Anda di halaman 1dari 30

Rizky Aisyah

IDENTITAS

Nama
Umur
Jenis kelamin
Agama
Pekerjaan
Alamat
Minggu

:
:
:
:

: Tn. H
: 29 tahun
Laki-laki
Islam
Karyawan Swasta
Kp. Utara I RT 03/RW 05, Pasar

ANAMNESIS

Keluhan Utama
: penglihatan mata
kiri buram sejak 1 hari lalu
Keluhan Tambahan : mata merah dan
terasa seperti ada yang mengganjal
pada mata kiri sejak 1 hari lalu

RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG

Pasien datang ke poliklinik mata RSUD Pasar Rebo dengan


keluhan penglihatan mata kiri buram sejak 1 hari yang lalu.
Keluhan disertai dengan mata merah dan terasa seperti ada yang
mengganjal pada mata kiri. Keluhan-keluhan tersebut berawal
saat pasien bangun tidur di pagi hari pada satu hari sebelumnya,
pasien merasa mata kiri seperti kemasukan sesuatu, lalu pasien
menggosok-gosok mata kirinya dengan menggunakan tangan
kemudian dibasuh dengan air. Setelah itu, pasien mengaku mata
kiri merah, nyeri, terasa seperti ada yang mengganjal, disertai
penglihatan buram. Pasien berobat ke klinik dan diberi obat tetes
mata, namun karena pasien merasa tidak ada perbaikan setelah
pemberian obat tetes mata tersebut, pasien membasuh mata kiri
dengan menggunakan air rendaman daun sirih.

Pasien tidak mengeluh penglihatan silau bila


terkena cahaya, mata terasa gatal, berair, ataupun kotor.
Pasien juga menyangkal keluhan nyeri bila bola mata
digerakkan. Keluhan sakit kepala,mual, dan muntah juga
tidak dirasakan. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit
seperti TBC, herpes simplek ataupun penyakit sistemik
lain. Pasien tidak memiliki riwayat operasi mata
intraokuler sebelumnya seperti operasi katarak, dan
riwayat trauma tembus bola mata. Pasien menyangkal
adanya trauma pada kedua daerah matanya. Pasien juga
tidak pernah menggunakan lensa kontak.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien mengaku mengalami keluhan yang sama pada mata
kiri tersebut pada 3 bulan yang lalu. Pasien berobat ke
klinik dan diberi obat tetes mata, kemudian keluhan
menghilang.

Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada keluarga yang memiliki keluhan yang sama.

Riwayat Alergi :
Tidak ada riwayat alergi sebelumnya

STATUS GENERALIS

Keadaan umum
Kesadaran

: compos mentis

Tekanan darah
Nadi

: tampak sakit sedang


: 120/80 mmHg

: 78 kali/menit

Frekuensi nafas

: 22 kali/menit

Suhu : 36,3o C
Kepala

: normocephal

Leher : pembesaran KGB dan tiroid tidak ada


Thoraks

: cor : BJ I dan II reguler, murmur (-), gallop (-)

Pulmo : Suara nafas vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/Abdomen

: supel, nyeri tekan (-), bising usus (+) normal

Ekstremitas

: edema (-), akral hangat

STATUS OPHTALMOLOGIS

RESUME
Pasien laki-laki 29 tahun datang ke poliklinik mata RSUD Pasar
Rebo dengan keluhan penglihatan mata kiri buram sejak 1 hari yang lalu.
Keluhan disertai dengan mata merah dan terasa seperti ada yang
mengganjal pada mata kiri. Keluhan-keluhan tersebut berawal saat pasien
bangun tidur di pagi hari pada satu hari sebelumnya, pasien merasa mata
kiri seperti kemasukan sesuatu, lalu pasien menggosok-gosok mata kirinya
dengan menggunakan tangan kemudian dibasuh dengan air. Pasien
berobat ke klinik dan diberi obat tetes mata, namun karena pasien merasa
tidak ada perbaikan setelah pemberian obat tetes mata tersebut, pasien
membasuh mata kiri dengan menggunakan air rendaman daun sirih.
Riwayat penggunaan lensa kontak (-). Riwayat penyakit dengan keluhan
yang sama sebelumnya (+) 3 bulan yang lalu.
Pemeriksaan visus VOD 6/15 dan VOS 6/40. Pada pemeriksaan Slit
Lamp tampak kornea mata kiri dengan defek epitel (+), letak paracentral
superior, kedalaman sampai ke stroma, batas tegas, irregular, dan tes
fluorescein (+).

DIAGNOSA KERJA
Ulkus Kornea OS e.c Bakteri

DIAGNOSA BANDING
Ulkus Kornea OS e.c Fungi
Ulkus Kornea OS e.c Viral

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pewarnaan gram dari kerokan ulkus kornea
Pewarnaan KOH dari kerokan ulkus kornea
Uji kultur resistensi bakteri

PENATALAKSANAAN

MEDIKAMENTOSA

EDUKASI

Levofloxacin eye drop 6 x


1 tetes
Atropin sulfat eye drop 3
x 1 tetes
Natamycin eye drop 4 x 1
tetes
Vitamin C peroral 3 x1
tab

Pemakaian obat teratur sesuai


anjuran pakai
Hindari
penggunaan
lensa
kontak
Jangan
memegang
atau
menggosok-gosok mata yang
meradang
Mencegah penyebaran infeksi
dengan
mencuci
tangan
sesering
mungkin
dan
mengeringkannya
dengan
handuk atau kain yang bersih

PROGNOSIS

Quo
Quo
Quo
Quo

ad
ad
ad
ad

Vitam
:
Functionam :
Sanationam :
Comesticam :

ad bonam
dubia ad bonam
dubia ad bonam
dubia ad bonam

TINJAUAN PUSTAKA

ULKUS KORNEA

Ulkus kornea adalah hilangnya


sebagian permukaan kornea akibat
kematian jaringan kornea, yang
ditandai dengan adanya infiltrat
supuratif disertai defek kornea
bergaung, dan diskontinuitas jaringan
kornea yang dapat terjadi dari epitel
sampai stroma.

ETIOLOGI

Infeksi

a.

infeksi jamur

b.

infeksi virus

c.

infeksi bakteri

d.

Acanthamoeba
Sistem Imun

a.

Granulomatosa wagener

b.

Rheumathoid arthritis

Non-Infeksi

a.
b.
c.
d.
e.
f.

bahan kimia
Radiasi
sindrom sjorgen
defisiensi vitamin A
obat-obatan
Kelainan dari membran
basal, misalnya karena
trauma.
g. Pajanan (exposure)
h. Neurotropik

GEJALA KLINIS

GEJALA SUBJEKTIF

Eritema kelopak mata dan


konjungtiva
Sekret mukopurulen
Merasa ada benda asing di
mata
Pandangan kabur
Bintik putih pd kornea pd
lokasi ulkus
Mata berair
Silau
Nyeri

GEJALA OBJEKTIF

Injeksi siliar
Hilangnya sebagian
jaringan kornea, dan
adanya infiltrat
Hipopion

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Ketajaman penglihatan
Tes refraksi
Tes air mata
Pemeriksaanslit-lamp
Keratometri (pengukuran kornea)
Respon reflek pupil
Pewarnaan kornea dengan zatfluoresensi
Goresan ulkus untuk analisa atau kultur
(pulasan gram, giemsa atau KOH)

PENATALAKSANAAN

Tujuan Penatalaksanaan:
1.Eradikasi bakteri dari kornea
2.Menekan reaksi peradangan sehingga
memperberat destruksi pada kornea
3.Mempercepat penyembuhan defek epitel
4.Mengatasi komplikasi
5.Memperbaiki tajam penglihatan

tidak

PENGOBATAN

Benda asing dan bahan yang merangsang harus lekas


dihilangkan. Erosi kornea yang sekecil apapun harus
diperhatikan dan diobati sebaik-baiknya.
Pemberian sikloplegika. Sikloplegika yang sering
digunakan adalah sulfas atropin karena bekerjannya
lama 1-2 minggu. Efek kerja atropin adalah sebagai
berikut :
1. Sedatif, menghilangkan rasa sakit
2. Dekongestif, menurunkan tanda radang
3. Menyebabkan paralise m.siliaris dan m.konstriktor
pupil. Dengan lumpunya m.siliaris mata tidak
mempunyai daya akomodasi sehingga mata dalam
keadaan istirahat. Dengan lumpunya m.konstriktor
pupil, terjadi midriasis, sehingga sinekia posterior
yang telah terjadi dapat dilepaskan dan dicegah
pembentukan sinekia posterior yang baru.

Antibiotik
Antibiotik yang sesuai dengan kuman penyebabnya
atau yang berspektrum luas dapat diberikan
sebagai salep, tetes, atau suntikan subkonjunctiva.
Bedah (keratoplasti)
Indikasi keratoplasti :
1. Dengan pengobatan tidak sembuh
2. Terjadinya jaringan parut yang menganggu
penglihatan
3. Kedalaman ulkus telah mengancam terjadinya
perforasi

ANTIBIOTIK

Pengobatan konstitusi
Oleh karena ulkus biasannya timbul pada orang
dengan keadaan umum yang kurang dari normal,
maka keadaan umumnya harus diperbaiki
dengan makanan yang bergizi, udara yang baik,
lingkungan yang sehat, pemberian roboransia
yang mengandung vitamin A, vitamin B kompleks
dan vitamin C.

Anti jamur
Terapi medika mentosa di Indonesia terhambat oleh
terbatasnya preparat komersial yang tersedia berdasarkan jenis
keratomitosis yang dihadapi bisa dibagi:
1. Jenis jamur yang belum diidentifikasi penyebabnya : topikal
amphotericin B 1, 2, 5 mg/ml, Thiomerosal 10 mg/ml,
Natamycin > 10 mg/ml, golongan Imidazole
2. Jamur berfilamen :
Natamicin, Imidazol

topikal

amphotericin

B,

thiomerosal,

3. Ragi (yeast) : amphotericin B, Natamicin, Imidazol


4. Actinomyces yang bukan jamur sejati : golongan sulfa, berbagai
jenis anti biotik

Anti Viral
Untuk herpes zoster pengobatan bersifat
simtomatik diberikan streroid lokal untuk mengurangi
gejala, sikloplegik, anti biotik spektrum luas untuk
infeksi sekunder analgetik bila terdapat indikasi.
Untuk herpes simplex diberikan pengobatan IDU,
ARA-A, PAA, interferon inducer.

PENANGANAN KOMPLIKASI

Bila seseorang dengan ulkus kornea mengalami


perforasi spontan, berikan sulfas atropin, antibiotik
dan balut yang kuat. Segera masuk ke tempat tidur
dan jangan melakukan gerakan-gerakan.
Bila perforasinya disertai prolaps iris dan terjadinya
baru saja, maka padanya dilakukan :
1. Iridektomi dari iris yang prolaps
2. Iris direposisi
3. Kornea dijahit dan ditutup dengan flap konjunctiva
4. Beri sulfas atropin dan salep antibiotik
5. Balut yang kuat

THANK YOU