Anda di halaman 1dari 46

ELEMEN MESIN 2

KULIAH # 6 & 7 #

KOPLING
Oleh :
IR.NAFSAN UPARA.MM.MT

1. Pendahuluan
Pengertian
Kopling adalah suatu elemen mesin yang

berfungsi untuk mentransmisikan daya


dari poros penggerak (driving shaft) ke
poros yang digerakkan (driven shaft),

dimana putaran inputnya akan sama


dengan putaran outputnya.

1. Pendahuluan

Persyaratan Kopling

1. Mampu menahan kelebihan beban.


2. Mengurangi
getaran
dari
poros
penggerak diakibatkan oleh gerakan dari
elemen lain.
3. Mampu menjamin penyambungan dua
poros atau lebih.
4. Mampu mencegah terjadinya beban
kejut.
3

1. Pendahuluan
Kondisi yang diperhatikan dalam perencanaan Kopling

1. Kopling harus mudah dipasang dan


dilepas
2. Kopling harus dapat mentransmisikan
daya sepenuhnya dari poros
3. Kopling harus sederhana dan ringan
4. Kopling harus dapat mengurangi
kesalahan hubungan pada poros
4

1. Pendahuluan
Jenis-jenis Kopling berdasarkan Cara Kerja

1. Kopling Tetap (Coupling)


2. Kopling Tak Tetap (Clutch)

2. Kopling Tetap
Kopling tetap adalah suatu elemen mesin
yang berfungsi sebagai penerus putaran dan
daya dari poros penggerak ke poros yang
digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip),
dimana sumbu kedua poros tersebut terletak
pada satu garis lurus atau dapat sedikit
berbeda sumbunya.
Kopling tetap selalu dalam keadaan
terpasang, untuk memisahkannya harus
dilakukan pembongkaran.
6

2. Kopling Tetap

Macam-macam Kopling Tetap

1. Kopling kaku
2. Kopling luwes/Fleksibel
3. Kopling universal

4. Kopling Fluida

2. Kopling Tetap
Kopling Kaku

Kopling flens kaku

Kopling bus

Kopling flens tempa

2. Kopling Tetap

Kopling Luwes/Fleksibel

Kopling flens luwes

Kopling karet ban

Kopling karet bintang

Kopling gigi

Kopling rantai

2. Kopling Tetap
Kopling Universal

Kopling universal hook

10

2. Kopling Tetap
Kopling Fluida

Dengan penyimpan minyak

Kembar

11

2. Kopling Tetap
Kopling Flens

Ukuran Dasar

a. Kopling Flens Protected

b. Kopling Flens Unprotected

12

2. Kopling Tetap
Kopling Flens

Ukuran Dasar

13

2. Kopling Tetap

14

2. Kopling Tetap
Perancangan Kopling Flens

1. Disain Hub

Catatan :
d : diameter poros
D : diameter luar hub
=2d

2. Disain Flens

3. Disain Baut
Beban tiap baut
Total beban seluruh baut

15

2. Kopling Tetap
Rancangan Kopling Flens
Torsi yang ditransmisikan
Daerah penahan crushing seluruh baut

Tegangan crushing seluruh baut


Torsi yang di transmisikan

4. Jumlah baut ,diameter poros, desain kopling flens

16

2. Kopling Tetap
5. Material yang biasa digunakan pada kopling flens

17

2. Kopling Tetap
6. Dimensi Standar Desain Kompling Flens

18

2. Kopling Tetap
7. Dimensi Standar Desain Kopling Flens

Keterangan :
Satuan : mm
Jika tidak disebutkan secara khusus, angka-angka dalam table berlaku umum baik
untuk halus maupun kasar.
19
Pemakaian angka-angka dalam kurung sejauh mungkin dihindari.

2. Kopling Tetap
Contoh 6.1
Desain kopling flens yang terbuat dari cast iron,
memindahkan 15 kW pada 900 rpm dari motor
listrik ke kompresor. Faktor pelayanan 1,35.
Tegangan ijin bahan untuk :
Geser pada poros, baut dan pasak = 40
MPa
Crushing pada baut dan pasak = 80 MPa
Geser pada besi cor flens = 8 MPa
20

2. Kopling Tetap
Penyelesaian.
Dik : kopling flens, material besi cor
P = 15 kW = 15 x103 W
N = 900 rpm
Faktor pelayanan (FP)= 1,35
Tegangan yang dijinkan :
s = b = k = 40 MPa = 40 N/mm2

c = 8 MPa = 8 N/mm2
cb = ck = 80 MPa= 80 N/mm2

Ditanyakan : Disain kopling flens tersebut

21

2. Kopling Tetap
Jawab
1. Torsi (T)
Torsi maksimum :

Tmax = FP x T
2. Diamater poros (d)

Dipilih , d = 35 mm

3. Diamater hub (D)

4. Panjang hub (L)


5. Cek terhadap tegangan geser

3,4 MPa < 8 MPa aman

22

2. Kopling Tetap
6. Tebal flens (tf)
Cek tegangan geser

9. Ukuran Baut

Dari tabel slide 16 untuk d = 35 mm


diperoleh jumlah baut n = 4
Diamater lingkaran jarak bagi (D1)
D1 = n x d = 4 x 35 = 140 mm

Diamater nominal baut (d1)


1,6 MPa < 8 MPa aman

7. Diamater luar flens (D2)


8. Tebal protektif flens (tp)

215 x10 3

2
105
d1 x 40 x 4 x
6594(d1 ) 2
4
2

d1 = 5,71 mm

Dipilih baut M8

23

2. Kopling Tetap
10. Ukuran pasak
Karena:

dan d = 35 mm, dari tabel diperoleh:

24

2. Kopling Tetap
Lebar pasak
Cek tegangan geser

Panjang pasak
Cek tegangan crushing

39,0 MPa < 80 MPa aman

19,5 MPa < 40 MPa aman

25

2. Kopling Tetap
Contoh 6.2
Dengan menggunakan tabel kopling flens,
tentukan dimensi flens dan baut untuk
meneruskan daya 65 HP pada putaran 180

r/min. jika bahan poros baja liat dengan


tegangan tarik maksimum max = 400N/mm2
dan SF = 6
26

2. Kopling Tetap
Penyelesaian.
Dik : kopling flens

Ditanyakan : Disain kopling flens tersebut

27

2. Kopling Tetap
Jawab

28

2. Kopling Tetap
Kopling Fleksibel
Kopling fleksibel dipakai jika menyambung dua poros
yang

tidak

tepat

sumbunya

(diijinkan

terjadi

misalignment).
Jenis-jenis kopling fleksibel:
Bushed pin flexible coupling,
Oldham's coupling,
Universal coupling
29

2. Kopling Tetap

Bushed Pin Flexible Coupling

30

2. Kopling Tetap
Keterangan
l

d2
pb
n
D1

: panjang bush pada flens


: diamater bush
: tekanan dukung pada flens atau pin
: jumlah pin
: Diamater lingkaran jarak bagi pin

Beban dukung pada tiap pin/bush

Total Beban dukung pada pin/bush


Torsi pada Kopling

31

2. Kopling Tetap
Tegangan geser akibat torsi pada kopling
Distribusi gaya W pada Pin atau karet bush,sehingga:
Momen lentur pada pin

Tegangan dukung
Cek tegangan prinsipal maksimum

< 28-42 MPa

Cek tegangan geser maksimum pada pin


32

2. Kopling Tetap
Contoh 6.3

Desain kopling flens tipe bushed pin yang dihubungkan dengan


poros pompa memindahkan 32 kW pada 900 rpm. Torsi
keseluruhan adalah 20 persen lebih dari torsi utama.Tegangan
ijin bahan untuk :
Geser dan crushing pada material poros dan pasak = 40 MPa
dan 80 MPa
Geser pada besi cor flens = 15 MPa
Tegangan dukung pada karet bush = 0,8 N/mm2
Bahan pin sama dengan bahan poros dan pasak
Note : jumlah baut 3 buah dan jumlah pin adalah 6

33

2. Kopling Tetap
Dik : kopling fleksibel tipe bushed-pin
P = 32 kW = 32 x103 W
N = 960 rpm

Tmax = 1,2 Tmean


Tegangan yang dijinkan :
s = k = 40 MPa = 40 N/mm2; c = 15 MPa = 15 N/mm2
cs = ck = 80 MPa = 80 N/mm2; pb = 0,8 N/mm2; n = 6

Ditanyakan : Disain kopling fleksibel tipe bushed-pin tersebut

34

2. Kopling Tetap

Penyelesaian.

1. Perancangan Pin &


Rubber Bush

Diameter pin
Dipilih d1 = 20 mm

Torsi rata-rata yg dipindahkan


poros

Diameter rubber bush

Torsi maksimum yg dipindahkan


poros

Diameter lingkaran jarak bagi


pin

Diameter poros

Panjang bush (l) pada flensa

Beban aksi dukung tiap pin

35

2. Kopling Tetap
Dari Torsi maksimum kopling

Tegangan prinsipal maksimum

Tegangan geser maksimum =


Pengecekan tegangan
Tegangan akibat torsi

Nilai ini dibawah = 40 N/mm2 .. aman


Tegangan lentur

36

2. Kopling Tetap
2. Perancangan Hub
Diameter luar Hub
Panjang Hub
Pengecekan tegangan geser

3. Perancangan pasak
Untuk diameter poros d =
40mm, dari slide 24
diperoleh

Lebar pasak
Panjang pasak
Tebal pasak

Nilai ini dibawah = 15 N/mm2 .. aman

Pengecekan tegangan geser

Nilai ini dibawah = 40 N/mm2 .. aman


37

2. Kopling Tetap
Pengecekan tegangan Crushing

Nilai ini dibawah = 80 N/mm2 .. aman

4. Perancangan Flensa
Tebal Flensa

Pengecekan tegangan geser

Nilai ini dibawah = 15 N/mm2 .. aman

38

2. Kopling Tetap
Universal Coupling

Keterangan

d = Diameter poros
dp = Diameter pin
dan 1 = tegangan geser yang
diijinkan bahan poros dan pin
Torsi pada poros:

Torsi pada Pin (geser ganda):

39

2. Kopling Tetap
Jika kopling universal tunggal dipakai, maka poros kecepatan
penggerak dan digerakan menjadi:

40

2. Kopling Tetap
Kecepatan poros penggerak maksimum:

Kecepatan poros digerakan maksimum:

41

2. Kopling Tetap
Contoh 6.4
An universal coupling is used to connect two mild steel shafts
transmitting a torque of 5000 N-m. Assuming that the shafts are
subjected to torsion only, find the diameter of the shafts and
pins. The allowable shear stresses for the shaft and pin may be
taken as 60 MPa and 28 MPa respectively.

42

2. Kopling Tetap
Jawab

43

2. Kopling Tetap
Tugas-1

Two shafts made of plain carbon steel are connected by a rigid


protective type flange coupling. The shafts are running at 500
r.p.m. and transmit 25 kW power. Design the coupling
completely for overload capacity 25 per cent in excess of mean
transmitted torque capacity. Assume the following permissible
stresses for the coupling components :
Shaft Permissible tensile stress = 60 MPa;
Permissible shear stress = 35 MPa;
Keys Rectangular formed end sunk key having permissible
compressive strength = 60 Mpa;
Bolts made of steel having permissible shear stress = 28 Mpa
Flanges Cast iron having permissible shear stress = 12 MPa
44

2. Kopling Tetap
Tugas-2

Design a bushed-pin type flexible coupling for connecting a


motor shaft to a pump shaft for the following service
conditions :
Power to be transmitted = 40 kW ; speed of the motor shaft
= 1000 r.p.m. ; diameter of the motor shaft = 50 mm ;
diameter of the pump shaft = 45 mm. The bearing pressure
in the rubber bush and allowable stress in the pins are to be
limited to 0.45 N/mm2 and 25 MPa respectively.

45

2. Kopling Tetap
Tugas-3

An universal coupling is used to connect two mild steel shafts


transmitting a torque of 6000 N-m. Assuming that the shafts are
subjected to torsion only, find the diameter of the shaft and the
pin. The allowable shear stresses for the shaft and pin may be

taken as 55 MPa and 30 MPa respectively

46