Anda di halaman 1dari 4

VAGINAL TOUCHER

SPO

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Mulai Berlaku
Halaman

:
:
:
:
:1-4

PUSKESMAS
GUNUNGPATI

1. Pengertian

Ditetapkan Oleh
Kepala
Puskesmas Gunungpati

Dr. YUNI ASTUTI


19730611 200212 2 004

Vaginal Toucher adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan


jari ke dalam liang senggama untuk mengetahui :
a. Pasien yang baru datang sudah inpartu/belum
b. Menetapkan titik awal suatu persalinan
c. Menetapkan kemajuan perjalanan persalinan
Indikasi VT yaitu
a. Primipara, kehamilan 36 mg bagian bawah janin belum masuk PAP
b. Menentukan kemajuan persalinan
c. Ketuban pecah sedang bagian bawah janin masih tinggi
d. Menentukan tindakan
Kontraindikasi VT yaitu
a. Perdarahan
b. Plasenta previa
c. Ketuban pecah dini

2. Tujuan

d. Persalinan preterm
1.
Untuk menentukan apakah pasien benar dalam keadaan inpartu
2.
Untuk menentukan factor janin dan panggul
3.
Menentukan perkiraan persalinan
4.
Untuk menilai vagina (terutama dindingnya) apakah ada bagian yang
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

menyempit
Untuk menilai keadaan serta pembukaan servik
Untuk menilai ada tidaknya tumor pada jalan lahir
Untuk mengetahui pecah tidaknya selaput ketuban
Untuk mengetahui presentasi janin
Untuk mengetahui turunnya kepala dalam panggul
Untuk mengetahui penilaian besarnya kepala terhadap panggul
Untuk mengetahui apakah proses persalinan telah dimulai serta
kemajuan persalinan

3. Kebijakan
4. Alat dan Bahan

5. Prosedur

:
:

Handscoon (sarung tangan)

Bengkok

Jelly

Setengah kocker

Kapas DTT

- Kassa steril
1. Petugas menutupi badan ibu sebanyak mungkin dengan sarung atau

AKREDITASI VAGINAL TOUCHER


PUSKESMAS

VAGINAL TOUCHER

SPO

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Mulai Berlaku
Halaman

:
:
:
:
:2-4

PUSKESMAS
GUNUNGPATI

Ditetapkan Oleh
Kepala
Puskesmas Gunungpati

Dr. YUNI ASTUTI


19730611 200212 2 004

selimut.
2. Petugas meminta ibu berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan paha
dibentangkan (mungkin akan membantu jika ibu menempelkan kedua
telapak kakinya satu sama lain).
3. Petugas menggunakan sarung angan DTT atau steril saat melakukan
pemeriksaan.
4. Petugas menggunakan kasa atau gulungan kapas DTT yang dicelupkan
ke air DTT/larutan antiseptik. Membasuh labia secara hati-hati, seka
dari depan ke belakang untuk menghindarkan kontaminasi feses (tinja).
5. Petugas memeriksa genetelia eksterna, perhatikan apakah ada luka atau
massa (benjolan) termasuk kondilomata varikositas vulva atau
rektum,atau luka parut di perineum.
6. Petugas menilai cairan vagina dan tentukan apakah ada bercak darah,
perdarahan pervaginam atau mekonium :
1)

Jika ada perdarahan pervaginam, jangan lakukan pemeriksaan


dalam.

2)

jika ketuban sudah pecah, lihat warna dan bau air ketuban. Jika
terlihat pewarnaan mekonium,nilai apakah kental atau encer dan
periksa djj.
a) jika mekonium encer dan djj normal,teruskan pemantauan djj
secara seksama menurut petunjuk partograf.jika jika ada tandatanda akan terjadi gawat janin lakukan rujukan segera.
b) jika mekonium kental,nilai djj dan rujuk segera.
c) jika tercium bau busuk mungkin telah terjadi infeksi.

7. Petugas dengan hati-hati memisahkan labia mayor dengan jari manis


dengan ibu jari(gunakan sarung tangan pemeriksa). Masukan jari
telunjuk yang diikuti oleh jari tengah.janga mengeluarkan kedua jari
tersebut sampai pemeriksan selesai dilakukan.jika selaput ketuban
belum pecah,jangan melakukan tindakan amniotomi(merobeknya).
8. Petugas menilai vagina.luka parut pada vagina mengindikasikan ada
riwayat robekan perinium atau tindakan episiotomi sebelumnya. Hal ini
AKREDITASI VAGINAL TOUCHER
PUSKESMAS

VAGINAL TOUCHER

SPO

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Mulai Berlaku
Halaman

:
:
:
:
:3-4

Ditetapkan Oleh
Kepala
Puskesmas Gunungpati

PUSKESMAS
GUNUNGPATI

Dr. YUNI ASTUTI


19730611 200212 2 004

merupakan informasi penting untuk menentukan tindakan pada saat


kelahiran bayi.
9. Petugas menilai pembukaan dan penipisan serviks.
10. Petugas memastikan tali pusat dan/atau bagian-bagian kecil(tangan atau
kaki)tidak teraba pada saat melakukan periksa dalam.jika teraba maka
ikuti langkah-langkah gawat darurat dan segera rujuk ibu kefasilitas
kesehatan yang sesuai.
11. Petugas menilai penurunan bagian terbawah janin dan tentukan apakah
bagian tersebut telah masuk kedalam rongga panggul.bandingkan
tingkat penurunan kepala dari hasil periksa dalam dengan hasil
periksaan melaui dinding abdomen untuk menentukan kemajuaan
persalinan.
12. Jika

bagian

terbawah

penunjuknya(ubun-ubun

adalah

kepala,

kecil,ubun-ubun

petugas
besar

atau

memastikan
fontanela

magna)dan celah(sutura)sagitalis untuk menilai derajat penyusupan atau


tumpang tindih tulang kepala dan apakah ukuran kepala janin sesuai
dengan ukuran jalan lahir.
13. Jika

pemeriksaan

sudah

pemeriksaan,celupkan

lengkap,keluarkan

sarung

tangan

kedua

kedalam

jari

larutan

dari
untuk

dekontaminasi,lepaskan kedua sarung tangan tadi secara terbalik dan


rendam dalam larutan dekontaminasi selama 10 menit.
14. Petugas mencuci kedua tangan dan segera keringkan dengan handuk
yang bersih dan kering.
15. Petugas membantu ibu untuk mengambil posisi yang lebih nyaman.
6. Dokumen Terkait

16. Petugas menjelaskan hasil-hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarganya.


- Lembar observasi
- Partograf
- Rekam medik

7. Distribusi

8. Rekaman Historis Perubahan

AKREDITASI VAGINAL TOUCHER


PUSKESMAS

VAGINAL TOUCHER

SPO

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Mulai Berlaku
Halaman

PUSKESMAS
GUNUNGPATI

No

:
:
:
:
:4-4

Ditetapkan Oleh
Kepala
Puskesmas Gunungpati

Dr. YUNI ASTUTI


19730611 200212 2 004

Isi Perubahan

AKREDITASI VAGINAL TOUCHER


PUSKESMAS

Tgl. Mulai Diberlakukan