Anda di halaman 1dari 18

Potensi Isolat Bakteri Bacillus dalam

Mendegradasi Plastik dengan Metode


Kolom Disarikan
Winogradsky
dari :
Fiki Rahmah Fadlilah dan Maya Shovitri
Jurnal Teknik Pomits Vol 3, No 2 (2014)
Oleh :
Jehan Noor Auda (082.12.034)

Jurusan Teknik Lingkungan


Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan
Universitas Trisakti
2015

1. LATAR
BELAKANG

EF
EK

S
U
L
O
S

2. PENDAHULUAN
2.1 Maksud
Memberikan pengetahuan mengenai degradasi polimer (plastik) dengan bantuan
mikroba.
2.2 Tujuan
Menjelaskan proses degradasi polimer (plastik) dengan metode biodegradasi

Menjelaskan mikroba yang berperan penting dalam proses degradasi polimer


(plastik)

2.3 Hipotesis
Metode biodegradasi dapat dijadikan alternatif degradasi polimer (plastik), karena
prosesnya ramah lingkungan
3

3. TINJAUAN
PUSTAKA
Terdapat tiga jenis metode degradasi polimer seperti fotodegradasi, degradasi termooksidatif dan biodegradasi. Proses biodegradasi dapat dijadikan alternatif degradasi
pilihan karena prosesnya yang ramah lingkungan.
3.1 Polimer
Polimer berasal dari bahasa Yunani, yaitu poly yang berarti many (banyak) dan meros
yang berarti part (bagian). Secara lengkapnya, Polimer ialah rangkaian atom yang
panjang dan berulang-ulang dan dihasilkan dari sambungan beberapa molekul lain yang
dinamakan monomer.

3.2 Penggolongan Polimer Berdasarkan Asalnya


1. Polimer Alam
No

Polimer

Monomer

Polimerisasi

Contoh

1.

Pati/amilum

Glukosa

Kondensasi

Biji-bijian, akar umbi

2.

Selulosa

Glukosa

Kondensasi

Sayur, Kayu, Kapas

3.

Protein

Asam amino

Kondensasi

Susu, Daging, Telur, Wol, Sutera

4.

Asam nukleat

Nukleotida

Kondensasi

Molekul DNA dan RNA (sel)

5.

Karet alam

Isoprena

Adisi

Getah pohon karet

2. Polimer Sintetis
No

Polimer

Monomer

Terdapat pada

1.

Polietena

Etena

Kantung, kabel plastik

2.

Polipropena

Propena

Tali, karung, botol plastik

3.

PVC
Polivinil

Vinil klorida

Pipa paralon, pelapis lantai

4.

alcohol

Vinil alcohol

Bak air

5.

Teflon

Tetrafluroetena

Wajan atau panci anti lengket


Pipa rekam magnetik, kain atau tekstil

6.

Dakron

Metil tereftalat dan etilene glikol


Asam adipat dan heksametilena

(wol sintetis)

7.

Nilon
Polibutadien

diamin

Tekstil

8.

Butadiena

Ban motor

9.

Poliester

Ester dan etilena glikol

Ban mobil

10.

Melamin

Fenol frmaldehida
Metoksi benzena dan alcohol

Piring dan gelas melamin

11.

Epoksi resin

sekunder

Penyalut cat (cat epoksi)


6

3.3 Plastik

Polimer rantai
panjang

Dapat dibentuk
menjadi film
atau fiber
sintetik

Dapat
menoleransi
panas, keras,
reliency dll

3.4 Biodegradasi
Biodegradasi adalah proses dimana mikroorganisme mampu mendegradasi
atau memecah polimer alam (seperti lignin, selulosa) dan polimer sintetik
(seperti polietilen, polistiren). Setiap mikroorganisme memiliki karakteristik
degradasi yang berbeda, sehingga bervariasi antara satu mikroorganisme dengan
mikroorganisme yang lain.
7

3.5 Mikroba Pendegradasi Polimer

Streptococcus sp
Staphylococcus sp
Micrococcus sp
Moraxella sp
Pseudomonas sp
Bacillus
(masih
parsial)

3.6 Metode Kolom Winogradsky


Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mendeteksi proses biodegradasi plastik yaitu
dengan metode Kolom Winogradsky. Metode kolom tersebut tergolong metode pengayaan
yang menunjukkan keberadaan mikroorganisme pada kondisi lingkungan yang kurang
mendukung.

Metode

ini

mendukung

suatu

konsorsium.

Konsorsium

mikroorganisme

mengontrol laju reaksi redoks dan memodifikasi lingkungan membentuk biofilm


8

4. STUDI KASUS
4.1 Prinsip Dasar
Metode yang digunakan adalah kolom Winogradsky, proses biodegradasi
dilakukan selama 4 bulan, dengan parameter berat kering plastik, dan pengukuran
densitas bakteri uji pada 600 nm.
4.2 Alat dan Bahan
Alat
Botol ukuran 1,5 Liter
Bahan
- Pasir steril
- Medium salt
- Kantong plastik hitam dan putih ( 15 X 4 cm)
9

4.3 Metode Penelitian


1. Persiapan Kantong Plastik
Plastik putih dan hitam ukuran 15x4 cm
yang telah disterilkan dengan alkohol 70
%

3. Biodegradasi Plastik
Menggunakan metode kolom
winogradsky. Proses degradasi

2. Peremajaan Isolat Bakteri Uji dan

dilakukan selama 4 bulan. Plastik

Pembuatan Strater

hitam lebih sukar terdegradasi karena

Tahap 1 : subkultur pada medium padat

mengandung zat aditif

nutrient agar
Tahap 2 : subkultur pada medium
nutrient broth

10

4.4 Rumus
Berikut adalah rumus perhitungan persentase kehilangan berat plastik :

Keterangan :
1. Wi adalah berat kering awal sebelum degradasi
(gram)
2. Wf adalah berat kering akhir setelah degradasi
4.5 Metode Analisis
(gram
Isolat bakteri yang digunakan adalah Bacillus
Proses biodegradasi dilakukan selama 4 bulan, dengan parameter berat kering plastik
dan pengukuran densitas bakteri uji pada 600 nm.
Proses biodegradasi dengan metode kolom Winogardsky dilakukan dengan
menggunakan medium Salt Mineral Medium (MSM)

11

Penampang Mikroskopis Isolat Bacillus


Hasil rekonfirmasi yang
dilakukan menunjukkan :
Bakteri yang berperan dalam
proses dgradasi yang
digunakan pada pra masa
di
um asi
l
be ub
e
S Ink

di
ah si
d
u ba
s
Se Inku

inkubasi dan pasca masa


inkubasi adalah siolat mikroba
dengan karakter kunci gram
positif basil, membentuk
endospora dan anaerob
fakultative
12

Pertumbuhan Bacillus Menurut Optical Density


Persentase
600 nm
Kehilangan Berat Plastik oleh Bakteri Bac

Jumlah densitas bakteri pada biofilm


semakin meningkat setiap bulan,
menunjukkan kemampuan bakteri dalam
menggunakan polimer plastik sebagai
sumber karbon, sehingga bakteri mampu
membelah diri

Ketika diaplikasikan dengan isolat


Bacillus penurunan berat kering pada
semua plastik uji sudah terlihat dari
bulan pertama setelah inkubasi, namun
setelah analisis statistika, pada bulan
pertama tidak terdapat perbedaan
signifikan

13

Persen Degradabilitas Plastik

Pada Isolat Bacillus persen


degradabilitas plastik putih dan hitam
secara berturut-turut adalah 1,9 % dan
2,3 %

14

4. HASIL DAN
PEMBAHASAN
Peningkatan densitas bakteri Bacillus pada plastik putih cenderung lebih tinggi
dibandingkan dengan plastik hitam. Hal ini diasumsikan berkaitan dengan tingkat
kejenuhan moleku polimer. Penambahan adanya bahan aditif dan proses daur
ulang meningkatkan tingkat kejenuhan molekul sehingga bakteri susah untuk
melakukan degradasi
Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi biodegradasi antara lain adalah
jenis polimer, karakteristik organisme, dan jenis perlakuan yang diperlukan.
Perubahan warna, pemisahan fasa, retak, erosi dan delimitasi adalah beberapa
karakteristik yang menunjukkan adanya degradasi polimer

Terdapat dua enzim aktif yang terlibat dalam biodegradasi polimer yaitu enzim
15

ekstraseluler dan enzim intracellular depolymerases. Enzim ekstraseluler

Plastik hitam memiliki tingkat persentase kehilangan berat kering plastik rendah
jika dibandingkan dengan plastik putih, yaitu hanya sebesar 6% setelah 4 masa
inkubasi, karena plastik hitam ditambahkan zat pewarna berlebihan. Penambahan
adanya bahan aditif dan proses daur ulang meningkatkan tingkat kejenuhan
molekul sehingga bakteri susah untuk melakukan degradasi

16

5. KESIMPULAN
1. Isolat bakteri Bacillus memiliki potensi dalam mendegradasi plastik uji, karena
mampu tumbuh dalam kolom Winogradsky selama 4 bulan masa inkubasi.
2. Isolat Bacillus memiliki Optical Density pada plastik hitam : putih sebesar 0,210:
0,234.
3. Pada isolat Bacillus persen degradabilitas plastik putih dan hitam secara berturut
adalah 1,9% dan 2,3%.

17

DAFTAR PUSTAKA
Rahmah Fadilah Fiki, Shovitri Maya. Potensi Isolat Bakteri Bacillus dalam Mendegradasi
Plastik dengan Metode Kolom Winogradsky. Jurnal Teknik Pomits (2014) Vol 3 No 2
ISSN : 2337-3539
Ainiyah Dewi Nur, Shovitri Maya. Bakteri Tanah Sampah Pendegradasi Plastik dengan
Kolom Winogradsky. J urnal Sains dan Seni Pomits (2014) Vol 3 No 2 2337-3520
Nathania Thalita Rahma, Kuswytasari Nengah Dwianita. Studi Potensi Isolat Kapang
Wonorejo Surabaya dalam

Mendegradasi Polimer Bioplastik Poly Hydroxy Butyrate

(PHB). Jurnal Sains dan Seni Pomits (2013)

Vol 2 No 2 2337-3520

18