Anda di halaman 1dari 6

ILMU KEALAMAN DASAR

ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA

OLEH

DESI ARIYANI
1201037

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


2014

ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA


A. HAKIKAT MANUSIA DAN SIFAT KEINGINTAHUANNYA
1. Kelebihan Manusia Dari Penghuni Bumi Lainnya
Manusia sebagai salah satu penghuni bumi mempunyai beberapa kelebihan
dibandingkan dengan penghuni dan pengisi bumi lainnya. Beberapa kelebihan
manusia dari makhluk lain, antara lain adalah:
a. Manusia sebagai makhluk berfikir yang bijaksana (homo sapiens) terhadap
lingkungannya.
b. Manusia sebagai pembuat alat karena sadar keterbatasan inderanya sehingga perlu
bantuan peralatan untuk keperluan hidupnya (homo fiber), baik fisik maupun
nalarnya.
c. Manusia dapat berbicara (homo languens) baik secara lisan maupun tulisan.
d. Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo sosius) dan berbudaya (Homo
Humanis).
e. Manusia dapat mengadakan usaha (Homo Economicus).
f. Manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (Homo religious).
2. Rasa Ingin Tahu dan Terbentuknya Ilmu Pengetahuan Alam
Manusia mempunyai naluri, nalari, dan nurani. Dengan nalari, manusia
menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan penalaran, pemikira logis dan
analisis. Berlandaskan kemampuan tersebut, maka pengetahua yang diperoleh saat ini
merupakan dasar dari munculnya rasa ingin tahu tentang lainnya, sehingga rasa ingin
tahu manusa tersebut selalu berkembang (curiosity). Dengan nurani, manusia ingin
selalu berbuat baik untuk dirinya dan lingkungannya.
Adanya kemampuan berfikir pada manusialah yang menyebabkan terus
berkembangnya rasa ingin tahu tentang segala yang ada di alam semesta.
Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar dari
pengembangan Ilmu Pegetahuan Alam (IPA). Ilmu ini terus berkembang sejalan
dengan sifat manusia yang selalu ingin tahu, terutama tentang benda yang berada
disekelilingnya, alam jagad raya beserta isinya bahkan dirinya sendiri. Rasa ingin
tahu tersebut mendirong manusia untuk dapat memahami dan menjelaskan gejala
alam baik makroskopik maupun mikroskopik. Dorongan rasa ingin tahu dan usaha
untuk memahami serta pemecahan masalah yang dihadapi tersebut mendatangkan
pengetahuan baru.
Rasa ingin tahu
Pengamatan/Pengalam
anIlmu
Ilmu
Pengetahuan
Pengetahuan

3. Sifat Keingintahuan Manusia


Berbagai cara dilakukan manusia untuk memperoleh pengetahuan, baik melalui
cara pendekatan Non-ilmiah (pseudo science, sains semu) dan terutama dengan cara
ilmiah. Cara memperoleh pengetahuan dengan penekatan Sains semu terutama
dilakukan dengan mengandalkan perasaan, keyakinan, dan tanpa diikuti proses
pemikiran yang cermat.
a. Mitos, merupakan gabungan dari pengamatan, pengamalan namun sebagian
lainnya berupa dugaan, imajinasi, kepercayaan.
b. Wahyu, merupakan komunikasi Sang Pencipta dengan makhluk-Nya dan
merupakan pengetahuan yang disampaikan kepada utusannya.
c. Otoritas dan tradisi, merupakan pengetahuan yang telah ada dan mapan yang
sering digunakan oleh pemimpin atau secara tradisi untuk menyatakan kebenaran.
d. Prasangka, merupakan dugaan yang kemungkinan bias benar atau salah.
e. Intuisi, merupakan kegiatan berfikir yang non-analitik (tanpa nalar), tidak
berdasarkan pola berfikir tertentu.
f. Penemuan kebetulan, yaitu pengetahuan pada awalnya ditemukan secara
kebetulan dan beberapa diantaranya adalah sangat berguna.
g. Cara coba-ralat (trial and error). Cara ini merupakan serangkaian percobaan asal
saja yang tidak didasari oleh teori yang ada sebelumnya, sehingga tidak
memungkinkan diperolehnya kepastian pemecahan suatu masalah atau hal yang
ingin diketahui.
B. PERKEMBANGAN FISIK, SIFAT DAN PIKIRAN MANUSIA
1. Perkembangan Fisik Tubuh Manusia
Fisik tubuh manusia mengalami proses pertumbuhan sedikit demi sedikit, mulai
dari masa dirahim ibu sampai masa dewasa. Proses perubahan tersebut dimulai dari
bentuk sel yang sangat sederhana pada saat pembuahan sampai ke bentuk sel yang
sangat kompleks.

Tubuh manusia berubah mulai sejak berupa sel sederhana yang selanjutnya secara
bertahap menjadi manusia yang sempurna. Sel sederhana berasal dari sel kromosom
sperma yang identik dengan kromosom sel telur, pada prosesnya akan terjadi
kromosom yang tidak homolog yang akan menjadi laki-laki.
Lima minggu setelah terjadi konsepsi, bakal jantung mulai berdenyut yang
selanjutnya akan membagi menjadi serambi kiri dan kanan pada minggu ke-9.
Sedangkan minggu ke-13, janin sudah mulai berbentuk yang ditandai dengan
berfungsinya bagian organ, yang selanjutnya pada usia 18 minggu mulai terasa
gerakan dari janin.
Pada usia 32 minggu, janin mulai mempersiapkan diri untuk dilahirkan dengan
kepala dibawah makin mendekati lubang kelahiran. Pada saat ini gerakan semakin
berkurang. Perkembangan tercepat terjadi pada saat setelah kelahiran sampai remaja.
Perubahan fisik yang sangat nyata, terjadi pada saat purbertas, yang ditandai
diantaranya dengan tanda kedewasaan berupa tumbuhnya rambut pada daerah-daerah
tertentu dan fungsi organ-organ reproduksi (organ genitalia).
Perkembangan pengetahuan pada manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan
pengetahuan semasa anak-anak, berupa bimbingan yang baik oleh orang tua dan
lingkungan yang terus akan terbawa sampai dewasa.
Sampai usia 2 tahun, perkembangan kecerdasan sangat cepat, dari belajar, makan,
berbicara dan berjalan. Pada usia 2-7 tahun rasa ingin tahu akan makin besar. Masa
remaja merupakan masa pertentangan dengan dirinya maupun dengan orang dewasa,
karena selalu berusaha untuk memposisikan diri sebagai orang dewasa walaupun
secara emosional belum memadai. Selanjutnya setelah usia 30 tahun, mulai dapat
mengendalikan diri dan mampu menempatkan diri sebagai individu yang bertanggung
jawab.
2. Perkembangan Sifat dan Pikiran Manusia
a. Masa bayi (0-2 tahun), merupakan periode sensorimotorik. Pada periode ini
perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. Ia mulai belajar makan, berjalan,
berbicara, dan mengikatkan diri pada orang lain.
b. Masa kanak-kanak (3-5 tahun), disebut sebagai periode praoperasional, usia 2-7
tahun. Pada periode ini, dorongan keingintahuannya sangat besar. Sehingga
banyak yang menyebutkan sebagai masa bertanya.

c. Masa usia sekolah (6-12 tahun), disebut sebagai periode operasional nyata, usia 711 tahun. Pada periode ini, perkembangan fisik dan motorik yang baik.
d. Masa remaja (13-20 tahun), disebut dengan periode operasional formal (11-15
tahun). Periode ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya
sendiri maupun dengan orang dewasa. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya
sebagai orang dewasa, padahal secara fisik, mental, dan emosional belum mampu
berbuat demikian.
e. Masa dewasa (>20 tahun), ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri
sendiri. Mereka mampu mengandalikan perilakunya dengan baik, menempatkan
dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang
bertanggung jawab.
C. SEJARAH PENGETAHUAN MANUSIA
1. Zaman Purba
Zaman ini ditandai dengan ditemukannya alat-alat yang terbuat dari batu dan
tulang. Manusia pada zaman ini telah mengetahui cara bercocok tanam dan beternak
meskipun masih secara berpindah-pindah. Pengetahuan yang diperolehnya tersebut
merupakan pengalaman dan kemampuannya mengamati alam sekitarnya.
2. Zaman Yunani
Pada zaman ini kemampuan berfikir manusia lebih maju, disertai dengan
penemuan alat bantu yang lebih baik serta mulai menggunakan akal sehat. Beberapa
pakar Yunani yang berpengaruh dan memberikan perubahan pola piker masa itu
adalah:
a. Thales (624-548 SM), menyatakan bahwa bintang mengeluarkan sinarnya sendiri
sedangkan bulan hanya memantulkan cahaya matahari.
b. Pythagoras (580-500 SM), menyatakan bahwa bumi itu bulat.
c. Socrates (470-399 SM), dianggap sebagai tonggak ilmu pengetahuan Yunani
penganut faham logika dan sebagai pemula penyelidikan kehidupan manusia.
3. Zaman Pertengahan (Keemasan Islam)
Pada zaman ini, pengaruh bangsa Arab sangat menonjol. Zaman ini banyak
dikembangkan

metode

eksperimen

yang

memungkinkan

perluasan

bidang

kedokteran, farmasi, astronomi, kimia dan biologi. Peranan penting yang tetap
digunakan sampai saat ini adalah penulisan bilangan (angka arab) dan decimal yang
memunculkan ilmu aljabar.

4. Zaman Modern (abad 15-sekarang)


Pada zaman ini banyak penemuan yang merubah pola piker sebelumnya terutama
dengan penemuan empiris yang didukung oleh alat bantu yang lebih baik. Perubahan
pola piker yang sangat radikal adalah perubahan faham geosentris menjadi
heliosentris yang sangat bertentangan dengan faham kepercayaan maupun kekuasaan
saat itu. Era ini dianggap titik awal ilmu pengetahuan modern yang berdasarkan pada
teori induksi atau kebenaran harus dibuktikan secara empiris.

REFERENSI :
Maskoeri, Jasin. 2003. Ilmu Alamiah Dasar. RajaGrafindo Persada: Jakarta (35-39)
Maskoeri, Jasin. 2003. Ilmu Alamiah Dasar. RajaGrafi

http://hasyimsoska.blogspot.com/2012/07/perkembangan-pengetahuan.html
http://ekhardhi.blogspot.com/2011/11/sejarah-pengetahuan-manusia.html
https://www.academia.edu/5243164/ILMU_KEALAMAN_DASAR