Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN KEPERAWATAN

PERGERAKAN
Untuk memenuhi tugas Manajemen Keperawatan
Yang dibimbing oleh
Tri Anjaswarni, S.Kp., M.Kep.

Oleh:
KELOMPOK 7A
DANIAR ADE

(1301100006)

ERINDA N A

(1301100008)

RENITA AMELIA

(1301100019)

DANI WAHYU

(1301100031)

PRAKASSIWI YOVI

(1301100035)

NURUL QOMARIAH

(1301100045)

YOLANDA I.U.

(1301100054)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
Tahun 2015

BAB I
PENDAHULUAN
Menurut para ahli, manajemen berkaitan erat dengan style, seni dan proses yang hidup
dan dinamis dalam lingkup organisasi dalam upayanya untuk mencapai tujuan serta
bagaimana tujuan tersebut dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Pada definisi di atas, manajemen dititikberatkan pada usaha memanfaatkan orang lain
dalam pencapaian tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka orang-orang didalam
organisasi harus jelas wewenang, tanggung-jawab dan tugas pekerjaannya.
Definisi

manajemen

tersebut

lebih

menitikberatkan

pada

usaha

menggunakan/memanfaatkan sumber yang tersedia atau yang berpotensi dalam pencapaian


tujuan. Adapun sumber-sumber tersebut adalah orang, uang, material, peralatan (mesin),
metode, waktu dan prasarana lainnya.
Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu
pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalam kata lain seni adalah
kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan
untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Pentingnya ilmu managemen membuat cabang ilmu ini harus dipelajari, karena
dengan pengetahuan yang luas, kita dapat menerapkan dasar dasar managemen dalam
kehidupan, sehingga semua yang dilakukan dapat terarah dan terlaksana dengan baik.
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agarsemua agar semua anggota
kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan
usaha-usahaorganisasi. Jadi actuating artinya menggerakkan orang-orang agarmau bekerja
dengan sendirinya atau dengan kesadaran secarabersama-sama untuk mencapai tujuan
dikehendaki secara efektif.
Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating
merupakanusaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupahingga mereka
berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaranperusahaan dan sasaran anggota-anggota
perusahaan tersebut olehkarena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran tersebut. Dari
pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lainmerupakan upaya untuk menjadikan
perencanaan menjadikenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasianagar
setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan
tanggung jawabnya.

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating)ini adalah bahwa
seorang karyawan akan termotivasi untukmengerjakan sesuatu jika :a. Merasa yakin akan
mampu mengerjakan,b. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagidirinya,c.
Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yanglebih penting, atau
mendesak,d. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutane.

BAB II
PEMBAHASAN
Ilmu Manajemen sebagai ilmu yang mempelajari proses yang khas yang terdiri dari
tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang
dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain.
A.

Fungsi Managemen

Newman mengemukakan bahwa fungsi manajemen adalah sebagai berikut (Ibid, 11):
1.

Perencanaan (Planning)

2.

Pengorganisasian (Organizing)

3.

Pengumpulan sumber (Asembling Resources)

4.

Pengendalian kerja (Supervising)

5.

Pengawasan (Controlling)
Dari pendapat mengenai fungsi manajemen di atas, secara keseluruhan menempatkan
perencanaan (Planning) pada urutan paling atas, dengan demikian para ahli menempatkan
perencanaan hal paling penting dalam fungsi manajemen.
B.

Tingkatan Manajemen

Setiap manajer pada tingkat yang berbeda berurusan dengan hal-hal yang berbeda pula. Salah
satu cara mengambarkan perbedaan itu adalah dengan mengelompokkan para manajer
sebagai berikut:
1.

Kelompok Eksekutif; para eksekutif menangani hubungan perusahaan dengan

lingkungan luarnya. Mereka menangani persoalan-persoalan yang berkaitan dengan posisi


perusahaan, kebutuhan pelanggan, dan masyarakat.
2.

Manajer

Menengah;

memusatkan

perhatian

pada

perencanaan

dan menjaga

pengoperasian sistem dan prosedur di dalam perusahaan. Tugas mereka adalah memastikan
bahwa perusahaan beroperasi secara efektif dan efisien. Setiap unit bekerja secara sinkron
untuk mencapai tujuan perusahaan.
3.

Manajer Supervisi; para supervisor berurusan dengan pelaksanaan pekerjaan secara

langsung dengan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas melalui pengarahan dan balikan


(feedback) yang efektif dan efisien.

Karena setiap manajemen memiliki fungsi dan titik berat masing-masing, ada
kemungkinan terjadinya konflik. Misalnya, Manajer Menengah mungkin sekali mendesain
suatu sistem atau prosedur baru yang berhasil baik bagi hampir semua karyawan. Contoh
lain, para eksekutif mungkin memiliki rencana pemasaran jangka panjang yang menyebabkan
para Manajer Menengah harus mengubah sistem operasi. Hal ini dapat menimbulkan
pekerjaan dan perhatian ekstra dari para Manajer Menengah. Adakalanya para Manajer
Menengah atau supervisor merasa bahwa keputusan yang diambil para eksekutif tidak masuk
akal. Dengan kata lain, perubahan yang terjadi dalam perusahaan akan mempengaruhi semua
tingkat manajemen. Kemungkinan dapat terjadi konflik diantara tingkat manajemen. Namun,
komunikasi yang terpelihara dengan baik diantara semua tingkat manajemen dalam suatu
perusahaan akan dapat mencegah atau menanggulangi konflik yang terjadi.
C. KONSEP DASAR PENGGERAKAN
Penggerakkan merupakan terjemahan dari istilah asing actuating yang berarti
tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok suka berusaha untuk mencapai
sasaran-ssasaran agar sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi.
Menggerakkan orang atau sekelompok orang sasarannya adalah membuat seseorang atau
sekelompok orang mau menjadi pengikut dengan suka menyelesaikan tugas-tugas yang
dipercayakan kepadanya sesuai yang diharapkan.
Tujuan penggerakkan adalah supaya manajemen berhasil secara efektif dan efisien.
Banyak istilah lain yang berkonotasi sama dengan penggerakan (actuating), yaitu :
memimpin (leading), pemberian komando (commanding), pemberian petunjuk, perintah,
bimbingan dan arahan (directing), dan pemotivasian (motivating).
D. CIRI-CIRI PENGGERAKAN
Di dalam Penggerakan upaya manajer agar berhasil dalam menjalankan pelaksanaan
manajemen yang baik dan berkesinambungan hendaknya mampu memahami kondisi dan
situasi di dalam organisasi yang di gerakkan.
Di dalam menggerakkan sebuah organisasi, seorang manajer harus mampu
bertanggung jawab terhadap semua keputusan yang telah dibuat. Adapun Ciri ciri
penggerakkan di dalam sebuah oraganisasi yaitu :

Upaya yang berlandaskan pengetahuan tentang kepemimpinan yang baik

Mengacu pada perencanaan yang telah di buat

Adanya kemampuan untuk memimpin semua anggota organisasi

Semua kegiatan kegiatan oraganisasi di atur dengan baik

Pemberian bimbingan, motivasi dan pengarahan yang baik

E. MANUSIA DALAM MANAJEMEN


Secara garis besarnya pemuas kebutuhan manusia ini secara minimal dapat dipenuhi yaitu
yang bersifat materil dan non materil seperti yang dikemukakan oleh Masya dkk. (1978),
yaitu:
1. Kebutuhan materil/biologis, yaitu kebutuhan untuk melenyapkan haus, lapar,
melanjutkan keturunan dan sebagainya.
2. Kebutuhan akan keamanan dan kepastian nasib
3. Kebutuhan akan simpati, cinta, kasih sayang, pengakuan sebagai anggota masyarakat
atau kelompok
4. Kebutuhan untuk merdeka, bebas tidak tergantung kepada orang lain, kemampuan,
kehormatan, kepercayaan pada diri sendiri
5. Kebutuhan untuk mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan bakat yang ada pada
dirinya
6. Kebutuhan untuk mengetahui lingkungan, mengetahui di mana dan bagaimana dia
berada, ingin memahami, sebanyak-banyaknya.
7. Kebutuhan akan keindahan, kesenangan, harmoni, kecantikan, ketam-panan,
kesantaian dan sebagainya
F. FUNGSI PERGERAKAN
1. Mengatur dan mengkoordinasi seluruh kegiatan pelayanan di ruang rawat.
2. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga perawatan dan tenaga lain sesuai dengan
kebutuhan dan ketentuan / peraturan yang berlaku (bulanan, mingguan, harian).
3. Melaksanakan program orientasi kepada tenaga keperawatan satu atau tenaga lain
yamg bekerja di ruang rawat.
4. Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga perawatan untuk melaksanakan
asuhan perawatan sesuai standart.
5. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada dengan cara bekerja sama dengan
sebagai pihak yang terlibat dalam pelayanan ruang rawat.
6. Mengenal jenis dan kegunaan barang peralatan serta mengusahakan pengadaannya
sesuai kebutuhan pasien agar tercapainya pelayanan optimal. Petugas agar merasa
aman dan terlindungi serlama pelaksanaan pelayanan berlangsung.
7. Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat, obat, dan bahan lain yang
diperlukan di ruang rawat.

8. Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar selalu dalam keadaan


siap pakai.
9. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan inventaris peralatan.
10. Melaksanakan program orientasi kepada pasien dan keluarganya meliputi tentang
peraturan rumah sakit, tata tertib ruangan, fasilitas yang ada dan cara penggunaannya.
11. Mendampingi dokter selama kunjungan keliling untuk memeriksa pasien dan
mencatat program.
12. Mengelompokkan pasien dan mengatur penempatannya di ruang rawat untuk tingkat
kegawatan, injeksi dan non injeksi, untuk memudah pemberian asuhan keperawatan.
13. Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien yang dirawat untuk mengetahui
keadaan

dan

menampung

keluhan

serta

membantu

memecahkan

masalah

berlangsung.
14. Menjaga perasaan pasien agar merasa aman dan terlindungi selama pelaksanaan
pelayanan berlangsung.
15. Memberikan penyuluhan kesehatan terhadap pasien / keluarga dalam batas
wewenangnya.
16. Menjaga perasaan petugas agar merasa aman dan terlindungi serlama pelaksanaan
pelayanan berlangsung
17. Memelihara dan mengembangkan sistem pencatatan data pelayanan asuhan
keperawatan dan kegiatan lain yang dilakuakan secara tepat dan benar.
18. Mengadakan kerja sama yang baik dengan kepala ruang rawat inap lain, seluruh
kepala seksi, kepala bidang, kepala instansi, dan kepala UPF di Rumah Sakit.
19. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara petugas, pasien dan
keluarganya, sehingga memberi ketenangan.
20. Memberi motivasi tenaga nonkeperawatan dalam memelihara kebersihan ruangan dan
lingkungan.
21. Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien ruangan.
22. Memeriksa dan meneliti pengisi daftar pemintaan makanan berdasarkan macam dan
jenis makanan pasien kemudian memeriksa / meneliti ulang saat pengkajiannya.
23. Memelihara buku register dan bekas catatan medis.
24. Membuat laporan harian mengenai pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan serta
kegiatan lain di ruangan rawat.
G. BERBAGAI HALANGAN PENGGERAKAN
Kurangnya keahlian dalam menggunakan menajemen

Beragam-ragam dalam memutuskan sesuatu


Tidak adanya kerjasama yang kompak
Tidak menepati janji Fungsi-fungsi penggerakan
Tidak adanya dana serta fasilitas yang terbatas dapat menghasilkan kedisiplinan dan
kesetian dari anggota organisasi.

Kurangnya Komunikasi di Dalam Organisasi


Tidak bisa membaca karakteristik setiap anggotanya
Kurangnya Rasa Solidaritas yang tinggi

H. PEDOMAN PENGGERAKAN
1. Kebutuhan-kebutuhan dasar orang berbeda dan mereka mengharapkan agar
diperlakukan sebagai individu
2. Diterimanya ide-ide baru serta perubahan-perubahan lebih berjala lancar bilamana
orang-orang

dipersiapkan

untuk

menghadapinya,

perubahan-perubahan

yang

sekonyong-konyong sebaiknya jangan dilakukan.


3. Kebiasaan dan emosi sangat penting untuk menerapkan kelakuan orang-orang, akal
kurang begitu penting
4. Orang-orang ingin m,endapatkan penghargaan untuk pekerjaan mereka.
5. Perasaan menjadi anggota sesuatu kelompok yang akseptabel dan perasaan bahwa
dirinya penting merupakan tenaga-tenaga penggerak yang kuat bagi kebanyakan
orang.
6. Perasaan takut merupakan tenaga penggerak yang kuat, akan tetapi efeknya adalah
negatif dan lama kelamaan hal tersebut berkurang.
7. Pekerja-pekerja ingin menggunakan kemampuan mereka yang tertinggi dan ingin
puas dengan pekerjaan yang telah mereka lakukan
8. Pekerja-pekerja ingin melakukan sesuatu, atas mana mereka dapat bangga.
9. Pekerja-pekerja menginginkan pengawas-pengawas/manajer-manajer yang mereka
hormati dan percayai.
10. Dengan jalan memberikan keterangan-keterangan kepada para pekerja mengenai
persoalan-persoalan yang berhubungan dengan mereka menyebabkan terbentuknya
suatu team yang efektif.
11. Seorang dipengaruhi oleh kelompok dari mana ia merupakan anggota dan sebaiknya
ia mempengaruhi kelakuan kelompok.
12. Kritik atau perbandingan pekerjaan seorang pekerja dengan pekerjaan orang lain di
muka umum tidak disukai oleh kebanyakan pekerja, mereka tidak suka kehilangan
muka.
13. Bilamana mereka salah melakukan pekerjaan maka pekerja-pekerja ingin agar supaya
kesalahan diberitahukan dengan cara yang tepat.
14. Teguran-teguran dan tindakan-tindakan untuk mengoreksi ditunggu oleh kebanyakan
pekerja bilamana mereka melanggar cara-cara kerja yang telah ditetapkan:
kebanyakan pekerja kurang menyenangi manajer yang baik
I.

BERBAGAI BENTUK PEMBIMBINGAN

Aspek Non Teknis, merupakan hal yang sangat sering terlupakan oleh saya ketika
berada dalam garis depan sebuah sistem (atau organisasi). Ketika kepala disibukkan hal-hal
teknis yang mendetail dan mendalam, sering sekali banyak hal terlewatkan dan sulit meraih
hasil optimum dari kegiatan yang saya organize.. Pengalaman menunjukkan ketika saya
melewatkan sebagian waktu memimpin dengan faktor non teknis (semasa di kampus) hasil
yang diraih sangat optimal sebaliknya saat merepotkan diri dengan hal-hal teknis maka saya
kehilangan banyak hal. Atas dasar itu saya sering memikir-mikirkan hal-hal seputar
kepemimpinan non teknis yang bisa meraih hasil baik secara keseluruhan.
Patut disadari betapapun banyak buku yang dilalap, sebagian besar dipastikan sulit
menerapkannya, namun bacan itu memperkaya wawasan berpikir dan membuat nyaman
dalam menemukan gaya kepemimpinan. Kaitannya dengan kepemimpinan non teknis, secara
natural saya menyadari banyak dipengaruhi buku dan kegiatan perkuliahan yang saya ikuti.
Semisal gaya memulai dari hal-hal terkecil dalam suatu kegiatan adalah implementasi dari
perbaikan terus menerus ala Jepang, gaya menampilkan pencapaian dalam grafik dan tabel
adalah visualisasi dari statistical process control, mengadakan analisa mendalam mengenai
faktor eksternal dan internal merupakan bawaan dari Analisa SWOT dan Teori Perang Tsun
Zu.. Jadi dalam membentuk kepemimpinan non teknis, banyak faktor dipengaruhi oleh
wawasan dan buku yang dibaca.
Berikut beberapa hal kepemimpinan Non Teknis :
1.

Jangan lupakan Personal.

2.

Mengkritik pada tempat yang tepat,

3.

Melakukan kontrol dengan menawarkan bantuan

4.

Mengetahui kebutuhan anak buah dan mencoba memenuhinya


Maka sangat pentingnya penggerakan dalam suatu perusahaan atau dalam sautu

menajemen, karna jika perusahan atau menajemen itu sendiri tidak ada pengatur atau
penggerak sautu perusahaan atau menajemen itu sendiri tidak akan maju atau berdiri dengan
pesat.

BAB III
KASUS

MASALAH
Setelah pre-conference di ruang X ada pasien baru datang dengan keadaan kritis dari IGD,
sedangkan setelah pre-conference kepala ruangan tidak ada di tempat.

TELAAH
Sebelum KARU meninggalkan lokasi, KARU harus memberikan wewenang kepada
KATIM terlebih dahulu untuk menggantikan posisi sebagai KARU untuk sementara. Jika
KARU meninggalkan ruangan sebelum menyerahkan wewenang kepada KATIM, KATIM
yang ada pada saat itu harus menggantikan KARU sebagai penanggung jawab dan jika ada
pasien yang datang dengan kondisi kritis, KATIM pada saat itu harus harus melakukan
tindakan yang harus diberikan, serta secepatnya KATIM harus bisa mengorganisir rekan
rekanya untuk memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin, dan KATIM yang ditunjuk
sebelumnya sebaiknya memiliki kemampuan yang yang setara dengan KARU dan seseorang
yang memiliki charisma kepemimpinan bagi rekan rekannya.

BAB IV
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agarsemua agar semua anggota

kelompok berusaha untuk mencapaisasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan
usaha-usahaorganisasi. Jadi actuating artinya menggerakkan orang-orang agarmau bekerja
dengan sendirinya atau dengan kesadaran secarabersama-sama untuk mencapai tujuan
dikehendaki secara efektif.
Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan
usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka
berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota
perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran
tersebut.
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan
usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam
melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benarbenar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
Directing atau Commanding merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan saja
agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula
berfungsi mengkoordinasikan kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju kepada
realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya.
Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating)ini adalah bahwa
seorang karyawan akan termotivasi untukmengerjakan sesuatu jika :a. Merasa yakin akan
mampu mengerjakan,b. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagidirinya,c.
Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yanglebih penting, atau
mendesak,d. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutane. Hubungan
antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.Fungsi dari Pelaksanaan (actuating) adalah
sebagai berikut:
1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan,pembimbingan, dan pemberian
motivasi kepada tenagakerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien
dalampencapaian tujuan
2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenaipekerjaan
3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

4. Proses implementasi program agar dapat dijalankan olehseluruh pihak dalam


organisasi serta proses memotivasiagar semua pihak tersebut dapat
menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran danproduktifitas
yang tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
Drucker, Peter. 1946. Concept of Corporation. John Day Company
Fayols,
Henri 14.
2010. Principles
of
Management,
http://id.wikipedia.org/wiki/Management
George Jr. 1972. The History of Management Thought, ed. 2nd.
Upper Saddle River, NJ. Prentice Hall. h.4.html, (diakses tanggal 5
Oktober 2015).
Handayaningrat, Soewarno. 1993. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan
Manajemen. Jakarta: CV. Haji Mas Agung.
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
Robbins, Stephen dan Mary coulter. 2007. Management, 8th Edition. NJ:
Prentice Hall.
Robert L. Katz. Skills of an Effective Administrator.
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
Vocational Business: Training, Developing and Motivating People by
Richard Barrett - Business & Economics - 2003. - Page 51
Wren, Daniel dan Arthur Bedeian. 2009. The Evolution of Management
Thought