Anda di halaman 1dari 8

KONSEP DASAR GANGGUAN CITRA TUBUH

A. Konsep gangguan citra tubuh


1. Pengertian
Citra tubuh adalah komponen dari konsep diri yang dipengaruhi oleh
pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik. Citra tubuh adalah kumpulan dari
sikap individu yang disadari dan tidak disadari terhadap tubuhnya, termasuk persepsi
masa lalu dan sekarang, serta perasaan tentang bentuk, ukuran, fungsi, penampilan
dan potensi. Gangguan citra tubuh adalah perasaan tidak puas terhadap perubahan
bentuk, struktur dan fungsi tubuh karena tidak sesuai dengan yang diinginkan.
2. Penyebab
Beberapa penyebab gangguan citra tubuh adalah tindakan invasif (pemasangan
infuse, cateter, mag slang, oksigen), operasi, perubahan fungsi (lumpuh, sesak nafas,
buta dan tuli).
Faktor predisposisi gangguan citra tubuh menurut Suliswati, (2005) adalah:
a. Kehilangan/kerusakan bagian tubuh (anatomi dan fungsi)
b. Perubahan ukuran, bentuk, dan penampilan tubuh (akibat pertumbuhan dan
perkembangan atau penyakit)
c. Proses patologik penyakit dan dampaknya terhadap struktur maupun fungsi tubuh.
d. Pengobatan seperti radiasi, kemoterapi, transplantasi.
3. Tanda dan gejala
Tanda dan gejala yang dapat diobservasi pada gangguan citra tubuh adalah:
a. Hilangnya bagian tubuh
b. Perubahan anggota tubuh baik bentuk maupun fungsi
c. Menyembunyikan atau memamerkan bagian tubuh yang terganggu
d. Menolak melihat bagian tubuh
e. Menolak menyentuh bagian tubuh
f. Aktivitas sosial menurun
Riyadi dan Purwanto, (2010) mengemukakan ciri-ciri gangguan citra tubuh
adalah:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang telah berubah


Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi atau akan terjadi
Menolak penjelasan perubahan tubuh
Persepsi negatif terhadap tubuh
Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang
Mengungkapkan keputusasaan dan ketakutan

B. Asuhan Keperawatan gangguan citra tubuh


1. Pengkajian

Data objektif yang dapat diobservasi pada gangguan citra tubuh, adalah sebagai
berikut:
a. Perubahan dan kehilangan anggota tubuh, baik struktur, bentuk, maupun fungsi
b. Pasien menyembunyikan atau memamerkan bagian tubuh yang terganggu
c. Pasien menolak melihat bagian tubuh
d. Aktivitas sosial pasien berkurang
Data subjektif untuk gangguan citra tubuh adalah sebagai berikut:
1) Pasien mengungkapkan penokakan terhadap:
a) Perubahan anggota tubuh saat ini, misalnya tidak puas dengan hasil
operasi
b) Anggota tubuh yang tidak berfungsi
c) Interaksi dengan orang lain
2) Pasien mengungkapkan perasaan tidak berdaya, tidak berharga, dan
keputusasaan.
3) Pasien mengungkapkan keinginan yang terlalu tinggi terhadap bagian tubuh
yang terganggu
4) Pasien sering mengulang-ulang mengatakan kehilangan yang terjadi
5) Pasien merasa asing terhadap bagian tubuh yang hilang.
2. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan: gangguan citra tubuh.

3. Intervensi Keperawatan
No.

Tujuan Umum dan Intervensi Keperawatan


A. Asuhan keperawatan pada klien

Tujuan Umum: Klien mampu:


1)
2)
3)
4)

Mengidentifikasi gangguan citra tubuhnya: penyebab, tanda dan gejala serta akibatnya.
Mengidentifikasi potensi (aspek positif) tubuh dan yang terganggu
Mengetahui cara untuk meningkatkan citra tubuh
Melakukan cara-cara untuk meningkatkan citra tubuh pada bagian tubuh yang tidak
terganggu
5) Melakukan cara-cara meningkatkan citra tubuh bagian tubuh yang terganggu
6) Melakukan sosialisasi dengan orang lain tanpa terganggu

Tindakan Keperawatan
1)Mendiskusikan citra tubuh (gangguan dan potensi) dan menerima keadaan tubuh saat ini
2)Mendiskusikan tanda dan gejala gangguan citra tubuh dan akibatnya pada pasien
3)Latih cara mempertahankan citra tubuh yag potensial
4)Latihan memulihkan citra tubuh yang terganggu
Strategi Pelaksanaan (SP)
SP 1 Pasien : Assesment dan menerima citra tubuh dan latihan meningkatkan citra tubuh
1) Bina hubungan saling percaya
a) Mengucapkan salam terapeutik, memperkenalkan diri, panggil pasien sesuai nama
panggilan yang disukai
b) Menjelaskan tujuan interaksi : melatih penerimaaan citra tubuh dan meningkatkan citra
tubuh agar proses penyembuhan lebih cepat.
2) Membuat kontrak (informed consent) dua kali pertemuan latihan pengendalian gangguan
citra tubuh
3) Bantu pasien mengenal gangguan citra tubuhnya:
a) Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan menguraikan perasaannya
b) Bantu pasien mengenal penyebab gangguan citra tubuh
c) Bantu pasien menyadari gangguan citra tubuhnya
4) Diskusikan persepsi pasien tentang: citra tubuhnya yang terganggu dan bagian tubuh yang
masih potensial dan harapan
5) Bantu pasien untuk meningkatkan fungsi bagian tubuh yang terganggu: melihat, menyentuh,
melatih.
6) Bantu menggunakan bagian tubuh yang masih sehat dan potensial
SP 2 Pasien: Evaluasi citra tubuh dan latihan peningkatan citra tubuh dan sosialisasi
1)
a)
b)
2)
3)

Pertahankan rasa percaya pasien


Mengucapkan salam dan memberi motivasi
Asessmen ulang citra tubuh dan hasil latihan peningkatan citra tubuh
Membuat kontrak ulang: latihan peningkatan citra tubuh dan sosialisasi
Motivasi pasien untuk melakukan aktivitas yang mengarah pada pembentukan tubuh ideal:
bagian tubuh yang terganggu dan bagian tubuh yang sehat
4) Ajarkan pasien meningkatkan citra tubuh dengan cara:
a) Gunakan protese, wig, kosmetik atau yang lainnya sesegera mungkin, gunakan pakaian
yang baru (sesuaikan dengan kebutuhan pasien)
b) Motivasi pasien untuk melihat menyentuh, merawat bagian tubuh yang hilang dan
diganti secara bertahap.
5) Lakukan interaksi secara bertahap dengan cara:
a) Susun jadwal kegiatan sehari-hari
b) Dorong melakukan aktifitas sehari-hari dan terlibat dalam aktifitas dalam keluarga dan

sosial
Dorong untuk mengunjungi teman atau orang lain yang berarti/mempunyai peran
penting baginya
d) Beri pujian terhadap keberhasilan pasien melakukan interaksi
c)

B. Asuhan keperawatan pada keluarga


Tujuan umum: Keluarga mampu
1) Mengenal masalah gangguan citra tubuh pada anggota keluarga
2) Merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan citra tubuh
3) Melakukan follow up anggota keluarga yang mengalami gangguan citra tubuh
Tindakan Keperawatan:
1) Mendiskusikan kondisi pasien gangguan citra tubuh, penyebab, proses terjadi, tanda dan
gejala, serta akibat
2) Melatih keluarga merawat gangguan citra tubuh pasien:
a) Berikan pujian terhadap bagian tubuh yang sehat
b) Bicarakan harapan dan perasaan tentang tubuhnya
c) Bicarakan bagian tubuh yang masih bisa digunakan
d) Mengajarkan cara untuk meningkatkan penampilan tubuh: alat bantu, kosmetik dan
pakaian yang baru
e) Tidak mengabaikan penderita
f) Libatkan klien dalam tondakan rumah tangga, sosial, masyarakat sesuai dengan
kemampuan.
g) Memberi pujian setiap keberhasilan dalam melakukan kegiatan
h) Menyediakan alat bantu bagi penderita untuk melakukan kegiatan.
3) Melatih keluarga melakukan follow up

Sp 1 Pasien: Membina hubungan saling percaya, mendiskusikan tentang citra tubuh,


penerimaan terhadap citra tubuh, aspek positif, dan cara meningkatkan
citra tubuh

ORIENTASI
Selamat pagi. Perkenalkan, nama saya Fitri Rachmawati, panggil saja saya Fitri. Saya
mahasiswi profesi PSIK UR yang sedang dinas di RW 16 ini. Saya datang untuk merawat bpk.
Namanya siapa? Senang dipanggil apa? Bagaimana perasaannya hari ini? Bagaimana pak apakah
bagian tubuh yang mengalami kelemahan masih belum bisa digerakkan pak? Bagaimana kalau
kita berbincang-bincang tentang perasaan terhadap bagian tubuh bpk yang mengalami
gangguan? (Perhatikan data-data tentang gangguan citra tubuh). Mau berapa lama? bagaimana
kalau 30 menit? Mau di mana kita berbincang-bincang? Di ruang tamu?
KERJA
Bagaimanaa perasaan bpk terhadap bagian tubuh yang masih sulit untuk digerakkan? Apa
harapannya untuk penyembuhan ini? Bagus sekali, bpk sudah mengungkapkan perasaan dan
harapan. Mulai sekarang bpk dapat mencoba melatih menggerakkan bagian tangan dan kaki yang
masih sulit digerakkan. Baik, bagaimana kalau kita membicarakan bagian tubuh lainnya yang
masih dapat digunakan? Mari kita mulai. (Boleh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki).
Nah, tangan dan kaki bapak sebelah kanan masih bagus ya. Bagus. Bagaimana dengan mata
bpk, dan bagian tubuh lainnya? (buat daftar potensi tubuh yang masih prima). Wah, ternyata
banyak sekali bagian tubuh bpk yang masih berfungsi dengan baik yang perlu disyukuri.
TERMINASI
Bagaimana perasaan bpk setelah kita berbincang-bincang? Wah, banyak sekali bagian tubuh
bpk yang masih berfungsi dengan baik. (sebutkan beberapa bagian tubuh yang masih
berfungsi). Bagaimana kalau kita buat jadwal kegiatan untuk menggunakan anggota tubuh yang
masih berfungsi dengan baik. (Masukkan jadwal kegiatan). Baiklah, besok kita bertemu untuk
membicarakan cara meningkatkan citra tubuh bpk. Mau jam berapa? Baik, sampai jumpa.

Sp 2 Pasien: Mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan, mengidentifikasi dan


melakukan cara meningkatkan citra tubuh, melatih interaksi secara
bertahap

ORIENTASI
Selamat pagi bpk. Bagaimana perasaannya pagi ini? Apakah sudah mencoba kegiatan sesuai
jadwal? Bagaimana perasaan bpk setelah mencoba? Baik, bagaimana kalau kita berbincangbincang tentang cara meningkatkan fungsi tangan dan kaki kiri yang lemah? Mau berapa lama?
Bagaimana kalau 30 menit? Mau berbicara dimana? Baiklah, kita bicara diruang tamu.
KERJA
Bpk selama ini apa yang telah dilakukan agar tangan dan kaki bpk bisa berfungsi kembali? Apa
yang bpk lakukan untuk mengurangi rasa malu? (beri pujian jika jawaban pasien positif).
Baiklah bpk, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu bapak harus melatih bagian tangan
dan kaki yang masih sulit digerakkan untuk digerakkan dengan sesering mungkin, ini melatih
agar otot-otot bpk tidak kaku.
Selain itu, bpk dapat bersosialisasi dengan keluarga dan teman-teman lain melalui berbagai
aktivitas mengunjungi teman atau saudara yang dekat dengan bpk. Bpk kan mempunyai kursi
roda, nah kursi rodanya digunakan ketika bpk akan mengunjungi orang lain. Bpk dapat
memasukkan kegiatan tersebut dalam jadwal yang ada.
TERMINASI
Bagaimana perasaan bpk setelah kita berbincang-bincang? Berapa cara yang dapat dicoba?
Bagus. Nah, silakan coba untuk melatih menggerakkan bagian tangan dan kaki yang lemah. Bisa
kan bpk? Baik, besok kita bertemu. Kita akan berbicara tentang cara bercakap-cakap dengan
orang lain. Sampai jumpa.

Sp 1 keluarga: Mendiskusikan masalah yang dihadapi keluarga, menjelaskan gangguan


citra tubuh dan cara mengatasinya.
ORIENTASI

Selamat pagi. Perkenalkan, nama saya Fitri Rachmawati, panggil saja saya Fitri. Saya
mahasiswi profesi PSIK UR yang sedang dinas di RW 16 ini. Nama ibu siapa? Panggilannya?
Bagaimana perasaan ibu pada hari ini? Bagaimana kalau kita berbincang-bincang selama 30
menit tentang masalah kesehatan bpk? Kita mau duduk dimana? Bagaimana kalau di ruang
tamu?
KERJA
Apa yang ibu rasakan selama pemulihan tangan dan kaki bpk? ibu sendiri bagaimana
perasaannya melihat kondisi bpk? Iya, benar, bpk menghadapi dua masalah, yang pertama bagian
tubuh yang mengalami kelemahan. Yang kedua, perasaan bpk yang masih sukar menerima
kenyataan bahwa bagian tubuhnya tidak berfungsi dan masih malu bertemu dengan orang lain.
Untuk itu, ada beberapa cara yang ibu dapat lakukan agar bpk dapat menerima keadaan ini yaitu
selalu memberi pujian terhadap setiap kegiatan yang bpk dapat lakukan, membantu bpk
memberikan perhatian yang lebih pada bagian tubuh yang masih berfungsi dengan baik. Ada
beberapa cara untuk memulihkan fungsi kaki bpk, yaitu melakukan latihan menggerakkan bagian
tangan dan kaki yang lemah agar ototnya tidak semakin kaku.
Untuk mengurangi rasa malu berikan motivasi kepada bpk, libatkan bpk dalam kegiatan rumah
tangga, libatkan bpk dalam bersosialisasi dengan keluarga, tetangga, dll. Ibu dapat membantu
bpk menerima bagian tubuh dengan cara melihatnya dan jangan menghina kecacatan tersebut.
Cara mana yang kira-kira dapat ibu lakukan segera? Bagus sekali.
TERMINASI
Bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang-bincang? Coba ibu sebutkan cara merawat
bpk? Bagus sekali. Coba ibu buat jadwal untuk bergantian memperhatikan bpk. Baiklah, besok
saya datang lagi. Kita akan membicarakan hal-hal yang telah ibu lakukan serta mencoba
berbincang-bincang langsung dengan bpk. Sampai jumpa.

Sp 2 keluarga: Melatih cara merawat pasien dan menyusun rencana tindakan


ORIENTASI

Selamat pagi, ibu. Dapatkah kita berbincang-bincang? Baik, bagaimana keadaan bpk? Sudah
ibu coba cara yang kita diskusikan kemaren? Bagaimana hasilnya? Ibu, bagaimana kalau kita
berbincang-bincang tentang kegiatan yang masih dapat bpk lakukan tanpa terganggu dengan
bagian tubuh yang sakit? Berapa lama kita bicara? Baik kita bicara selama 30 menit. Di ruang
tamu saja ya?
KERJA
Mari ibu kita temui bpk. Bpk sedang apa? Bagaimana kalau kita berbincang-bincang? Apa saja
kegiatan yang sudah dilakukan? Bagus sekali. Wah, bpk hebat dong. Bagaimana perasaan bpk
setelah melakukan kegiatan tadi? Sudah dulu ya. Saya berbincang-bincang dulu dengan ibu.
Bagaimana ibu sudah lihat cara yang kita lakukan tadi? Apa saja yang sudah dapat dilakukan
ibu? Bagus. Baiklah ibu, dari beberapa cara yang telah dilakukan, ibu dapat memilih kegiatan
tersebut dan dapat memasukkannya kedalam jadwal yang telah bpk punya.
TERMINASI
Bagaimana perasaan ibu? apalagi yang perlu dilakukan untuk bpk? Kapan ibu mau
melakukannya? Bagus. Baiklah besok saya kembali. Nanti kita bicarakan harapan bpk yang
kemungkinan masih dapat diwujudkan. Sampai jumpa.