Anda di halaman 1dari 19

PERTANYAAN

KELOMPOK 1
SARTIKA
NURHIJRAH
1. Bagaimana cara mencegah radiasi non-mengion ?
2. Apa hubungan antara faktor psikologis dengan K3 ?

KELOMPOK 1
JAWABAN
1.

Untuk memproteksi diri dari sumber radiasi, maka diterapkan tiga strategi dasar ya
ng dikenal sebagai prinsip proteksi radiasi, yaitu:
. Kurangi waktu berada di sekitar sumber radiasi
. Posisikan diri sejauh mungkin dari sumber radiasi
. Gunakan perisai yang sesuai

Waktu
Dengan sesingkat mungkin berada dekat dengan sumber radiasi, maka secara proporsio
nal akan mengurangi dosis radiasi yang diterima. Minimalkan waktu anda bekerja, maka
akan meminimalkan dosis yang diterima.

Jarak
Besarnya paparan radiasi akan menurun, sebanding dengan kebalikan kuadrat jarak ter
hadap sumber. Dengan menjauhkan sumber radiasi dengan faktor dua, akan menurunk
an intensitasnya menjadi seperempatnya. Menjauhkan jarak sumber radiasi dengan fakt
or tiga akan menurunkan intensitas radiasi menjadi sepersembilannya.
Bilamana diperlukan selalu gunakan tongkat penjepit panjang untuk memindahkan atau
mengambil sumber radiasi dengan aktivitas atau paparan radiasi yang tinggi, selalu men
ggunakan rak tabung, baki, atau apa saja yang bisa menjauhkan sumber radiasi dari tub
uh apabila memindahkan atau mengambil sumber radiasi dengan dengan aktivitas atau
paparan radiasi yang rendah. Selalu menyimpan zat radioaktif, peralatan terkontaminas
i dan limbah radioaktif sejauh mungkin dari daerah kerja atau pintu.
Perisai
Perisai yang tepat dapat menurunkan secara eksponential paparan radiasi
gamma dan menghalangi hampir semua sinar radiasi-beta. Pilih dan guna
kan perisai yang sesuai selama melakukan penelitian atau pekerjaan deng
an sumber radiasi.
Selain dengan ketiga strategi di atas, untuk mengurangi bahaya radiasi eks
terna, maka kurangi aktivitas zat radioaktif dengan cara: Untuk sumber de
ngan waktu paruh pendek tunggu sampai meluruh; dekontaminasi sumbe
r radioaktif sebelum bekerja; atau pindahkan zat radioaktif yang tidak perl
u dan bisa dipindahkan ke lokasi lain

2. Pada umumnya Program keselamatan kerja banyak berfokus pada perlindunga


n fisik pekerja, dan mengabaikan faktor manusia yang dapat menyebabkan oran
g mengabaikan prosedur prosedur yang bisa mencegah kecelakaan terjadi, nam
un studi menunjukkan bahwa untuk 50% dari semua kecelakaan terjadi karena
kesalahan karyawan di tempat kerja atau factor manusia. Faktor risiko psikologi
s dalam kecelakaan adalah potensi pikiran, perasaan, dan perilaku yang mungki
n terjadi sebagai akibat dari peristiwa stress.

KELOMPOK 2
AYU ANNISA AKBAR
FIRMAN
1. Jelaskan ancaman-ancaman pada hiperkes !
2. Bagaimana solusi dan pencegahan dari faktor faktor yang me
mpengaruhi ?

KELOMPOK 2
JAWABAN

1. Ada 2 jenis ancaman yaitu :


. Kesehatan (fisik, mental dan sosial) tenaga kerja
. Masyarakat, serta kecelakaan yang menimbulkan cacat fisik, mental dan sosial.
Oleh karena itu, baik secara individual maupun secara bersama-sama diperlukan upay
a pemeliharaan/pencegahan terhadap berbagai kemungkinan yang diakibatkan kegiata
n perusahaan. Pemeliharaan dan pengawasan kesehatan tenaga kerja dilakukan sedini
mungkin/sejak menjadi tenaga kerja diperusahaan yang bersangkutan. Demikian juga
sebelum perusahaan memulai kegiatannya, seawal mungkin telah memperhitungkan s
egala kemungkinan akibat kegiatan tersebut terhadap masyarakat disekitar perusahaa
n. Dalam hal pemeliharaan kesehatan tenaga kerja, sesuai dengan undang-undang dan
ketentuan ketenagakerjaan serta ketentuan operasional perusahaan, perusahaan diha
ruskan mengikutsertakan semua tenaga kerja menjadi anggota asuransi sosial tenaga
kerja. Dan untuk pemeliharaan kesehatan lingkungan masyarakat di sekitar perusahaa
n, sesuai dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang berlaku, setiap peru
sahaan di wajibkan merencanakan serta melaksanakan upaya penyehatan lingkungan
di sekitar perusahaan.

2. Kecelakaan Kerja adalah sesuatu yang tidak terduga dan tidak diharapkan yang dapat men
gakibatkan kerugian harta benda, korban jiwa / luka / cacat maupun pencemaran. Kecelak
aan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi akibat adanya hubungan kerja, (terjadi karen
a suatu pekerjaan atau melaksanakan pekerjaan ). Adapun pencegahan atau solusi terhada
p faktor-faktor penyebabnya yaitu :
a. Faktor Biologi
Faktor biologi dan juga bahaya-bahaya lainnya di tempat kerja dapat dihindari dengan p
encegahan antara lain dengan :
. Penggunaan masker yang baik untuk pekerja yang berisiko tertular lewat debu yang
mengandung organism patogen
. Mengkarantina hewan yang terinfeksi dan vaksinasi
. Imunisasi bagi pekerja yang berisiko tertular penyakit di tempat kerja
. Membersihkan semua debu yang ada di sistem pendingin paling tidak datu kali setia
p bulan
. Membuat sistem pembersihan yang memungkinkan terbunuhnya mikroorganisme y
ang patogen pada system pendingin.
Dengan mengenal bahaya dari faktor biologi dan bagaimana mengotrol dan mencegah p
enularannya diharapkan efek yang merugikan dapat dihindari.

b. Faktor Fisiologi
untuk mencegah terjadinya kecelakaan karena faktor fisiologi maka, perusahaan p
erlu memperhatikan beban kerja karyawannya sesuai dengan standar di bawah ini
:
. Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim, sosial ekono
mi dan derajat kesehatan.
. Pembebanan tidak melebihi 30 40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerj
a dalam jangka waktu 8 jam sehari.
. Berdasarkan hasil beberapa observasi, beban untuk tenaga Indonesia adalah 40 kg.
Bila mengangkat dan mengangkut dikerjakan lebih dari sekali maka beban maksimu
m tersebut harus disesuaikan.
. Oleh karena penetapan kemampuan kerja maksimum sangat sulit, parameter prakti
s yang digunakan adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 3
0-40 permenit di atas denyut nadi sebelum bekerja.

c. Faktor Psikologi
Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi pekerja di tempat kerja, men
yebabkan faktor psikologis perlu mendapat perhatian untuk meminimalisir dampak fakt
or tersebut di lingkungan kerja. Di bawah ini adalah kiat yang dapat dilakukan untuk red
uksi dampaknya yaitu :
Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan bakat, minat.kepribadian motivasi, tempe
ramen atau pendidikannya.
Melakukan seleksi dan klasifikasi tenaga kerja sesuai dengan prosedur.
Memberikan latihan kerja bagi tenaga kerja
Senantiasa menjalin hubungan yang harmonis antara sesama tenaga kerja.

KELOMPOK 3
MUHAMMAD IHSAN
BUTSIARAH
1. Berikan contoh kerja yang berkaitan dengan fisiologi dan berik
an cara mengatasinya.

KELOMPOK 3
JAWABAN
1. Pekerjaan yang berorientasi pada faktor fisiologi adalah pekerjaan yang mengatur k
erja tenaga kerjanya sesuai dengan kriteria dibawah ini:
. Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim, sosial e
konomi dan derajat kesehatan.
. Pembebanan tidak melebihi 30 40% dari kemampuan kerja maksimum tenag
a kerja dalam jangka waktu 8 jam sehari.
. Berdasarkan hasil beberapa observasi, beban untuk tenaga Indonesia adalah 4
0 kg. Bila mengangkat dan mengangkut dikerjakan lebih dari sekali maka beba
n maksimum tersebut harus disesuaikan.
. Oleh karena penetapan kemampuan kerja maksimum sangat sulit, parameter p
raktis yang digunakan adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak
melebihi 30-40 permenit di atas denyut nadi sebelum bekerja.

KELOMPOK 5
MUHAMMAD TAKDIR
ARDIANSA
1. Sejauh mana peranan faktor psikologis terhadap produksi kem
udian bagaimana cara mengatasinya bagi seorang pekerja.

KELOMPOK 5
JAWABAN
1. Faktor psikologi merujuk pada kondisi kejiwaan seseorang. Terda
pat faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi psikologi seseorang
seperti kondisi/lingkungan tempat kerja yang kondusif/nyaman ak
an memberikan dampak yang baik bagi psikologi seseorang, hubu
ngan yang baik antar pekerja, menngerjakan hal-hal yang sesuai d
engan minat, bakat, keterampilan, dan tingkat pendidikan. Denga
n terpenuhi faktor-faktor tersebut akan menimbulkan motivasi ke
rja yang baik bagi pekerja sehingga produktivitas juga akan menin
gkat.

KELOMPOK 7
M. ARFANDI
1. Bagaimana cara mengukur, melihat, / menentukan faktor fisiol
ogi tenaga kerja dikatakan baik maupun buruk ?

KELOMPOK 7
JAWABAN
1. Indikator fisiologi seseorang dikatakan baik atau buruk yaitu deng
an melihat kinerja dari orang tersebut. Pada sebuh industri atau p
erusahaan seorang tenaga kerja yang memiliki kondisi fisiologi ya
ng baik akan tercermin pada motivasi kerja yang maksimal sehing
ga berdampak pada kinerja kerja yang baik.

KELOMPOK 8
IYAN SAPUTRA
RINA T. RAWE
1. Apakah stress termasuk dalam item K3 ? Jelaskan!

KELOMPOK 8
JAWABAN
1.

Stress merupakan dampak negatif dari faktor psikologi. Pada dasarnya fa


ktor psikologi merupakan bagian dari keselamatan dan kesehatan kerja. F
aktor ini mempengaruhi potensi pikiran, perasaan, dan perilaku yang mu
ngkin terjadi sebagai akibat dari peristiwa stress.

Thank you!