Anda di halaman 1dari 32
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik

Kerja

Praktek

Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik

PT. Petrokimia Gresik

Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik
Kerja Praktek PT. Petrokimia Gresik

PT. Petrokima Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung dibawah Departemen Keuangan. Produk utama PT. Petrokimia Gresik adalah pupuk nitrogen (pupuk ZA dan pupuk Urea) dan pupuk phospat (pupuk SP-36) serta bahan-bahan kimia lainnya seperti CO 2 cair dan kering (dry ice), amoniak, asam sulfat, asam fosfat, O 2 dan N 2 cair. Dalam perjalannya sebagai perusahaan BUMN, status PT. Petrokimia Gresik mengalami beberapa kali perubahan, antara lain:

Proyek Petrokimia Surabaya (1963 - 1971) Perusahaan Umum (Perum) (1971 - 1975) PT. Petrokimia Gresik (Persero) (1975 - 1997) PT. Petrokimia Gresik (1997 - sekarang)

PT. Petrokima Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung dibawah Departemen Keuangan. Produk utama
PT. Petrokima Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung dibawah Departemen Keuangan. Produk utama
PT. Petrokima Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung dibawah Departemen Keuangan. Produk utama
PT. Petrokima Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung dibawah Departemen Keuangan. Produk utama
PT. Petrokima Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung dibawah Departemen Keuangan. Produk utama
PT. Petrokima Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung dibawah Departemen Keuangan. Produk utama
PT. Petrokima Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung dibawah Departemen Keuangan. Produk utama
CO 2 NATURAL GAS AMMONIA UREA PUPUK PLANT PLANT UREA SULFUR H 2 SO 4 PLANT
CO 2
NATURAL GAS
AMMONIA
UREA
PUPUK
PLANT
PLANT
UREA
SULFUR
H 2 SO 4
PLANT
PUPUK ZA
ZA I & III
PLANT
PHOSPHATE ROCK
H 3 PO 4
PLANT
PF I & III
PLANT
PUPUK
SP 36
H 2 SiF 6
AlF 3
Al(OH) 3
AlF 3
PLANT
GYPSUM
ZA II
PUPUK ZA
PLANT
PHONSKA
PUPUK
KCl
PLANT
PHONSKA
Alur Produksi PT. Petrokimia Gresik

Pada pabrik asam fosfat ini, proses yang digunakan adalah “Nissan C Process Yang Diklasifikasikan Kedalam Kategori Proses Hemihydrate Dan Dihydrate.Unit ini mempunyai kapasitas produksi sebesar 170.000 ton/tahun.

Pada pabrik asam fosfat ini, proses yang digunakan adalah “ Nissan C Process Yang Diklasifikasikan Kedalam
Pada pabrik asam fosfat ini, proses yang digunakan adalah “ Nissan C Process Yang Diklasifikasikan Kedalam
Pada pabrik asam fosfat ini, proses yang digunakan adalah “ Nissan C Process Yang Diklasifikasikan Kedalam
Pada pabrik asam fosfat ini, proses yang digunakan adalah “ Nissan C Process Yang Diklasifikasikan Kedalam
Pada pabrik asam fosfat ini, proses yang digunakan adalah “ Nissan C Process Yang Diklasifikasikan Kedalam
Pada pabrik asam fosfat ini, proses yang digunakan adalah “ Nissan C Process Yang Diklasifikasikan Kedalam
Pada pabrik asam fosfat ini, proses yang digunakan adalah “ Nissan C Process Yang Diklasifikasikan Kedalam

Kondisi bahan baku

Phosphate Rock

Kadar P 2 O 5 33,0%. Kadar CaO 51,7% Kadar SiO 2 4,35% Kadar H 2 O 1,0% 2 mm lolos 99% 1 mm lolos 95%

Bahan Penolong :

  • - Antifoam agent

  • - Silika (Sio 2 )

  • - Monthalin

Asam Sulfat

Kadar

H 2 SO 4

98,5

berat. Temperatur 45C

%

 Kondisi bahan baku  Phosphate Rock       Kadar P O
 Kondisi bahan baku  Phosphate Rock       Kadar P O
 Kondisi bahan baku  Phosphate Rock       Kadar P O
 Kondisi bahan baku  Phosphate Rock       Kadar P O
 Kondisi bahan baku  Phosphate Rock       Kadar P O
 Kondisi bahan baku  Phosphate Rock       Kadar P O
 Kondisi bahan baku  Phosphate Rock       Kadar P O
Kualitas produk A. Asam Fosfat c. Gypsum - Konsentrasi P 2 O 5 - CaSO 4
Kualitas produk
A.
Asam Fosfat
c. Gypsum
-
Konsentrasi P 2 O 5
-
CaSO 4 .2H 2 O =
= 48 – 54 %
min. 94%
-
Suspended solid
-
P 2 O 5 = max. 1%
= max. 3 %
-
CaO = min.
-
Sludge = 5%
32%
Temperatur = 65
o C
-
-
F = max. 0,8%
-
H 2 O bebas =
max. 30%
B.
Asam Fluosilika
-
-
konsentrasi
H 2 SiF 6 = min. 18
H 2 O kristal =
min. 17%
%
-
P O
= max
250

Pabrik asam fosfat memiliki kapasitas sebesar

610

ton

P 2 O 5 /hari.

Bahan

baku

yang

digunakan dalam produksi asam fosfat adalah batuan fosfat dan asam sulfat. Teknologi proses yang digunakan adalah Nissan C Process. Proses operasi pabrik asam fosfat terdiri dari 5 seksi:

Seksi Rock Grinding Unit Seksi Reaction and Hemihydrate Filtration Seksi Conversion (hydration) dan Dihydrate Filtration Seksi Fluorine Recovery Seksi Concentration unit

Pabrik asam fosfat memiliki kapasitas sebesar 610 ton P O /hari. Bahan baku yang digunakan dalam
Pabrik asam fosfat memiliki kapasitas sebesar 610 ton P O /hari. Bahan baku yang digunakan dalam
Pabrik asam fosfat memiliki kapasitas sebesar 610 ton P O /hari. Bahan baku yang digunakan dalam
Pabrik asam fosfat memiliki kapasitas sebesar 610 ton P O /hari. Bahan baku yang digunakan dalam
Pabrik asam fosfat memiliki kapasitas sebesar 610 ton P O /hari. Bahan baku yang digunakan dalam
Pabrik asam fosfat memiliki kapasitas sebesar 610 ton P O /hari. Bahan baku yang digunakan dalam
Pabrik asam fosfat memiliki kapasitas sebesar 610 ton P O /hari. Bahan baku yang digunakan dalam

Pada pabrik asam sulfat ini, proses yang digunakan adalah “Double Contact Double Absorbtion (Dc/Da)” yang dirancang oleh hitachi zosen / tj. Brouder.

Kapasitas produksi pada unit ini sebesar 700.000 ton/tahun.

Pada pabrik asam sulfat ini, proses yang digunakan adalah “ Double Contact Double Absorbtion (Dc/Da)” yang
Pada pabrik asam sulfat ini, proses yang digunakan adalah “ Double Contact Double Absorbtion (Dc/Da)” yang
Pada pabrik asam sulfat ini, proses yang digunakan adalah “ Double Contact Double Absorbtion (Dc/Da)” yang
Pada pabrik asam sulfat ini, proses yang digunakan adalah “ Double Contact Double Absorbtion (Dc/Da)” yang
Pada pabrik asam sulfat ini, proses yang digunakan adalah “ Double Contact Double Absorbtion (Dc/Da)” yang
Pada pabrik asam sulfat ini, proses yang digunakan adalah “ Double Contact Double Absorbtion (Dc/Da)” yang
Pada pabrik asam sulfat ini, proses yang digunakan adalah “ Double Contact Double Absorbtion (Dc/Da)” yang

Kondisi Bahan Baku

1. Belerang Spesifikasi Belerang Padat adalah :

Kadar sulfur Kadar H 2 O

: 98,11 % berat : 2,6 % berat

Kadar ash Acidity Impurities

: 0,90 % berat : 0,52 % berat : HC, NaCl, Fe, K, Na

Kondisi Bahan Baku 1. Belerang Spesifikasi Belerang Padat adalah :  Kadar sulfur Kadar H O
Kondisi Bahan Baku 1. Belerang Spesifikasi Belerang Padat adalah :  Kadar sulfur Kadar H O
Kondisi Bahan Baku 1. Belerang Spesifikasi Belerang Padat adalah :  Kadar sulfur Kadar H O
Kondisi Bahan Baku 1. Belerang Spesifikasi Belerang Padat adalah :  Kadar sulfur Kadar H O
Kondisi Bahan Baku 1. Belerang Spesifikasi Belerang Padat adalah :  Kadar sulfur Kadar H O
Kondisi Bahan Baku 1. Belerang Spesifikasi Belerang Padat adalah :  Kadar sulfur Kadar H O
Kondisi Bahan Baku 1. Belerang Spesifikasi Belerang Padat adalah :  Kadar sulfur Kadar H O

Pabrik asam sulfat di PT Petrokimia Gresik beroperasi satu stream dengan kapasitas 1800 ton/hari melalui proses Hitachi Zosen/ T.J. Browder double contact dan double absorbtion (DC/DA). Uraian proses produksi asam sulfat akan dijelaskan dibawah ini :

Seksi 1000 atau seksi sulphur handling Seksi 1100 atau seksi pembuatan gas SO 2

Seksi 1200 atau seksi pengubah gas SO 2 Seksi 1300 atau seksi pengeringan udara dan penyerapan gas SO 3

Seksi

1400

atau

loading station

seksi penyimpanan dan

Pabrik asam sulfat di PT Petrokimia Gresik beroperasi satu stream dengan kapasitas 1800 ton/hari melalui proses
Pabrik asam sulfat di PT Petrokimia Gresik beroperasi satu stream dengan kapasitas 1800 ton/hari melalui proses
Pabrik asam sulfat di PT Petrokimia Gresik beroperasi satu stream dengan kapasitas 1800 ton/hari melalui proses
Pabrik asam sulfat di PT Petrokimia Gresik beroperasi satu stream dengan kapasitas 1800 ton/hari melalui proses
Pabrik asam sulfat di PT Petrokimia Gresik beroperasi satu stream dengan kapasitas 1800 ton/hari melalui proses
Pabrik asam sulfat di PT Petrokimia Gresik beroperasi satu stream dengan kapasitas 1800 ton/hari melalui proses
Pabrik asam sulfat di PT Petrokimia Gresik beroperasi satu stream dengan kapasitas 1800 ton/hari melalui proses

Pabrik

ZA

II

(ammonium sulfat II)

didesain dengan kapasitas 810 ton/hari.

Proses yang digunakan adalah proses

ICI/Chemico untuk tahap reaksinya dan

SSIC untuk

evaporator kristaliser.

Spesifikasi produk yang dihasilkan sebagai berikut:

Bentuk Ukuran

= kristal = 70% tertahan tyler mesh no.30

Kadar= nitrogen 21% = asam bebas (H 2 SO 4 ) 0,1%

= air (H 2 O) 0,15%

Pabrik ZA II (ammonium sulfat II) didesain dengan kapasitas 810 ton/hari. Proses yang digunakan adalah proses
Pabrik ZA II (ammonium sulfat II) didesain dengan kapasitas 810 ton/hari. Proses yang digunakan adalah proses
Pabrik ZA II (ammonium sulfat II) didesain dengan kapasitas 810 ton/hari. Proses yang digunakan adalah proses
Pabrik ZA II (ammonium sulfat II) didesain dengan kapasitas 810 ton/hari. Proses yang digunakan adalah proses
Pabrik ZA II (ammonium sulfat II) didesain dengan kapasitas 810 ton/hari. Proses yang digunakan adalah proses
Pabrik ZA II (ammonium sulfat II) didesain dengan kapasitas 810 ton/hari. Proses yang digunakan adalah proses
Pabrik ZA II (ammonium sulfat II) didesain dengan kapasitas 810 ton/hari. Proses yang digunakan adalah proses

Kondisi Bahan Baku

1.

Amonia Cair

NH 3 99,00- 99,50 %. Temperatur 1°C Tekanan 3-4 kg/cm 2 .g H 2 O 0,5 % max.

2.

CO 2 gas

CO 2 99,00 % min. Inert 0,3% max. Temperatur 30C Tekanan 0,44 kg/cm 2 .g

3.

Asam Sulfat

H 2 SO 4 98,5 % min.

H 2 O 2,0 % max. Temperatur 34C

  • 4. Fosfo Gypsum

CaSO 4. 2H 2 O 97% min. P 2 O 5 total 0,33% max.

F total 0,69% max. CaO 3,69% min.

Kondisi Bahan Baku 1. Amonia Cair  NH 99,00- 99,50 %.  Temperatur 1°C  Tekanan
Kondisi Bahan Baku 1. Amonia Cair  NH 99,00- 99,50 %.  Temperatur 1°C  Tekanan
Kondisi Bahan Baku 1. Amonia Cair  NH 99,00- 99,50 %.  Temperatur 1°C  Tekanan
Kondisi Bahan Baku 1. Amonia Cair  NH 99,00- 99,50 %.  Temperatur 1°C  Tekanan
Kondisi Bahan Baku 1. Amonia Cair  NH 99,00- 99,50 %.  Temperatur 1°C  Tekanan
Kondisi Bahan Baku 1. Amonia Cair  NH 99,00- 99,50 %.  Temperatur 1°C  Tekanan
Kondisi Bahan Baku 1. Amonia Cair  NH 99,00- 99,50 %.  Temperatur 1°C  Tekanan

Produksi ZA II terdiri dari tujuh seksi, antara lain:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Seksi carbonation / pembuatan ammonium karbonat (seksi 5100)

Seksi reaksi dan gas scrubbing (reaksi penyerapan gas, seksi 5200)

Seksi filtrasi (seksi 5300)

Seksi netralisasi (seksi 5400)

Seksi evaporasi dan kristalisasi (seksi 5500)

Seksi pengeringan dan pendinginan (seksi

5600)

Seksi pengantongan (seksi 5700)

Produksi ZA II terdiri dari tujuh seksi, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Produksi ZA II terdiri dari tujuh seksi, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Produksi ZA II terdiri dari tujuh seksi, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Produksi ZA II terdiri dari tujuh seksi, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Produksi ZA II terdiri dari tujuh seksi, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Produksi ZA II terdiri dari tujuh seksi, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Produksi ZA II terdiri dari tujuh seksi, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Pabrik ini menggunakan proses basah chemie linz a.G dengan mereaksikan asam fluosikat dengan aluminium hidroksida, yang digunakan untuk membantu menurunkan titik lebur dari peleburan alumina.

Kapasitas produksi pada unit ini sebesar 12.600 ton/tahun.

Pabrik ini menggunakan proses basah chemie linz a.G dengan mereaksikan asam fluosikat dengan aluminium hidroksida, yang
Pabrik ini menggunakan proses basah chemie linz a.G dengan mereaksikan asam fluosikat dengan aluminium hidroksida, yang
Pabrik ini menggunakan proses basah chemie linz a.G dengan mereaksikan asam fluosikat dengan aluminium hidroksida, yang
Pabrik ini menggunakan proses basah chemie linz a.G dengan mereaksikan asam fluosikat dengan aluminium hidroksida, yang
Pabrik ini menggunakan proses basah chemie linz a.G dengan mereaksikan asam fluosikat dengan aluminium hidroksida, yang
Pabrik ini menggunakan proses basah chemie linz a.G dengan mereaksikan asam fluosikat dengan aluminium hidroksida, yang
Pabrik ini menggunakan proses basah chemie linz a.G dengan mereaksikan asam fluosikat dengan aluminium hidroksida, yang

Kondisi bahan baku 1. Alumunium Hidroksida Bentuk serbuk Kadar Al(OH) 3 98,5% min. Kadar SiO 2 0,12% max. Kadar Fe 2 O 3 0,03% max. Kelembaban udara 1,30% ma

2. Asam Flousilikat Bentuk cairan jernih Kadar H 2 SiF 6 18 - 20%.

Kondisi bahan baku 1. Alumunium Hidroksida  Bentuk serbuk  Kadar Al(OH) 98,5% min.  Kadar
Kondisi bahan baku 1. Alumunium Hidroksida  Bentuk serbuk  Kadar Al(OH) 98,5% min.  Kadar

250 ppm max.

Kondisi bahan baku 1. Alumunium Hidroksida  Bentuk serbuk  Kadar Al(OH) 98,5% min.  Kadar
Kondisi bahan baku 1. Alumunium Hidroksida  Bentuk serbuk  Kadar Al(OH) 98,5% min.  Kadar
Kondisi bahan baku 1. Alumunium Hidroksida  Bentuk serbuk  Kadar Al(OH) 98,5% min.  Kadar
Kondisi bahan baku 1. Alumunium Hidroksida  Bentuk serbuk  Kadar Al(OH) 98,5% min.  Kadar
Kondisi bahan baku 1. Alumunium Hidroksida  Bentuk serbuk  Kadar Al(OH) 98,5% min.  Kadar

Kadar P O

Produksi Aluminium Fluorida terdiri dari lima

seksi, yaitu:

1.

Reaksi dan Pemisahan Silica

2.

Kristalisasi dan Pemisahan AlF 3 .3H 2 O

3.

Dehidrasi

4.

5.

Pendinginan dan Pengepakan

Penyerapan Gas

Produksi Aluminium Fluorida terdiri dari lima seksi, yaitu: 1. Reaksi dan Pemisahan Silica 2. Kristalisasi dan
Produksi Aluminium Fluorida terdiri dari lima seksi, yaitu: 1. Reaksi dan Pemisahan Silica 2. Kristalisasi dan
Produksi Aluminium Fluorida terdiri dari lima seksi, yaitu: 1. Reaksi dan Pemisahan Silica 2. Kristalisasi dan
Produksi Aluminium Fluorida terdiri dari lima seksi, yaitu: 1. Reaksi dan Pemisahan Silica 2. Kristalisasi dan
Produksi Aluminium Fluorida terdiri dari lima seksi, yaitu: 1. Reaksi dan Pemisahan Silica 2. Kristalisasi dan
Produksi Aluminium Fluorida terdiri dari lima seksi, yaitu: 1. Reaksi dan Pemisahan Silica 2. Kristalisasi dan
Produksi Aluminium Fluorida terdiri dari lima seksi, yaitu: 1. Reaksi dan Pemisahan Silica 2. Kristalisasi dan

Proses pembuatan cement retarder dari gypsum adalah proses purifikasi dan granulasi, yang produknya digunakan untuk bahan penolong pabrik semen sebagai penunda dalam setting time.

Kapasitas produksi pada unit ini sebesar 440.000 ton/tahun.

Proses pembuatan cement retarder dari gypsum adalah proses purifikasi dan granulasi, yang produknya digunakan untuk bahan
Proses pembuatan cement retarder dari gypsum adalah proses purifikasi dan granulasi, yang produknya digunakan untuk bahan
Proses pembuatan cement retarder dari gypsum adalah proses purifikasi dan granulasi, yang produknya digunakan untuk bahan
Proses pembuatan cement retarder dari gypsum adalah proses purifikasi dan granulasi, yang produknya digunakan untuk bahan
Proses pembuatan cement retarder dari gypsum adalah proses purifikasi dan granulasi, yang produknya digunakan untuk bahan
Proses pembuatan cement retarder dari gypsum adalah proses purifikasi dan granulasi, yang produknya digunakan untuk bahan
Proses pembuatan cement retarder dari gypsum adalah proses purifikasi dan granulasi, yang produknya digunakan untuk bahan

Pabrik Cement Retarder

Kondisi Bahan Baku 1. Fosfo gypsum Produk samping PA Plant Kadar CaSO 4 .2H 2 O 97,0% min. Kadar P 2 O 5 total 0,33% max. Free H 2 O 25,0% max. Kadar SO 3 44,86% min. F total 0,79% max. Kadar CaO 3,69% min. Kadar Fe 2 O 3 70 mg/l max

Pabrik Cement Retarder Kondisi Bahan Baku 1. Fosfo gypsum  Produk samping PA Plant  Kadar
Pabrik Cement Retarder Kondisi Bahan Baku 1. Fosfo gypsum  Produk samping PA Plant  Kadar
Pabrik Cement Retarder Kondisi Bahan Baku 1. Fosfo gypsum  Produk samping PA Plant  Kadar
Pabrik Cement Retarder Kondisi Bahan Baku 1. Fosfo gypsum  Produk samping PA Plant  Kadar
Pabrik Cement Retarder Kondisi Bahan Baku 1. Fosfo gypsum  Produk samping PA Plant  Kadar
Pabrik Cement Retarder Kondisi Bahan Baku 1. Fosfo gypsum  Produk samping PA Plant  Kadar
Pabrik Cement Retarder Kondisi Bahan Baku 1. Fosfo gypsum  Produk samping PA Plant  Kadar

Produksi

pada

cement

retarder

ini

terbagi dalam 5 seksi, yaitu:

1.

2.

3.

4.

5.

Purification Unit

Drying Unit

Calcination Unit

Mixing Unit

Granulation Unit

Produksi pada cement retarder ini terbagi dalam 5 seksi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Purification
Produksi pada cement retarder ini terbagi dalam 5 seksi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Purification
Produksi pada cement retarder ini terbagi dalam 5 seksi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Purification
Produksi pada cement retarder ini terbagi dalam 5 seksi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Purification
Produksi pada cement retarder ini terbagi dalam 5 seksi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Purification
Produksi pada cement retarder ini terbagi dalam 5 seksi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Purification
Produksi pada cement retarder ini terbagi dalam 5 seksi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Purification

Pabrik Cement Retarder

Pabrik Cement Retarder
Pabrik Cement Retarder
Pabrik Cement Retarder
Pabrik Cement Retarder
Pabrik Cement Retarder
Pabrik Cement Retarder
Cooling tower merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas
Cooling
tower
merupakan
suatu
peralatan
yang
digunakan
untuk
menurunkan
suhu
aliran
air
dengan
cara
mengekstraksi
panas
dari
air
dan
mengemisikannya ke
atmosfer.

Latar Belakang

Adanya penambahan kapasitas evaporator (D2501) untuk pemaksimalan proses pemekatan phosphate acid pada pabrik asam fosfat PT. Petrokimia Gresik menyebabkan kebutuhan akan steam sebagai steam ejector pada evaporator meningkat. Hal ini berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan air pendingin bagi kondenser untuk mendinginkan steam. Sedangkan kondisi cooling tower sebagai penyedia air pendingin saat ini telah berada pada kapasitas maksimum. Sehingga perlu adanya desain ulang untuk penambahan kapasitas cooling tower CT2601 agar proses produksi lebih optimal.

Latar Belakang Adanya penambahan kapasitas evaporator (D2501) untuk pemaksimalan proses pemekatan phosphate acid pada pabrik asam
Latar Belakang Adanya penambahan kapasitas evaporator (D2501) untuk pemaksimalan proses pemekatan phosphate acid pada pabrik asam
Latar Belakang Adanya penambahan kapasitas evaporator (D2501) untuk pemaksimalan proses pemekatan phosphate acid pada pabrik asam
Latar Belakang Adanya penambahan kapasitas evaporator (D2501) untuk pemaksimalan proses pemekatan phosphate acid pada pabrik asam
Latar Belakang Adanya penambahan kapasitas evaporator (D2501) untuk pemaksimalan proses pemekatan phosphate acid pada pabrik asam
Latar Belakang Adanya penambahan kapasitas evaporator (D2501) untuk pemaksimalan proses pemekatan phosphate acid pada pabrik asam
Latar Belakang Adanya penambahan kapasitas evaporator (D2501) untuk pemaksimalan proses pemekatan phosphate acid pada pabrik asam

Tujuan

Untuk menghitung laju aliran cooling water pada steam condensat, menghitung jumlah make up water yang dibutuhkan pada cooling tower, menghitung ukuran pipa make up water pada cooling tower, dan menghitung kebutuhan udara pendingin dalam cooling tower.

Tujuan Untuk menghitung laju aliran cooling water pada steam condensat, menghitung jumlah make up water yang
Tujuan Untuk menghitung laju aliran cooling water pada steam condensat, menghitung jumlah make up water yang
Tujuan Untuk menghitung laju aliran cooling water pada steam condensat, menghitung jumlah make up water yang
Tujuan Untuk menghitung laju aliran cooling water pada steam condensat, menghitung jumlah make up water yang
Tujuan Untuk menghitung laju aliran cooling water pada steam condensat, menghitung jumlah make up water yang
Tujuan Untuk menghitung laju aliran cooling water pada steam condensat, menghitung jumlah make up water yang
Tujuan Untuk menghitung laju aliran cooling water pada steam condensat, menghitung jumlah make up water yang

Data-data cooling tower

Temperatur Cw in

= 41 o C

Temperatur Cw out = 31 o C Debit Cw = 3269,76 m 3 /h Cycles standart = 3-5

Ditentukan cycles = 3

Temperatur dry bulb= 32,2 o C Temperatur wet bulb = 26,6 o C

Standar velocity

= 1-3 m/s

Tekanan parsial Cw = 1,3196 inHg

Data-data cooling tower  Temperatur Cw in = 41 o C  Temperatur Cw out =
Data-data cooling tower  Temperatur Cw in = 41 o C  Temperatur Cw out =
Data-data cooling tower  Temperatur Cw in = 41 o C  Temperatur Cw out =
Data-data cooling tower  Temperatur Cw in = 41 o C  Temperatur Cw out =
Data-data cooling tower  Temperatur Cw in = 41 o C  Temperatur Cw out =
Data-data cooling tower  Temperatur Cw in = 41 o C  Temperatur Cw out =
Data-data cooling tower  Temperatur Cw in = 41 o C  Temperatur Cw out =
Cara Pengolahan Data Pesamaan yang digunakan dalam perhitungan adalah persamaan make up water pada cooling tower
Cara Pengolahan Data
Pesamaan yang digunakan dalam
perhitungan adalah persamaan make up
water pada cooling tower meliputi:
 We
 Wd
 Wb
 Wm
 H 2 -H 1
= 0,00085 x Wc x (∆T)
= 0,00002 x
Wc
=
= We + Wd + Wb
=L/G x Cp air x (T cw in - Tcw out)
 Q = v.A
 Kw
= 2,72 x 10-5 x Q xP
Hasil Perhitungan
Hasil Perhitungan

Kesimpulan

Untuk meningkatkan kapasitas produksi disarankan agar PT. Petrokimia Gresik mendesain ulang Cooling tower (CT 2601)

Dibutuhkan penambahan shell cooling tower sebanyak 2 buah untuk penambahan kapasitas

Memperbesar pipa make up, pipa blowdown, dan pipa utama

Kesimpulan  Untuk meningkatkan kapasitas produksi disarankan agar PT. Petrokimia Gresik mendesain ulang Cooling tower (CT
Kesimpulan  Untuk meningkatkan kapasitas produksi disarankan agar PT. Petrokimia Gresik mendesain ulang Cooling tower (CT
Kesimpulan  Untuk meningkatkan kapasitas produksi disarankan agar PT. Petrokimia Gresik mendesain ulang Cooling tower (CT
Kesimpulan  Untuk meningkatkan kapasitas produksi disarankan agar PT. Petrokimia Gresik mendesain ulang Cooling tower (CT
Kesimpulan  Untuk meningkatkan kapasitas produksi disarankan agar PT. Petrokimia Gresik mendesain ulang Cooling tower (CT
Kesimpulan  Untuk meningkatkan kapasitas produksi disarankan agar PT. Petrokimia Gresik mendesain ulang Cooling tower (CT
Kesimpulan  Untuk meningkatkan kapasitas produksi disarankan agar PT. Petrokimia Gresik mendesain ulang Cooling tower (CT
Terima Kasih
Terima Kasih