Anda di halaman 1dari 7

1.

4 Pertumbuhan Dinding Sel


Penelitian dengan menggunakan mikroskop elektron menunjukkan bahwa struktur
yang paling menonjol pada dinding sel tumbuhan tingkat tinggi adalah rangka mikrofibil
sellulosa. Sellulosa berbentuk seperti rantai panjang lurus dari , 1-4 terkait dengan unit-unit
glukosa. Yang mana merupakan agregat untuk membentuk mikrofibil. Rantai paralel itu
kemudian terpisah satu sama lain. Pada setiap agregat yang menjadikan mikrofibil memiliki
bentuk para- crystalline. Rantai tersebut merupakan ikatan hidrogen yang terbentuk dari
kelompok hidroksil pada posisi 6 di satu rantai dan ikatan glikosidik oksigen (O5) pada
rantai yang berdekatan. Ada juga ikatan intra molekular antara kelompok hidroksil pada
posisi 3 dan jembatan oksigen dari unit glukosa yang berdekatan pada rantai yang sama
(gambar 1.2). Bentuk fitur tersebut memberikan kekuatan pada mikrofibil.

Gambar 1.2 hubungan rantai sellulosa, menunjukkan ikatan hidrogen antara rantai yang berdekatan ,dan
ikatan intramolekular antara unit glukosa yang terkait pada rantai yang sama. (dari W.D. Bauer in The
Molecular Biology Of Plant Cell,(Ed.) H. Smith, Blackwell Scientific Publication , Oxford, 1977.)

Mikrofibil terdapat dalam matrix dari non-selulosa polisakarida yang termasuk fraksi
susunan dari sisa gula pentosa (5 gula karbon) arabinose dan xylose dan hexoses.(6 gula
karbon) glukosa, galaktosa dan mannose. Xyloglucans mengandung , 1-4 terkait rantai
glukosa dengan banyak sisi xylose. Sedangkan arabinogalactans bisa berbentuk rantai
lurus atau bercabang (gambar 1.3). Seperti halnya polisakarida yang lain yang mana dulu
disebut sebagai hemicellulosa. Ada fraksi lain yang membentuk proporsi tinggi dari
asam galacturonic yang sebelumnya disebut pectin. Dinding sel primer juga
mengandung struktur protein yang mana pada bagian itu terdapat kandungan yang tinggi

dari asam amino hydroksiproline yang tidak biasa.

Gambar 1.3 struktur dari sycamore callus xyloglucan dan arabinogalactan. X-xylose;F- fucose; GALgalaktosa; A-arabinose; G- glukasa(setelah Albersheim)

Meskipun pada kenyataannya komponen yang beranekaragam dari dinding sel itu
bergabung, hal tersebut masih menjadi masalah. dari beberapa permasalahan itu terlihat
jelas bahwa ikatan kovalen maupun ikatan non- kovalen keduanya berinteraksi dengan
komponen-komponen yang terlibat. Xyloglucans adalah ikatan hidrogen menuju rantai
selulosa. Dan memungkinkan untuk terhubung melalui arabinogalactans menuju
rhamnogalacturanan. Rhamogalacturanan juga bisa memberi tanda kepada protein dalam
dinding sel melalui jenis arabinogalactans yang lain. Skema kenampakan dari beberapa

dinding sel telah ditunjukkan pada gambar 1.4. Penjelasan sebelumnya berlaku untuk
dikotil; dinding sel untuk monokotil, meskipun sama tapi, agak berbeda pada sifat
komponen matriknya.
Pembentukan dinding sel baru antara dua sel anakan setelah pembelahan mitosis inti
dimulai dengan munculnya sebagian besar vesikel di bidang poros ekuator. Vesikel ini
dibentuk oleh badan Golgi dan ternyata mengandung polisakarida dari tahap pertama
dinding sel baru , yang dikenal sebagai pelat sel, dibentuk oleh perpaduan dari vesikel
(Gambar 1.5). Bentuk pelat sel pertama berada di tengah sel dan tepinya meluas keluar ,
ternyata dengan penambahan vesikel dan kandugannya dari badan Golgi yang terletak di
sekeliling pelat, sampai bergabung dengan dinding lateral. Membran dari vesikel Golgi
menyatu untuk membentuk plasmalema baru dari setiap

Gambar

1.4 Skema

kenampakan dari komponen polimer dinding sel primer sycamore dan interkoneksi lainnya.
Xyloglucans adalah co - kristalisasi dengan selulosa rantai glukan pada permukaan
mikrofibril. Beberapa dari reduksi yang terakhir xyloglucans yaitu glycosidically yang
melekat pada -1.4 terkait sisi rantai arabinogalactan dari rantai rhamnogalacturonan , yang
dengan sendirinya melekat pada struktur protein. (Dari W.D Bauer, di The Molecular Biology
of Plant Cells, (Ed.) H.Smith, Blackwell Scientific Publications, Oxford, 1997.)

Gambar
1.5

Kumpulan dari badan Golgi dengan pelat sel. Skala = 200 nm. (dari Bryant, 1976).

sel anakan. Protoplasma dari kedua sel anakan tetap dihubungkan oleh rangkain
membran yang melewati dinding, membentuk plasmadesmata. Tampak jelas bahwa
polisakarida pertama kali membentuk lapisan dari dinding sel baru (lamela tengah), yang
mengandung proporsi tinggi dari asam galakturonik, adalah sintesis didalam badan
Golgi. Setelah ditetapkan dari lamela tengah, mikrofibril selulosa terbentuk disetiap sisi
untuk membentuk dinding sel primer.
Seperti pada pembentukan pelat sel, banyak dari bahan non-selulosa dibiarkan
selama proses pembentukan dinding sel primer selanjutanya yang menyintesis di dalam
aparatus Golgi dan bahan ini diangkut melalui sitoplasma melewati plasmalema sampai
dinding sel. Di sisi lain, mikrofibril selulosa terbentuk pada permukaan bagian dalam dari
dinding, berdekatan dengan plasmalema. Hal itu terlihat bahwa enzim yang terlibat pada
biosintesis selulosa terletak di membran aparatus Golgi jadi mereka berfungsi ketika vesikel
menyatu dengan plasmalema.

Sel yang mengalami perpanjangan selama vakulasi mikrofibril pada awalnya


dibiarkan di sebuah bidang pada sudut kanan terhadap sumbu elongasi (melintang), tapi
selama perpanjangan dinding mikrofibril menjadi reorientasi (keluar), jadi mereka datang
untuk meletakkan disepanjang sumbu longitudinal. Selama pertumbuhan, meskipun,
mikrofibril baru melintang bertambah pada dinding bagian dalam, sehingga melalui bagian
dinding kita menemukan transisi bertahap dari transversal ke orientasi longitudinal
mikrofibril-mikrofibril, melewati dari dalam ke luar (Gambar 1.6). Dalam sel-sel yang tidak
memanjang tetapi isodiametric tetap tumbuh selama mikrofibril dibiarkan secara acak.

Gambar 1.6. konsep multinet dari pertumbuhan dinding sel menunjukkan ( kiri ke kanan )
orientasi kembali mikrofibril sebagai tahap berturut perpanjangan dinding. (Dari P.A, Adv.
Bot. Res. 2, 69-150)
Tidak diketahui apa yang mengontrol orientasi di mana mikrofibril yang
ditetapkan dalam setiap jenis sel, tetapi hal itu ditemukan bahwa mereka biasanya terletak
sejajar dengan mikrotubulus tertentu, seperti namanya struktur mikrofibril silinder
memanjang dengan diameter 23-27nm, ditemukan di lapisan batas sitoplasma. Selain itu,
penambahan kolkisin dapat mengganggu mikrotubulus, hal itu juga menyebabkan ketidak
teraturan dari mikrofibril, tetapi tidak mencegah terjadinya endapan. Hal itu telah
disarankan pada kontrol mikrotubulus, dalam beberapa cara tidak diketahui, orientasi di
mana mikrofibril yang dibiarkan oleh aparat sintesis selulosa.
Mikrotubulus juga berperan dalam menentukan di mana letak pelat sel terbentuk
dan bergabung dengan dinding sel induk. Tempat dimana sel mikrotubulus beristirahat
terletak pada sitoplasma luar, tepatnya didalam plasmalemma. Sel yang akan membelah,
tetapi nukleusnya belum memasuki tahap profase, dinding mikrotubulus yang baru saja

diuraikan hilang dan membentuk gerombolan yang mengandung sebagian besar tubulus
muncul diluar sitoplasma dekat dengan dinding yang memanjang dan tepat di sudut sel
(Fig.1.7). Kumpulan tahap sebelum profase muncul untuk berputar di luar sitoplasma,
di tengah sel. Ketika pelat sel berkembang pelat itu bergabung dengan dinding lateral dari
induk sel pada posisi yang terbagi menjadi tahap sebelum profase tepatnya antara kedua
sel anakan. Dengan kata lain, melalui masa profase pada kenyataannya menentukan posisi
dan orientasi dari pelat sel.
Pertumbuhan dari dinding sel menyebabkan dinding tegang yang di karenakan
oleh tekanan turgor. Peningkatan plastisiti dari dinding sel selama proses vakulasi, disebut
terlebih dahulu, harus ditunjukkan bahwa beraneka macam jenis ikatan kimia yang
hubungannya berbeda dengan komponen dinding sel yang lain harus dirusak selama
pertumbuhan dinding sel, sebagai hasil dari aktifitas hidrolitik enzim.

Sel tumbuhan dalam perkembangan

Gambar . 1.7. diagram dari perubahan di devisi sel mikrotubula.(disusun oleh Dr. Myron Ledbetter,
dihasilkan dari symposium Int. Soc Cell. Biol.6, 1967.)