Anda di halaman 1dari 3

Tugas naskah kosneling gizi:

Tn A berusia 65 tahun, beragama islam, dan bekerja sebagai seorang eksekutif direktur
disalah satu perusahaan. Mengalami gangguan pendengaran seiring dengan pertambahan
usia. Tn A tinggal bersama dengan seorang istri dan seorang anak. Telah didiagnosa
mengalami DM tipe II sejak tahun 2008. Beberapa tahun terakhir mengeluh adanya luka pada
kaki kanan yang tidak kunjung sembuh, nafsu makan menurun, dan merasa pusing pusing.
Kebiasaan makan pasien yaitu jarang makan dirumah karena sibuk sebagai seorang direktur,
terutama saat makan siang. Sangat menyukai makanan manis terutama minuman kemasan
yang berasa manis dan sirup, juga makanan makanan yang digoreng dengan tinggi
karbohidrat dan lemak. Selain itu, Tn A juga jarang berolahraga karena kesibukannya. BB
pasien adalah 75 kg, TB adalah 160 cm. Hasil pemeriksaan lab : glukosa puasa 290 mg/dl,
glukosa sewaktu 305 mg/dl, kolesterol 220 mg/dl, trigliseride 240 mg/dl, albumin 3,4 mg/dl,
Hb 11,4 g%, tekanan darah 150/90 mmHg.
Diagnosis
NB
Pemilihan makanan yang salah berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang
makanan yang seimbang ditandai dengan riwayat makan tinggi karbohidrat, tinggi
lemak, porsi besar, serta banyak mengonsumsi makanan yang manis dan digoreng
Intervensi Gizi
Terapi Diet, bentuk Makanan dan Rute Pemberian
Terapi diet : Diet DM
Bentuk makanan: makanan biasa
Rute pemberian : melalui oral
Tujuan Diet
1. Menurunkan kadar gula darah hingga batas normal
2. Meningkatkan kesehatan secara keseluruhan melalui pemilihan makanan yang
sehat dan aktivitas fisik yang seimbang
3. Menurunkan BB pasien secara bertahap agar menjadi normal
4. Membantu memperbaiki kebiasaan makan dari pasien mengenai menu
makanan yang seimbang
Syarat dan Prinsip Diet
Pemberian energi disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan Mifflin yaitu 1846
kkal.
Pemberian lemak diberikan cukup yaitu 61,53 gram dari kebutuhan energi total,
dalam bentuk yang mudah dicerna atau dalam bentuk emulsi.
Pemberian protein sebanyak 1,2 g/kg BB
Mengurangi konsumsi gula sederhana
Perhitungan Kebutuhan Gizi
Laki laki
= 10 (BBA) + 6,25 (TB) 5 (U) + 5
= 10 (75) + 6,25 (160) 5 +5
= 750 + 1000 5 + 5
= 1750 330
= 1420
Total kebutuhan energi

= BEE X F X IF

= 1420 x 1,3 x 1
= 1846 kkal
Kebutuhan protein

= 20% X 1846
= 369,2 kkal : 4
= 92,3 gram

Kebutuhan lemak

= 30% X 1846
= 553,8 kkal : 9
= 61,53 gram

Kebutuhan karbohidrat

= 1846 369,2 553,8


= 923 kkal : 4
= 230,75 gram

Rencanan Monitoring Evaluasi


Rencana Konseling
Tema
: Tatalaksana gizi pada pasien DM
Media
: Leaflet daftar bahan makanan penukar dan food model
Sasaran
: Pasien dan keluarga
Tempat: Ruang konseling
Waktu
: 10-15 menit
Metode
: Tanya jawab dan motivasi
Isi Materi
:
Pemberian saran kepada pasien untuk mengkonsumsi makanan yang
mengandung gizi seimbang, mengurangi konsumsi makanan gorengan serta
makanan ataupun minuman manis yang mengandung tinggi lemak dan
karbohidrat.
Pemberian motivasi untuk merubah kebiasaan makan yang salah
Mendiskusikan pola menu yang dianjurkan serta menghindari bahan makanan
yang harus dibatasi agar keadaan pasien tidak bertambah buruk.
Selesai berdiskusi, konselor gizi melakukan pengukuran pemahaman klien
terhadap apa yang telah dijelaskan, dengan cara menanyakan kembali. Apabila
masih ada yang kurang dimengerti pasien, konselor dapat mengulangi lagi
untuk menjelaskan hal tersebut.
Menyepakati untuk melanjutkan konseling kembali dan menganjurkan
kunjungan ulang 2 4 minggu yang akan datang atau sesuai dengan
kebutuhan

Bentuk Menu Pasien DM


Pagi:
Roti bakar (2 iris)

Telur ceplok
Jus pepaya
Selingan:
Pisang ambon (2 buah)
Makan siang:
Nasi merah
Sayur sop daging
Tahu dan tempe goreng
Selingan:
Roti putih (1 iris)
Jus apel
Makan malam:
Nasi merah
Tumis kangkung
Pepes ikan
Tempe goreng
Selingan malam
Jeruk
Crackers tawar