Anda di halaman 1dari 9

2.1.

Pemeriksaan Status Gizi Perseorangan Secara Biokimia


1) Pemeriksaan Kadar Kolesterol
Pemeriksaan kadar kolesterol dilakukan untuk mengetahui kadar
kolesterol dalam serum darah manusia. Metode yang digunakan
dalam pemeriksaan kadar kolesterol yaitu metode Enzimatik
Trinder. Pemeriksaan kadar kolesterol dilakukan dengan cara :
a) Melabeli tabung reaksi dengan tulisan kolesterol
b) Memasang tip disposable pada mikropipet 1000 mikron
c) Memipet reagen kerja Cholesterol sebanyak 1000 mikron ke
dalam tabung reaksi menggunakan mikropipet 1000 mikron
d) Melepas tip disposable
e) Memasang tip disposable pada mikropipet 10 mikron
f)

Memipet serum darah sebanyak 10 mikron ke dalam tabung


yang sebelumnya telah diisi reagen kerja Cholesterol.

g) Melepas tip disposable


h) Menghomogenkan tabung reaksi
i) Mendiamkan tabung reaksi selama 10 menit
j) Mengamati perubahan warna yang terjadi
Pemeriksaan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan
alat Fotometer Chemistry Analyzer. Adapun proses lanjutan
menggunakan alat Fotometer Chemistry Analyzer adalah :
a) Menekan kata water blank dan OK kemudian kata
Cholesterol pada layar alat FCA
b) Memasukkan gelas ukur yang berisi aquadest steril ke selang
pada alat Fotometer Chemistry Analyzer hingga selang sampai
pada dasar gelas ukur
c) Menekan kata OK pada layar dan menekan tombol power
pada alat FCA

d) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan gelas ukur yang


berisi aquadest steril
e) Menekan kata sampel pada layar lalu menekan kata OK.
f) Memasukkan tabung reaksi Kolesterol pada alat FCA hingga
selang sampai pada dasar tabung
g) Menekan tombol power pada alat FCA
h) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan tabung reaksi
Kolesterol
i) Mencatat angka yang tertera pada layar FCA
2) Pemeriksaan Kadar Glukosa
Pemeriksaan kadar Glukosa dilakukan untuk mengetahui kadar
glukosa dalam serum darah manusia. Metode yang digunakan
dalam pemeriksaan kadar Glukosa yaitu metode Enzimatik
Trinder. Pemeriksaan kadar Glukosa dilakukan dengan cara :
a) Melabeli tabung reaksi dengan tulisan Glukosa
b) Memasang tip disposable pada mikropipet 1000 mikron
c) Memipet reagen kerja Glucose sebanyak 1000 mikron ke
dalam tabung reaksi menggunakan mikropipet 1000 mikron
d) Melepas tip disposable
e) Memasang tip disposable pada mikropipet 10 mikron
f)

Memipet serum darah sebanyak 10 mikron ke dalam tabung


yang sebelumnya telah diisi reagen kerja Glucose.

g) Melepas tip disposable


h) Menghomogenkan tabung reaksi
i) Mendiamkan tabung reaksi selama 10 menit
j) Mengamati perubahan warna yang terjadi
Pemeriksaan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan
alat Fotometer Chemistry Analyzer. Adapun proses lanjutan
menggunakan alat Fotometer Chemistry Analyzer adalah :

a) Menekan kata water blank dan OK kemudian kata GLC


pada layar alat FCA
b) Memasukkan gelas ukur yang berisi aquadest steril ke selang
pada alat Fotometer Chemistry Analyzer hingga selang sampai
pada dasar gelas ukur
c) Menekan kata OK pada layar dan menekan tombol power
pada alat FCA
d) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan gelas ukur yang
berisi aquadest steril
e) Menekan kata sampel pada layar lalu menekan kata OK.
f) Memasukkan tabung reaksi Glukosa pada alat FCA hingga
selang sampai pada dasar tabung
g) Menekan tombol power pada alat FCA
h) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan tabung reaksi
Glukosa
i) Mencatat angka yang tertera pada layar FCA
3) Pemeriksaan Kadar Trigliserida
Pemeriksaan kadar Trigliserida dilakukan untuk mengetahui kadar
Trigliserida dalam serum darah manusia. Metode yang digunakan
dalam pemeriksaan kadar Glukosa yaitu metode Enzimatik
Trinder. Pemeriksaan kadar Trigliserida dilakukan dengan cara :
a) Melabeli tabung reaksi dengan tulisan TGL
b) Memasang tip disposable pada mikropipet 1000 mikron
c) Memipet reagen kerja Trigliserida sebanyak 1000 mikron ke
dalam tabung reaksi menggunakan mikropipet 1000 mikron
d) Melepas tip disposable
e) Memasang tip disposable pada mikropipet 10 mikron
f)

Memipet serum darah sebanyak 10 mikron ke dalam tabung


yang sebelumnya telah diisi reagen kerja trigliserida.

g) Melepas tip disposable


h) Menghomogenkan tabung reaksi
i) Mendiamkan tabung reaksi selama 5 menit
j) Mengamati perubahan warna yang terjadi
Pemeriksaan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan
alat Fotometer Chemistry Analyzer. Adapun proses lanjutan
menggunakan alat Fotometer Chemistry Analyzer adalah :
a) Menekan kata water blank dan OK kemudian kata TGL
pada layar alat FCA
b) Memasukkan gelas ukur yang berisi aquadest steril ke selang
pada alat Fotometer Chemistry Analyzer hingga selang sampai
pada dasar gelas ukur
c) Menekan kata OK pada layar dan menekan tombol power
pada alat FCA
d) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan gelas ukur yang
berisi aquadest steril
e) Menekan kata sampel pada layar lalu menekan kata OK.
f) Memasukkan tabung reaksi TGL pada alat FCA hingga selang
sampai pada dasar tabung
g) Menekan tombol power pada alat FCA
h) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan tabung reaksi
TGL
i) Mencatat angka yang tertera pada layar FCA
4) Pemeriksaan HDL
Pemeriksaan HDL bertujuan untuk mengukur kadar HDL
dalam serum darah manusia. Sebelum pemeriksaan HDL, perlu
dibuat supernatant. Prosedur kerja super natan sebagai berikut :
a) Melabeli tabung reaksi dengan tulisan HDL
b) Memasang tip disposable pada mikropipet 300 mikron

c) Memipet serum darah sebanyak 300 mikron ke dalam tabung


reaksi
d) Melepas tip disposable
e) Menambahkan haedrop HDL sebanyak 1 tetes
f) Menghomogenkan tabung reaksi dengan cara mencentrifuge
tabung reaksi 1500-3000rpm selama 5 menit
Prosedur kerja untuk membuat larutan sebagai berikut :
a) Melabeli tabung reaksi dengan tulisan HDL
b) Memasang tip disposable pada mikropipet 1000 mikron
c) Memipet reagen kerja Cholesterol sebanyak 1000 mikron ke
dalam tabung reaksi menggunakan mikropipet 1000 mikron
d) Melepas tip disposable
e) Memasang tip disposable pada mikropipet 10 mikron
f)

Memipet super natan HDL sebanyak 10 mikron ke dalam


tabung yang sebelumnya telah diisi reagen kerja Cholesterol.

g) Melepas tip disposable


h) Menghomogenkan tabung reaksi
i) Mendiamkan tabung reaksi selama 10 menit
j) Mengamati perubahan warna yang terjadi
Pemeriksaan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan
alat Fotometer Chemistry Analyzer. Adapun proses lanjutan
menggunakan alat Fotometer Chemistry Analyzer adalah :
a) Menekan kata water blank dan OK kemudian kata HDL
pada layar alat FCA
b) Memasukkan gelas ukur yang berisi aquadest steril ke selang
pada alat Fotometer Chemistry Analyzer hingga selang sampai
pada dasar gelas ukur
c) Menekan kata OK pada layar dan menekan tombol power
pada alat FCA

d) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan gelas ukur yang


berisi aquadest steril
e) Menekan kata sampel pada layar lalu menekan kata OK.
f) Memasukkan tabung reaksi HDL pada alat FCA hingga selang
sampai pada dasar tabung
g) Menekan tombol power pada alat FCA
h) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan tabung reaksi
HDL
i) Mencatat angka yang tertera pada layar FCA
5) Pemeriksaan LDL
Pemeriksaan LDL bertujuan untuk mengukur kadar LDL
dalam serum darah manusia. Sebelum pemeriksaan LDL, perlu
dibuat supernatant. Prosedur kerja super natan sebagai berikut :
a) Melabeli tabung reaksi dengan tulisan LDL
b) Memasang tip disposable pada mikropipet 200 mikron
c) Memipet serum darah sebanyak 200 mikron ke dalam tabung
reaksi
d) Melepas tip disposable
e) Menambahkan haedrop LDL sebanyak 3 tetes
f) Menghomogenkan tabung reaksi dengan cara mencentrifuge
tabung reaksi 1500-3000rpm selama 5 menit
Prosedur kerja untuk membuat larutan sebagai berikut :
a) Melabeli tabung reaksi dengan tulisan LDL
b) Memasang tip disposable pada mikropipet 1000 mikron
c) Memipet reagen kerja Cholesterol sebanyak 1000 mikron ke
dalam tabung reaksi menggunakan mikropipet 1000 mikron
d) Melepas tip disposable
e) Memasang tip disposable pada mikropipet 10 mikron

f)

Memipet super natan LDL sebanyak 10 mikron ke dalam


tabung yang sebelumnya telah diisi reagen kerja Cholesterol.

g) Melepas tip disposable


h) Menghomogenkan tabung reaksi
i) Mendiamkan tabung reaksi selama 10 menit
Pemeriksaan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan
alat Fotometer Chemistry Analyzer. Adapun proses lanjutan
menggunakan alat Fotometer Chemistry Analyzer adalah :
a) Menekan kata water blank dan OK kemudian kata LDL
pada layar alat FCA
b) Memasukkan gelas ukur yang berisi aquadest steril ke selang
pada alat Fotometer Chemistry Analyzer hingga selang sampai
pada dasar gelas ukur
c) Menekan kata OK pada layar dan menekan tombol power
pada alat FCA
d) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan gelas ukur yang
berisi aquadest steril
e) Menekan kata sampel pada layar lalu menekan kata OK.
f) Memasukkan tabung reaksi LDL pada alat FCA hingga selang
sampai pada dasar tabung
g) Menekan tombol power pada alat FCA
h) Menunggu bunyi tit kemudian mengeluarkan tabung reaksi
LDL
i) Mencatat angka yang tertera pada layar FCA
6) Pemeriksaan Hemoglobin (Hb)
Pemeriksaan Hemoglobin (Hb) adalah pemeriksaan untuk
mengukur status besi dalam tubuh. Pemeriksaan Hemoglobin
dilakukan dengan menusuk salah satu jari praktikan menggunakan
auto lancet yang sebelumnya jari praktikan telah dibersihkan

dengan alkohol swab. Gunakan tetesan darah yang kedua yang


diambil

menggunakan

microcuvet

kemudian

meletakkan

microcuvet pada alat Hemoglobinometer (Hemocue) dan lakukan


pemeriksaan.
7) Pemeriksaan Status Seng (Zn)
Pemeriksaan status seng (Zn) adalah pemeriksaan yang
bertujuan untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami
defisiensi seng atau tidak. Metode yang digunakan pada
pemeriksaan status seng yaitu metode Kecap Smith. Pemeriksaan
status seng dilakukan dengan cara :
a) Mengambil larutan ZnSO4 0,1% dari gelas beker sebanyak 5 ml
menggunakan spoit tanpa jarum.
b) Menyemprotkan larutan ZnSO4 0,1% ke dalam mulut dan
mendiamkan larutan ZnSO4 0,1% di dalam mulut selama 10
detik
c) Membuang larutan larutan ZnSO4 0,1%
d) Menanyakan kepada responden mengenai apa yang dirasakan
selama 10 detik
Status seng dapat dikategorikan menjadi 4 kategori yaitu :
a) Tidak merasakan apa-apa/seperti merasakan air biasa walaupun
telah ditunggu 10 detik
b) Mula-mula tidak merasakan sesuatu dengan pasti, tetapi dalam
beberapa detik kemudian terasa kering, kesat atau manis
c) Segera merasakan sesuatu dengan pasti tetapi tidak sampai
menyakitkan atau mengganggu, rasa tersebut makin lama
makin kuat
d) Segera timbul rasa yang kuat dan mengganggu sehingga
responden langsung meringis.

Responden yang termasuk kategori a dan b adalah yang


menderita defisiensi Seng, sedangkan yang termasuk kategori c
dan d adalah normal.