Anda di halaman 1dari 15

Tarumanagara University

Strategic Management Project


Sharing Economy Project

UBER
By :
Natalia 125120204
Win Win 125120448
Catherine Hutanto 125110550
Evelyn 125130227
Michelle Natasha - 125130256

Your Ride, on Demand


Transportation in Minutes with UBER
Uber adalah perusahaan rintisan dan perusahaan jaringan transportasi
asal San Francisco, California, yang menciptakan aplikasi bergerak yang
menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta
layanan tumpangan. Perusahaan ini mengatur layanan penjemputan di
berbagai kota di seluruh dunia. Mobil dapat dipesan dengan mengirim
pesan teks atau memakai aplikasi bergerak khusus pilihan terakhir juga
bisa digunakan untuk melacak lokasi mobil pesanan pengguna.
Founder : Travis Kalanick, Garlett Camp
CEO : Travis Kalanick
CTO : Thuan Pham
VP of Operation : Ryan Graves
General Counsel : Salle Yoo
Investors :
1. Lowercase Capital
2. First Round
3. Menlo
4. Bench Mark
5. Goldmam Sachs
6. Google Ventures
UBER founded in March 2009, San Francisco, California, United States.
Private driver in more than 50 countries.
Motto : Everyones Private Driver. Better, Faster, Cheaper than Taxi

Product :
1. UberX layanan rendah biaya dengan kendaraan seperti Xenia,
Avanza, Honda Jazz, APV
2. UberTaxi layanan biaya menengah
3. UberBlack layanan premium dengan kendaraan terjelek Innova
hingga mobil-mobil mewah
4. UberSUV- layanan transport dengan seat up to 6 orang
5. UberLUX layanan kelas atas dengan kendaraan yang mewah
( ultimate luxury)
HOW UBER START UP :

Pada tahun 2008, dua founders UBER menghadiri LeWeb Conference di


Paris dan mengkomplain mengenai susahnya mencari taksi saat itu
(membawa koper dan hujan) sehingga pada keadaan tersebut kedua cofounder ini berpikir keras mengenai bagainaba untuk menemukan solusi
pada keadaan tersebut. Garret yang pertama memimpin dan menemukan

ide, prototyping beberapa solusi dan merekayasa mobile apps di iphone


untuk merevolusi idenya. Tak butuh waktu lama untuk Travis bergabung
dan sesaat kemudian terciptalah UBER.
Pada awal Januari 2010, UBER sudah menerjunkan beberapa mobil hitam
di NewYork dan terbukti menjadi hit. Dan kemudian UBER merambah ke
San Francisco dan negara lainnya.
Saat ini UBER merupakan salah satu pemimpin di bidang transportasi di
dunia, berawal dari $11.5juta, kemudian memperoleh $32juta di round
kedua dan $1.2miliyar pada final round nya. Saat ini perusahaan tersebut
bernilai $17miliyar.
Highlights :
1. Affordable ride for every business need
2. Up to 40% cheaper than taxi
3. Caan save up to $1000/year/employee
Achievement :
1. Uber has taught politeness and good behavior to drivers
2. Uber has taught driving manners to drivers
3. Uber has brought about a pleasing change and sense of
achievement in lives of lot of people
4. Uber has created thousands of employements, actually
enterpreneurs, lot better than employment
SWOT
STRENGTHS:
1. Mereknya telah diakui.
2. Standar pelayanan tinggi, mempunyai sertifikasi pengemudi dan
kendaraan. Pemakai Uber Black dapat merasakan pelayanan yang sangat
memuaskan .
3. Mempunyai armada kendaraan yang tidak terbatas.
4. Tidak mempunyai pengemudi yang full-time.
5. Mempunyai cost rendah.
6. Kompetitor hanya sedikit.
7. Melayani pembayaran non-cash.

8. pengemudi bisa dilacak keberadaan terdekat dan yang mendapat rating

tertinggi untuk tingkat pelaanannya.


9. Banyak menarik investor karena terpercaya.
10. Mendukung Part-time, pengemudi dapat menolak pemesanan dan tidak

bersifat mengikat.
11. Biaya lebih murah dari taksi lainnya.

WEAKNESSES:
1. Ide dapat ditiru, karena tiada larangan untuk membuka jenis usaha yang
sama.
2. Perusahaan dengan customer tidak ada ikatan.
3. Biaya operasional kendaraan cukup mahal, dan berakibat pendapatan
pengemudi tidak terlalu banyak.
4. Model bisnis tidak terprediksi.
5. Privasi kurang, karena uber dapat mengetahui kemana arah customer
dijemput dan diantar sampai tempat tujuan.
OPPORTUNITIES:
1. Customer tidak perlu lagi menunggu dan membayar dengan biaya tinggi.
2. Dapat sangat berkembang di india karena taxi yang kurang nyaman(bajaj)
dan tergolong mahal.
3. Jika banyak pengemudi maka, lebih cepat pelayanan antar jemput
customer, permulaan usaha ini sangat menguntungkan dan pengemudi
dapat mempunyai benefit yang cukup.
4. Dapat meningkatkan penilaian, menarik perhatian customer dan hasilnya
lebih mempunyai banyak uang untuk beroperasi.
5. Dapat menggunakan kendaraan listrik yang murah, yang dapat menekan
cost dan menaikan keuntungan pengemudi.
6. Dapat melayani layanan tambahan seperti mengantar pasien ke rumah
sakit, antar jemput anak sekolah, dan bahkan mengantar hewan
pliharaan, etc.
THREATS:
1. Ada larangan peraturan di sebagian daerah untuk jenis usaha seperti
uber, contohnya di jerman.
2. Akan ada banyak kompetitor pasar yang akan menurunkan harga. Akan
berakibat pada ketidak percayaan pengemudi yang baru ingin bergabung .
Berdampak juga pada kehilangan customer. Keuntungan uber akan
berkurang.
3. Untuk daerah pemasaran dan pengemudi yang baru, akan bisa terjadi
banyak skandal dan penipuan yang berakibat pencemaran nama uber.
4. Mobil pintar seperti self-driving car yang diciptakan google dapat
mengurangi minat customer uber.
SO:
1. Membuka pasar baru di india, karena dapat berkembang. (S9,S11,O2)

2. Perbanyak lagi driver unruk bergabung supaya pelayanan yang sangat


nyaman dan cepat dapat dicapai. (S2,S3,O1)
3. Tambahkan standar ketentuan untuk driver yang bergabung (S2,O4)
WO:
1. Tekan biaya argo, agar tetap dapat bersaing. (W1,W3,O5)

ST:
1. Gunakan standar kusus untuk para pengemudi dalam sistem keamanan dan
kenyamanan untuk customer. (S2,T3)
2. Tambahkan pengemudi yang ramah dan sopan. (S2,S8,T4)

WT:
1. Kembangkan gagasan dan konsep baru yang menjadi ciri khas. (W1,T2)
2. Gunakan sistem keamanan kusus. (W5,T3)
3. Gunakan kendaraan yang nyaman dan hemat bahan bakar. (W3,T2)

BUSINESS MODEL

1.Investor.
2.Pengemudi
.

1.Mencari
banyak
customer.
2.rating
unduhan dan
komentar
positif.

1.Pengemudi
2.Kendaraan
3.Smartphon
e
Biaya Bahan Bakar dan
Pengemudi

1.

1.Jemputan
Cepat.
2.Transportas
i Aman.
3.Dapat
Memilih
Pengemudi
dan
kendaraan.

1.Appstore.
2.Playstore.
3.Website.

1.Social
Media
Marketing
Profit.

1.Mahasiswa
.
2.Orang
kantoran.
3.Pemerintah
.
4.Anak
Sekolahan.

IMPACT DISRUPTIVE TO OTHER BUSINESS


Kehadiran Uber yang berkembang pesat dengan berbasis teknologi yang
murah dan nyaman mendapat respons yang kurang baik terhadap
Perusahaan Taksi Konvensional. Banyak supir taksi yang bergabung ke
Uber untuk penghasilan lebih, itu berarti konsumen lebih mudah
menemukan mobil uber, dan akan banyak orang memakai Uber dan
pengguna taksi semakin sedikit. Dan dengan harga yang murah, dalam
jangka panjang, Uber dapat membunuh taksi dan mobil jasa rental.
Dampaknya bagi bisnis lain sangat banyak, terutama bagi taksi
konvensional. Dapat dijelaskan secara ringkas dampaknya sebagai berikut
:
1. Penurunan konsumen
Penurunan konsumen pengguna taksi konvensional disebabkan oleh
penggunaan Uber yang sangat mudah dikalangan anak muda dengan
hanya menggunakan teknologi platform sebuah aplikasi. Penurunan
konsumen ini juga disebabkan oleh harga yang ditawarkan oleh Uber lebih
murah dibandingkan dengan taksi konvensional.
2. Penurunan Profit
Penurunan konsumen yang drastis menyebabkan penurunan laba
supir taksi konvensional. Dan banyaknya pesaing taksi yang lain
menyebabkan penurunan profit.
3. Perpindahan Sopir
Sopir taksi konvensional mulai melirik untuk pindah ke Uber karena
pendapatan yang lebih besar. Hal ini bisa menyebabkan pengguna taksi
semakin sedikit.
4. Membuat Perusahaan bangkrut
Seperti dilansir oleh www.crainsnewyork.com, karena Uber
berkembang pesat, perusahaan taksi di kota New York yang terbesar telah
mengajukan perlindungan kebangkrutan.
Taxi mogul seeks bankruptcy protection as industry faces 'unparalleled
crisis'

mid a roiling debate over the future of the city's taxi industry, 22 companies
owned by Evgeny "Gene" Freidman, one of the city's largest and most
flamboyant owners of taxi medallions, filed for bankruptcy protection
Wednesday.

Mr. Freidman, whose business is being eroded by Uber and other app-based carservice companies, made the move to prevent Citibank from foreclosing on 46 of
his medallions, his spokesman said.
Reached briefly by phone, Mr. Freidman made clear that it was his companies,
not himself personally, that were filing for bankruptcy. "This is a power move," he
said. "This is a not a move from weakness."
Mr. Freidman has other legal headaches as well. He is facing a lawsuit from
Attorney General Eric Schneiderman for allegedly failing to pay his drivers
properly and a bitter divorce proceeding from his estranged wife.
The 2008 Crain's 40 Under 40 honoree is said to own more than 200 taxi
medallions but controls many more. He is president of Taxi Club Management
Inc., which claims to represent more than 1,000 yellow cabs.
The bankruptcy filing lists Mr. Freidman as the owner of the limited-liability
companies seeking protection from creditors. Many take their names from
alcoholic beveragesStoli Taxi LLC, Bourbon Taxi LLC and Pinot Noir Taxi LLC, for
example. Others are of the sweet-tooth variety, such as Candy Apple Taxi LLC,
Milkyway Taxi LLC and Pudding Taxi LLC. The companies represent 46 medallions,
according to the spokesman.
In the filing, Mr. Freidman lists his companies' assets as worth between $1 million
and $10 million and liabilities in the same range.Joshua Rizack, managing
director at MMG Advisors, is named as chief restructuring officer for Mr.
Freidman's companies.
"The filing is necessary due to inflexible, predatory banks ignoring the
unparalleled crisis facing the medallion industry," Mr. Freidman's spokesman
said. Industry insiders fear that if lenders foreclose on medallions and attempt to
sell them, it would cause medallion values to plunge, leading to more
foreclosures and possibly a collapse of the taxi industry. But some medallion
owners have been struggling to stay current on their loans as Uber and others
eat into taxi revenues.
Mr. Freidman compared the move to the Chapter 11 filing in 2009 of Charter
Communications, the nation's fourth-largest cable company, which went on to
acquire its larger rival Time Warner Cable in 2014.
Mr. Freidman's financial troubles became public earlier this year when Citibank
sought to seize nearly 90 of his medallions and heasked the city for a bailout,
arguing his business was too important to New York to be allowed to fail. A
judge froze the medallions but denied the bank's request to capture Mr.
Freidman's property after his lawyer argued it would pressure the entire yellowcab industry.
Mr. Freidman also caused controversy when he characterized Taxi & Limousine
Chairwoman Meera Joshi as similar to predecessor David Yassky but in a "little
Indian dress." He is also a major donor to Mayor Bill de Blasio, helping bundle
over $50,000 in contributions for the mayor's 2013 election.

Meanwhile, the city is considering a proposal to cap the ability of companies like
Uber to license new for-hire vehicles. Mr. Freidman supports the cap, calling it
"responsible and logical." But a lawyer representing credit unions who made
loans for medallion purchases said Tuesday that the cap legislation is a "charade"
that masks the crisis facing the industry.

UBER APPLICATION IN INDONESIA


Uber, Bisnis Aplikasi atau Transportasi?
Uber menyediakan jasa transportasi premium. Armada yang digunakan adalah
mobil pribadi. Konsumen yang dapat mengakses layanan ini hanya member yang
memiliki kartu kredit karena Uber mengedepankan sistem pembayaran nontunai.

Sistem ini berbeda dengan yang diterapkan Grab Taxi yang pembayarannya
tunai dan armada yang dioperasikan taksi-taksi pelat kuning dengan izin operasi
terdaftar di Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. International
Launcher Uber, Alan Jiang, mengklaim bahwapihaknya
bukanlahperusahaantransportasi. Uber hanyalah sebuah perusahaan aplikasi
smartphone.
Uber tidak membutuhkan regulasi transportasi di Indonesia. Uber bukan taksi.
Uber sama dengan Traveloka yang hanya mempertemukan penumpang dan
pengemudi. Di sini Uber memberikan pelayanan transportasi sebaik mungkin
untuk penggunanya, terang Alan. Kini Uber telah beroperasi di tiga kota, yakni
Jakarta, Bandung, dan Bali. Sebelumnya, sebut Alan, sudah sekitar 100.000
orang yang mengunduh aplikasi Uber di ketiga kota ini. Melihat tingginya
antusiasme masyarakat, perusahaan yang telah berkembang 315 kota di dunia
ini pun masuk Indonesia.
Sejak Agustus 2014, Uber telah bermitra dengan 1.000 mitra yang meliputi
pemilik mobil pribadi dan perusahaan rental. Dalam menjalankan bisnisnya, Uber
menerapkan sistem bagi hasil 80% untuk pengemudi dan 20% untuk Uber. Alan
menyebutkan, tarif armada Uber lebih murah dibandingkan tarif taksi
konvensional di Jakarta. Untuk jenis layanan UberX yang menggunakan armada
Toyota Avanza, tarif dasar atau untuk buka pintu Rp3.000.
Tarif kilometer Rp3.000 dan tarif untuk waktu tunggu Rp300 per menit.
Sementara itu, layanan Uber Black yang memakai armada jenis Toyota Kijang
Innova, tidak jauh beda dengan taksi biasa, yakni tarif per km Rp2.850, buka
pintu Rp7.000, dan waktu tunggu Rp500 per menit. Tarif kami lebih murah
30%, klaim Alan. Sementara itu, para pengemudi Uber yang terhimpun dalam
Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama mulai merasa tidak nyaman beroperasi.

Mereka khawatir dirazia dan menjadi sasaran kekesalan pengemudi taksi


konvensional. Ketua Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama Haryanto
mengungkapkan sudah ada beberapa temannya yang mundur sebagai mitra
Uber. Sebagian lainnya terpaksa tetap beroperasi karena tidak ada penghasilan
lain. Mereka yang keluar merasa tidak dilindungi oleh Uber, kata Haryanto. Dia
juga mengatakan, lantaran dijanjikan mendapat penghasilan tambahan yang
cukup besar, banyak temannya yangberani membeli mobil secara kredit untuk
kemudian bergabung dengan Uber.
Kami juga relatif mudah untuk bisa menjadi mitra. Cukup punya kendaraan
pribadi, SIM A, SKKB (surat keterangan berkelakuan baik) atau SKCK (surat
keterangan catatan kepolisian), sebutnya. Tidak ada syarat lain. International
Expantion at Uber Joshua Ho mengklaim bahwa Uber telah memiliki kantor
perwakilan di Indonesia.
Dia menyatakan Uber meraih sukses di Filipina setelah bersama pemerintahnya
mengembangkan inovasi melalui teknologi untuk meminimalisasi kemacetan.
Ketua Perkumpulan Perusahaan Rental Indonesia (PPRI) Hendric Kusnadi
memperkuat pernyataan tersebut. Mereka (Uber) akan menyiapkan semua
persyaratan jika memang harus membuat badan usaha sendiri di Indonesia,
katanya.
Beberapa anggota PPRI merupakan mitra Uber. Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi
Widiana Adia mendorong revisi sejumlah regulasi tentang transportasi terkait
perkembangan model bisnis jasa transportasi saat ini. Kita harus siap
menghadapi perkembangan teknologi di bidang apa pun, termasuk transportasi,
katanya.
Dia juga mengingatkan, hal paling penting bagi konsumen jasa transportasi
adalah keselamatan. Hal inilah yang perlu benar-benar dirumuskan saat
pembahasan regulasi baru.

UBER IMPACT IN INDONESIA


1. Diimbau Jangan Beroperasi, Uber Masih Beroperasi di Jakarta

Selasa, 22 September 2015 | 08:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan penyedia aplikasi Uber menyatakan


belum menghentikan operasional layanan taksinya. Mereka memastikan
masyarakat masih dapat memesan layanan taksi tersebut.
Communication Lead Uber for South Asia and India, Karun Arya,
mengatakan, hal tersebut mereka sampaikan menyusul adanya
pemberitaan yang menyebutkan operasional Uber telah dihentikan.
Mereka menilai pemberitaan tersebut perlu diluruskan agar tidak
menimbulkan persepsi yang salah di tengah masyarakat.
"Jadi, perlu kami luruskan bahwa Uber sampai dengan saat ini masih terus
beroperasi di Jakarta," kata Karun melalui keterangan tertulisnya, Selasa

(22/9/2015).
Meski masih beroperasi, Karun menolak anggapan yang menyebutkan
bahwa mereka tidak mematuhi imbauan dari Dinas Perhubungan dan
Transportasi. Sebab, ia menyebut bahwa ini Uber tengah dalam proses
pengajuan izin ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai
Perusahaan Modal Asing (PMA).
"Saat ini, Uber sedang menyusun berkas-berkas yang diperlukan guna
mendapatkan izin sebagai PMA. Kami akan informasikan sekiranya Uber
sudah siap untuk mengajukan izin PMA tersebut ke BKPM," ujar Karun.
Uber adalah perusahaan aplikasi yang menyediakan layanan taksi. Mereka
diketahui melakukan kerja sama dengan para pemilik mobil pribadi. Hal
inilah yang kemudian dipermasalahkan oleh perusahaan-perusahaan taksi
resmi.
Dishubtrans telah beberapa kali memperingatkan agar Uber mengajukan
izin untuk memenuhi persyaratan legal sebagai angkutan umum. Bila
tidak, maka Dishubtrans dan Ditlantas Polda Metro Jaya akan terus
menindak seperti yang telah beberapa kali dilakukan dalam belakangan
ini.
Di sisi lain, Uber menyatakan tidak kunjung diajukannya perizinan ke
Dishubtrans disebabkan karena mereka bukanlah perusahan taksi. Tetapi,
perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran teknologi aplikasi yang
bekerja sama dengan pemilik-pemilik mobil
2. Tolak Uber, Pengusaha dan Supir Taksi Ancam Hentikan Operasi
Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang
beranggotakan para pengusaha taksi mengancam akan beraksi, mulai dari
demo massal sampai stop beroperasi sebagai bentuk penolakan taksi Uber
di Jabodetabek. Aksi ini dijanjikan bakal lebih parah dari yang pernah
terjadi di Prancis untuk kasus sama.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan
mengaku semakin gerah dengan kehadiran taksi Uber di kawasan
Jabodetabek sejak tahun lalu. Lantaran beroperasinya taksi Uber
berdampak pada anjloknya omzet pengusaha atau operator taksi hampir
30 persen.
"Omzet pengusaha taksi turun hampir 30 persen sejak Uber hadir, apalagi
di tengah kondisi perekonomian yang sulit seperti sekarang," ujar dia saat
berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Minggu (26/7/2015).
Shafruhan mengaku penyebabnya lantaran terkena dampak dari
keberadaan taksi Uber atau taksi ilegal, khususnya di Jakarta sehingga
mengakibatkan penurunan jumlah penumpang.

"Di Jabodetabek ada 45 ribu lebih taksi resmi. Bayangkan saja karena Uber
dan jumlah penumpang merosot, maka pendapatan puluhan ribu supir
terganggu. Padahal mereka harus menghidupi keluarganya," tegas dia.
Kesal karena protes tidak digubris, Shafruhan mengancam akan bertindak
tegas jika pemerintah dalam hal ini Menteri Komunikasi dan Informatika
Rudiantara tidak berani mengambil sikap dengan menutup aplikasi taksi
Uber.
"Dari awal tahun kami sudah protes. Sekarang, kalau Menkominfo tidak
mau ambil sikap, kami yang akan sikapi minggu depan. Karena taksi Uber
sudah mengganggu supir dan operator taksi. Kalau begini, untuk apa bikin
izin usaha dan investasi, lebih baik main di aplikasi saja," ketus Shafruhan.
Organda, kata dia, masih akan mengevaluasi atau memilih tindakan tegas
apa yang pantas dilakukan pengusaha dan supir taksi untuk menolak
keberadaan taksi Uber. Aksi tersebut diharapkan dapat menggugah hati
pemerintah dan bergerak cepat menutup taksi Uber ilegal.
"Opsinya bisa stop beroperasi atau demo besar-besaran. Ini masih akan
dievaluasi atau dipilih. Yang pasti akan lebih parah dari yang terjadi di
Prancis," tegas Shafruhan. (Fik/Ahm)
3.

Konflik Perusahaan Asing vs Lokal


Menurut kacamata saya, konflik Uber di Indonesia ini sebenarnya
sederhana. Pertama, Uber adalah musuh besar perusahaan taksi
dimanapun. Fitur yang diberikan oleh Uber begitu hebatnya hingga sulit
bagi konsumen (di negara-negara maju) untuk tidak menggunakan.
Mereka tumbuh cepat di Amerika dan mendunia dalam waktu yang
terbilang sangat singkat. Teknologi mereka disebut disruptive, sebuah
solusi baru yang menggantikan solusi usang yang puluhan tahun ada dan
tidak berubah.
Melihat sejarah tersebut, tak heran jika perusahaan taksi di Indonesia
ingin agar api yang masih kecil ini tidak membesar dengan cepat. Kalau
perlu, api ini dimusnahkan sepenuhnya. Kerena jika mereka lengah dan
terlanjur membesar, bisa-bisa sudah tidak terhentikan lagi. Jika nanti
sudah semakin banyak orang menggunakan layanan Uber dan semakin
banyak tercipta lapangan kerja baru karena Uber, api ini bisa semakin
tak terkendali dan sangat sulit dipadamkan.
Sejak awal langkah untuk menggembosi Uber sudah terlihat. Yang paling
kasar adalah ketika 5 pengemudi taksi Uber dijebak untuk mengantar
tamu ke Polda Metro Jaya dan ditangkap. Siapa yang melakukan ini? tak
lain adalah Organisasi Angkutan Darat DKI (Organda).

Mengapa Organda terlihat begitu vokal menentang Uber? Bisa kita lihat
dari Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) 2015-2020 Adrianto
Djokosoetono yang tak lain adalah Direktur Blue Bird Group. Tentu saja
sangat wajar jika Adrianto ingin menjaga agar bisnis taksi, tidak hanya
Blue Bird Group, namun juga perusahaan taksi lainnya tetap terjamin. Ini
juga terlihat bagaimana pembedaan antara Uber dengan Grab Taxi. Grab
Taxi diperbolehkan tentu saja karena salah satunya karena masih
melibatkan taksi.
Uber sendiri sudah memberikan kode ketidaknyamanan mereka terhadap
langkah Organda kendati tidak langsung menunjuk tangan. Hanya
memberikan kode.
Karena, dampak Uber, menurut pengalaman saya sendiri dilapangan
dengan mewawancarai sopir Uber dan taksi biasa, sangat terasa. Seorang
sopir Uber yang mantan sopir Blue Bird menuturkan bahwa hampir
sebagian besar sopir di poolnya mengunduran diri untuk bergabung ke
Uber. Dan tidak hanya Uber, melainkan juga perusahaan teknologi
disruptive lainnya seperti Gojek.
Organda menyerang Gojek karena sekali lagi menurut pengamatan saya
di lapangan, Gojek walaupun berbeda moda transportasi, tapi juga
berdampak besar terhadap peralihan penumpang maupun sopir taksi yang
keluar dan bergabung ke Gojek.
Hanya saja, saat ini Gojek sedang diatas angin. Perusahaan lokal tersebut
dipuji mampu memberikan layanan luar biasa dalam transportasi. Langkah
Organda menyerang Gojek justru semakin menunjukkan cara mereka yang
tidak elegan dan kasar. Bahkan, Ahok pun kembali bereaksi keras
terhadap Organda terkait Gojek ini.
Lalu, dimana saya berpijak? Ada dua hal yang ingin saya garis bawahi.
Pertama, membendung kemajuan teknologi memang bukanlah langkah
yang bijak. Tapi disisi lain, teknologi yang sifatnya disruptive sendiri tidak
akan lepas dari friksi atau gesekan. Jadi, memang wajar jika layanan
seperti Uber ini mendapat gesekan. Karena gesekan ini tidak hanya terjadi
di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Uber sendiri sudah sering
menyewa berbagai lobbyist dan pengacara papan atas untuk memuluskan
jalan mereka.
Saya bukannya mendukung langkah Ridwan Kamil dan Ahok. Karena
konsep ride-sharing ini menurut saya sangat cocok dan tepat sekali untuk
pasar Indonesia. Meski demikian, saya juga berangan ada perusahaan
lokal yang mampu mereplikasi layanan Uber, serta dapat comply dengan
semua peraturan yang ditetapkan pemerintah terhadap konsep ridesharing ini.

Mengapa? Karena saya berharap uang kita tidak akan lari ke perusahaan
Amerika, tapi bisa dinikmati oleh perusahaan lokal. Kalau Gojek bisa,
kenapa yang lain tidak? well mungkin ini agak naif. Tapi, intinya
seandainya konsep ride sharing ini memang bisa membuka lapangan kerja
baru, tentu kita berharap agar datangnya dari perusahaan Indonesia juga,
bukan perusahaan Amerika.

4. Ingin direstui, Uber Indonesia kumpulkan suara lewat petisi


online
Techno.id - Pemerintah tak memberikan ijin Uber Indonesia beroperasi di
Indonesia. Namun, Uber yakin jika pelanggannya cukup banyak di
Indonesia. Oleh sebab itu, Uber mencoba menggalang suara lewat petisi
online agar pemerintah merestui mereka. Menurut laporan dari Merdeka
(14/9/15), petisi online dari Uber menyebutkan bahwa pemerintah tak
mengijinkan aplikasi Uber beroperasi. Bila hal ini dibiarkan maka akan
berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran para pengemudi.
Pemerintah tak merestui Uber beroperasi lantaran pengemudi Uber
ditangkap oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas
Perhubungan (DISHUB).
Kendati demikian, Uber Indonesia mengaku jika aplikasinya memiliki
manfaat yang baik bagi penduduk di seluruh dunia. Dari situlah, Uber tak
terima bila pemerintah melarang Uber beroperasi.
"Di kota-kota seluruh dunia, menikmati ride-sharing sebagai cara
mengatasi kekurangan pada transportasi publik, mengurangi kemacetan,
dan menyambungkan daerah yang sulit dijangkau. Inilah manfaat yang
dirasakan masyarakat di lebih dari 300 kota di dunia," tulis petisi itu.
Agar mendapat suara lebih banyak, pengguna yang telah merasakan
dampak positif Uber, diminta untuk menyumbang suaranya pada petisi
online. Uber juga menghimbau untuk memberitahukan kepada Gubernur
DKI Jakarta, Ahok, tentang benefit adanya aplikasi tersebut.
"Tegakkan pilihanmu di Indonesia dan tanda tangan petisi ini. Biarkan
suaramu didengar! #Uber4Indonesia," tulis petisi itu.