber Data
Sumber data utama dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan,

selebihnya adalah tambahan seperti dokumentasi dan lainnya.


4.

Teknik pengumpulan data


Teknik yang peneliti guna dalam pengumpulan data pada penelitian ini

adalah sebagai berikut :


a. Wawancara
Wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dengan
responden. Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya jawab dalam hubungan
tatap muka, sehingga gerak dan mimik responden merupakan pola media yang
melengkapi kata-kata secara verbal2. Wawancara ditujukan kepada sebagian guru
yang menjadi sampel penelitian, untuk melakukan croos check terhadap jawaban
angket yang diberikan.
b. Observasi
Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung pada objek
peneliti untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan 3.Observasi atau
pengamatan adalah metode pengumpulan data di mana peneliti mencatat
informasi sebagaimana yang mereka saksikan selam penelitian4. Penyaksian
terhadap

peristiwaperistiwa

itu

dilakukan

dengan melihat,

mendengar,

merasakan, yang kemudian dicatat seobyektif mungkin. Dalam penelian ini


1

Iqbal Hasan, Analisa Data Penelitian dengan Stastitik, (Jakarta : PT.


Bumi Aksara, 2008), cet. 3, h 5.
2
W. Gulo, Metode Penelitian. (Jakarta : PT Grasindo, 2007), cet, 5 h.118.
3
Ridwan, Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, (Bandung :
Alfabeta, 2008), h. 30.
4
W. Gulo, op.cit h.116

peneliti berperan sebagai pengamat yang berpartisipasi secara penuh, yakni


menyamakan diri dengan orang yang diteliti. Pengamatan dilakukan dengan
menggunakan cheek list yaitu suatu daptar yang berisi nama-nama subyek dan
faktor-faktor yang hendak diselidiki5.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah catatan tertulis tentang berbagai

kegiatan atau

peristiwa yang pada waktu yang lalu. Dalam penelitian ini yang dimaksud
dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan jalan melihat catatan yang
sudah ada. Metode dokumentasi diperlukan sebagai metode pendukung untuk
mengumpulkan data.
5.

Analisa Data
Analisa data kualitatif adalah proses mencari dan menyusun secara

sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahanbahan lainnya, sehingga dapat mudah difahami dan temuannya dapat
diinformasikan kepada orang lain. Peneliti terjun kelapangan, mempelajari,
menganalisis, menafsirkan dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di
lapangan. Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif.

Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodelogi Penelitian, (Jakarta : PT.


Bumi Aksara, 2007), cet. 8, h. 74

BAB II
KAJIAN TEORITIS
A.
1.

Pembelajaran Aqidah Akhlak


Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik menggunakan asas

pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan


pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar
dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh
peserta didik atau murid. Konsep pembelajaran menurut Corey adalah suatu
proses

dimana

lingkungan

seseorang

secara

disengaja

dikelola

untuk

memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi


khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertantu. Pembelajaran
merupakan subset khusus dari pendidikan. Mengajar menurut William H. Burton
adalah upaya untuk memberi stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan
kepada peserta didik agar terjadi proses belajar.
Proses pembelajaran atau pengajaran kelas (classroom Teaching)
menurut Dunkin dan Biddle berada pada empat variavel interaksi yaitu (1)
variable pertanda (presage variables) berupa pendidik; (2) variable konteks
(context variables) berupa peserta didik, sekolah dan masyarakat; (3) variable
proses (processs variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik; dan
(4) variable produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam
jangka pendek maupun jangka panjang. Dunkin dan Biddle selanjutnya
mengatakan proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika mempunyai
dua kompetensi utama yaitu: (1) kompetensi subtansi materi pembelajaran atau
penguasaan materi pelajaran; dan (2) kompetensi metodologi pembelajaran.
Artinya jika guru menguasai materi pelajaran, diharuskan juga menguasai
metode pengajaran sesuai kebutuhan materi ajar yang mengaju pada prinsip
pedagogik, yaitu memahami karakteristik peserta didik. Jika metode dalam
pembelajaran tidak dikuasai, maka penyampaian materi ajar menjadi tidak
maksimal. Metode yang digunakan sebagai strategi yang dapat memudahkan

peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru. Hal
ini menggambarkan bahwa pembelajaran terus mengalami perkembangan sejalan
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena dalam merespon
perkembangan tersebut, tentu tidaklah memadai kalau sumber belajar berasal dari
guru dan media buku teks berkala. Dirasakan perlu ada cara baru dalam
mengkomunikasikan ilmu pengetahuan atau materi ajar dalam pembelajaran baik
dalam sistem yang mandiri maupun dalam sistem yang tersruktur. Untuk itu perlu
dipersiapkan sumber belajar oleh pihak guru maupun para ahli pendidikan yang
dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran pada hakekatnya adalah proses komunikasi
dimana guru berperan sebagai komunikator sedangkan peserta didik berperan
sebagai komunikan. Sebagai proses komunikasi, guru perlu memperhatikan
kaidah-kaidah dalam komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal.
Kemudian dalam komunikasi nonverbal, guru perlu memperhatikan
berbagai hal yang terdapat dalam dirinya. Apa yang ada dalam diri guru, baik
penampilan,

sikap

maupun

tindakannya

merupakan

pesan

yang

akan

dipersepsikan oleh peserta didik. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan pembelajaran
guru perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut; pandangan guru harus
diarahkan kepada semua peserta didik secara adil. Ekspresi wajah disesuaikan
dengan tujuannya. Misalnya guru yang menceritakan suatu bencana, ekspresi
wajahnya menggambarkan orang yang sedih. Gerakan tubuh disesuaikan dengan
tujuan dari tindakannnya. Pakaian dan make-up perlu diperhatikan sesuai dengan
tingkat perkembangan peserta didik.
2.

Kandungan Mata Pelajaran Aqidah Akhlak

a. Pengertian aqidah akhlak


1. Pengertian aqidah
Menurut bahasa, aqidah berasal dari bahasa Arab: aqada-yaqidu-uqdatanwa aqidatan. Artinya ikatan atau perjanjian, maksudnya sesuatu yang menjadi
tempat bagi hati dan hati nurani terikat kepadanya.6

h.13.

Rosihon Anwar, Aqidah akhlak , (Bandung : CV Pustaka Setia, 2008),

Istilah aqidah di dalam istilah umum di pakai untuk menyebut keputusan


pikiran yang mantap, benar maupun salah. Jika keputusan pikiran yang mantap itu
benar, itulah yang disebut aqidah yang benar, seperti keyakinan umat Islam
tentang keesaan Allah. Namun jika salah, itulah yang disebut aqidah yang batil,
seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum
tuhan (trinitas).
Adapun yang dimaksud dengan aqidah Islam adalah kepercayaan yang
mantap kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, para rasul-Nya,
hari akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Quran Alkarim dan As-sunnah Ashahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah
dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih
(ijma), dan kepasrahan total kepada Allah Taala dalam hal keputusan hukum,
perintah, takdir, maupun syara, serta ketundukan kepada Rasulullah SAW.
Dengan cara mematuhi menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya.
Dengan kata lain, aqidah Islam adalah pokok-pokok kepercayaan yang harus
diyakini kebenarannya oleh setiap muslim berdasarkan dalil naqli dan aqli (nash
dan akal).
Kedudukannya sangat sentral dan fundamental, karena seperti telah
disebutkan diatas, menjadi asas dan sekaligus sangkutan atau gantungan segala
sesuatu dalm Islam. Juga menjadi titik tolak kegiatan seorang muslim. Aqidah
Islam berawal dari keyakinan kepada Zat Mutlak Yang Maha Esa yang disebut
Allah. Allah Maha Esa dam zat, sifat, perbuatan dan wujud-Nya. KemahaEsaan
Allah dalam zat, sifat, perbuatan dan wujud-Nya itu disebut tauhid. Tauhid
menjadi inti rukun iman dan prima causa seluruh keyakinan Islam. Secara
sederhana, sistematika aqidah Islam, dapat dijelaskan sebagai berikut. Kalu orang
telah menerima tauhid sebagaii prima causa yakni asal pertama, asal dari segalagalanya dalam keyakinan Islam, maka rukun iman yang lain hanyalah akibat logis
(masuk akal) saja penerimaan tauhid tersebut.
2. Pengertian akhlak
Kata akhlak berasal dari bahasa Arab khuluq, jamaknya khuluqun,
menurut lughat diartikan sebagai budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat.

10

Kata akhlak ini lebih luas artinya daripada moral atau etika yang sering dipakai
dalam bahasa Indonesia sebab akhlak meliputi segi-segi kejiwaan dari tingkah
laku lahiriah dan batiniah seseorang.
Kata akhlak mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun
yang berarti kejadian serta erat hubungannya dengan khaliq yang berarti pencipta,
dan makhluk yang berarti yang diciptakan. Butir-butir didalam al-quran dan alhadis bertebaran laksana gugusan bintang-bintang di langit. Karena banyaknya
tidak mungkin semua dicatat di ruang ini. Lagi pula, selain satu butir dapat dilihat
dari berbagai segi juga mempunyaikaitan bahkan persamaan dengan takwa.
b. Macam macam akhlak
Akhlak dibagi menjadi dua macam yaitu:
a. akhlak terpuji (akhlak mahmudah)
Akhlak terpuji (akhlakul mahmudah) merupakan salah satu tanda
kesempurnaan iman. Tanda tersebut dimanifestasikan ke dalam perbuatan seharihari dalam bentuk perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan ajaran-ajaran yang
terkandung dalam Al-Quran dan Al-Hadis.
Akhlakul mahmudah dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu:
1. Akhlak yang berhubungan dengan Allah, antara lain adalah:
1) Mencintai Allah melebihi cinta kepada apa dan siapapun juga dengan
mempergunakan firman-Nya dalam al-quran sebagai pedoman hidup
dan kehidupan; seperti halnya dalam firman Allah berikut:

Yang artinya: Katakanlah: jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-

saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu

11

usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat


tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan
Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai
Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak member
petinjuk kepada orang-orang yang fasif. (QS. 9:24)
2)
3)
4)
5)

Melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya


Mengharapkan dan berusaha memperoleh keridaan Allah
Mensyukuri nikmat dan karunia Allah
Menarima dengan ikhlas semua kada dan kadar Illahi setelah

berikhtiyar maksimal (sebanyak-banyaknya, hingga batas tertinggi);


6) Memohon ampun hanya kepada Allah
7) Bertaubat hanya kepada Allah. Taubat yang paling tinggi adalah taubat
nasuha yaitu taubat benar-benar taubat, tidak lagi melakukan perbuatan
sama yang dilarang Allah, dan dengan tertib melaksankan semua
perintah dan menjauhu segala larangan-Nya
8) Tawakal (berserah diri) kepada Allah.
2. Akhlak terhadap Makhluk, di bagi dua:
a. Akhlak terhadap manusia, dapat dirinci menjadi:
1. Akhlak terhadap Rasulullah (Nabi Muhammad), antara lain:
a) Mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua sunnahnya;
b) Menjadikan Rasulullah sebagai idola, suri tauladan dalam hidup dan
kehidupan;
c) Menjalankan apa yang disuruhnya, tidak melakukan apa yang dilarangnya.
Sebagai firman Allah yang artinya: dan apa yang dilarangny, bagimu,
maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
amat keras hukumannya. (QS.59;7)
b. Akhlak terhadap bukan manusia (lingkungan hidup) antara lain:
1. Sabar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup;
2. Menjaga dan memanfaatkan alam terutama hewani dan nabati,
fauna dan flora (hewan dan tumbuh-tumbuhan)yang sengaja
diciptakan Tuhan untuk kepentingan manusia dan makhluk
lainnya;
3. Sayang pada sesama makhluk.
Firman Allah Swt, yang artinya: Dan carilah pada apa yang telah
dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah
kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah
(kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan

12

janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak


menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28;77)
3. Akhlak terhadap orang tua, antara lain:
a. Mencintai mereka melebihi cinta kepada kerabat lainnya;
b. Merendahkan diri kepada keduanya diiringi perasaan kasih sayang;
c. Berkomunikasi dengan orang tua dengan khidmat, mempergunakan katakata lemah lembut;
d. Berbuat baik kepada ibu-bapak dengan sebaik-baiknya;
e. Mendoakan keselamatan dan keampunan bagi mereka kendatipun seorang
atau kedu-duanya telah meninggal dunia.
4. Akhlak terhadap Diri Sendiri, antara lain:
a. Memelihara kesucian diri;
b. Menutup aurat (bagian tubuh yang tidak boleh kelihatan, menurut hokum
dan akhlak Islam);
c. Jujur dalam pekataan dan perbuatan;
d. Ikhlas; Sabar; rendah hati
e. Malu melakukan perbuatan jahat; Menjauhi dengki ; mejauhi dendam
f. Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain;
g. Menjauhi segala perkataan dan perbuatan sia-sia.
5. Akhlak terhadap keluarga, antara lain:
a. Saling membina rasa cinta dan kasih saying dalam kehidupan keluarga;
b. Saling menunaikan kewajiban untuk memperoleh hak;
c. Berbakti kepada ibi-bapak;
d. Mendidik anak-anak dengan kasih saying;
e. Memelihara hubungan silaturrahim dan melanjutkan silaturrahmi yang
dibina orang tua yang telah meninggal dunia.
6. Akhlak terhadap tetangga, antara lain:
a. Saling mengunjungi;
b. Saling bantu di waktu senang lebih-lebih tatkala susah;
c. Saling beri-memberi;
d. Saling hormat-menghormati;
e. Saling menghindari pertengkaran dan permusuhan.
7. Akhlak terhadap masyarakat, antara lain:
a. Memuliakan tamu; Menenpati janji.
b. Menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
bersangkutan;
c. Saling menolong dalam melakukan kebajikan dan takwa;
d. Menganjurkan anggota masyarakat termasuk diri senditi berbuat baik dan
mencegah diri sendiri dan orang lain melakukan perbuatan jahat
(mungkar);

13

e. Member makan fakir miskin dan berusaha melapangkan hidup dan


kehidupannya
f. Bermusyawarah dalam segala urusan mengenai kepentingan bersama;
g. Mentaati putusan yang telah diambil; serta Menunaikan amanah dengan
jalan

melaksanakan

kepercayaan

yang

diberikan

seseorang

atau

masyarakat kepada kita;


b. akhlak tercela (akhlak madzmumah)
Segala bentuk akhlak yang bertentangan dengan akhlak mahmudah disebut
akhlak madzmumah. Akhlak madzmumah merupakan tingkah laku yang tercela
yang dapat merusak keimanan seseorang dan menjatuhkan martabatnyasebagai
manusia. Bentuk-bentuk akhlak madzmumah ini bisa berkaitan dengan Allah,
Rasulullah, dirinya, keluarga, masyarakat, dan sekitarnya.
Berikut ini adalah sebagian contoh dari akhlak madzmumah
1. Syirik
Syirik ialah menjadikan sekutu bagi Allah dalam melakukan suatu
perbuatan yang seharusnya perbuatan itu hanya ditujukan kepada Allah (hak
Allah), seperti menjadikan tuhan-tuhan lain bersama Allah, menyembahnya,
menaatinya, meminta pertolongan kepadanya, mencintainya atau melakukan
perbuatan-perbuatan lain seperti itu, yang tidak boleh dilakukan, kecuali kepada
Allah SWT. Orang yang melakukan perbuatan syirik di sebut musyrik.
Syirik ada dua macam, yaitu syirik akbar (syirik besar) dan syirik asgar
(syirik kecil). Syirik akbar ialah dosa besar yang tidak akan mendapat ampunan
Allah. Pelakunya tidak akan masuk surge untuk selama-lamanya. Syirik asgar
termasuk dosa-dosa besar yang dikhawatirkan pelakunya akan meninggaldalam
keadaan kufur manakala Allah tidak mengampuninya dan selama dia tidak
bertobat kepada-Nya sebelum meninggal.
Bentuk-bentuk syirik akbar, antara lain : menyembah selain Allah yakni
menyembah berhala, matahari, bulan, jin dan setan, percaya kepada azimat,
mempercayai sihir, tenun (santet), percaya pada ramalan nasib. Adapun bentuk
syirik kecil adalah riya dan takabur.
2. Kufur

14

Kufur secara bahasa berarti menutupi. Kufur merupakan kata sifat dari
kafir. Jadi kafir adalah orangnya, sedangkan kufur adalah sifatnya. Menurut
syara kufur adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dengan
mendustakannya atau tidak mendustakannya. Orang kafir merupakan kebalikan
dari orang mukmin.
Kufur ada dua jenis: kufur besar dan kufur kecil. Kufur besar bisa
mengeluarkan seseorang dari agama Islam.
Kufur besar ada lima macam : Kufur karena mendustakan; Kufur karena
enggan dan sombong, padahal membenarkan; Kufur karena ragu; Kufur karena
berpaling; Kufur karena nifaq.
3. Nifaq dan fasiq
Secara bahasa nifaq berarti lubang tempat keluarnya yarbu (binatang
sejenis tikus) dari sarangnya, yang jika ia dicari dari lubang yang satu, ia akan
keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, kata nipaq berasal dari kata yang
berarti lubang bawah tanah tempat bersembunyi.
Adapun nifaq menurut syara artinya menampakan Islam dan kebaikan,
tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dengan kata lain nifaq adalah
menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang terkandung di dalam
hati. Orang yang melakukan perbuatan nifaq disebut munafik.
Nifaq terbagi menjadi dua jenis: nifaq itiqadiy dan nifaq amaliy.
Nifaq itiqadiy adalah nifaq besar. Pelakunya menampakkan keIslaman
tetapi dalam hatinya tersimpan kekufuran dan kebencian terhadap Islam. Jenis
nifaq ini menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari agama, dan di akhirat kelak
ia akan berada dalam kerak neraka.
Nifaq amaliy yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orangorang munafik, tetapi masih ada iman dihatinya.
4. Ujub dan takabur
Secara etimologi, ujub berasal dari ajiba, yajibu,ujban. Artinya heran
(takjub). Munculnya sifat ujub diawali dari rasa heran terhadap diri sendiri karena
melihat dirinya lebih hebat dan istimewa dari yang lain. Dari ujub selanjutnya
muncul sifat takabur (sombong), yakni mengecilkan dan meremehkan orang lain.

15

Jadi ujub dan takabur adalah dua sifat tercela yang berdampingan. Hujjatul
Islam. Al-Ghazali mengemukakan bahwa hal-hal yang menyebabkan ujub dan
takabur ialah ilmu, amal, kekayaan, kekuatan, kekuasaan, dan banyak pengikut.
Sifat ujub dibagi menjadi dua, yaitu ujub indan nas dan ujub indallah.
Ujub indan nas adalah sikap mengembangkan diri sendiri dihadapan orang
lain. Tujuannya adalah orang lain mengetahui kehebatan dan keistimewaan
dirinya. Orang yang terkena penyakit ujub biasanya mudah lupa diri sehingga
bersikap sombong, arogan dan sok. Hal ini desebabkan oleh hilangnya kendali
diri, dan kurang peka terhadap situasi dan kondisi. Hal itu sangat membahayakan
keselamatan kehidupan dunia dan dapat mengundang malapetaka.
Ujub indallah yaitu sikap mengembangkan diri sendiri dihadapan Allah.
Contohnya orang yang mendapat nikmat dari Allah, kemudian merasa heran
terhadap nikmat tersebut sehingga melupakan Allah, karena terlena dengan nikmat
yang menghampirinya. Yang lebih berbahaya adalah bila sudah tidak bersyukur
kepada Yang member nikmat, bahkan berani menentang perintah-Nya.
5. Dengki
Diantara sifat buruk manusia yang banyak merusak kehidupan adalah
dengki. Dalam bahasa arab dengki disebut hasad, yaitu perasaan yang timbul
dalam diri seseorang setelah memandang sesuatu yang tidak dimiliki olehnya,
tetapi dimiliki oleh orang lain, kemudian dia menyebarkan berita bahwa yang
dimiliki orang tersebut diperoleh dengan tidak sewajarnya.
Menurut Al-Ghazali, dengki adalah membenci kenikmatan yang diberikan
Allah kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu.
Dengki dapat merayapi hati orang yang merasa kalah wibawa, kalah popularitas,
kalah pengaruh, atau kalah pengikut.
Orang yang bersifat dengki sudah pasti akan menderita sebab hatinya
selalu susah, makan tidak enak dan tidurpun tidak nyenyak. Padahal orang yang
menjadi sasaran kedengkian kadang-kadnga tidak tahu apa-apa.
6. Mengupat dan mengadu domba

16

Mengupat (ghibah) dan mengadu domba (namimah) adalah seburuk-buruk


kejahatan dan yang paling beredar di masyarakat. Oleh karena itu hanya sedikit
orang yang selamat dari keduanya.
Yang dimaksud dengan mengupat atau ghibah adalah membicarakan aib
orang lain, sedangkan orang itu tidak suka apabila aibnya dibicarakan.baik yang
dibicarakannya

itu

ada

pada

badannya,

agamanya,

dunianya,

dirinya,

kejadiaanya,akhlaknya, hartanya, anaknya, orang tuanya, isteri atau suaminya,


pakaiannya dan sebagainya.
c. Fungsi pembelajaran aqidah akhlak
Mengenai fungsi pembelajaran aqidah akhlak, didalam standar kompetensi
Madrasah Aliyah mata pelajaran aqidah akhlak kurikulum 2004, telah dijelaskan:
1. Penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup
di dunia dan di akhirat.
2. Pengembangan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt serta akhlak mulia
peserta didik seoptimal mungkin, yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam
lingkungan keluarga.
3. Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui
aqidah akhlak.
4. Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam
keyakinan pengalaman ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.
5. Pencengahan peserta didik dari hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari
budaya asing yang akan dihadapinya sehari-hari.
6. Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan keimanan dan akhlak serta
system dan fungsionalnya.
7. Penyaluran peserta didik untuk mendalami aqidah akhlak pada jenjang
pendidikan yang lebih tinggi.
d. Tujuan pembelajaran aqidah akhlak
Pembelajaran aqidah akhlak bertujuan untuk menumbuhkan dan
meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam akhlak yang terpuji
melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengalaman
peserta didik tentang aqidah dan akhlak Islam, sehingga menjadi manusia muslim
yang terus berkembang dan meningkat kualitas keimanan dan ketakwaannya

17

kepada Allah swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang yang lebih
tinggi.
.

18

BAB III
ANALISA TENTANG PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK
DI MTs AL-MUSDARIYAH CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG
A. Kondisi Objektif
1.

Profil MTs Al-Musdariyah

19

2.

Visi dan Misi

Visi :
Terwujudnya kehidupan siswa yang beriman, bertaqwa dan berakhlakul karimah
serta unggul dalam prestasi
Misi :
a.
b.
c.
d.
3.

Meningkatkan efektifitas, efisienkualitas dan hasil belajar.


Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan.
Meningkatkan disiplin.
Menumbuhkembangkan budi pekerti islami dilandasi imtaq dan iptek.
LOGO MTs Al-Musdariyah Cileunyi Bandung

4.

KURIKULUM
Kurikulum MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kabupaten

Bandung Tahun

Pelajaran 2015/2016 mengacu diberlakukan kurikulum 2013 untuk kelas VII dan
VIII sedangkan untuk kelas IX masih menggunakan Kurikulum 2006. Mata
pelajaran terdiri dari 15 mata pelajaran nasional dan 1 muatan lokal Provinsi.
5.

EKSTRAKURIKULER
a. Pramuka
b. Palang Merah Remaja (PMR)
c. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa
d. PASKIBRAKA
e. Marching Band

6.

Sarana dan Prasarana


a. Keberadaan Tanah (Status Kepemilikan dan
Penggunaannya)
1) Luas Tanah

20

2) Penggunaan Tanah

No.

1.
2.
3.

Penggunaan

Bangunan
Lapangan
Olahraga
Halaman

Luas Tanah (m2) Menurut Status


Sertifikat
Belum
Sudah Sertifikat Sertifika
Total
t
3.030

3.030
1.200

1.200

800

800

4.

Kebun/Taman

200

200

5.

Belum digunakan

120

120

3) Jumlah Kondisi Bangunan

21

7.

PESERTA DIDIK MTS AL-MUSDARIYAH CILEUNYI KAB.


BANDUNG
a
.

Jumlah Pendaftar &Jumlah Siswa Yang Diterima di


Tingkat 7 TP 2015/2016

No.

Asal Sekolah

Jumlah
Pendaftar

Jumlah Diterima

Lk.

Pr.

Lk.

Pr.

1.

MI

2.

SD

21

17

21

17

3.

SD di Luar Negeri

22

4.

Pondok Pesantren

5.

Paket A

b
.

Kondisi Siswa dan Rombel Semester Ganjil TP 2015/2016


(Tahun Pelajaran Sekarang)

No.

Uraian Siswa &


Rombel
Siswa Baru Tingkat 7 (Awal
TP)
Siswa Naik dari Tingkat
Sebelumnya

1.
2.

Tingkat
7
L
Pr.
k.

Tingkat 8

Tingkat 9

Lk.

Pr.

Lk.

Pr.

23

24

21

32

34

29

3.

Siswa Pengulang

4.

Siswa Pindah Masuk

5.

Siswa Pindah Keluar

10

6.

Siswa Drop-out Keluar

7.

Siswa Drop-out Kembali

8.

Jumlah Siswa Total Saat Ini

23

24

21

36

35

30

9.

Jumlah Rombel

c.

Kondisi Siswa dan Rombel Akhir TP 2014/2015


(Tahun Pelajaran Lalu)

No.
1.

Uraian Siswa &


Rombel
Jumlah Siswa Awal TP
2014/2015

Tingkat
7
L
Pr.
k.

Tingkat 8

Tingkat 9

Lk.

Pr.

Lk.

Pr.


22


33


36


28


23


28

2.

Jumlah Siswa Pindah Masuk

3.

Jumlah Siswa Pindah Keluar

4.
5.

Jumlah Siswa Drop-out


Keluar
Jumlah Siswa Drop-out
Kembali

6.

Jumlah Siswa Naik Tingkat

7.

Jumlah Siswa Lulus


23


28

8.

Jumlah Rombel

23

8.

PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


a
.

Jumlah Pendidik dan Tenaga


Kependidikan
PNS
No.

Uraian
Lk.

Pr.

NonPNS
Lk
Pr.
.

1.

Jumlah Kepala Madrasah

2.

Jumlah Wakil Kepala Madrasah

3.

Jumlah Pendidik (di luar Kepala &


Wakil)

4.

Jumlah Pendidik Sudah Sertifikasi

5.
6.
7.

Jumlah Pendidik Berprestasi Tk.


Nasional
Jumlah Pendidik Sudah Ikut
Bimtek K-13
Jumlah Tenaga Kependidikan

B. Analisa Tentang Pelaksanaan Pendidikan Aqidah Akhlak di MTs AlMusdariyah


Dalam membudayakan akhlak yang mulia maka MTs Al-Musdariyah
Cileunyi Kab. Bandung menerapkan model pendidikan aqidah akhlak dengan cara
pengajaran (teaching), keteladanan (modelling), dan pembiasaan.
1. Pengajaran
Yaitu dengan cara pendidikan akidah akhlak menjadi mata pelajaran yang
merupakan bagian kurikulum. Disarmping itu pendidikan akhlak
merupakan bagian integral pada setiap mata pelajaran, karena ini memang
amanat dari kurikulum 2013.
2. Keteladanan
Dengan cara setiap guru harus memberikan uswah yang baik kepada
siswa, dan akhlak yang baik dimulai dari gurunya.
3. Pembiasaan

24

Hal ini merupakan program pendukung ataupun budaya sekolah, ada tiga
hal yang dilakukan agar dapat mendukung akhlak siswa lebih baik. a).
sholat dhuha b). shalat berjamaah c). tata tertib siswa.
C.

Pembelajaran Akidah akhlak di MTs Al-Musdariyah Cileunyi


Bandung
Pembelajaan Akidah akhlak di MTs al-Musdariyah Cileunyi Kabupaten

Bandung dalam setiap minggu terdapat dua jam dalam 1 jam pelajaran setara
dengan 40 menit.
Guru merupakan Pegawai Negeri Sipil, mengajar lebih dari 15 tahun,
lulusan Magister PAI Universitas Islam Nusantara (lulus tahun 2015), merupakan
kepala madrasah.
Terdapat 24 siswa yang mengikuti pembelajaran akidah sejumlah 13
perempuan, 11 laki-laki.
Setelah mengikuti pembelajaran selama 1 jam pembelajaran ada beberapa
hal yang menjadi catatan
1. Metode pembelajaran yang dipakai oleh guru akidah akidah adalah
ceramah dan Tanya jawab (conventional),
2. pendekatannya berpusat pada guru (teacher centere),
3. siswa mengikuti segala apa yang diperintahkan oleh guru dan
4. siswa cenderung pasif,
5. buku pembelajaran akidah akhlak tersedia meskipun belum memadai,
6. guru mencerminkan akhlak yang baik pada waktu itu salah satunya datang
5 menit sebelum pembelajaran dimulai,
7. Guru memiliki kharisma yang baik sehingga siswa respect.
8. Guru tidak memakai media pembelajaran.
D. Analisa Tentang faktor Pendukung dan Penghambat Pendidikan Aqidah
Akhlak di MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kab. Bandung
Faktor pendukung dan penghambat tersebut meliputi :

25

1. Faktor Pendukung : a). Tersedianya buku pembelajaran akidah akhlak


meskipun belum memadai; b). tata tertib dan penegakan tata tertib c).
Faktor lingkungan sekolah dengan kegiatan pembiasaan yang agamis
seperti disinggung sebelumnya.
Ketiga faktor tersebut memberi dampak yang positif dalam
merealisasikan visi MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kabupaten Bandung.
Walaupun jumlahnya masih belum memadai tetapi sudah memberikan
peran yang amat positif sehingga siswa tidak terlalu sibuk mencatat. Tata
tertib yang mengarahkan siswa untuk berakhlak mulia, dan penegakannya
yang dilakukan secara preventif maupun kuratif. Lingkungan sekolah yang
agamis juga memberikanf peran penting dalam membentuk psikologi anak
dalam berkomunikasi dan bermasyarakat.
2. Faktor Penghambat : 1) orang tua kurang memberikan perhatian dalam
pendidikan akhlak di rumah. 4) Guru tidak sema guru mencerminkan
kahlak yang baik 3) lingkungan sosial yang kurang baik.
Kedua faktor tersebut adalah kendala terberat yang dialami MTs AlMusdariyah Cileunyi Kab. Bandung dalam rangka mendidik aqidah dan
akhlak mulia terhadap siswa. Kebanyakan anak merupakan anak yang
broken home dan orangtua cenderung membiarkan membiarkan perilaku
menyimpang siswa. Siswa mempunyai sikap yang cenderung meniru
orang disekelilingnya sesuai dengan teori imitasi Tarde, dalam hal ini
menurut kepala sekolah ternyata tidak semua guru mencerminkan hal yang
baik selama berada di sekolah. Lingkungan sosial yang kurang baik turut
memberikan dampak yang buruk, karena setelah siswa selesai belajar di
sekolah mereka terkontaminasi oleh perilaku yang tidak baik dari teman
pergaulannya.

E. Keberhasilan Pendidikan Akidah Akhlak di MTs Al-Musdariyah


Untuk mengukur sebuah keberhasilan tentu harus melihat, tujuan semula
yang dibuat. Setidaknya ada dua indikator untuk mengukurnya, pertama secara

26

kognitif kedua secara kualitatif sikap, merujuk kepada sistem penilaian kualitatif
pendidikan nasional bahwa ada 4 kategorisasi penilaian kualitatif karakter.
1

BT: Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan


tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
2 MT: Mulai Terlihat (apabila peserta didk sudah mulai
memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan
dalam indikator tetap belum konsisten.
3 MB: Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah
memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam
indikator dan mulai konsisten).
4 MK: Membudaya (apabila peserta didik terus menerus
memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara
konsisten).
Berdasarkan hasil wawancara bersama Guru Akidah akhlak yang
merangkap sebagai kepala sekolah, bahwa secara kuantitatif nilai hasil UTS
Akidah Akhlak menujukan hasil yang bagus dengan terlampauinya KKM,
disamping ittu secara kualitatif sangat jarang ada masalah penyimpangan siswa
yang serius, dalam arti bisa disimpulkan bahwa pembelajaran akidah akhlak
secara umum berhasil.

BAB V
PENUTUP
A.

Kesimpulan

27

Sesuai dengan rumusan masalah yang kami kemukakan sebelumnya, maka


dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pendidikan aqidah akhlak siswa MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kab. Bandung
membudayakan dilakukan dengan tiga cara yaitu pengajaran (teaching),
keteladanan (modelling), dan pembiasaan (habituation)
2. Pembelajaran akidah akhlak masih menggunakan metode konvensional.
3. a. Faktor-faktor pendukung dalam pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak di
MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kab. Bandung adalah :
1) tersedianya buku ajar akidah akhlak meskipun belum memadai
2) tata tertib siswa dan penegakannya
3) lingkungan sekolah yang agamis
a. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pendidikan aqidah akhlak
di MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kab. Bandung adalah :
1) Kurangnya perhatian orang tua dalam pendidikan akhlak
2) Tidak semua guru mencerminkan akhlak yang mulia
3) Lingkungan sosial yang kurang baik.
4. Secara kuantitatif nilai uts akidah akhlak, menunjukan hasil yang baik dengan
melampaui KKM, dan secara kualitatif berdasarkan catatan kesiswaan bahwa
penyimpangan peserta didik sangat jarang ada masalah yang serius. Hal ini
menunjukan bahwa pendidikan kahlak di MTs al-Musdariyah Cileunyi
Bandung berhasil.
B.

Saran
Berdasarkan yang kami peroleh, ada beberapa hal yang kami sarankan,

antara lain :
1. Hendaknya guru menyampaikan materi dengan metode yang menyenangkan,
dengan pendekatan yang berpusat pada siswa, siswa terlibat aktif dalam
pembelajaran, sehingga menimbulkan kesadaran akan pentingnya pendidikan
akhlak.
2. Memang untuk penggunaan media menjadi tanggung jawab sekolah dalam
penyediaanya, guru tidak memakai media pembelajaran karena tidak tersedia
di sekolah, tetapi sebetulnya media pembelajaran tidak hanya proyektor saja,

28

banyak hl lain yang lebih efisien. Untuk mengatasi ini sekolah dapat
memfasilitasi guru dengan cara melibatkan guru pada pelatihan model-model
pembelajaran atau sekolah mengadakan in house training.
3. Untuk mengatasi dampak buruk dari lingkungan, sekolah dapat melakukan
kerjasama dengan lembaga-lembaga yang ada hubungannya dengan
penyimpangan remaja, agar tahu dampak, dan risiko yang ditimbulkan.
Semisal dengan kespolisian setempat dan Badan narkotika kabupaten.

DAFTAR PUSTAKA

29

Cholid Narbuko dan Abu Achmadi.2007. Metodelogi Penelitian, cet 8. Jakarta :


PT. Bumi Aksara.
Iqbal Hasan. 2008. Analisa Data Penelitian dengan Stastitik, cet. 3. Jakarta : PT.
Bumi Aksara.
Ridwan. 2008. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, op. cit h. 30..
Bandung : Alfabeta.
Rosihon Anwar. 2008. Aqidah akhlak . Bandung : CV Pustaka Setia.
W. Gulo. 2007. Metode Penelitian, cet 5. Jakarta : PT Grasindo.

Foto-Foto

30

Bangunan MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kabupaten Bandung

Suasana Belajar di MTs Al-Musdariyah Cileunyi Kabupaten Bandung

Foto Bersama dan Wawancara Bersama Kepala Sekolah

31

PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN


AQIDAH AKHLAK
DI MTS AL-MUSDARIYAH CILEUNYI KAB. BANDUNG
MINI RISET

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Aqidah Akhlak dan
Pembelajaran Dosen Pengampu : Dr. H. Dindin Jamaludin, M.Ag

Oleh :
Nizar Abdullah Suja`i
Samin Syahidin
Siti Fatimah
Syafaat Ali Syariati
Tia Setiawati
Ulfah Musyarofah
Zaenul Arifin

: 2.213.3.019
: 2.213.3.028
: 2.213.3.033
: 2.213.3.037
: 2.213.3.039
: 2.213.3.045
: 2.213.3.048

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
1437 H/2015 M

32